Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Supermarket


__ADS_3

Arkan berjalan menuju parkiran mobil mansion mewah itu, ia merogoh ponselnya membaca pesan yang dikirimkan oleh istrinya yang membuat dia tersenyum sekilas mengingat betapa menggemaskannya istrinya saat malu tadi.


Namun sebentar saja hatinya terasa sakit saat mengingat raut wajah gusar dan sedih istrinya saat melihat kedua anak angkat mereka.


Arkan masuk ke dalam mobil mewahnya, ia menyalakan mobilnya lalu langsung menyetir keluar mansion menuju supermarket. Saat di perjalanan, Arkan menghubungi seseorang dan membicarakan hal serius dengan orang tersebut.


" Segera cari tahu semua informasi tentang keluarga Mahendra, temukan bukti sekecil apa pun itu untuk menjerumuskan manusia sampah itu ke penjara " perintah Arkan.


"Ah dan lagi, tolong cari informasi tentang kedua anak kembarku. Cari tahu apa yang terjadi dengan keluarga Hillary 2 tahun yang lalu cari sedetail mungkin, aku tak ingin ada yang ketinggalan kau mengerti kan?" ucap Arkan tegas lalu langsung mengakhiri panggilan itu saat ia sudah sampai di depan supermarket untuk membeli keperluan istrinya.


Arkan melangkah masuk ke dalam supermarket, kali ini dia tidak memakai maskernya , sontak saja wajah tampannya menjadi sorotan wanita-wanita yang mengunjungi supermarket itu.


Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian, Arkan dengan tinggi menjulang dengan tubuh tegap, dada lebar dan tubuh atletis tengah mengenakan pakaian kasual yang menambah kesan keren pria 25 tahun itu  masuk dengan santainya sambil sesekali memandangi  ponselnya membaca pesanan istrinya.


Sebelumnya ia sering disuruh Mama Lili untuk menemani Mamanya membeli beberapa keperluan wanita, sehingga saat ia masuk ke dalam supermarket, ia sudah tahu letak perlengkapan wanita.


Arkan mendekati rak berisi beberapa merek pembalut wanita, ia menatap rak itu dengan seksama. Sontak beberapa gadis yang berdiri di dekat rak itu mundur melihat seorang pria tampan di dekat rak itu.


Seorang Ibu-ibu menatap ke arah Arkan dengan tatapan licik. Dengan senyum menyeringai di wajahnya dilihatnya pria tampan itu.


"Sepertinya dia pria kaya raya dan sangat tampan pastinya. Dia akan cocok bersanding dengan anak perempuan ku yang cantik" gumamnya dalam hati.


Ibu dengan make up menor dan tubuh sedikit gemuk itu menarik tangan anak perempuannya yang berpakaian seksi dan sedikit terbuka sehingga mengekspos lekuk tubuhnya.


"Sayang lihat ada mangsa empuk di depan mata, dia akan sangat cocok bersanding denganmu, ayo kita dekati dia!" bisik Ibu gendut itu pada anaknya.


"Wah bener Mom, dia sasaran empuk untuk menjadi pundi-pundi uang kita, aku akan goda pria tampan itu hahahha" bisiknya dengan pikiran licik yang sama persis dengan otak Ibu gendut nya itu.


Mereka memberanikan diri mendekati Arkan yang tengah fokus dengan pesanan istri tercintanya.


"Anak muda sedang mencari pembalut untuk mamanya ya?" sapa seorang Ibu sambil mendorong-dorong anak gadisnya mendekati Arkan.

__ADS_1


Arkan tak menghiraukan ucapan ibu-ibu itu, ia terus membaca beberapa merek yang dirasanya sesuai dengan pesanan istrinya.


" Ehmm anak muda, tidak baik loh mengacuhkan orangtua, apa lagi ada anak gadis yang sangat cantik disini" sindir Ibu gendut itu.


" Halo, apa perlu bantuan?" tanya gadis di samping Ibu gendut itu.


" sial susah sekai didekati, aku yakin pria tampan ini orang kaya lihat saja pakaiannya itu semua limited edition" gumam perempuan centil itu.


" ehem... apa Anda butuh bantuan?" tanya perempuan itu seraya menyibakkan roknya dengan sengaja hingga mengekspos paha mulusnya di dekat Arkan yang tengah menunduk.


Arkan mengangkat kepalanya geram, ia menatap dengan tatapan penuh amarah pada mereka berdua.


" Mohon maaf, Saya sedang mencari pesanan ISTRI Saya, tolong jangan halangi saya dengan kaki korenganmu itu, sungguh tidak enak dipandang !!!" kesal Arkan lalu mengambil beberapa bungkus pembalut sesuai dengan pesanan istrinya dan berlalu meninggalkan mereka.


