
Hari telah berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Kart dan Karina. Tampak suasana di rumah utama Whitegar lebih ricuh dibandingkan dengan rumah pengantinnya.
"Sayang cepatlah nanti kita terlambat!" teriak Arta sambil memasang dasi kupu-kupu pada Mark.
"Astaga Arta, kita tak akan terlambat sayang, acaranya dimulai jam sepuluh dan ini masih jam tujuh pagi," ujar Arkan sambil berjalan ke arah anak-anaknya yang sedang dipermak oleh Arta.
"Wah Jeni cantik sekali sayang," ucap Arkan sambil mengelus wajah cantik Putri kecilnya dan memasangkan mahkota kecil di atas kepala Jeni. Jeni sendiri memakai gaun berwarna merah menyala yang sangat cantik.
"Terimakasih Papi," seru Jeni dengan senyuman manisnya.
Arta sibuk sendiri dengan tiga pangerannya, ia membantu mereka bertiga memakai setelan tuxedo berwarna hitam dengan dalaman senada dengan gaun Jeni dilengkapi dasi kupu-kupu yang sangat cocok untuk mereka.
"Beres! wah pangeran-pangeran Mami tampan semua!" seru Arta sambil melihat ketiga putranya yang sudah rapi.
"Terimakasih Mami cantik!" seru ketiganya.
"Sayang giliran kamu, sini aku pasangin dasinya!" ujar Arta menghampiri suaminya yang sedang duduk di atas kursi di samping Jeni.
Arta memasang dasi berwarna hitam pada suaminya dengan posisi dirinya berdiri di depan Arkan. Arkan memeluk pinggang istrinya yang tampak cantik dan anggun dengan gaun berwarna merah yang disesuaikan dengan Ibu hamil agar tidak menekan perutnya.
Gaun dengan lengan pendek, rambut panjangnya diikat setengah dan make up natural dilengkapi kalung hadiah Arkan beberapa waktu lalu menambah kesan sempurna pada penampilan ibu hamil itu.
"Cantik sekali istriku ini," puji Arkan sambil memeluk pinggang istrinya.
"Tentu saja cantik heheheh," balas Arta terkekeh.
"Apa kamu masih mual dan pusing sayang?" tanya Arkan khawatir pasalnya saat bangun pagi tadi, Arta muntah dan mual hingga beberapa kali, bahkan Arkan juga ikut muntah hingga membuat mereka berdua sedikit lemah.
"Nggak lagi, kakak gimana masih pusing?" tanya Arta balik sambil memegang wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Udah mendingan kok," jawab Arkan sambil tersenyum.
"Anak-anak Papi baik-baik ya di perut Mami, jangan bikin Mami sakit ya," ucap Arkan sambil mengecup perut Arta.
"Baik Papi," balas Arta menirukan suara anak kecil.
"Hahahahha," mereka tertawa bersama karena tingkah mereka sendiri.
" Adik kakak jangan nakal-nakal ya, nanti kalau kalian sudah lahir Kakak Jeni akan jaga kalian, sekarang giliran kalian jaga Mami," ujar Jeni sambil mengelus perut Arta dengan lembut.
"Baik kakak Jeni," balas Arta sambil tersenyum.
"Ayo kita berangkat, mereka sudah menunggu," ucap Arta.
Mereka semua berangkat menuju lokasi acara pemberkatan dan pesta dilaksanakan. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya acara dilaksanakan.
Acara pemberkatan pernikahan dilaksanakan di sebuah gereja. Tampak Kart tengah berdiri di atas Altar menantikan kedatangan pengantin perempuannya.
__ADS_1
Karina dengan berbalut gaun putih yang sangat indah berjalan bersama Tito sang kakak menaiki Altar, tampak keempat anak kecil yakni Mark, Ziko dan si kembar Jo dan Jen menaburkan bunga sepanjang altar itu.
Alunan musik yang indah menemani langkah mereka, Karina dengan senyumannya yang mempesona menatap Kart yang tengah gugup di depan sana.
"Lihatlah dia sangat gugup, apa kau yakin mau menikah dengannya?" goda Tito.
"Ah aku tak yakin bagaimana ini kak? apa aku melarikan diri saja?" balas Karina.
"Coba saja kau lari, aku yang akan menarikmu kesini," balas Tito.
"Cih dasar, siapa juga yang mau lari dari pria semanis dan sebaik dia," balas Karina.
"Bercanda adikku sayang, kuharap kalian berbahagia, seandainya Mama dan Papa disini pasti mereka menangis melihat dirimu yang sangat cantik ini," ucap Tito sambil menggenggam tangan adiknya yang memegang lengannya.
"Doakan kami kak, kuharap kakak juga segera menyusul dengan Vika," balas Karina.
"Kita lihat saja nanti,' ucap Tito.
Mereka tiba di depan altar, Tito menyerahkan Karina pada Kart.
"Jaga dia bro, kuharap kalian bahagia," ucap Tito.
"Akan kupastikan dia bahagia," jawab Kart dengan yakin.
Acara pemberkatan pernikahan dilaksanakan dengan lancar, kini mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Setelah acara pemberkatan selesai mereka semua berangkat menuju hotel R&A yang sudah diambil alih kembali oleh Kart beberapa Minggu yang lalu.
