
"Astaga kak Sam seperti anak kecil saja," ledek Arta yang tak sadar jika dirinya lebih kekanakan daripada kakak iparnya itu.
"Hahahah gak apa-apa Arta kakak seneng banget," seru Sam terus menggenggam tangan Kath, tadi Kath dibuat pusing karena terus diputar putar dalam pangkuan Samuel sekarang gadis itu malah dibuat salah tingkah dengan segala tingkah jenaka Samuel yang terkadang memeluk nya, merangkulnya, menggenggam tangannya dan lain lain.
Namun inilah yang disukai Kath dari Samuel, pria itu terbuka dengan perasaannya dan tidak malu dengan Kath yang tidak punya apa-apa.
"Ekhmm.....baiklah cukup bercandanya, sekarang kalian semua enyahlah aku ingin berdua dengan istriku kalian mengganggu jam pagiku saja," gerutu Papa George yang sedari tadi memang diacuhkan Mama Lily karena terlalu asik mengobrol dengan semua tamunya.
"Cih...Papa baru dicuekin tiga puluh menit doang udah ngambek," ledek Arkan yang asik mengendus endus rambut istrinya yang sangat wangi menurutnya.
"Seperti kamu nggak aja Arkan, itu rambut menantuku jangan diendus-endus entar bau jigongmu!" balas Papa Arkan tak mau kalah.
"Pfhhtt...hahaha," Arta tertawa terbahak-bahak mendengar perdebatan kecil orangtua beda generasi itu.
"Sudahlah, sana kalian pergilah kalian harus ke dokter kandungan," perintah Mama Lily.
"Baiklah Ma, kalau begitu kami pamit ya Ma,Pa," ucap mereka berpamitan.
"Dadah Grandma, Grandpa, kami berangkat dulu ya," ucap Si kembar sambil mencium punggung tangan kakek dan neneknya bergantian.
"Kami keluar dulu kakek, nenek," ucap Ziko dan Mark ikut berpamitan dan melakukan hal yang sama dengan si kembar.
"Iya cucu-cucu Grandma kalian baik-baik ya, kalau ada apa-apa langsung kabari kami," ucap Mama Lily sambil mengelus lembut kepala cucunya satu persatu.
"Om, Tan kami berangkat dulu terimakasih atas sarapan paginya," ucap Kart yang kini menggandeng tangan Karina.
"Ah tak usah sungkan nak, ah kalian pasangan ya, semoga kalian juga cepat menyusul adikmu," ucap Papa George pada Kart.
"Kami memang berencana menikah dalam waktu dekat Om, Tan doakan saja semoga semua berjalan lancar," ucap Kart sedangkan Karina hanya tersenyum saja mendengar ucapan kekasihnya.
"Kami doakan yang terbaik, sering-seringlah bermain kesini, kami senang rumah ini ramai seperti hari ini," ucap Mama Lily sambil memeluk Karina dan dibalas oleh wanita cantik itu.
"Iya Tan, terimakasih sudah menerima kami," ucap Karina lembut.
"Kami kerja dulu ya Omku yang tampan dan tanteku yang cantik memukau," ucap Vika berpamitan.
"Kami permisi om, Tan," ucap Tito sopan.
"Iya, Vika kamu jangan pecicilan kasihan Titonya," goda Mama Lily membuat gadis itu mencebikkan bibirnya.
"Ck....yang penting Titonya gak kabur tante heheh," jawab Vika asal.
"Sudah ayo, kita banyak urusan," ucap Tito menarik Vika ke dalam mobilnya.
"Papa, Mama, Celo yang tampan ini pamit dulu ya, Indahnya juga dipinjam dulu hari ini," ucap Celo berpamitan pada Papa George dan Mama Lily.
__ADS_1
"Iya anakku yang tampan hehehh, itu si Indah cantik loh, jangan disia siain ya Cel, sikat aja," bisik Mama Lily.
