Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
kath


__ADS_3

Di kantor pusat Mars company tampak petinggi- petinggi kedua perusahaan yakni petinggi Mars dan Star tengah berkumpul di ruang rapat perusahaan.


Arkan dan Arta masih belum tiba di perusahaan, oleh karena itu pekerjaan mereka di handel oleh Celo, Karina dan Tito selaku asisten mereka di perusahaan.


Tampak pembicaraan mengenai merger perusahaan berjalan dengan sedikit ketegangan, sebab para pemegang saham meminta agar pemilik asli perusahaan segera tiba agar mereka yakin dengan keputusan yang diambil oleh pemimpin perusahaan.


"Dimana Presdir kedua perusahaan? kami tidak dapat menerima keputusan ini begitu saja jika tidak mendengar secara langsung dari mereka," ucap salah seorang pemegang saham.


"Benar yang di katakan saudara Franda, kami butuh penjelasan langsung dari pemilik perusahaan ini, bukan apa-apa, kami hanya butuh kepastian dari mereka. Saya mohon maaf kalau kesannya kami tidak percaya dengan kalian, tapi kami tidak ingin melakukan kesalahan dan justru merugikan bos kami," tukas pria sipit tersebut.


" Kalian sama sekali tidak akan melakukan kesalahan apa pun, terimakasih telah menjadi bagian dari perusahaan ini," ucap Arkan yang baru saja tiba bersama dengan Arta.


Kali ini mereka tidak mengenakan topeng untuk menutupi identitas mereka, toh yang hadir disana sudah melihat wajah mereka sebelumnya. Selain itu Arkan sudah di kenal oleh karyawan perusahaan tersebut.


"Tuan, nona," ucap mereka langsung berdiri menyambut kedatangan presdir mereka.


"Duduk!" titah Arkan.


"Perusahaan Mars Company dan Star company akan melakukan merger dan menjadi satu perusahaan yang berada di bawah naungan Argaka Corporation, perusahaan ini akan saya dan istri saya pimpin langsung," jelas Arkan.


"Dan kedepannya hanya perubahan manajemen saja yang terjadi, kantor pusat akan ditetapkan di gedung pusat Mars, sementara Star Company akan dipakai sebagai kantor kedua," tambah Arta.


"Kita akan menjalankan perusahaan dengan label Argaka , tetapi Star dan Mars tidak akan dihilangkan, kedua nama ini akan menjadi sub unit perusahaan yang akan dikelola oleh Celo dan Tito," tambah Arkan.


Mereka semua setuju dengan usulan pemimpin mereka, bagaimanapun mereka adalah pemegang kekuasaan mutlak di perusahaan tersebut.


Diskusi masih panjang, mereka mengadakan rapat hingga 5 jam dan pada akhirnya memperoleh kata sepakat dari masing-masing pihak.


Tampaknya para pemegang saham begitu puas, sebab tidak terjadi perubahan yang besar, mereka akan tetap bekerja  hanya saja, kedua perusahaan itu kini menjadi satu di bawah naungan Argaka Corporation dan langsung di pimpin oleh Arkan dan Arta tanpa perwakilan seperti dahulu lagi.


Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka yang cukup menguras pikiran, Arkan, Arta, bersama yang lainnya  pergi menuju Star cafe untuk melepas penat.


Apalagi Arta sudah beberapa lama ini tidak mengunjungi cafe tersebut. Mereka berangkat dengan mobil masing-masing, Arkan berangkat bersama Arta, Celo sendirian karena Karina sudah di jemput oleh Kart dan Tito pergi menjemput kekasih hatinya yang kini tinggal bersama Indah di sebuah apartemen untuk menjaga agar gadis itu tetap aman.


Di kantor pusat Whitegar tampak Samuel tengah duduk bersama seorang wanita cantik yang tak lain adalah kekasihnya Kath, mereka bisa bersama setelah sama-sama saling menyatakan perasaan masing masing beberapa hari yang lalu.


