
"Tito bagaimana keadaanmu?" tanya Arkan yang kini tengah kembali ke kantor pusat Mars Company.
"Keadaan saya sudah membaik tuan," jawab Tito singkat.
"Besok acara pernikahan para penjahat itu, persiapkan semuanya sesuai dengan pembicaraan kita tadi pagi!" perintah Arkan.
"Baik tuan!" ucap Tito sambil undur diri.
Flashback on
Pagi tadi, Arkan dan Arta melakukan rapat besar-besaran bersama petinggi tiga perusahaan terkait pengadaan kerjasama antar perusahaan.
Arkan sebagai pendiri Mars Company, Arta sebagai pendiri Star Company dan Samuel pimpinan Whitegar company.
Kart, Tito, Karina, Celo, Vika, Vasko dan orang-orang penting lainnya juga turut hadir dalam rapat rahasia itu.
"Besok adalah pernikahan anak-anak para bajingan itu, yang harus kita lakukan adalah datang kesana dan mengikuti semua rencana mereka sesuai dengan yang tertera di dokumen itu," ucap Arkan memimpin rapat.
"Tapi apa tidak akan bahaya untuk Arta?" tanya Vika sedikit khawatir.
"Tenang saja nona Vika, Arta tak seperti yang kau pikirkan," ucap Karina dengan senyuman bangga.
"Tapi kan, itu tetap beresiko apa kita harus mengikuti permainan mereka?" ucap Vika gusar.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja," ucap Tito menenangkan Vika.
"Besok tepat setelah acara pemberkatan selesai, langsung jalankan rencana kita," tambah Samuel dengan senyuman menyeringai.
"Sebelumnya kami ingin mengumumkan sesuatu," ucap Arta menengahi, kini semua pandangan beralih ke arah Arta.
"Kami akan melakukan merger, dan kedua perusahaan akan berada di bawah naungan Argaka Corporation, kami sudah membicarakan ini semalam dan semua pihak setuju," jelas Arta.
"Baguslah, kalian tidak harus berpisah karena urusan pekerjaan dan bisa bersama setiap hari," cerocos Kart yang membuat semua orang terkejut sambil menahan tawa dengan respon pria bermanik hitam itu, ya hari ini Roki kembali untuk menyelesaikan misinya.
"Pffth hahahhahaha....kau selalu bisa membuat suasana berubah kak," ledek Celo sambil tertawa dengan ucapan Roki.
"Kau benar kakak ipar, sejak mengetahui istriku ini seorang Presdir aku jadi khawatir jika berpisah dengannya hanya karena pekerjaan," ucap Arkan sambil menatap istrinya.
"Usulan ini membuatku bersemangat, memikirkan bahwa aku akan bekerja didampingi istriku tercinta," tukasnya tanpa malu di hadapan orang-orang itu. Arta? jangan ditanya wajahnya sudah memerah seperti tomat rasanya ia ingin pergi jauh dari antara orang-orang itu.
"Huweekkk......kau membuatku mual kak, sungguh apa semua orang yang jatuh cinta seperti ini?" ucap Celo pusing sambil memegangi kepalanya.
"Tentu!" ucap mereka bersama-sama.
"Apa!! tunggu dulu, kak Sam bukankah kau jomblo, kak Vika, Kak Tito, Vasko, Kath bukankah kita sama? bagaimana kalian bisa tahu hal seperti itu? kalau Kak Karina dan Kak Roki tentu saja tahu mereka akan menikah tapi kalian?" cerocos Celo dengan seribu pertanyaan.
"Kita tidak sama Celo!!" ucap mereka semua sambil menggandeng tangan pasangan mereka masing-masing, Celo sontak membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Arhhhh....a..apa!!!!" teriak Celo histeris, ia meremas rambutnya tak percaya dengan kenyataan bahwa hanya dia yang jomblo di ruangan itu.
__ADS_1
"Se...sejak kapan kak Tito dan kak Vika, kalian juga Kak Sam dan Kath, dan kau Vasko?" ucap Celo terbata-bata.
"Aku sudah menikah Celo," ucap Vasko sambil menunjukkan cincin pernikahan di jari manisnya. Celo syok dia tak menyangka mereka semua sudah dapat pasangan hanya dia yang belum.
"Arghh.....kalian jahat, kenapa membiarkanku sendiri huaaaaa......dasar kalian pasangan-pasangan somplak!" dengus Celo kesal.
"Jadi hanya aku yang jomblo disini hah?" ucap Celo masih dengan nada kesalnya.
"Iya Celo!" ucap mereka bersamaan diakhiri gelak tawa melihat tingkah kekanakan si bungsu mereka itu.
"Arhhhh....tiiiidaakkkkk" teriak Celo frustasi.
"Yang sabar ya bungsu, entar kakak bantu cariin deh," goda Samuel membuat Celo mendengus kesal.
"Hahahahahah, Cel bukannya kemarin kita ketemu cewek cantik di toko roti hmmm hmmm?" goda Arta dengan menaikturunkan alisnya.
Celo semakin kesal, ia hanya bisa pasrah dengan nasib jomblonya, yang sabar ya Cel, Author punya rencana buat kamu hahahah.
