Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Tersalurkan


__ADS_3

Arta dan Celo yang tengah asik menemani Mark dan Ziko belajar terkejut dengan teriakan Arkan yang begitu keras hingga terdengar sampai ke ruang belajar.


"Astaga kak Arkan ternyata suaranya keras sekali!" ucap Celo yang sedikit terkejut mendengar suara bariton milik pria yang menjadi suami kakaknya itu.


"Drama dimulai, Cel titip anak-anak ya, Mark,Ziko Bunda kebawah dulu ya, belajarnya sama paman kalian dulu," ucap Arta lembut sambil mengelus kepala keduanya.


"Baik Bunda, Bunda jangan sampai terluka, Tante Lina itu jahat," ucap Mark menahan tangan Arta tepat sebelum wanita itu keluar.


"Tenang sayang, Bunda kan punya Ayah heheh, udah lanjut belajarnya bunda ke bawah dulu," ucap Arta sambil tersenyum lalu berlalu menuju lantai bawah.


"Bunda tadi yang ini gimana?" tanya Ziko yang mencari keberadaan Arta, tadi ia terlalu asik dengan pelajarannya sehingga tidak menyadari kalau Arta sudah keluar.


"Loh Bunda kemana paman?" tanya Ziko celingak-celinguk mencari sosok Arta.


"Udah pergi tadi ke bawah, kamunya gak dengar, udah lanjut lagi belajarnya!" ucap Celo sambil mengacak-acak rambut pria kecil itu.


"Eheheheh...ajarin yang ini dong paman," kekeh Ziko sambil menunjuk soal yang tak dimengerti olehnya.


Mereka asik belajar sementara di lantai bawah drama sedang dimulai.


"Ada apa ini?" tanya Arta pura-pura bodoh, ia turun dari tangga dan langsung menghampiri Arkan.


"Kau lihat ini!" ucap Arkan sedikit membentak membuat Arta ketakutan.


"Astaga maaf sayang, arghh tak bisakah drama ini dihentikan? lihat wajahnya dia ketakutan seperti itu, aku tak tega ," gerutu Arkan dalam hatinya, sungguh ia tak tega membentak istrinya seperti itu.


"Ini....eh...da..darimana kalian dapat? sa..sayang a..aku punya pen..jelasan tentang ini," ucap Arta terbata-bata sambil memandang ponsel yang berada di tangannya, dan asal kalian tahu Arta bukannya melihat foto itu, ia malah asik membuka file-file dalam ponsel gadis itu, matanya tertuju pada satu video.


Arta menyempatkan diri membuka file itu meski mulutnya terus komat Kamit melanjutkan dramanya. Ia menyerahkan ponsel itu ke tangan Arkan, dan betapa marahnya Arkan saat melihat Video itu, video yang menjawab kecurigaan mereka saat berdiskusi dengan dokter saat di rumah sakit tadi.


Flashback on


Dokter berdiskusi dengan Arta dan Arkan saat si kembar tengah dipindah ke ruangan VVIP untuk sementara sebelum mereka pulang.


"Tuan, nyonya sepertinya ada yang salah dengan tubuh mereka berdua, saya curiga mereka memakan makanan tidak sehat sebelumnya, hanya saja reaksinya baru hari ini," ucap Dokter tersebut yang membuat pasangan itu terkejut.


"Maksudnya keracunan dok?" tanya Arta.


"sejenis itu nyonya," ucap dokter itu.


"Apa mereka berdua menyukai cokelat?" tanya Dokter itu.


"Iya, tapi yang paling suka itu Josua," jawab Arta cepat.


"Sepertinya mereka diberi sejenis makanan yang bila dikonsumsi dengan cokelat akan menjadi racun yang akan bekerja perlahan-lahan di dalam tubuh mereka, sebab saya menemukan bintik-bintik merah di sekitar leher Josua dan beberapa ruam yang lambat sekali penyembuhannya," ucap Dokter tersebut, langsung saja Arta syok mendengar penjelasan dokter itu.