Kejadian beberapa hari yang lalu saat ada acara salah satu kolega bisnis Whitegar yang akan diajak bekerja sama dalam proyek AG yang diadakan di salah satu hotel mewah milik Arkan, tampak Kath berpenampilan yang beda dari biasanya, ia sangat cantik hari itu dengan sebuah gaun yang pas di tubuhnya dan rambut sebahu yang terurai dengan indah membuat siapa saja menatap gadis cantik itu.


Samuel juga berpenampilan tak kalah tampannya, mereka sukses menjadi sorotan banyak orang walau begitu tampaknya Kath sangat tahu posisinya sebagai seorang asisten ia tak ingin bosnya mendapat masalah dan menerima berita yang tidak-tidak tentang diri mereka berdua.

__ADS_1


Di malam itu Kath tampak berbaur dengan undangan yang lain, ia banyak berkenalan dengan perusahaan-perusahaan besar yang sengaja meliriknya untuk mendekati dirinya, walaupun risih Kath tetaplah seorang pekerja yang profesional dia mampu melakukan pekerjaannya dengan baik.


Hanya saja tampak Samuel begitu geram dari sisi yang lain saat melihat ada seseorang dengan sengaja merangkul pinggul gadis itu dan langsung di tepis oleh Kath.


Samuel tampak khawatir, namun kekhawatirannya berkurang saat melihat Kath sudah pergi dari antara pria hidung belang yang berusaha menggodanya itu.


Beberapa saat kemudian, Samuel kembali mencari keberadaan Kath karena ia sudah gelisah entah apa yang terjadi pada gadis itu.


"Astaga dimana kau Kath," gerutu Samuel sambil mondar-mandir mencari Katherine. Putus asa tak menemukan Kath, Samuel berlari menuju ruang kontrol CCTV dan meminta petugas menunjukkan CCTV atas izin Tito yang sudah dihubungi oleh Samuel sebelumnya.


"Putar semua rekaman 20 menit yang lalu, kalian bantu mengamati!" perintah Samuel pada anak buah yang selalu mendampinginya, hanya saja saat Karina hilang tak ada satu pun yang melihatnya.


"Arghkkkk....kalian banyak disini tapi menjaga satu gadis saja kalian tidak becus sialan !" teriak Samuel frustasi karena sedari tadi mereka tak bisa melacak posisi gadis itu.


"Tuan, ketemu!" ucap seorang anak buah yang menatap layar  dimana Katherine dibekap oleh beberapa pebisnis hidung belang yang ternyata sengaja mendekatinya tadi.


Samuel geram, ia langsung berlari menuju kamar tersebut berharap tidak terjadi apa-apa dengan gadis yang sudah mencuri hatinya itu.


Seluruh anak buahnya sudah dikerahkan menuju kamar itu. Sementara itu di dalam kamar Katherine tampak menangis terisak isak, tangan dan kakinya diikat, pakaiannya terkoyak dan mengekspos bagian paha dan perutnya membuat tiga pria hidung belang itu semakin bernafsu untuk mencicipi gadis itu. Luka bekas tamparan akibat dipaksa untuk melayani ketiga pria itu tampak membekas di pipinya.


Sebelumnya ia pergi ke toilet sendirian, ternyata ia sudah diikuti oleh tiga pria hidung belang itu dan akhirnya ia di bekap menuju kamar yang tak jauh dari posisi pesta itu.


"Kau harus melayani kami jalang, jika tidak akan kusebarkan semua foto fotomu ini ke media sosial dan orang orang akan mengecapmu sebagai pelacur !" ancam pria bertubuh gemuk dengan wajah genit penuh nafsu sambil menunjukkan beberapa foto bagian tubuh Kath yang terekspos.


Katherine menangis sejadi-jadinya, ia hanya berharap seseorang akan menolongnya disana.


"Tuan Sam tolong aku huhuhuhu..." tangis Katherine semakin menjadi-jadi.


"Hahahah, tuanmu itu tak akan mampu menemukan dirimu wahai nona cantik, kalau begitu aku akan menikmatimu lebih dahulu kalian berjagalah disekitar pintu," perintah pria dengan tubuh tegap yang sudah dikuasai nafsu, ia menarik Katherin ke atas ranjang dan menaruhnya di bawah kungkungannya, ia mencoba mencium bibir gadis itu dengan paksa.


