Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Surprise berlapis


__ADS_3

Keluarga Argaka, Kart, Celo, Tito dan Karina merayakan suksesnya lamaran pernikahan itu dengan memesan makanan makanan kesukaan mereka dan merayakannya di dalam ruangan VIP itu. Bagi mereka, tempat bukanlah hal yang terutama dalam merayakan suatu hal baik, yang terpenting adalah orang-orang dan suasananya.


Seperti yang terlihat dalam ruangan perawatan itu, tampak penuh canda tawa mengiringi hari mereka di ruangan itu.


"Nah ayo di makan!" ucap Arta sambil membuka bungkusan pesanan makanan mereka yang diantarkan oleh kurir.


"Kamu mau yang mana Karin?" tanya Kart.


"Aku mau Brownis dong Kart" jawab Karina sambil menunjuk kue brownis yang sedang dipotong oleh Arta.


"Oke, ada lagi?" tanya Kart.


"Itu aja" jawabnya. Kart mengambil beberapa potong brownies lalu memberikannya pada Karina.


"Abang mau yang itu Ma!" ujar Josua sambil menunjuk Roti Keju bertabur cokelat di atas meja.


" Bentar Mama ambilin ya" ucap Arta sambil memotong kue yang ditunjuk Josua tadi.


"Ini sayang," ucap Arta.


"Terimakasih Mama" balas Josua dengan senyuman manisnya


"Papa, Jeni mau kue brownis sama seperti Tante cantik nyam nyam nyam" ujar Jeni sambil mengunyah kue rasa strawberry yang belum habis di mulutnya.


"Tapi ini belum selesai sayang" ucap Arkan sambil membersihkan sisa-sisa selai di wajah Jeni yang asyik menikmati kuenya.


"Heheheh tapi Jeni mau boleh ya" ucap Jeni memelas sambil mengedipkan matanya. Arkan mencubit gemas pipi gembul gadis cilik itu.


"Cantiknya putri Papa, ya udah boleh tapi habisin dulu yang di tangannya baru Papa ambilin" ucap Arkan.


"Iya Papa" jawab Jeni kecil tersenyum dengan mulut penuh makanan.


"Adik jangan buang-buang makanan ya, kalau nggak habis kasih ke abang, sayang kalau dibuang kita nggak boleh berlebihan. Adik ingat kan waktu kita nggak bisa makan makanan enak, jadi adik jangan sampai buang makanan ya" ujar Josua sambil menatap ke arah Jeni yang duduk di pangkuan Arkan.


"Abang baru makan sedikit, kalau Adik nggak habis atau mau makan yang lain kasih sisanya ke abang jangan dibuang" jelas Josua membuat semua orang dewasa di dalam ruangan itu melihat ke arahnya.


"Heheh Jeni bisa kok habisinnya bang" jawab Jeni sambil tersenyum pada Josua.


"Buset kak, ni bocah di kasih makan apa sampai pinter luar biasa kayak begini!" celetuk Celo mengangakan mulutnya tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Eh si Bambang, ya pinternya ngikut Mama Papanya dong" balas Karina memandang sinis ke arah Celo.


"Diem Lo tikus got! gue gak ngomong sama Lo" kesal Celo memalingkan wajahnya kesal dengan Karina.


"Bisa gak sih gak berdebat sehari aja" ucap Arta menatap kedua manusia itu dengan tatapan kesal membuat Celo dan Karina terdiam sementara Kart dan Tito juga Arkan hanya geleng-geleng kepala heran dengan dua manusia itu.


"Hahahah tante Karina dan Om tampan lucu ya kayak Tom and Jerry" tawa Jeni kecil.


"Lucu sih sayang tapi jangan ditiru ya gak aman buat jantung " ledek Arta.


"Hahahahahah" mereka semua tertawa dengan semua keributan kecil itu. Saat mereka sedang bersenda gurau, tiba-tiba pintu kamar di buka oleh seorang wanita cantik, berpakaian anggun ditemani seorang Pria gagah nan tampan.


"Paman !!!" seru si kembar menghampiri Samuel yang datang bersama Vika.


"Ponakan Paman sini!" ujar Samuel langsung menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan si kembar. Keduanya kini berada dalam pelukan Samuel.


"Pamannya doang yang disapa nih?" ucap Vika dengan wajah memelas.

__ADS_1


"Heheheh halo tante Vika" sapa si kembar sambil memberikan pelukan pada Vika.


"Acaranya masih lanjut kan , kita gak ganggu kan heheheh?" kekeh Vika menatap orang-orang dalam ruangan itu.


"Baru mulai kok" jawab Arkan.


"Gimana keadaan kalian ?" tanya Samuel menghampiri Tito dan Karina, sementara si kembar sudah kembali kepada orangtuanya.


"Udah mulai membaik tuan!" ucap Tito hormat.


"Gak usah panggil tuan kali, panggil aja Samuel sama seperti yang lain" ujar Samuel tak senang dipanggil tuan di luar jam kerja.


"Baik Sam" ucap Tito.


"Tito!!!" seru Vika menghampiri Tito sambil memberikan pelukan pada pria tampan itu.


"Eleh mak lampir biasa aja kalee!" kesal Tito dengan sikap kekanak-kanakan Vika.


" Gue khawatir sama Lo tau!!" kesal Vika melepas pelukannya.


"Oh jadi begitu, makasih!" balas Tito datar.


"Kurang asem lo Titot!! Nyesel gue jengukin Lo!" decak Vika.


"ck... siapa juga yang minta Lo jengukin!" ledek Tito menatap jengah pada perilaku manusia yang satu itu.