"Ba..bagaimana mungkin? astaga Kak bagaimana ini huhuhu," ucap Arta mulai menangis.


"Lalu bagaimana keadaan mereka dok?" tanya Arkan sambil merangkul istrinya dengan erat.


"Tenanglah," ucap Arkan lembut.

__ADS_1


"Beruntung mereka segera dibawa kesini tuan, dari yang saya lihat mereka baru sekali mengonsumsi makanan itu hanya saja Josua yang kemungkinan lebih banyak memakan cokelat sehingga tubuhnya lebih lemah," ucap dokter itu.


"Lalu apa yang harus kami lakukan dok?" tanya Arta.


"Untuk sementara keadaan mereka sudah stabil, saya juga sudah memberi penawar racunnya, jika ingin rawat inap juga boleh, perawatan di rumah juga boleh, dan makanan mereka tolong diperhatikan dengan seksama," ucap dokter itu.


"Baik dok terimakasih," jawab Arkan dan Arta bersamaan.


Mereka mengakhiri obrolan itu, lalu masuk ke dalam kamar si kembar.


"Siapa yang tega melakukan itu kak? jahat sekali mereka!" ucap Arta.


"Sepertinya aku tahu siapa penyebabnya, kita ikuti permainannya!" ujar Arkan dengan tangan mengepal dan kemarahan yang sudah diubun-ubun.


FLASHBACK OFF


"Sialan!!" teriak Arkan, ia mengangkat tangannya seolah ingin memukul Arta. Bahkan yang lainnya terkejut saat melihat Arkan akan memukul Arta.


"Astaga ada apa ini kenapa skenarionya jadi seperti ini?" ucap Kath mulai khawatir saat melihat Arkan mengangkat tangannya.


"Ssst...tenanglah semua akan baik-baik saja," bisik Samuel yang berdiri di belakang Kath.


"Kart bagaimana ini?" tanya Karina pelan, ia mulai khawatir dengan semua rencana mereka.


"Tenanglah, ikuti saja alurnya," ucap Kart sambil menggenggam tangan Karina yang diletakkan di belakang tubuhnya tepat di hadapan Kart.


Ria dan Lina tersenyum penuh kemenangan memandang Arkan yang tengah marah dan akan memukul Arta, namun seketika mata mereka terbelalak heran dengan perlakuan Arkan.


"Husshh...tenanglah sayang," ucap Arkan pelan, ia memeluk istrinya di hadapan mereka semua.


"Tuan, dia adalah tukang selingkuh!!" teriak Ria tak terima jika Arta tidak jadi dipukul.


"Diam Ria!" bentak Pak Kus yang sebenarnya sudah mengetahui semuanya, bahkan ia sempat mengirimkan video saat Ria beraksi.


"Tapi Pak Kus! Dia bukan wanita baik-baik, dia wanita penggoda!" ucap Lina berusaha memegang tangan pria itu, namun dengan segera di tepis oleh Pak Kus.


"Kau juga diam Lina! Apa perlu ku bongkar kejahatanmu selama ini wanita jalang!!" teriak Pak Kus sambil mencekik wanita itu.


Sontak mereka semua terkejut dengan ucapan Pak Kus, Arta dan Arkan bahkan ikut terkejut dengan ucapan kepala pelayannya itu.


"Ta..tapi Pak Kus, aku mencintaimu aku tidak melakukan apa pun," ucap Lina mulai ketakutan.


"Diam Kau Dina!!! kau pikir aku tak tahu siapa dirimu? kau adik si jalang itu kan? berani-beraninya kau menyusup ke dalam keluargaku lagi!!" ucap Pak Kus dengan penuh amarah, ia mengetahui siapa Lina setelah mendengar semua cerita kedua anaknya,mereka mengadu dengan perbuatan semena-mena wanita itu selama ini, akhirnya ia berniat mencari tahu, ia dibantu oleh Arta untuk mencari tahu siapa wanita itu.


