Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Baron dan Arta


__ADS_3

Celo melangkah dengan girang membawa rantang makanan bersama dengan Indah ke dalam perusahaan itu. Beberapa menit yang lalu ia menikmati makan siang bersama Mama Lily dan yang lainnya setelah menyelesaikan misi yang diberikan oleh Arta untuk mencari ginjal yang cocok untuk putranya.


Celo melangkah masuk ke dalam perusahaan, kedatangan keduanya menjadi pusat perhatian semua karyawan, banyak yang kagum dengan pria muda yang tampan namun berwajah datar kepada setiap karyawan yang ada disana berbeda sekali ketika berbicara dengan gadis di sampingnya.


Indah memakai pakaian formal sama seperti Celo, sebab mulai hari ini ia akan diajari oleh Celo perihal manajemen perusahaan agar ia bisa bekerja dengan baik di perusahaan itu.


"Indah bajunya nyaman kan?" tanya Celo yang berjalan di samping Indah.


"Nyaman kok, Tante Lily pinter banget milihnya," ujar Indah yang puas dengan pakaian yang dikenakannya, seumur-umur baru kali ini ia pakai pakaian kantor yang bagus seperti ini.


"Kalau butuh apa-apa bilang ya, " ujar Celo keluar dari lift menuju ruangannya, namun matanya menangkap sosok Arta yang tengah mengendap-endap mengikuti seseorang, tiba-tiba saja ponselnya bergetar, ia melihat ponselnya ternyata Arkan yang memanggil.


"Ada apa kak?" tanya Celo.


"Ikuti kakakmu!" titah Arkan dari balik telepon yang langsung diiyakan oleh Celo.


"Gadis roti kamu ke ruangan ku dulu, tunggu aku disana bawa ini!" ucap Celo menyerahkan rantang makanan yang dipegangnya.


"Ada apa?" tanya Indah.


"Nanti ku jelaskan," ujar Celo lalu pergi meninggalkan Indah dan mengikuti Arta menuju pintu tangga darurat.


Saat ia mendengar suara Arta langsung saja pria itu menarik Arta ke dalam gudang penyimpanan di dekat tangga darurat itu agar tidak ketahuan oleh pria gembul yang diikuti oleh wanita itu.


Setelah merasa aman barulah pria itu melepaskan tangannya dari mulut Arta membuat ibu hamil itu kesal.


"Oh jadi suamiku yang beritahu," ujar Arta.


"Iya, kakak ngapain sih tadi? kalau ada apa-apa kan bahaya kak?" tanya Celo bingung sekaligus kesal dengan Arta yang hampir saja membahayakan dirinya sendiri.


"Hmmm cuma penasaran,udah ah kamu ke atas aja kakak masih mau keliling, atau kamu mau nemenin?" tanya Arta.


"Ya udah Celo temani deh, daripada kakak kenapa-kenapa," tukas Celo sambil merangkul bahu kakaknya dengan posesif.


"Ck aku bukan anak kecil Celo," balas Arta sedikit jengah dengan perilaku berlebihan dan posesif orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


"Kakak itu sedang hamil, aku gak mau terjadi sesuatu dengan kalian, bisa mati aku kalau kakak sampai celaka!" kali ini Celo bersikap tegas dengan kakaknya, sungguh ia sangat khawatir dengan ibu hamil di sampingnya itu.


"Iya iya, kau ini sama cerewetnya dengan suamiku," gerutu Arta membuat Celo menggaruk tengkuknya sendiri.


Arta dan Celo mengelilingi perusahaan, sebenarnya tujuan Arta adalah memantau semua kegiatan karyawannya, entah karena bawaan bayi, Ibu hamil ini bukannya lemas atau mual muntah seperti ibu hamil pada umumnya, ia malah sangat aktif bahkan terlalu aktif hingga membuat suaminya was-was.


"Cel kita duduk disana yok, kamu pesenin teh manis hangat dong, kakak haus nih," pinta Arta pada Celo, kini mereka berada di depan Cafetaria yang berada di lantai dasar perusahaan itu.


"Baik nyonya Argaka, silahkan duduk dahulu!" ucap Celo sambil menarik kursi untuk kakaknya.


Celo pergi memesan di Cafetaria itu sementara itu tinggallah Arta sendirian di meja yang disediakan untuk pegawai kantor apabila ingin bersantai selama jam istirahat.


Arta menatap dan mengamati sekelilingnya, tiba-tiba seseorang pria menghampiri wanita itu.


"Hay!" sapa pria itu dengan suara yang terdengar akrab.


"Siapa ya?" tanya Arta dengan wajah datarnya, ia sebenarnya tahu bahkan sangat tahu siapa pria di hadapannya itu namun bukan Arta namanya jika ia tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya.


"Ah salam kenal nona manis, Saya Baron Jericho rekan bisnis perusahaan ini nona!" ucap pria itu sambil duduk di depan Arta dengan senyuman liciknya.