"cih....ini pasti pekerjaan Author gaje itu,awas ya tor jangan sampai gue gak kebagian jodoh!!" kesal Celo mengumpat Author yang katanya gaje ini. Hmm. terserah apa katamu deh Cel.
"Sudah-sudah, kita harus segera bersiap untuk rencana besok," ucap Karina menyadarkan mereka dengan rencana awal mereka.
Flashback off
"Arta, bagaimana dengan si kembar apa kalian akan membawa mereka?" tanya Karina.
"Baiklah, akan kupersiapkan keperluan kita untuk acara besok," ucap Karina.
"Oh iya, Kar suruh Celo mempersiapkan semua dokumen untuk merger mulai hari ini,dan lakukan rapat pemegang saham seminggu lagi," ucap Arta.
"Baik nona," ucap Karina sambil menunduk hormat, walaupun Karina adalah calon kakak ipar Arta, ia tetap berlaku sopan dan hormat sebab Arta adalah atasannya di kantor.
drrt....drrt....drrt
"Halo sayang!" ucap Arta mengangkat panggilan telepon itu.
"Sayang apa kau sudah selesai?" tanya Arkan yang menelepon isrtinya.
"Belum, aku masih harus memeriksa beberapa dokumen, ada apa sayang?" tanya Arta sementara tangannya sibuk memilah-milah beberapa dokumen di atas mejanya.
"Aku merindukanmu," ucap Arkan.
"Cih...ternyata kau tak bisa jauh dariku, baru beberapa jam kita berpisah kau langsung merindukanku," ledek Arta membuat pria itu mendengus kesal dengan jawaban istrinya.
" aku memang seperti ini, apa kau tidak menyukainya? hmm hmm?" rengek Arkan membuat Arta merotasikan kedua bola matanya.
"Lihatlah lihat, sikap manjamu inilah yang membuatku semakin suka padamu," goda Arkan membuat yang di seberang sana terkekeh dengan respon istrinya.
"Bolehkah aku dan anak-anak kesana sayang?" tanya Arkan.
__ADS_1
"Wah itu bagus, jadi aku tak perlu membuang bensin menjemput merek heheheh," kekeh Arta dengan gurauannya sendiri.
"Astaga kau ini, bensin pun kau perhitungkan, mau kau kemana kan uang yang sudah tseperti bukit itu, lain lagi uang saku dariku, kau ini ya!!" dengus Arkan kesal dengan ucapan istrinya itu.
"Hahahaha itu hanya bercanda sayang, kau ini tak bisa diajak bercanda ya," ucap Arta diiringi dengan kekehan.
"Aku tau sayang hahaha, ya sudah aku jemput pangeran dan tuan putri dahulu ya," balas Arkan.
"Baiklah sayang, hati-hati ya dan ingat pakai masker seperti biasa!" ucap Arta mengingatkan suaminya.
"Baik sayangku, bye !!" ucap Arkan mengakhiri panggilannya.
Satu jam kemudian, Arkan bersama si kembar sampai di gedung Star Company, mereka disambut oleh Celo yang sudah dihubungi oleh Arta sebelumnya.
"Hai kak!, Halo kembar ketemu lagi sama Om tampan iya kan," sapa Celo pada rombongan Arkan.
"Halo Om tampan!" sapa si kembar.
Kedatangan mereka bertiga menjadi pergunjingan di kalangan karyawan,banyak yang penasaran dengan sosok laki-laki dengan tubu proporsional serta kulit putih namun wajahnya ditutupi masker.
Banyak yang menerka-nerka siapa gerangan pria itu terlebih ada dua orang anak kecil bersamanya.
Apalagi Celo si asisten tampan mengenal dan tampak akrab dengan mereka bertiga, sungguh menjadi bahan gosip yang menyenangkan diantara karyawan.
Arkan, si kembar dan Celo menaiki Lift khusus Presdir, mereka sampai di lantai 30 tempat Arta bekerja.
Sampai saat ini sejak perusahaan itu didirikan, tak ada karyawan yang diizinkan masuk ke lantai 30 kecuali atas seizin Arta. Bahkan di dalam lift umum tidak ada tombol menuju ruangan itu.
Mereka masuk ke dalam ruangan Arta, dengan senang hati Arta menyambut kedatangan mereka.
"Mama!" teriak si kembar berlari menghampiri Arta sambil merentangkan kedua tangannya.
"Hap.... anak-anak Mama sudah tiba, ayo sini peluk dulu," ucap Arta memeluk kedua anaknya.
"Wah ruangan Mama besar sekali ya, apa itu ma seperti lukisan pantai! wah itu ada patung dinosaurus, wah disana banyak bunganya, wah kita bisa lihat gedung lain dari sini!!" ucap Jeni dengan mata berbinar-binar melihat betapa menakjubkannya kantor mamanya.
"Hahahah, kamu suka sayang?" ucap Arta melepas pelukannya.
"Suka, suka banget Mama!! Jeni boleh lihat-lihat kan?" ucap Jeni dengan senyuman ceria di wajahnya yang dianggukkan oleh Arta.
Sementara Josua terdiam memandangi seluruh ruangan itu hingga tiba-tiba ia terkejut karena Arkan menghampiri.
.
.
.
like, vote dan komen 😊😊
__ADS_1