
"Sayang aku ke kantor dulu ya, kalian di rumah jika ada apa-apa langsung hubungi aku!" ucap Arkan berpamitan pada Arta.
"Baiklah, tapi apa boleh kami ke kantor nanti saat jam makan siang?" tanya Arta.
"Boleh, asalkan kalian ditemani pengawal dan juga mereka bertiga!" ucap Arkan menunjuk tiga pelayan di belakang mereka.
"Baiklah, terimakasih sayang," ucap Arta dengan senyuman lembut nan manis yang mampu melelehkan hati siapa saja yang melihatnya.
"Manisnya," ucap Arkan gemas, sementara yang lain hanya bisa senyum senyum sendiri melihat kemesraan pasangan itu.
"Papa berangkat dulu ya nak, Ayah berangkat ya Mark, Ziko!" ucap Arkan berpamitan pada ke empat anak kecil yang menatap mereka sedari tadi.
"Wah hebat sekali kau Arkan, mau berangkat saja diantar orang sekampung,padahal aku harus menahan hati ini yang sudah rindu dengan seseorang disana huh," ucap Samuel sambil melirik sedikit ke arah Kath. Katherine merona, ia menunduk menahan rasa malunya.
"Pfthhh...." Vika terkikik.
"Ma..maaf tuan," ucap Vika tak mampu menahan tawanya.
"Hmmm....ya sudah kami berangkat, seminggu lagi peresmian Argaka Company, mungkin kita akan sangat sibuk," ucap Samuel.
"Kakak benar, aku akan membantu dari rumah," ucap Arta.
"Ya sudah ayo, kami berangkat dah!" ucap Arkan melangkah masuk ke dalam mobilnya yang sudah anteng terparkir di halaman mansion itu.
"Dah Papa, dah Paman!" ucap si kembar melambai.
"Dah Ayah, dah Paman Sam!" ucap Mark dan Ziko yang dibalas senyuman oleh kedua pria itu.
"Paman pergi dulu ya bye!" ucap Samuel melambai pada mereka semua.
"Selamat pagi tuan!" sapa supir pribadi keluarga Whitegar.
"Pagi," balas Arkan datar.
Samuel menaiki mobil pribadinya yang dibawa oleh supir pribadinya.
"Ayo berangkat," ucap Samuel.
Mereka berangkat menuju kantor masing-masing. Seperti yang disebutkan Samuel tadi, mereka semua tengah sibuk mempersiapkan peresmian Argaka Company.
Beruntung Mars Company dan Star Company memiliki asisten yang hebat, Celo dan Tito mampu menghandle semuanya dengan baik.
Beberapa menit setelah kepergian Samuel dan Arkan, Kart sampai bersama Indah di mansion Whitegar. Saat diperjalanan tadi, Tito dan Celo meminta diturunkan di perusahaan Atar dan Mars yang kebetulan searah dengan mansion Whitegar.
"Selamat pagi," sapa Kart masuk ke dalam mansion utama Whitegar itu.
Kedatangan mereka disambut oleh para pelayan di dalam mansion tersebut.
"Selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan wanita.
"Katakan pada Arta, kakaknya tiba," ucap Kart dengan suara datar dan tatapan dinginnya.
"Baik tuan, kalau begitu silahkan masuk dan menunggu di ruang tamu," ucap pelayan itu.
Pelayan itu memanggil Arta, beberapa saat kemudian, Arta bersama si kembar, Mark dan Zico datang menghampiri Kart dan Indah.
"Ah kalian sudah tiba kak," ucap Arta sambil tersenyum menyambut mereka berdua.
"Lina tolong panggilkan Pak Kus dan bawakan dua minuman untuk tamu kita," ucap Arta pada Lina yang tengah lewat dari depan mereka.
"Baik nyonya," jawab pelayan itu.
__ADS_1
"Anak-anak salam sama Paman Kart, Mark,Ziko sini salam sama paman Kart, kakaknya bunda," terang Arta.
"Halo Paman, saya Mark Permana anaknya Pak Kus," ucap Mark memperkenalkan dirinya.
"Halo Paman, saya Ziko Permana," ucap Ziko menyalam tangan Kart.
"Panggil paman Kart ya, oh iya kalian manggil bunda sama adik paman ya?" tanya Kart.
"I...iya paman," ucap Mark dan Ziko sedikit gugup.
"Kok bisa Ar?" tanya Kart bingung.
"Bisa dong kak, mereka anak-anak asuhku juga heheh," kekeh Arta sambil tersenyum bangga.
"Kamu ini ya, belum apa-apa udah punya banyak anak, adikku sudah jadi seorang ibu sekarang," ucap Kart bangga.
"Paman Kart, Mama, kakak itu siapa?" tanya Jeni yang sedari tadi penasaran dengan Indah.
"Oh iya aduh Mama lupa kenalin, dia Kak Indah akan menjadi pengasuh kalian bersama kak Vika dan yang lainnya," jelas Arta. Josua menarik lengan Arta ingin berbisik pada Arta.
"Oh jadi kak Indah juga main akting kayak kak Vika, kak Kath dan Kak Karina ya Ma?" bisik Josua dengan suara pelan.
"Ssst jangan sampai bocor," bisik Arta.
"Kalian kok bisik-bisik sih?" tanya Kart penasaran.
"Hehehe, maaf kak," ucap Arta.
Pak Kus datang bersama Lina yang membawakan minuman untuk kedua tamu itu sesuai arahan Arta tadi.
"Ada apa nyonya?" tanya Pak Kus hormat.