Dan hasilnya Lina adalah adik perempuan Ibu kandung kedua puteranya.


"Ba..bagaimana kau tahu?" ucap Lina gugup.


"Aku yang memberitahukan kebenarannya!!" ucap Arta.


"Dan Kau! bersiaplah menemui ajalmu hari ini wanita sialan, begitu teganya kau meracuni anak-anak ku!" teriak Arta marah.

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu begitu terkejut mendengar ucapan Arta, bahkan mereka tak tahu kalau si kembar diracuni.


"Tangkap mereka!" ucap Arkan dingin, ia masih memegang Arta yang mulai lemah karena tekanan psikologis akibat masalah ini mengingatkan wanita itu pada traumanya.


bruk...


Arta pingsan, beruntung Arkan memegang tubuh Arta, dengan sigap ia menahan tubu istrinya.


"Arta!" teriak mereka bersama-sam,Kart langsung menghampiri adiknya itu, rasanya hatinya begitu sakit saat melihat adik kesayangannya pingsan seperti itu.


"Ar, hei bangun!" ucap Kart khawatir, ia menepuk-nepuk wajah Arta pelan berharap gadis itu bangun.


"Sayang, Arta bangun! Ar jangan buat aku takut hey sayang arghh..." Arkan begitu shock saat melihat istrinya pingsan, ia menggendong tubuh istrinya sambil terus memanggil nama wanita itu.


"Lepaskan aku! ini semua karena wanita jalang itu!! Kau harus mati jalang!!" teriak Lina meronta-ronta hingga lepas dari pegangan pengawal, ia mengambil belatinyang disimpannya di balik lengan bajunya.


"Mati Kau!!" teriaknya lalu menusuk tubuh seseorang disana tepat di jantungnya.


"Tidak!!!"


"Pak Kus!!" teriak mereka semua saat melihat Pak Kus tertusuk pisau tepat di bagian dadanya.


"Arghh..." seketika Pak Kus pingsan dan tak sadarkan diri.


Dengan cepat Tito mengangkat pria itu lalu melarikannya ke rumah sakit yang diikuti oleh beberapa pengawal.


"Arghhh....tidak..aku pembunuh! aku membunuhnya hahahhahaha kak aku membunuhnya seperti keinginanmu, huhuhuhu aku membunuh pria yang kucintai ini semua karena dirimu kak, arghhhh" racau Lina yang terduduk di lantai memandangi tangannya yang bersimbah darah.


"Sialan!! ini semua karenamu Lina!" pekik Ria memberontak, ia berusaha melepaskan dari namun langsung diikat oleh Vika dan Indah.


"Apa yang kalian berdua lakukan, kalian pikir kalian juga akan lepas dari ini hah?" pekik Ria menatap Indah dan Vika yang mengikatnya.


" Yang tidak berkepentingan disini keluar sebelum ku habisi kalian!!" tegas Samuel membuat semua pelayan yang melihat kejadian itu lari kocar-kacir menuju pekerjaan mereka masing-masing.


Para gadis yang tengah menyamar itu melepaskan semua penyamarannya di hadapan semua orang di ruangan itu, Ria dan Lina terkejut bukan main saat melihat rupa asli keempat gadis itu.


"Ah... sepertinya aku tak perlu belajar make up darimu wanita gila!" ucap Vika sambil menarik rambut Ria, kini kekesalannya bisa tersalurkan.


"Ahahahhaha.....ahahahhaha," Ria dan Lina tertawa terbahak-bahak membuat semua orang menyergitkan wajahnya menatap kedua wanita gila itu.


.


.


.


.


Jangan ikut gila ya 😬😬


Like, komen dan Vote 😊😊

__ADS_1


__ADS_2