Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Taman


__ADS_3

Pintu ruangan bernuansa hitam putih itu terbuka, tampak Celo tengah memapah Indah dengan penampilannya yang sudah acak-acakan, rambutnya berantakan, wajahnya memerah dan ada beberapa bekas luka seperti kena cakaran dan darah di sudut bibirnya.


Bajunya robek dan ditutupi dengan jaket Celo.


"Indah,Celo!!"teriak Vika saat matanya melihat kedua manusia itu masuk dengan penampilan yang acak-acakan. Indah menangis dalam dekapan Celo, sementara Celo juga mangalami sedikit cidera di lengannya dan luka lebam di wajahnya.


"Hah....hah....tolong segera periksa dia," ucap Celo terengah-engah.


"Ada apa ini?" tanya Arkan, sontak ia bangkit berdiri melihat kedatangan mereka berdua.


Brughh


Celo dan Indah terjatuh, mereka pingsan dan tak sadarkan diri.


"Indah, Celo!" teriak mereka.


Dengan cepat mereka membawa keduanya menuju rumah sakit. Celo di bawa oleh Arkan bersama-sama dengan Arta. Sedangkan Indah dibawa oleh Tito dan Vika. Mereka semua bergegas menuju rumah sakit padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Sesampainya di rumah sakit, Arkan menggendong Celo dan meletakkannya di brankar begitupun dengan Indah yang diangkat oleh Tito.


Dokter langsung menangani mereka berdua.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Arkan menatap ruang perawatan itu.


"Arta coba hubungi karyawan Star cafe siapa tahu kejadian yang mereka alami terekam CCTV," usul Kart.


"Ah baik kak," ucap Arta menurut.


drtt....drrt...drrt


Belum sempat Arta menghubungi, ponsel Celo yang berada di genggamannya berbunyi. Tampak Cindy menelepon ponsel pria itu.


"Halo," jawab Arta.


"Halo, ah Nona syukurlah nona yang mengangkat, anak buah yang berjaga tadi melaporkan bahwa terjadi keributan di sekitar taman belakang cafe, nona cantik yang datang bersama kalian dihajar oleh seorang wanita paruh baya, setelah saya cek CCTV tuan Celo juga dihajar anak buah wanita itu, beruntung pengawal langsung membantu jika tidak tuan Celo mungkin akan dalam bahaya dan nona cantik itu akan di bawa paksa oleh mereka," ucap Cindy di balik telepon.


"Baiklah, segera kirimkan video itu ke ponsel ini, kalian berhati-hatilah, lindungi semua karyawan non anggota dan jangan sampai mereka tau siapa kita," perintah Arta.


"Baik nona!" jawab Cindy.


Arta mengakhiri panggilannya, lalu kembali duduk bersama yang lain.


"Bagaimana? apa yang terjadi?" tanya Karina khawatir, bagaimanapun Celo sudah dianggapnya sebagai adik walau sering berdebat dengannya.


"Sebentar, kita tunggu Cindy mengirimkan videonya agar lebih jelas," ucap Arta.


"Baiklah," balas Karina pasrah.


"Arta, Arkan sebaiknya aku pulang terlebih dahulu, Kath, Karina dan Vika juga ikutlah denganku, si kembar butuh penjagaan, kita akan melaksanakan rencana kita mulai malam ini," ucap Samuel.


"Ah benar juga, kalian pergilah bersama Kak Sam, dan ingat rencana kita tadi," ujar Arkan.


"Tapi," ucap Karina terputus.


"Sudah tenanglah, kami akan menjaga mereka disini," ucap Kart.


"Saya akan ikut dengan kalian," ujar Tito.


"Baiklah kalian segera pergi," ucap Arkan.


Samuel, Kath, Tito, Vika dan Karina berangkat menuju mansion utama Whitegar. Ketiga gadis itu mengubah penampilannya dan membawa barang bawaan mereka seperlunya menuju mansion Whitegar.


Kath berubah menjadi seperti seorang gadis desa culun dengan kacamata tebal dan rambut di kepang dua, Vika menjadi seorang gadis bertompel dengan gigi tonggos dan Karina menjadi seorang baby sister dengan bintik-bintik di wajahnya dan rambut keriting.


"Wah kalian pro sekali dalam urusan penyamaran!" celetuk Tito menatap penampilan aneh mereka itu.


"Ck, kau lihat penampilanku ini sayang, apa kau masih berminat padaku hmm?" tanya Vika.

