
Arkan dan Arta sampai di rumah menggunakan mobil Arkan. Arta menenteng berbagai macam kue yang dibelinya tadi dibantu oleh Arkan.
"Kuenya banyak sekali sayang" ucap Arkan sambil mengeluarkan bungkusan kue kue itu.
"Mau dibagiin sama pelayan juga kak" ucap Arta sambil melangkah masuk.
"Bolehkan?" tanyanya lagi sambil berbalik.
"Lihat jalanmu, jangan berjalan mundur begitu!" ucap Arkan memperingati Arta.
"Iya, iya tapi boleh kan rotinya dibagi bagi" tanya Arta lagi.
"Boleh sayang, kau lakukanlah yang menurutmu benar" ucap Arkan sambil tersenyum memandang istrinya itu.
"Terimakasih" ucap Arta.
Mereka masuk ke dalam mansion dan disambut beberapa pengawal dan juga kepala pelayan.
"Pak Kus ambil ini, dan bagikan pada seluruh pelayan, pastikan semua dibagi rata ya pak" pinta Arta sambil menyerahkan bungkusan roti yang cukup banyak.
"Terimakasih kasih nyonya, tuan" ucap Pak Kus menunduk hormat yang dibalas anggukan oleh Arta dan arkan.
"Dimana anak-anak?" tanya Arkan.
"Di ruang keluarga tuan sedang menonton bersama tuan Samuel" ucap Pak Kus.
"Hmm baiklah, terimakasih" ucap Arkan lalu menggandeng tangan Arta masuk ke mansion itu.
Mereka masuk ke dalam ruang keluarga dan mendapati si kembar sedang mendandani Samuel dengan pernak-pernik make up milik Jeni yang dibelikan oleh Samuel sendiri.
"Selamat malam sayang!!" seru Arta pada kedua anaknya, namun tak di gubris sebab mereka sedang fokus melakukan pekerjaannya.
Arta dan Arkan saling menatap, lalu berjalan perlahan mendekati ketiga orang itu.
"Pffth hahahhahaha, kenapa paman samuel jadi badut seperti ini hahahah" tawa Arta dan Arkan saat melihat Samuel yang pasrah dipolesi bedak oleh si kembar. Eyeshadow warna-warni menghiasi matanya, lipstik 3 warna stanby di bibirnya, bedak putih menempel sempurna di wajahnya dan rambutnya yang agak panjang dikuncir 5 dan di beri pita.
"Papa, Mama!" seru si kembar girang melihat orangtuanya sudah pulang. Arta dan Arkan mensejajarkan tubuh mereka dengan si kembar lalu merentangkan kedua tangannya dan memeluk mereka dan menghujani mereka dengan ciuman.
"Wah wah wah, sudah puas kalian menyiksa paman,sekarang malah ditinggal karena Papa Mamanya udah balik ya" ucap Samuel yang sudah berdiri sambil berkancah pinggang memandang keempat orang itu.
"Hahahahhah,Paman cantik " ledek Jeni kecil sambil meminta digendong oleh Samuel begitu juga dengan Josua.
Samuel mengangkat tubuh mungil kedua manusia kembar itu di atas pangkuannya.
"Kalian ini, lihat karya kalian ini huh" ucap Samuel sambil memandang mereka berdua secara bergantian.
Arta pelan-pelan mengeluarkan ponselnya lalu membuka kamera dan mengarahkannya pada Samuel dan si kembar.
"Sekarang nak!" seru Arta dan
Cekrekkk
__ADS_1
Arta mengambil gambar mereka tepat saat si kembar mencium kedua pipi Samuel.
"Hahahahha,kaka lihat ini lucu sekali" ucap Arta sambil memperlihatkan hasil jepretannya pada Arkan.
"Pfftt hahahha,Kak Sam sangat cocok seperti ini"di ledek Arkan lagi.
"Huh kalian ini ya, hahhahah tak apalah yang penting keponakanku ini senang" ucap Samuel menghujani si kembar dengan ciuman.
Samuel sangat menyayangi si kembar, terlebih dengan sifat si kembar yang selalu membawa kehangatan. Jika dia sedih atau kelelahan ia akan memilih bermain dengan dua makhluk kecil itu. Baginya suara tawa, keisengan, serta celotehan si kembar adalah obat paling mujarab bagi rasa lelahnya.
Saat bersama si kembar, ia merasa jika si kembar seolah tahu cara menghibur dirinya, padahal kan memang si kembar bisa dengar pikiran seseorang jadi mereka bisa dengan sigap melakukan yang terbaik jika orang itu lelah atau sedih.
"Hahaha, kak Sam bersihkan dulu wajahnya kami bawa kue nih biar Arta siapin dulu. Kak Arkan bantu beresin ruangannya ya dan si kembar bantu Papa bersih-bersih" ucap Arta pada mereka semua.
"Siap Nyonya Argaka !" ucap mereka serentak lalu diakhiri suara tawa di ruangan itu.
"Hahahahah....."
