Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Argaka Company


__ADS_3

Di sebuah ruangan dengan teknologi canggih tampak Vika, Karina, Kart dan Celo tampak sumringah dihadapan komputer masing-masing. Mereka berada di ruang kontrol Star Company yang sebentar lagi berubah menjadi Argaka Company.


"Ahhhaiii....yes dua puluh perusahaan itu telah menarik saham nya, kini Mahendra akan hancur!!" teriak Vika puas dengan hasil kerjanya.


"Storm dan kelompok mafianya sudah diatasi, sebenarnya miris sekali nasib pria itu,Jaya Mahendra mengatakan bahwa Ibu dan saudaranya berada ditempat yang aman tapi ternyata mereka dijadikan budak di mansion Mahendra," jelas Karina yang baru saja mengirim file bukti kejahatan Jaya Mahendra selama ini, bahkan ia memanfaatkan pria yang sebenarnya baik itu.


"Kenapa dia tidak curiga sama sekali?" tanya Celo.


"Dia pernah curiga, namun Jaya Mahendra segera mempertemukan mereka Ibu dan adiknya diancam agar tidak bicara apa pun soal mereka dijadikan budak," jelas Kart, Celo mengangguk mengerti.


"Mereka bertiga sudah ditangkap, semua bukti sudah kukirim ke kepolisian, Si mata elang yang memimpin penyelidikan," tutur Celo menatap Layar komputernya sambil menyeringai jahat.


"Ahh asal kalian tahu, Sanjay group melepas Mahendra group dan menerima tawaran kerja sama Argaka Company yang jelas menguntungkan bagi mereka," tambah Celo dengan wajah berbinar-binar.


"Kenapa semua perusahaan hebat harus terikat dengan tua bangka yang serakah itu? syukurlah semuanya berjalan dengan baik," ujar Vika menghela nafas lega.


"Baiklah, kerja bagus semuanya, sekarang kita harus meningkatkan sistem keamanan kedua perusahaan, Argaka Company dan Whitergar Company, Kalian lakukanlah! aku sedang ada pertunjukan sebentar!" ucap Kart.


"Mau kemana?" tanya Karina menghentikan pria itu.


"Ke markasnya Arkan sayang," jawab Kart sambil tersenyum lembut membuat gadis itu merona.


"Hmm baiklah, hati hati jangan sampai terluka sayang," balas Karina sambil tersenyum manis.


"Aku pergi ya," ucap Kart sambil mengacak-acak rambut gadis itu.


Vika dan Celo menatap mereka dengan perasaan bahagia, pasangan itu terlihat sangat romantis. Namun bukan Celo dan Vika namanya kalau tidak meracau tak jelas.


"Cih...dasar bucin," ledek Celo.


"Cie...cie pasti seneng banget ya punya pacar tampan seperti Kart," goda Vika membuat gadis itu merona.


"Tikus got, kok Kak Kart mau sama Lo sih? jelas kalian berbeda," celetuk Celo tanpa sadar telah menyakiti hati gadis itu.


"Apa salah ya Cel? Apa salah kalau aku suka sama Kart? apa aku harus selevel dengannya baru kami bisa bersatu? atau harus secantik Arta kah baru bisa bersanding dengannya? Kenapa kau jahat sekali Celo," kesal Karina sambil menatap Celo dengan tatapan Pembunuh.

__ADS_1


"Eh aduh ma...maaf kak Karina yang cantik, Celo bercanda doang, Kalian memang cocok Kak, Celo bahagia kok akhirnya Kak Kart bisa tersenyum setelah bertemu dengan kakak," jawab Celo dengan nada takut, takut jika gadis itu malah salah paham dan sakit hati.


"Dasar mulut bodoh, bodoh kau Celo!! bagaimana kalau sampai Karina marah dan mengadu pada Kak Kart, kalau kak Kart yang marah aku tak masalah, tapi kalau sampai kak Arta tahu, Mampus aku!!" gumam Celo sambil merutuki kebodohannya, ia menunduk dan memukul-mukul dahinya seperti orang bodoh.


"Lihatlah Vika, baru digertak sedikit pria muda itu langsung gemetar, dasar bebek liar, hahahahhaha, kena kau!" tawa Karina terbahak-bahak karena berhasil menipu pria muda itu.