"Dia Indah, mulai hari ini akan bergabung dengan tiga pengasuh yang dibawa Pak Kus semalam, perkenalkan mereka semua pada seluruh pelayan yang bekerja di Mansion!" titah Arta.
"Indah silahkan masuk dan bergabung dengan yang lain," ucap Arta lembut.
"Baik nyonya," ucap Indah bangkit berdiri sambil membawa barang-barangnya. Indah berpenampilan seperti seorang gadis desa dengan pakaian yang ketinggalan jaman serta wajah polos tanpa make up dengan rambut dikuncir setengah.
"Mark, Ziko bawa adik kalian ke ruang bermain dan temui kakak kakak tadi, katakan pada mereka untuk bersiap-siap," ucap Arta pada mereka.
"Abang Josua dan Jeni menurut ya sama kakak kakaknya," ucap Arta lembut.
"Siap Mama, Bunda!" ucap mereka berempat serentak.
"Ayo Jo,Jen!" ucap Mark menggandeng kedua adik kembarnya itu.
"Abang Mark gendong!!" ucap Jeni memelas.
"Baiklah tuan putri, pesawat sudah siap silahkan naik!" ucap Mark membungkuk di depan Jeni.
"Ayo berangkat!!!" ucap mereka berempat dengan girang, Ziko memegang tangan Josua dan Mark menggendong Jeni di punggungnya.
"Hati-hati awas jatuh!" teriak Arta.
"Hahahah mereka ini mengingatkanku saat kita kecil ya," ucap Kart memandang mereka.
"Iya kak, aku sangat menyayangi mereka," ucap Arta tersenyum bahagia.
"Siapa lagi pria yang disamping si jalang itu!!, cih kau menarik perhatian semua pria untuk mendekati mu dasar wanita jelek!! aku lebih cantik darimu!!" gumam seseorang di balik pintu.
"Kak, bagaimana dengan kakak sekarang? apa yang akan kakak lakukan?" tanya Arta pada Kart.
__ADS_1
"Setelah mereka dijebloskan ke penjara aku akan menikah dengan Karina, aku juga ingin membina rumah tangga seperti dirimu hahaha, umurku tidak muda lagi heheheh," kekeh Kart.
"Kau benar kak, kakak sudah tua hahaha," ledek Arta membuat Kart gemas dengan adiknya itu.
"Kau berani mengejek kakakmu sendiri ya," ucap Kart mengacak acak rambut Arta.
"Hahahah kan memang kenyataannya kak," ucap Arta cengengesan sambil merapikan rambutnya.
"Sudahlah, aku ke kantor Star dulu, seperti Celo akan butuh bantuan disana," ucap Kart pamit.
"Baik kak, hati-hati ya," ucap Arta memandang kakaknya itu.
"Arta boleh kakak peluk tidak?" tanya Kart.
"Apa sih kak, sini Arta juga mau peluk, " ucap Arta merentangkan kedua tangannya.
Greppp
"Sudah lama ya kakak tidak memelukku seperti ini," ucap Arta dalam dekapan Kart.
"Salahkan suamimu yang posesif itu, dia selalu menempel bersamamu," ucap Kart masih memeluk gadis itu.
"Heheheh dia juga kan sahabat kakak," ucap Arta cengengesan.
"Cekrekkk" terdengar suara jepretan kamera yang jelas di dengar oleh keduanya, namun mereka mengacuhkannya.
"Ughhhh....sudah kakak pergi dulu ya sayang cup," ucap Kart mengecup pucuk kepala Arta dan melepas pelukannya.
"Kena kau, lihatlah akan kuhancurkan keluarga ini, aku akan mendekati pria tampan yang jadi suami si jalang jelek itu dan menjadi nyonya di rumah ini hahahah," suara hati seseorang yang mengintip dari balik pintu.
"Kakak pergi ya, hati-hati sepertinya ada seseorang yang berusaha merusak keharmonisan keluarga ini," bisik Kart yang dianggukkan oleh Arta.
"Kena kau!!" batin Arta.
Kart pergi menuju kantor Star Company, sementara Arta kembali menemui anak-anaknya yang sedang bermain bersama Vika dan yang lainnya.
Arta berjalan perlahan-lahan tanpa suara instingnya mengatakan akan terjadi sesuatu.
Brughh
"Aduh kalau jalan lihat-lihat dong!" pekik seorang pelayan wanita yang terjatuh di lantai setelah menabrak Arta, tanpa sadar orang yang di tabraknya adalah majikannya sendiri. Arta sendiri juga terjatuh namun dengan cepat ia bangkit berdiri.
"Dasar sialan!! siapa sih, jalan itu pakai mata, jangan menghayal, nanti kulapor pada tuan Arkan tahu rasa kau!!" gerutu pelayan itu masih belum menatap Arta.
"Asal kau tahu, aku dan tuan Arkan itu dekat jadi kau bisa ditendang dari rumah ini kapan pun!!" ucap pelayan itu bangkit dari lantai, dan betapa terkejutnya dia saat melihat bahwa yang ditabraknya adalah majikannya sendiri.
"Ah...nyo...nyonya ma..maafkan saya," ucap pelayan itu langsung tersungkur di bawah kaki Arta memohon maaf.
"Lain kali berhati-hatilah!!" tegas Arta dengan tatapan dingin dan mencekam yang membuat siapa saja merinding melihatnya. Arta meninggalkan gadis pelayan itu disana lalu beranjak menuju ruang bermain anak-anaknya.
"Sialan!!!" gumam pelayan wanita itu menatap kepergian Arta.
.
.
.
.
Siapa pelayan itu? hayooo.....
__ADS_1
like,vote dan kasih komentar ya teman-teman 😊😊😊😊