Para pelayan juga ikut bahagia, semenjak bertambahnya anggota keluarga baru di rumah itu, suasana rumah menjadi ramai, penuh canda tawa, celotehan si kembar dan tawa bahagia disana. Para pelayan juga sangat menyayangi si kembar yang selalu bisa menghibur mereka dengan tingkah usilnya.
"Mama, Jeni kan perempuan, Jeni mau bantu mama siapin kuenya boleh?" tanya Jeni kecil memelas dengan mata bulat berbinar-binar miliknya.
"Boleh sayang, sini ikuti mama ya" ucap Arta sambil membawa bungkusan itu diikuti Jeni di belakang.
Mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh Arta, Arkan membersihkan ruangan keluarga dibantu Josua sambil bercerita mengenai hari mereka dan sesekali diselingi tawa. Begitupun dengan Arta yang menyiapkan kue ditemani celotehan si Jeni kecil yang sangat suka berbicara.
Samuel membersihkan dirinya, namun sebelum dibersihkan ia mengambil Selfi lalu mengirim foto dirinya pada kedua orangtuanya yang sedang berada di London dengan pesan " Karya dua keponakan kecilkuðŸ¤ðŸ¤" .
Setelah dirasa beres mereka berkumpul di ruang keluarga, Arkan sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai begitu juga dengan Arta.
"Mah kuenya enak banget hmmm" ucap Josua sambil mengunyah kue rasa nanas di mulutnya.
"Jeni suka rasa cokelat enak " ucapnya berbinar binar.
"Adik jangan berantakan makannya" kesal Josua saat melihat mulut Jeni belepotan cokelat. Dengan sigap dia mengambil tisu lalu membersihkan mulut adiknya dengan benar.
"Terimakasih abang hehehehe" tawa Jeni kecil bahagia dengan perhatian Josua.
Arkan, Arta dan Samuel tersenyum bahagia melihat betapa perhatiannya Josua pada adik kembarnya.
"Wah wah wah, Josua pasti akan jadi abang yang baik buat adik-adiknya nanti ya" ucap Samuel.
"Adik-adik?" tanya Jeni bingung
"Waduh Kak Sam, bahaya lo ngapain bilang begitu sih?" bisik Arkan pada Samuel.
"Kenapa emang?" tanya Samuel bingung.
"Lihat muka si Jeni udah mikir dia? waduh berabe nih" ucap Arkan menepuk jidatnya.
"Pa, Ma, Paman Sam, apa ada adik lain nanti?" tanya Jeni bingung.
__ADS_1
"Ado dong Jeni, nanti kalian akan punya adik dari Mama dan Papa hihihihihihi" ucap Samuel mengerjai Arta dan Arkan.
Arta dan Arkan menatap tajam ke arah Samuel, yang di tatap malah memalingkan wajahnya seolah tak terjadi apa-apa.
"Wah Jadi Josua dan Jeni punya adik dong yeyy!!" seru Josua sambil melompat-lompat girang karena ucapan Samuel.
"Jeni akan jadi kakak yeayy!!" seru Jeni tak kalah bahagia dengan kakaknya.
"Ma, Pa mana adiknya? kita mau ketemu" seru Josua dengan mata berbinar-binar.
"Eh... adiknya hmmm adiknya belum datang sayang" jawab Arta asal.
"Kalau gitu kita jemput dong!" seru Jeni.
"Waduh kak Sam!!!" teriak Arkan kesal, swntara Sam sudah lari terbirit-birit meninggalkan mereka dan bersembunyi di kamar agarvtidak terkena amukan pasangan singa itu.
"Sayang, adik ya nanti ada kok kalian doakan saja ya supaya Tuhan segera kirim adiknya ke sini" ucap Arkan sambil membelai pucuk kepala kedua anaknya.
"Ohhh begitu ya, berarti kita gak bisa jemput ya" ucap Jeni sedih.
"Sayang, Adik itu hadiah dari Tuhan, jadi kalau Josua dan Jeni rajin berdoa dan bersikap baik dan benar Tuhan akan kirim adik buat kalian" ucap Arta mendekati mereka berdua sambil mensejajarkan tubuhnya di hadapan si kembar.
"Ohhh kalau begitu Jeni akan jadi anak baik, supaya Tuhan kirim adik ke kita heheh" seru Jeni kecil dengan senyuman kelincinya.
"Josua juga akan rajin berdoa dan akan jadi anak baik" seru Josua tak kalah semangat.
"Hahahahha pintar anak Papa Mama" ucap Arkan sambil mengelus kepala mereka.
"Ya sudah masih mau makan kuenya?" tanya Arta.
"Masih Mama" seru si kembar.
"Baiklah tapi itu dihabisin dulu sayang heheheh" ucap Arta sambil membersihkan mulut keduanya dengan tissue.
"Kak, Arta rasa Jo dan Jen kita masukkan sekolah deh, apalagi umur mereka sudah pas untuk masuk TK" usul Arta.
"Iya aku setuju, mereka harus masuk sekolah" ucap Arkan menyetujui usulan Arta.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
give like, comment, vote 😊😊