"Terus pakaian Lo napa masih model begini sih? apa gak ada baju lain? itu paha sama punggung Lo keliatan, mau disantap preman Lo di jalan ?" kesal Tito mengoreksi pakaian yang dipakai oleh Vika.


Vika mengerucutkan bibirnya,


"Sam pulang yuk kesal gue lama-lama sama si kolot ini" ucap Vika sambil menarik lengan Samuel.


"Kak, jangan gitulah kasihan kak Vikanya" bisik Karina.


Vika yang belum mengetahui hubungan Tito dan Karina terdiam sejenak, lalu menunduk sedih karena dia pikir kalau Tito dan Karina itu punya hubungan spesial.


"Vika, maaf ya" ujar Tito menyesal.


"Iya gak apa-apa, gue yang salah kok" ucapnya menahan rasa sedihnya.


"Kok gue nyesek gini ya? kenapa gue gak rela Tito dekat sama wanita itu, Apa gue suka sama Tito?" gumam Vika dalam hati.


"Vik Lo pakai Jas gue gih, jangan mau lagi pakai baju begitu entar gue bilangin sama tante" ujar Tito.


Vika Menurut lalu mengambil jas Tito yang terletak di dalam paper bag berisi beberapa potong baju ganti yang disiapkan Celo kalau-kalau mereka perlu.


"Oh iya, ini adik gue Karina" ucap Tito mengenalkan Karina pada Samuel dan Vika.


"Jadi dia adik kandung Lo? bukannya Lo bilang keluarga Lo udah..." ucap Samuel mengehentikan ucapannya.


"Iya tapi Tuhan nyatanya masih ngasih kesempatan buat gue dan Karina ketemu walaupun belasan tahun terpisah" ucap Tito menatap Karina dengan penuh syukur.


"Selamat To, Selamat Karina gue turut bahagia dengan berita ini" ujar Samuel.


"Jadi...dia adik Lo?" tanya Vika memastikan.


"Iya Vik" balas Tito dengan tatapan lembut.

__ADS_1


"buset dah tatapannya Mak, jantung gue gak sanggup!!!" teriak Vika histeris dalam hati.


"Ehmmm......beda ya sama Lo, dia kalem gak kayak Lo!" ledek Vika membuat Tito jengah.


"Hai, kenalin gue Vika, sepupunya Arkan dan Sam, gue temennya kakak Lo si kolot ini" ucap Vika memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


"Karina kak, Saya asistennya Arta" ucap Karina memperkenalkan dirinya sambil menyambut uluran tangan Vika.


"Ohh gitu toh, Lo kalem banget " puji Vika melihat wajah lembut Karina.


"Pfffttt hahahah" terdengar suara Beberapa orang tertawa dari belakang mereka.


"Loh kok ketawa sih? emang bener kan Karina kalem?" ucap Vika bingung.


"Vika, Lo gak tau aja gesreknya Karina itu sebelas dua belas sama Lo, cuma kumatnya kalau debat sama cowok berondong itu tuh" jelas Tito membuat Karina membelalakkan matanya, hilang sudah nilai Kalem yang sengaja Karina tunjukkan sedari tadi.


Celo yang merasa dirinya di tatap mengangkat kepalanya, kebetulan matanya bertemu dengan mata Karina.


"Apa Lo lihat lihat tikus got!" celetuk Celo masih kesal.


"Idih Bebek Liar diam aja, gue gak liatin Lo" balas Karina tak mau kalah.


"Benar kan yang gue bilang hahahah" ujar Tito terkekeh membuat Vika sedikit tertawa mengingat dirinya juga begitu kalau bertemu Tito, Arkan dan Samuel.


"Hahahah awas jodoh Lo!" ucap Vika membuat semua orang terkejut.


"Kak Vika, Tikus Got itu udah dilamar kita tinggal nunggu pesta jadi gak ada yang namanya jodoh diantara kita" jelas Celo tak mau ada kesalahpahaman.


"Eh aduh sorry gue gak tau heheheh" ucap Vika menggaruk tengkuknya.


"Heheh gak apa-apa kak, oh iya kenalin ini Kart pacar Karin" ujar Karin mengenalkan Kart.


"Lo saudaranya Arta ya kok mirip banget?" ujar Vika.


"Gue Kart bisa juga Lo panggil Roki gue kakaknya Arta, kakak iparnya Arkan, calon suaminya Karina" jelas Kart .


"Eh busyet!! jadi bener Lo abangnya Arta wah pantes mirip bedanya di mata doang" celetuk Vika


"Beda apanya sih kak?" ucap Arta menghampiri Vika.


"Astaga !!!!sejak kapan mata Lo diwarnain biru begitu!" teriak Vika histeris.


"Hahahahah vika vika, matanya Arta emang biru sama kayak kak Kart" jelas Arkan pad Vika yang terkejut.


"Parah men!! kok gue berasa dapat surprise berlapis-lapis dan tak ada habisnya sih? setelah ini ada kejutan apa lagi cepet kasih tau gue, biar gue siapin jantung gue" ucap Vika memegang dadanya yang masih terkejut dengan semua kebenaran itu.


"Hahahha, Lo aja yang ketinggalan kereta Vika, udah duduk dulu sini biar gue kasih tau kejutan berikutnya" ucap Samuel.


"Ada apa lagi?" tanya Vika penasaran.


"Pasutri yang sana, pasangan Mafia " bisik Samuel.


"Apaaa!!!!"teriak Vika tersentak dengan ucapan Samuel.


Semua orang menatap Vika yang teriak tadi, seketika mereka tertawa bersama karena tingkah konyol gadis cantik itu.


"Hahahahhahahha"

__ADS_1


terdengar gelak tawa memenuhi ruangan itu.


__ADS_2