"Pfftt.... hahahah lihatlah ibu dan anak itu, sepertinya mereka tidak berhasil menggoda pria tampan itu" bisik seorang pengunjung.


" Salahnya sendiri mencoba menggoda suami orang, sudah jelas-jelas pria itu memakai cincin masih saja didekati ck...ck...ck" ledek yang lain dengan tatapan mengejek ke arah kedua wanita itu.


Arkan berjalan mendorong troli berisi pesanan istrinya dan beberapa cemilan yang dibelikannya untuk si kembar. Ia menyerahkan barang belanjaannya. Saat ia akan membayar ia bertanya pada kasir yang tampaknya lebih tua dari dirinya.


"Buk saya mau tanya, kalau wanita sedang halangan enaknya dikasih apa ya biar mengurangi rasa sakitnya?" tanya Arkan pada kasir supermarket tersebut tanpa rasa malu sedikit pun.


" Kasih wedang jahe aja tuan sama kasih cokelat atau snack dan buah-buahan yang segar, bisa bantu ngurangi nyeri sekaligus biar gak lemes dan moodnya tetap baik, untuk pacarnya ya ?" tanya kasir tersebut sambil menghitung belanjaan Arkan, sementara Arkan menyodorkan kartunya untuk membayar.


"Oh gitu ya Bu, Bukan , buat istri saya Bu" ucapnya tersenyum.


" Wah jarang loh suami mau beliin perlengkapan istri , saya salut sama tuan semoga rumahtangganya bahagia  terus ya" ujar kasir tersebut sambil menyerahkan kembali black card milik Arkan.


" Amin Bu, Saya doakan Ibunya dan keluarga selalu bahagia dan dapat rejeki" balas Arkan sambil tersenyum.


" Terimakasih tuan, Oh iya tuan saya lihat tadi sepertinya ribut dengan dua wanita rubah itu ya?" ucap Ibu kasir berusia 30 tahunan itu.

__ADS_1


"Iya Bu, apa mereka sering kesini?" tanya Arkan menyelidiki.


"Kalau mereka sudah terkenal sebagai pasangan Ibu dan Anak paling licik, beberapa kali mereka mencoba merayu dan mendekati orang-orang kaya di supermarket ini" jelas Ibu itu.


"Kami juga sudah menegur, tapi mereka dengan manisnya berkata bahwa orang-orang itu adalah kenalan mereka. Selain itu mereka selalu datang setiap hari dengan make up tebal dan pakaian seksinya sungguh membuat mata risih, kami ingin mengeluarkan mereka tapi kami takut mereka menyebar gosip tidak baik mengenai supermarket ini" jelas ibu kasir itu sambil menatap kesal ke arah dua manusia yang tampak sedang berbisik bisik di dekat salah satu rak.


"Ohh begitu ternyata, baiklah nanti akan saya bantu karena saja juga korban wanita liar itu ck ck CK" kesal Arkan.


"Terimakasih tuan, istrinya jangan lupa dibuatkan wedangnya biar enakan" ucap Ibu itu mengingatkan.


" Sama-sama Bu, tentu saya tak lupa hahah ,Saya permisi" ucap Arkan lalu melenggang keluar Supermarket menuju mobilnya yang terparkir di halaman supermarket.


Arkan dengan suasana hati yang bahagia masuk ke dalam mobilnya sambil membawa pesanan istrinya.


Ia mengingat kata-kata Ibu kasir tadi, lalu dihubungi nya seseorang untuk membereskan masalah yang disampaikan oleh kasir tadi sekaligus memberi bonus bagi Ibu kasir yang baik hati dan ramah itu.


Arkan adalah pemilik supermarket itu, tapi tak ada yang mengenali nya secara langsung. Ia tak mau ada kejadian serupa yang membuat supermarket nya memiliki nilai buruk sehingga mempengaruhi penjualan dan merugikan perusahaannya.


Atas perintahnya, kedua wanita itu diseret ke kantor polisi dengan sejumlah bukti rekaman CCTV yang menunjukkan mereka telah mengganggu ketertiban publik serta melakukan beberapa tindak kekerasan dengan pelanggan disana.


Ibu Kasir tadi dihadiahi dengan bonus besar, bahkan keluarganya juga diberi hadiah atas kinerja baik Ibu itu selama ini.


"Tak kusangka tuan yang tadi adalah pemilik supermarket ini, astaga betapa beruntungnya aku. Terimakasih Tuhan akhirnya aku bisa melunasi utang ku, aku akan semakin semangat bekerja!" seru wanita yang baru menerima telepon dari manajernya itu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2