"Wah Mama ternyata pro player ya," balas Celo terkejut.
"Hahahah, bercanda Celo, sering-seringlah kesini, Mama mau kamu nyaman disini anggap ini rumah kami ya nak," ucap Mama Lily membuat Celo terharu.
"Iya Cel, kalau mau kamu tinggal saja disini, supaya Papa ada yang temenin main catur, kakak-kakak mu itu sudah dibutakan cinta hingga lupa dengan orangtuanya," sindir Papa George namun tak dihiraukan oleh kedua putranya yang sibuk dengan dunia masing-masing.
"Of course Mom, Dad heheh, Celo pindah bolehkan? kalau begitu hari ini Celo pindah deh," jawab Celo asal.
"Bagus nak, kami tunggu ya," ucap Papa dan Mama kompak.
"Kami pamit," ucap mereka semua kecuali Fiko yang dibiarkan terlelap di ruang santai, mungkin dokter tampan itu kelelahan atau ada masalah sehingga membuatnya terlelap dengan santainya di ruangan itu.
"Pah, anak-anak cepat sekali ya dewasanya, gak terasa padahal seperti baru kemarin Mama ngelahirin Arkan tapi sekarang dia yang akan menantikan kelahiran buah hatinya," ujar Mam Lily yang menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Mama benar, kita harus mengucap syukur karena Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk menikmati ini semua," balas Papa George sambil merangkul istrinya.
"Hmmm iya Pa, oh iya ngomong-ngomong si Fiko kenapa lagi sih Pa? dia tidur lagi sepertinya ada masalah," ujar Mama Lily sedikit khawatir pasalnya Fiko tidak mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya yang sibuk dengan profesi mereka sebagai dokter.
"Entahlah sayang, nanti kita coba tanyakan, ayo masuk udara masih dingin tidak baik untukmu," jawab Papa George membawa Mama Lily masuk ke dalam rumah.
Arkan dan keluarga kecilnya berada dalam satu mobil yang sama menuju rumah sakit milik keluarga Whitegar. Perusahaan diserahkan pada Tito,Vika, Karina dan Kart sedangkan Celo dan indah diminta untuk ikut bersama Arkan dan keluarga kecilnya.
Samuel dengan bangganya menggandeng tangan Kath memasuki perusahaan miliknya begitupun dengan Kath yang sebenarnya malu digandeng seperti itu karena akan menjadi pusat perhatian orang.
Namun mau tidak mau ya harus mau karena ia tahu Samuel pasti akan merasa sedih jika ia menolak.
Benar saja, saat mereka masuk ke dalam perusahaan sontak mata seluruh karyawan terkejut melihat kedekatan mereka berdua namun banyak juga karyawan yang mendukung kedekatan mereka sebab mereka memang tampak serasi dan lagipula Katherine itu terkenal baik dan ramah meskipun sifat tegas dan gila kerjanya sebelas dua belas dengan Samuel.
"Wah mereka cocok sekali," ucap salah satu Karyawan yang disetujui oleh karyawan lainnya.
Sementara itu Arkan dan keluarga kecilnya sudah tiba di rumah sakit yang dituju, hari ini Arta akan cek kandungan untuk memastikan kondisi janinnya sekaligus melakukan konsultasi psikologi untuk keempat anaknya.
Mark dan Ziko juga akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mereka juga punya trauma selama Lina yang hanya tinggal nama itu merawat mereka selama setahun lebih.
Arta dan Arkan beserta keempat anaknya masuk ke dalam ruangan dokter kandungan. Si kembar, Mark dan Ziko duduk dengan tenang ditemani oleh Indah sedangkan Celo mengurus administrasi mereka.
"Silahkan berbaring Ibu," ucap dokter wanita itu ramah.
Arta dibantu oleh Arkan berbaring di atas tempat tidur yang tersedia di ruangan itu.