__ADS_1


"Hahhaha, ini sungguh berbeda tapi tak masalah selama bukan hatimu yang berubah," ujar Tito sambil menggenggam tangan gadis itu.


"Dasar bucin!" ledek Karina.


"Sudah ayo kita berangkat," ucap Kath yang dianggukkan semuanya.


"Kau cantik Kath," goda Samuel yang membuat Katherine merona.


"Dasar kalian ini ya, huh Kart temani aku!" ucap Karina merengek karena hanya dia yang tak berpasangan.


"Hahahah," mereka tertawa geli dengan rengekan gadis itu.


Sementara itu di rumah sakit, Arkan, Arta dan Kart menonton video penyerangan itu. Mereka begitu terkejut saat melihat pelakunya yang ternyata adalah ibu angkat Indah.


"Astaga pantas saja banyak orang mengatakan Ibu tiri itu kejam, ya kejam kalau ibu tirinya modelan seperti si jelek ini!" gerutu Arta saat menonton video itu.


Flashback


Dalam video itu, terlihat Indah yang keluar dari toilet, ia berjalan menuju taman belakang setelah bertanya pada Pelayan apakah disana ada tempat santai.


Indah menyusuri taman itu, ia berkeliling melihat-lihat pemandangan indah disana.


"Wah cantik sekali taman ini, tentu saja cantik pemiliknya saja cantik sekali. Nona Arta sangat cantik, tuan Arkan juga tampan sekali mereka sangat cocok," gumam Indah sambil memandang taman bunga disana.


"Nona Vika dan tuan Tito juga sangat serasi, sepertinya nona cantik berambut sebahu tadi adalah kekasihnya tuan Samuel, dan nona berambut panjang kuncir kuda tadi sepertinya pasangan tuan bermata biru itu, wah mereka semua cocok sekali," gumamnya lagi sambil berkeliling di seputaran taman cantik itu.


Indah berhenti di depan sebuah kolam cantik, ia duduk di bangku taman dekat kolam itu.


"Tuan Celo tadi sepertinya sangat disayangi oleh mereka semua, lihatlah cara mereka menggoda dan memperlakukannya, enak sekali ya seandainya aku punya seseorang yang juga peduli padaku huh," ucapnya sendu.


"Tuhan kenapa takdir ini begitu kejam padaku? tak ada yang menerimaku, bahkan aku tak tahu siapa orangtua kandungku huhuhuhuh..." ucap Indah mulai menangis.


Indah menatap sendu ke arah kolam itu, pandangannya tertuju pada gerombolan bebek bebek kecil yang mengekori induknya kesana kemari bermain di depan kolam itu.


"Bahkan bebek saja punya keluarga, hiks hiks hiks," lirihnya.


Ia tak tahu siapa orangtua kandungnya, keluarga angkatnya menyiksanya, bahkan teman pun ia tak punya, tapi ia bersyukur setidaknya ia lulus SMA walau harus mati-matian berjuang mencari uang agar bisa bersekolah.


"Sebaiknya aku kembali mereka pasti mencariku, hari juga sudah gelap," ucap Indah bangkit berdiri. Hari memang mulai gelap dan tak ada lagi orang disekitar taman itu, penjaga juga jaraknya cukup jauh dari sana.


Namun saat ia hendak beranjak seseorang menarik tangannya dengan kasar dan melayangkan tamparan pada wajah cantik gadis belia itu.


plakkk


"Awww..." Indah meringis kesakitan, ia mengelus pipinya yang di tampar oleh seorang wanita paruh baya berpenampilan modis dan elegan itu.


"Ma..Mama," lirih Indah.


"Siapa mamamu jalang!! enak sekali kau berdiam diri disini hah!!" teriak wanita itu lalu melayangkan banyak pukulan pada tubuh gadis itu, bahkan bajunya sampai robek akibat ulah wanita itu.


"Ampun ma..ampun, tolong jangan pukul Indah, sakit Ma huhuhuh...." tangis Indah yang kini tersungkur di atas tanah, ia memohon belas kasihan wanita itu.


"Aku bukan Mamamu bodoh!! dasar jalang miskin!!"


plak...plak...plak...plak


Pukulan dan tamparan kembali menghantam tubuh gadis itu.


"Ampun..nyonya....huhuhuh..ampuni saya...huhuhuh," tangis Indah memohon-mohon sambil memeluk kaki wanita jahat itu.