"Ahh Saya Chan panggil saja Ms. Chan tuan Baron! senang bertemu dengan Anda!" ucap Arta dengan senyuman tipis di wajahnya, mata biru mengkilat milik Arta seakan memberitahukan bahwa mangsanya telah masuk dalam perangkapnya.


"Anda cantik sekali nona, apakah anda salah satu karyawan disini?" tanya Baron berbasa-basi.


"Tuan Baron, saya sungguh kecewa bahwa Anda tak mengenali siapa diri saya tuan," balas Arta memasang wajah yang benar-benar kecewa, sungguh akting wanita ini sangat mumpuni, sedangkan di atas sana seseorang tengah kebakaran jenggot melihat istrinya berbicara dengan seorang pria disana.


"Maksud Anda nona?" tanya Baron pura-pura tidak mengerti, padahal dia sudah tahu siapa wanita di depannya itu sebab pria gembul yang merupakan orang suruhannya itu telah mengirimkan seluruh data perusahaan yang bisa didapatkannya mengingat akses membobol data Perusahaan itu sangat sulit bahkan mustahil.


"Ahh tidak, saya pikir Anda mengenal saya setelah beberapa hari lalu kita berpapasan ketika Anda dan seorang anak perempuan masuk ke perusahaan ini, ternyata hanya saya yang mengingat Anda tuan," kilah Arta sambil menunjukkan raut wajah sedih.


"Ah jadi anda wanita cantik Beberapa Minggu lalu, maafkan saya tak mengenali anda nona," ujar Baron dengan penuh kehati-hatian berharap agar wanita di hadapannya itu tidak curiga dengannya.


"Ada urusan apa Anda kesini tuan? apakah perusahaan B.J menjalin kerjasama dengan perusahaan besar ini?" tanya Arta.


"Tentu saja nona, kami sedang membicarakan beberapa proyek dengan pemilik perusahaan ini," ujar Baron sambil menatap Arta dengan tatapan genitnya.

__ADS_1


"Ahh begitu, Saya sekretaris salah satu asisten perusahaan ini saya menantikan kerjasama dengan perusahaan Anda tuan!" ucap Arta berbohong untuk mendengar reaksi pria itu.


"Ah baiklah Ms.Chan, tetapi sedang apa anda disini?" tanya Baron yang berusaha mendekati Arta dengan berpindah tempat duduk membuat Arta sedikit mual sebab ia tidak tahan bahkan sangat benci dengan baut tubuh pria itu.


"Arghhh...bau sekali, ingin rasanya aku muntah! apa dia tidak mandi selama setahun penuh badannya bau busuk menjijikkan!" gerutu Arta di dalam hatinya.


Sementara itu Arkan tengah muntah muntah di toilet dalam ruangan. Rasanya perutnya tiba-tiba begitu mual dan ia tahu pasti penyebabnya.


"Saya sedang menunggu pria itu," ucap Arta sambil berdiri lalu menghampiri dan menggandeng tangan Celo.


"Kenapa lama sekali sayang?" tanya Arta sambil memeluk Celo dari samping, sejujurnya ia tengah mencari aroma parfum Celo yang cukup menenangkan hingga bisa mengatasi rasa maualnya walau sedikit.


"Bahkan anak-anakku pun tak menyukai dirimu!" geram Arta di dalam hatinya.


"Ini sudah selesai, ada apa?" tanya Celo menanggapi dan langsung mengerti dengan kelakuan Arta sebab ia kenal pria di depannya itu.


"Aku lapar, ayo kita makan!" ujar Arta dengan nada manjanya.


"Baiklah, ah tuan Baron senang bertemu dengan Anda, saya harap kerjasama perusahaan kita segera terlaksana, saya sangat mengharapkan Anda bergabung dengan proyek ini!" ujar Celo menatap Baron yang tengah duduk di kursinya.


Baron bangkit berdiri lalu menyambut uluran tangan Celo, "saya benar-benar menantikannya tuan Celo!" ucap Baron, namun matanya tak lepas dari tubuh Arta.


"Ingin rasanya kucongkel kedua bola mata itu, lalu kucincang-cincang dan kuberikan pada peliharaan kak Arta di markas," germa Celo di dalam hatinya saat melihat tatapan Baron yang menelisik tubuh kakaknya.


"Kalau begitu kami permisi tuan Baron!" ucap Celo lalu pergi dari tempat itu.


Baron menatap kepergian mereka, matanya tak lepas dari wanita cantik dan menarik yang dilihatnya tadi.


"Menarik sekali, dia adalah pemilik perusahaan ini tapi kenapa ia berbohong?" gumam Baron dalam hatinya, padahal ia sudah terjerat dengan sesuatu yang akan membawanya menuju neraka penyiksaan.


.


.


.

__ADS_1


Baron udah tahu posisi Arta di perusahaan, wah mereka dalam bahaya nih!!


Hai semuanya mohon dukungan untuk karya author ya, terimakasih telah berkunjung, beri like, komentar dan vote sebanyak-banyaknya, Salam keluarga Argaka!!❤️❤️😉


__ADS_2