"Bisa beritahu kepada saya gejala apa saja yang Ibu alami?"tanya Dokter memulai pemeriksaannya.
"Ehmmm mood saya sering berubah-ubah dok, saya juga lebih banyak makan, dan lebih sensitif dari biasanya, lalu itu hmm rasanya beberapa bagian tubuh saya seperti kram dan sedikit membesar," ucap Arta malu menjelaskan keadaan tubuhnya, Arkan tersenyum melihat wajah memerah milik istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.
__ADS_1
"Apakah ada gejala mual, muntah atau pening Bu?" tanya Dokter itu lagi.
"Ada dok tapi baru pagi tadi saya mengalaminya dan saya juga bingung suami saya juga ikutan mual," ucap Arta, memang tadi pagi Arta sempat pusing bahkan mual-mual bahkan muntah segera setelah ia mengalami hal itu Arkan juga ikut-ikutan mual Arta mengira suaminya masuk angin dan kelelahan.
Dokter tersebut tersenyum mendengar ucapan Arta.
"Ah...gejala seperti itu umum dialami oleh Ibu hamil dan untuk Pak Arkan, bapak mengalami Syndrom kehamilan simpatik dimana si ayah dari jabang bayi juga merasakan apa yang dirasakan calon ibu sebagai bentuk kekhawatiran dan rasa cemas akan istrinya, hal ini cukup sering terjadi," jelas si dokter yang membuat Arta tersenyum bahagia hingga membuat Arkan heran.
"Kenapa senyumnya semanis itu sayang?" tnay Arkan bingung.
"Arta senang ternyata kakak memang sangat mencintai Arta iya kan heheheh," ujar Arta cengengesan, sungguh kelakuan Ibu hamil yang satu ini membuat gemas siapa saja yang ada didekatnya.
"Tentu saja sayang, aku rela jika harus merasakan yang kamu rasakan karena memang kita berdua harus merasakannya supaya adil heheh," jawab Arkan sambil terkekeh.
Dokter tersenyum senang melihat kemesraan pasangan itu.
"Baiklah kita mulai USGnya ya Pak, Bu," ujar dokter mulai meletakkan gel di atas perut bagian bawah Arta dan menggerakkan alat USG dengan pelan.
Alangkah terkejutnya dokter saat melihat janin di dalam perut Arta," Wah Pak, Buk janinnya ada dua, selamat ya kalian akan memiliki anak kembar," ujar sang dokter.
"Kembar dok?" ucap Arta dan Arkan saling memandang.
"Iya Pak, buk mereka kembar dan kedua janinnya masih sangat kecil, saya harap Ibu menjaga kesehatan dengan baik, jangan stress, jangan bekerja terlalu berat, olahraga yang ringan saja dan makan makanan sehat sebab awal kehamilan cukup rentan dengan berbagai resiko oleh karena itu harus selalu waspada," jelas sang dokter.
"Baik dok," jawab Arkan antusias.
"Sayang terimakasih, kita punya kembar lagi wah mereka pasti senang sekali," ujar Arkan sambil menggenggam tangan istrinya.
Arta menatap Arkan dengan mata berkaca-kaca, air matanya mengalir dan membasahi pipinya, dokter yang melihat itu segera membersihkan gelnya dan menyelesaikan pekerjaannya untuk memberi waktu bagi calon orangtua itu.
"Jangan menangis, aku juga jadi menangis loh," ucap Arkan yang ikut meneteskan air mata.
"Aku senang sekali sayang, huhuhu aku akan jadi Ibu lagi bahkan Tuhan beri kita anak kembar," ucap Arta bahagia, ia menghamburkan pelukannya di dada bidang suaminya.
"Aku juga sangat sangat bahagia, aku berjanji akan menjaga kalian sekuat tenagaku," ujar Arkan sambil mengelus punggung istrinya dengan lembut.
"Papi, Mami!"..........
.
.
.
Like, vote, dan komen 😊😉😊
__ADS_1