Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
akting lagi


__ADS_3

Suasana kota bunga cukup ramai di malam hari, tidak mengganggu sepasang sejoli yang tengah kasmaran.


Tampak seorang gadis cantik berambut panjang tengah bergandengan tangan dengan seorang pria tampan nan menawan.


Mata biru dan sorot mata khas serta suara berat milik pria itu menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya.


"Sayang, jangan pergi lagi ya" ucap Karina sambil memeluk tubuh tegap dan berotot Kart. Kini mereka berada di pinggir kolam dekat taman bunga yang sangat indah ditemani lampu taman.


"Aku tak akan kemana-mana, akan tetap disini" ucap Kart membalas pelukan Karina.


"Ya tetaplah seperti ini, Kart yang ku kenal. Kart yang dikenal dingin dan kejam, Kart yang kucintai" ucap Karina menatap mata Kart.


Kart tersenyum manis, disisipkannya anak rambut Karina sambil terus memandang wajah cantik dihadapannya itu.


"Terimakasih !" ucap Kart menatap mata Karina.


"Kenapa kau berterimakasih?" tanya Karina.


"Hanya ingin mengucapkannya" jawab Kart.


"Ck, dasar es balok!" ledek Karina.


"Hmmm, apa kau mau makan?" tanya Kart.


"Baiklah ayo!" seru Karina.


"Kau mau makan apa?" tanya Kart sambil berjalan menggandeng tangan Karina menyusuri jalanan di sepanjang taman itu.


"Hmm bagaimana kalau Sate Ayam, minumnya soda!" usul Karina yang kini berjalan mundur berhadapan dengan Kart.


"Kau yakin?" tanya Kart.


"Sangat yakin, Ayo !" ucap Karina penuh semangat.


Mereka berjalan menuju sebuah gerai penjual Sate Ayam di pinggir taman. Banyak kuliner lain yang berjejer di sepanjang jalan itu.


Tampak pengunjung lain juga sedang menikmati makanan mereka disana.


"Selamat datang" sapa seorang pelayan.


"Mbak Satenya 2 ya satu super pedas, satu lagi pedas ringan mbak, minumnya soda 2" ucap Karina memesan makannya.


"Makan disini mbak?" tanya pelayan itu.


"Iya mbak" balas Karina.


"Sayang kemari" ucap Karina menarik tangan Kart untuk duduk di salah satu meja yang disediakan disana.


"Huh,hah hah" tampak Karina menghangatkan tangannya yang kedinginan.


"Kemarikan tanganmu" ucap Kart.


Karina menyodorkan kedua tangannya yang tampak memerah karena dinginnya cuaca di malam hari.


"Hah...hah"


Kart menggenggam kedua tangan Karina sambil menghangatkannya dengan nafasnya.


"Bagaimana masih dingin?" tanya Kart.


"Sedikit," balas Karina tersenyum.

__ADS_1


Kart melanjutkan kegiatannya tadi, menggosok gosok tangan Karina menyalurkan kehangatan pada tangan cantik nan mungil itu.


Pengunjung yang melihat perlakuan Kart membuat iri dengan kelakuan romantis pria tampan itu.


"Wah, mesra sekali mereka!" bisik seorang pengunjung.


"Lihat pasangan itu! Huh yang di depanku ini tak akan pernah melakukan itu" ledek yang lain pada pacarnya.


Karina yang merasa diperhatikan orang-orang menarik pelan tangannya.


"Sayang sudah, ini sudah cukup" bisik Karina.


"Apa kau malu ?" tanya Kart.


"Iya, lihat semua mata tertuju kesini" bisik Karina dengan wajah bersemu.


"Hahaha baiklah jika itu keinginanmu" balas Kart melepaskan tangan Karina.


Tak lama pesanan mereka tiba.


"Silahkan dinikmati mas,mbak" ucap pelayan itu.


"Terimakasih mbak" balas Karina ramah.


"Wah, pacarnya tampan ya mbak tapi dingin" bisik Pelayan itu pada Karina.


"Pfft hahah, iya emang es balok mbak" balas Karina sambil terkekeh.


"Apa kalian akan terus berbisik seperti itu?" tanya Kart datar.


"Aduh pacarnya marah mbak. Ya sudah saya permisi" ucap Pelayan itu yang di balas senyuman oleh Karina.


"Wah ini tampaknya sangat lezat!" seru Karina sambil menyantap Sate yang dihadapannya.


"Eh ke..kenapa ?" tanya Karina bingung.


"Ini punya kamu. Yang itu super pedas" jelas Kart sambil menukar sate mereka.


"Wah hampir saja, jika tidak aku akan berakhir di rumah sakit hari ini hahahha" kekeh Karina.