"Pergi kau bajingan  arkhhh...tolong aku huaaa...." teriak Kath meronta-ronta di bawah kungkungan pria itu.


Hingga tiba-tiba pintu kamar di dobrak, Samuel masuk dengan amarah yang berapi-api langsung saja menarik tubuh pria itu dan menghajarnya sampai babak belur, sementara dua pria lainya sudah diurus oleh anak buah yang mengikutinya.


"Bangsat !!" teriak Samuel dengan penuh amarah, ia menghajar pria itu hingga wajahnya hancur tak berbentuk, pria itu terkunci dengan gerakan lincah dan gesit dari Samuel.


"Tuan jangan sampai membunuhnya," tegur salah satu anak buahnya.


"Kau bereskan bajingan ini!!" ucap Samuel dengan sorot mata penuh amarah.

__ADS_1


"Tuan...ergh...hmmphh...huhuhuhuh..." tangis Kath tersedu-sedu menatap Samuel dengan tubuh sudah lemah dan kondisi tangan dan kaki masih terikat.


Samuel diam, ia berjalan mendekati Kath, membuka ikatannya dengan lembut tanpa satu kata pun, ia menutup tubuh Kath dengan Jasnya.


"Belikan pakaian untuknya, pakai ini!" perintah Samuel pada anak buahnya. Ketiga pria berengsek tadi sudah dibawa menuju kantor polisi dan akan diadili disana. Samuel berniat membawa kasus ini ke jalur hukum.


"Hey jangan menangis," ucap Samuel sambil merapikan rambut gadis itu yang sudah berantakan.


"Mereka memukulmu?" Kath mengangguk dan masih menangis mengingat kejadian tadi.


Samuel menarik Katherine ke dalam pelukannya, hatinya begitu sakit saat melihat gadis itu menangis.


"Huhuhuhuh........aku takut, mereka akan memperkosaku huaaaa....." tangis Kath semakin menjadi-jadi.


"Aku takut tak bisa bertemu denganmu, aku takut aku dinodai, aku takut mereka mencelakaimu, mereka mengancam ku huhuuhu..." ucap Kath mengeluarkan semua isi hatinya.


"Maafkan aku tak bisa menjagamu, maaf Kath" ucap Samuel turut sedih dengan apa yang dialami gadis itu.


"Tuan...aku...aku menyukaimu maaf maafkan aku," lirih Kath mengungkapkan perasaan, baginya lebih baik ia mengungkapkan perasaannya saat ini daripada tidak sama sekali, ia tidak peduli dengan resikonya yang penting hatinya lega saat bertemu pria yang dicintainya sejak lama.


Samuel terdiam, ia semakin memeluk Kath dengan erat, " terimakasih aku juga menyukaimu Kath, jadilah kekasihku agar aku bisa melindungimu dan kejadian seperti ini tidak terulang kupastikan itu!" tegas Samuel.


"Tuan....maaf saya lancang, saya tidak pantas untuk anda, saya memang menyukai anda tapi saya sadar saya hanya seorang bawahan yang tak sebanding dengan anda" ucap Kath seraya melepaskan pelukannya.


Samuel menarik Kath, ia meraih tengkuknya lalu mendaratkan ciuman lembut di bibir gadis itu, sontak Kath terkejut. Lama kelamaan ciuman itu bukan hanya sekedar kecupan malah menjadi ciuman panjang diantara keduanya.


"Aku mencintaimu Kath, aku telah jatuh cinta sejak lama, tetaplah bersamaku tetaplah menyukaiku," ucap Samuel sambil menatap Kath dengan penuh keyakinan.


"Terimakasih tuan..aku mencintaimu," balas Kath sebelum akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit karena pingsan akibat kekurangan cairan.


Sejak saat itu mereka berdua menjadi pasangan kekasih yang saling melengkapi satu sama lain.


.


.


.


.

__ADS_1


uluh so sweetnya, baper aku tuh, kira-kira ada gak ya yang mau sama author gaje ini hehehehe 🤣🤣🤣


__ADS_2