Saat acara berlangsung tampak Arta naik ke atas podium membuat semua orang mengarahkan perhatiannya pad ibu hamil dengan pesona yang semakin terpancar itu.
"Tes...tes... Ekhmm mohon perhatiannya Sebentar," ucap Arta di atas panggung.
Seluruh mata pengunjung acara itu tertuju pada wisata cantik bergaun merah di atas panggung.
"Mohon maaf mengganggu waktu kalian sebentar, saya adik dari mempelai laki-laki ingin menyanyikan sebuah lagu untuk pasangan Fenomenal kita hari ini. Sebelum itu saya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk kakakku tercinta dan kakak iparku, doaku menyertai kalian, semoga rumah tangga kalian selalu diberkahi dengan cinta. Kak Kart banyak yang sudah kita lalui sampai hari ini, kak Karina juga telah melewati banyak hal, kuharap kita semua berbahagia dengan hidup kita saat ini, aku menyayangi kalian," ucap Arta sambil meneteskan air matanya memandang ke arah dua mempelai.
Karina memeluk lengan suaminya sambil meneteskan air mata mendengar ucapan adik iparnya. Kart tersenyum melihat sang adik yang sudah kembali menjadi Arta yang ceria dan pembawa kebahagiaan.
Arta menyanyikan sebuah lagu yang sangat menyentuh. Alunan musik mengiringi suara indah wanita itu. Setelah ia tampil terdengar tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang menonton acara itu.
Acara demi acara dilewati, semua tamu undangan mengucapkan selamat kepada pasangan itu.
Mama Lily dan Papa George mengucapkan selamat pada Kart dan Karina, diikuti oleh Samuel dan Katherine yang tampak serasi dengan pakaian senada berwarna biru.
Tito datang bersama Vika menghampiri mereka berdua, "Selamat buat kalian, semoga kalian berbahagia sampai maut memisahkan," ucap Tito pada Kart.
"Selamat ya Karina, semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu, jika dia jahat segera kasih tahu sama kakak biar kakak habisi dia!" ujar Tito sambil memeluk adiknya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Maaf kakak belum bisa menggantikan sosok kedua orangtua kita dan memberikanmu banyak cinta, kuharap Kart akan memenuhinya bagimu," ujar Tito sambil mengecup pucuk kepala adiknya itu.
"Terimakasih kak, bertemu kembali dengan kakak saja sudah menjadi kebahagiaan paling indah bagiku," balas Karina sambil menangis di pelukan kakaknya.
"Selamat ya Kart, Karina semoga kalian bahagia dan cepat dapat momongan," ucap Vika.
"Amin!" ucap keduanya serentak.
"Semoga kamu bahagia Karina," ucap Vika sambil memeluk gadis itu.
Keluarga Argaka datang menghampiri kedua mempelai, Arta langsung menghamburkan pelukannya pada Karina tanpa berbicara pada kakaknya sendiri.
"Kak Karina yang sabar ya menghadapi manusia datar itu, mudah-mudahan es baloknya mencair, kasihan kakak harus jagain es balok setinggi itu ," ucap Arta dalam pelukan Karina.
"Ekhhmmm.....aku bukan es balok Arta," kesal Kart karena dikatai oleh adiknya sendiri.
"Cih dasar es balok!" ledek Arta.
"Selamat ya bro, akhirnya nikah juga semoga bahagia dan cepat dapat momongan," ucap Arkan memeluk kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.
"Thanks bro, ngomong-ngomong istri Lo makin aneh ya hahahah," ucap Kart sengaja membalas ledekan Arta.
"Apa? aneh? hiss jahat adik sendiri dikatain aneh, huhuhu kak lihat kak Kart dia jahat," ucap Arta merengek seperti anak kecil.
"Aduh mulai lagi deh, selama Arta hamil gue mohon jangan disinggung deh soalnya sensitif banget," ujar Arkan mulai wanti-wanti jika istrinya merajuk.
"Hahaha iya deh iya, jadi kakak gak dipeluk nih?" tanya Kart menatap adiknya itu.
Arta melepas pelukannya dari Karina lalu beralih pada Kart Kakaknya yang paling disayangi.
"Emphhh....selamat ya kak, kakak kok harum ya kayaknya baby juga suka sama kakak heheheh," ucap Arta mengendus parfum kakaknya.
"Tentu keponakanku suka sama pamannya yang tampan ini," ucap Kart membalas pelukan adiknya.
"Kak Karinanya jangan disakiti, perempuan itu harus disayang," ucap Arta.
"Baiklah cerewet, terimakasih sudah bernyanyi tadi," ucap Kart sambil menepuk pucuk kepala adiknya dengan lembut.
"Selamat ya Aunty Karina dan uncle kart," ucap Keempat anak kecil itu.
"Terimakasih sayang," balas Karina sambil memeluk mereka satu persatu begitupun dengan Kart.
Acara berakhir semua tamu undangan kembali ke kediaman masing-masing, Kart dan Karina langsung beranjak menuju kamar hotel tempat mereka menginap.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