"Ya sudah makanlah" ucap Kart sambil tersenyum tepis melihat tingkah menggemaskan kekasihnya.


"Terimakasih Sayang!" balas Karina.


"Hemm"


"Ck Es balok hihihi" ucap Karina terkekeh melihat wajah kekasihnya yang kembali datar.


......----------------......


Di persimpangan jalan dekat taman Bunga tampak 2 orang dengan pakaian serba hitam tengah memata-matai Kart dan Karina.


"Bos ! saya melihat pria itu bersama seorang wanita" lapor salah satu pria itu melalui ponselnya sambil teru mengamati mereka dengan berpura-pura sedang berjalan-jalan di taman itu.


"Bagus, tetap jaga jarak dan ikuti mereka, saat ada kesempatan culik wanita itu" ucap Pria misterius dibalik telepon itu.


"Siap Bos!" ucapnya.


"Hei persiapkan orang orang kita!" ucap pria yang tak lain adalah Storm bawahan si pria tua yang sombong dan arogan itu.


"Baik tuan!" jawab bawahannya.

__ADS_1


Saat melihat kedua sejoli itu telah menyelesaikan makan malamnya dan keluar dari gerai makanan itu, mereka diam-diam mengikuti keduanya.


Hingga saat mereka tiba di parkiran yang sepi dan kurang pencahayaan, tampak Kart terlebih dahulu masuk dalam mobil karena Karina tengah menelepon seseorang.


Tiba-tiba seseorang membekap mulutnya, Karina pingsan dan dibawa diam-diam tanpa sepengetahuan Kart yang sedang mengeluarkan mobil.


Kart tersadar bahwa Karina tak lagi di posisinya langsung keluar dengan gelisah mencari keberadaan gadis itu.


"Karina ! Karina! Dimana kau?" teriak Kart berlari kesana-kemari mencari Karina yg hilang entah kemana.


"Harghhhh sial sial sial" teriak Kart menyesal telah meninggalkan Karina sendirian tadi.


Ting


terdengar pesan masuk ke ponselnya.


"Jika kau ingin wanitamu selamat, maka datanglah ke alamat ini dan bawa dokumen saham Star Company !!! dan ingat kau harus datang sendiri, jika tidak akan ku cicipi wanitamu ini hahahah"


Begitulah isi pesan ancaman itu. Kart meremas kuat ponselnya, bagaimana bisa dia kecolongan seperti ini. Sekarang nyawa wanitanya menjadi taruhan.


"Kurang ajar Kalian bangsat!!" teriak Kart sambil memukul dinding area parkiran itu dengan kuat.


"Pantas saja Karina memintaku memakai ini" ucapnya dalam hati.


Flashback


Di gerai Sate tampak Karina tengah makan namun sesekali melirik ke arah luar dengan perasaan tidak tenang tapi raut wajahnya tampak biasa saja. Kart sudah tahu jika perempuan itu sedang khawatir.


"Hei ada apa?" bisik Kart.


"Ada yang mengikuti kita, kau segera pakai ini" ucap Karina sambil menyodorkan sepasang kontak lensa berwarna hitam legam.


Kart memakai benda itu dan kini matanya sama seperti Roki. Sebab, musuh mereka mengenal Roki tanpa tahu bahwa dia memiliki Alter ego bernama Kart.


"Aku juga merasakannya sejak tadi di pinggir kolam, makanya ku ajak kau kesini" bisik Kart namun berusaha agar tidak mencurigakan.


"Baiklah, sasaran mereka mungkin salah satu dari kita. Jika kau atau aku yang dibawa tetaplah berpura-pura seolah-olah kita tidak tahu kejadian ini" ucap Karina pelan.


"Maksudmu akting?" tanya Kart.


"Ya, akting. Buatlah senatural mungkin, kau tahu kan disini ada pelacak" ucap Karina sambil menunjuk cincin yang diberikan Kart dan juga lehernya yang sudah ditempelkan alat pelacak yang walaupun semua sinyal diblokir masih akan tetap bekerja.


"Tapi kau akan bahaya, kalau aku target bukan masalah aku bisa menghajar mereka. " bisik Kart khawatir.


"Tenang saja, kau harus percaya padaku. Aku percaya kau akan menemukan ku nanti" ucap Karina tersenyum.


"Sepertinya target mereka adalah Adikku, mereka mengira bahwa kau adalah pemilik Star Company" bisik Kart lagi.


"Iya, setelah ini kita harus laporkan pada Arta" jawab Karina yang dibalas anggukan oleh Kart.


Flashback end.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Next, give me like please 🙏🙏🙏🙏🙏😭😭😭😭


__ADS_2