Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Pernikahan


__ADS_3

Arkan menepuk bahu kecil Josua menyadarkan anak kecil itu dari lamunannya.


"Jo, ada apa nak?" tanya Arkan sedikit khawatir kalau kalau anak sulungnya itu memiliki trauma dengan tempat tinggi seperti saat ini.


"Pa, Ma Josua mau jadi orang hebat seperti Papa dan Mama punya gedung sebesar ini, wah lihat Pa, Ma banyak rumah disana, jadi lucu ya, kotak-kotak  gitu," ucap Josua dengan mata berbinar-binar menatap pemandangan doi hadapan mereka.


Arkan mendesah lega, ia sempat berpikir Josua akanmenangis atau sedih tapi ternyata respon anaknya di luar pikirannya.


"Abang suka?" tanya Arta sambil mengusap kepala anaknya dengan lembut.


"Suka Ma, suka sekali heheheh," tawa Josua dengan girangnya, Arkan, Arta dan Celo tersenyum melihat tingkah manis anak kecil itu, sementara Jeni tengah asik menikmati pemandangan dengan menempelakan dahinya pada kaca gedung itu sehingga ia dengan bebas bisa melihat semua yang ada di bawah gedung itu.


.


.


.


Hari ini adalah acara pernikahan anak-anak kedua perusahaan besar yang ,menguasai pasar di negeri itu.


Perusahaan Sanjaya Group yang bergerak di bidang tambang dan Perusahaan Mahendra yang bergerak di banyak bidang menandingi Whitegar Company.


Kedua perusahaan besar ini terkenal dengan kelicikan pemimpinnya yang mamou menguasai pasar dalam sekejap mata. Banyak perusahaan yang terikat dengan perusahaan ini terkhususnya perusahaan Mahendra.


Hampir seluruh perusahaan kecil di kota Bungan berada di bawah naungan Mahendra Group. Seolah tak ada puasnya, Mahendra merancangkan pernikahan untuk menjalin ikatan dengan Sanjaya group perusahaan tambang yang cukup terkenal di negeri itu dengan maksud dan tujuan memperbesar wilayah kekuasaannya.


Pernikahan besar dan mewah diadakan, tampak begitu banyak undangan yang hadir di acara pernikahan itu.


Tampak Tania mengenakan gaun bak putri raja di acara pemberkatan pernikahan. Robin juga tak kalah mempesona dengan stelan tuksedo berwarna hitam legam yang sangat serasi dengan gaun putih seksi nan elegan yang dikenakan oleh Tania.


Acara pemberkatan selesai, seluruh tamu undangan dibawa ke acara pernikahan yang dibuat semewah mungkin diiringi dengan alunan musik klasik yang sangat indah. Para tamu terkagum-kagum dengan pesona kedua mempelai di acara itu.


Di tengah acara Jaya dan Sanjaya mengumumkan perihal hubungan kerjasama antar kedua perusahaan, semua tamu tampak berdecak kagum dan menganggap bahwa kedua perusahaan ini akan merajai bisnis di negeri itu.


Saat pesta berlangsung tampak Tito tengah menikmati minumannya bersama beberapa kolega lainnya, Arta, Arkan , Karina dan Celo juga sudah berada di posisi masing-masing untuk menjalankan aksi mereka. Beberapa tamu undangan yang hadir juga merupakan bawahan dari Arta dan Arkan dan pastinya anggota mafia kedua kelompok itu.

__ADS_1


"Selamat malam Mr. Lu, sungguh sebuah kehormatan Anda bisa hadir di acara pernikahan ini," sapa Jaya Mahendra sambil didampingi seorang gadis yang sangat cantik dan didandani sedemikian rupa untuk menggoda pria itu.


"Jadi kau mau gunakan cara ini Jaya, baiklah kuikuti permintaanmu," gumam Tito dalam hatinya sambil tersenyum menatap kedatangan mereka berdua.


 Sementara itu di sisi lain, Arkan dan Arta tengah menjalankan misi mereka bersama Roki. Arkan dan Arta datang ke pesta pernikahan itu dengan penampilan lama mereka, Arta memanipulasi luka di wajahnya dengan make up sedangkan Arkan kembali dengan pakaian culun, kacamata tebal dan gigi hijaunya itu.


"Selamat ya Tania, wah pesta kalian indah sekali," puji Arta dengan tatapan berbinar-binar menikmati pesta indah itu.


"Hahahah, ternyata pasangan miskin ini datang juga ke acara penting ini, nikmatilah dan tolong jangan dekat-dekat dengan kami, nanti kami tertular miskin karena kalian," ejek Tania dengan nada sombong ke arah Arkan dan Arta yang berdiri di hadapannya.


"Cih kau memang miskin kan," gumam Arkan dengan suara pelan namun masih bisa di dengar Arta membuat Arta menyikut perut Arkan pelan.


" Terimakasih sudah mengundang orang miskin ini ke acara kalian, oh iya dimana Tante Fanya, dia memintaku bertemu dengannya," ucap Arta mengalihkan pembicaraan agar Tania berhenti menyombongkan dirinya walau itu tidak mungkin.


"Ah kalian datang rupanya, oh iya Arta aku membatalkan pertemuan yang kukatakan beberapa hari yang lalu, tak ada wasiat dari orangtuamu, tadi aku sudah bicara dengan Roki!" ucap Mama Fanya dengan nada sombong dan tatapan meremehkan ke arah mereka berdua.


"Tan tak bisakah kalian menganggapku juga keluarga? aku sangat menyayangi kalian," ucap Arta dengan nada lirih membuat Arkan tak bisa menahan tawanya karena ia tahu istrinya itu tengah berpura-pura.