"Kalian seret dia, aku akan menjualnya setidaknya dirinya akan berguna bagi kelancaran bisnisku!" perintah wanita itu.


"Baik nyonya!" ucap 5 pengawal bertubuh besar itu.


"Hei apa yang kalian lakukan bajingan!!" teriak Celo lalu langsung menghajar para pengawal itu secara membabi buta.


Brugh...brughh....brugghhh

__ADS_1


"Tuan...tuan.....awas tuan!!" pekik Indah saat melihat seorang pengawal berusaha menyerangnya dengan pisau.


Sreettt


"Arrhkkk..."


Celo menghindar dengan cepat, sehingga pisau itu menusuk rekan pengawal itu.


"Dasar bodoh!!" teriak Nyonya Sanjaya saat melihat anak buahnya tertusuk.


"cepat bereskan dan bawa gadis itu!!" titah Nyonya Sanjaya.


Mereka menyerang Celo bersama-sama, Celo kalah jumlah, dan tenaganya mulai terkuras, beruntung anak buah Arta dan Arkan yang berjaga mengetahui keributan itu. Mereka segera membantu Celo membereskan masalah itu.


"Tuan pergilah, biar kami yang membereskan masalah ini," ucap Vasko yang ternyata menyamar menjadi salah seorang pengawal.


"Baik," ucap Celo.


"Hey jangan menangis, semua akan baik-baik saja. Kau akan aman, ayo pakai jaketku dulu, bajumu robek," ucap Celo lembut seraya menenangkan gadis itu.


"Tuan...maaf huhuhuh," tangis Indah.


"Tenanglah," ucap Celo pelan.


Celo memapah Indah sebab ia tak mampu lagi menggendong gadis itu karena tenaganya telah terkuras habis.


"Hei mau kau bawa kemana jalang itu!!" teriak Nyonya Sanjaya berusaha mendekati mereka, namun segera dihalangi oleh Vasko.


"Kau yang jalang dasar nenek nenek berkeriput,cuih!!!" teriak Celo sambil meludah ke tanah dan memandang wanita itu dengan tatapan Pembunuh.


"Sialan kau!!" teriak Nyonya Sanjaya.


Flashback end


Arkan, Arta dan Kart begitu geram melihat video itu, mereka sangat kasihan dengan nasib tidak beruntung gadis itu.


"Dasar nenek nenek keriput, nenek lampir, kau telah menodai citra seorang Ibu tiri dasar, ingin rasanya kurusak make up dan pakaian mahalmu itu dasar wanita ular!" gerutu Arta kesal.


Arkan dan Kart terkikik geli mendengar gerutuan perempuan cantik itu.


"Oh jadi sekarang tuan putri mulai menilai orang dari penampilannya ya," goda Kart.


"Ihk...bukan begitu kak, kalau fisiknya sih cantik tapi hatinya jelek, jelek banget lebih jelek dari yang terjelek!" kesal Arta.


"Lagian orang dengan penampilan fisik buruk bukan berarti dia punya hati yang buruk juga kan, sama juga dengan nyonya yang cantik fisiknya ini, hatinya sangat jelek padahal fisiknya cantik ck..ck...ck," ejek Arta menatap layar ponsel itu.


"Hahaah, kau benar sayang, standar cantik tidaknya seseorang itu berdasarkan hatinya, jika penampilannya cantik tapi hatinya jelek di buang ke laut aja kalau perlu mutilasi, kalau penampilan mungkin ada kekurangan, ada cacat, cupu, jelek tapi hatinya baik, itulah kecantikan sesungguhnya," ucap Arkan menambahi.


"Apalagi kalau wajahnya cantik dan hatinya cantik seperti kesayangan ku Karina, jatuh hati setiap hari hahahha," kekeh Kart.


"Pfhttttt, ini benar-benar kak Kart dan Roki udah gabung hahahha, ya ampun dasar mafia Bucin!" ledek Arta.


"Ga papa bucin yang penting gak jomblo wleee," balas Kart tak mau kalah.


"Hahahah, tak kusangka perpaduan antara Roki dan Kart menjadi seperti ini," ledek Arkan.


"Ck.."


.


.


.


.


Like, vote and Comment guys, 😊😊😊

__ADS_1


Stay safe ya guys, patuhi protokol kesehatan dimana pun, kapanpun.


Salam hangat untuk semua, semoga Pandemi Covid 19 cepat teratasi Amin!!!


__ADS_2