"Cih kau mengharapkanku rupanya, maaf Arta tanggung jawabku atas dirimu sudah berakhir saat kau menikah dengan suami culun mu itu, dan kini tanggung jawabku adalah kakakmu Roki," tukas Mama Fanya dengan nada merendahkan Arta.


"Tanggungjawab apa yang kau maksud? dasar manusia munafik kalian semua !!" gumam Arta di dalam hati.


"Roki sangat berguna bagi kami, asal kau tahu saja dia akan menikah dengan pemilik Star Company dan akan menjadi keponakan kaya kesayanganku !!" ucap Fanya dengan bangga.


Arta semakin geram mengetahui maksud dan tujuan Fanya, ia semakin ingin membuat keluarga itu panas. Dengan ide liciknya ia memegang tangan Robin secara tiba-tiba membuat Tania, Fanya, Robin dan Arkan terkejut.


"Sayang bukankah kau mengatakan mencintaiku dulu? tapi kenapa kau malah menikah dengan dia? aku...aku bisa merubah penampilanku, aku akan jadi cantik, aku hanya ingin bersamamu kumohon terima aku kembali," ucap Arta menggoda Robin yang terdiam mendengar kata-kata Arta yang mengejutkan itu.


"Sayang? dasar kau pelakor!!" ucap Tania menarik paksa tangan Arta dari lengan Robin.


"Cih aku tak pernah mencintaimu bodoh, kau itu hanya wanita yang bisa kumanfaatkan untuk bermain-main, dan aku mendekatimu hanya karena keluarga kalian kaya dan kau adalah gadis bodoh waktu itu, pergi kau dari sini !!" bentak Robin membuat beberapa tamu menatap mereka heran.


"Arta apa maksudmu? apa kau masih mencintainya? lalu kenapa kau menikah denganku? jika seperti itu aku harusnya menikah dengan Tania gadis cantik pujaan ku!" ucap Arkan  menoleh ke arah Tania dengan wajah berharap, ia ikut masuk dengan drama yang dimainkan oleh istrinya, sungguh pasangan yang aneh.


"Sudah sudah sana, pergi kalian jangan dekat-dekat dengan kami !!" bentak mama Fanya dengan nada kasar mengusir Arkan dan Arta secara kasar.

__ADS_1


"ta..tapi aku masih berharap denganmu Robin," ucap Arta membuat Tania semakin panas dan kesal.


"Pergi kau jalang," kesal Tania dengan semakin mempererat tangannya di lengan suaminya.


"Tania, kembalilah bersamaku, aku tak ingin berpisah denganmu," ucap Arkan dengan wajah berharap, sontak Robin menatap tajam ke arah Arkan, dengan posesif ia merangkul pinggang istrinya itu.


"Pergi Kau bajingan!!" ucap Robin dengan nada kasar.


Arkan dan Arta pergi dari hadapan mereka dengan berwajah masam yang dibuat-buat, dengan cepat mereka keluar dari ruangan itu, bukan karena terjadi sesuatu tetapi Arkan yang sudah tak bisa mengkondisikan dirinya.


"Pffthh....hahahahhahaha lucu sekai, aktingmu luar biasa Ar hahahah, aku tak bisa menahan tawaku saat melihat wajah memelasmu tadi hahahah," tawa Arkan terbahak-bahak mengingat kejadian tadi, kini mereka d\=tengah berada di dalam sebuah Van mini yang terparkir dan dijaga oleh anak buah mereka.


"Hahaha....siap dulu Arta gitu, kupikir tadi orang-orang munafik itu akan menculikku, ternyata mereka mengubah rencana dengan mengancam kak Roki secara langsung tepat saat kita berbicara tadi," jelas Arta yang sudah mengetahui rencana orang-orang itu.


"Yap, aku pun sempat khawatir jika mereka akan membawa istriku yang cantik ini, syukurlah tidak terjadi apa-apa, sekarang kita harus mengamati keadaan Kart, Karina serta Tito, yang lain juga sedang menjalankan misi mereka, sebentar lagi akan ada konferensi pers dari perusahaan Whitegar," jelas Arkan yang dianggukkan oleh Arta.


" Kak apa kau lihat wajah mereka saat kita menggoda pasutri baru itu ahahahhaha....lucu sekali," tawa Arta masih mengingat kejadian tadi"


"Hahahahha...aku tak bisa berhenti menahan tawaku, apalagi saat kau memegang tangan Robin tadi hahahah, wajah Tania sudah seperti ingin menerkammu," ucap Arkan tertawa terbahak-bahak.


" Hahah..iya kak lucu sekali, dan aku salut dengan kakak, kakak bisa mengimbangi aktingku hahaha," kekeh Arta membuat Arkan gemas dengan gadis di sampingnya itu.


Cup


Sekilas kecupan mendarat di pipi tembem milik Arta membuat Semburat merah muncul di wajahnya, Arkan mengacak-acak rambut Arta dengan gemas.


Cup


Arta melakukan hal yang sam apada Arkan, jantung Arkan serasa mau copot saat mendapat perlakuan manis istrinya. Mereka tertawa bersama-sama atas keberhasilan misi mereka.


Arkan dan Arta lanjut berdiskusi sambil menatap layar LCD yang menampilkan acara pesta melalui kamera CCTV yang sudah disadap sebelumnya. di layar itu seluruh kegiatan dapat diamati oleh keduanya dengan jelas.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan komen 😊😊


__ADS_2