"Ck..menyebalkan," gerutu Celo, padahal dia sudah takut kalau Karina akan marah.


"Jadi kau tidak marah kan? Maaf aku sembarangan bicara," ucap Celo menyesal.


Karina tersenyum, ia menatap Celo dengan lembut, "bagaimana aku bisa marah pada adikku yang menggemaskan ini," ucap Karina sambil mengangkat kepala Celo.


"Kakak benar tidak marah kan?" tanya Celo memastikan, Karina mengangguk lembut sambil mengelus pucuk kepala pria muda yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri.


"Terkadang kalian bisa seharmonis ini ya, terkadang juga seperti kucing dan tikus selalu saja berdebat," ucap Vika yang sedari tadi menatap mereka.


"Kami kan saudara," jawab keduanya bersemangat.


Vika menundukkan kepalanya, ia meneteskan air matanya membuat kedua orang dihadapannya bingung dengan reaksi Vika.


"Vika, kamu kenapa? ada apa? kamu bisa cerita ke kita, apa ada masalah?" tanya Karina khawatir.


"Erghh....huhuhu....aku...aku merindukan adik Perempuanku, ia telah meninggal saat umurnya 3 tahun," lirih Vika mengingat adik kecilnya yang sudah berpulang lebih dulu.


"Vika, semua yang terjadi jangan kamu sesali, Tuhan adalah pemilik hidup kita, mau kapanpun Dia memanggil kita atau orang terkasih kita ke sisi-Nya, kita harus siap dan harus kuat," ucap Karina seraya memeluk lembut gadis itu.


"Jangan menangis kak Vika, bedakmu luntur heheh," goda Celo membuat Vika tertawa sambil menangis.


"Hemmpp....huhuhuh...haha, kau membuatku seperti orang gila Cel, akaku menangis sambil tertawa hehehe," ujar Vika sambil mengusap air matanya.


"Jika kau rindu adikmu, anggap aku sebagai adikmu kak, walaupun beda gender setidaknya kakak bisa melepaskan rindu kakak selama ini," balas Celo sambil memandang kedua gadis itu.


" Celo nggak punya siapa-siapa lagi setelah kedua orangtuaku pergi dan perusahaan kami bangkrut, hidup Luntang lantang di jalanan, hingga akhirnya kak Arta dan Kak Kart memungut manusia sampah sepertiku di jalanan, mereka bahkan menerima dan menjagaku dengan penuh kasih," tambah Celo mengingat masa lalunya yang kelam.


"Uluh uluh adikku sudah mulai dewasa," goda Karina.

__ADS_1


"Siapa dulu dong, Celo pria tertampan se-Asia," celetuk Celo dengan bangga.


"Hahahah kalian lucu sekali, aku akan menganggap ku sebagai adik, dan kau harus menerima semua yang kuberikan padamu hahahhaha," ucap Vika dengan tawa seram yang dibuat-buat tentunya.


"Kenapa aku malah merinding mendengar ucapanmu kak? apa aku salah mengambil keputusan kak Karin?" ucap Celo menatap mereka berdua bergantian.


Karina mengangkat kedua bahunya pertanda tak tahu dan tak mau tahu, ia kembali ke kursinya sedangkan Vika menyeringai menatap Celo.


"Hahahaha, lucu sekali ekpresimu Cel, kakak akan membahagiakanmu sebagai balasan pada adik kecilku yang malang," ucap Vika dalam hatinya, sebenarnya ia sangat bahagia Celo mau menjadi adiknya, namun yang namanya Vika dengan sikap pecicilan nya tidak melewatkan kesempatan untuk menggoda pria tampan dan muda itu.


"Sudah ayo lanjutkan, setelah itu kita ke mansion Whitegar, aku sudah rindu dengan anak-anak yang menggemaskan itu," ujar Vika melanjutkan pekerjaannya.


Sementara itu di Mars Company, tampak awak media telah berkumpul di dalam ruang konferensi yang cukup luas, hari ini adalah peresmian Argaka Grup.


Beberapa menit kemudian, setelah semua undangan tiba, Arkan dan para petinggi berjalan beriringan menuju tempat yang telah disediakan.


Selama 30 menit acara itu berlangsung, begitu banyak pihak yang terkejut dengan peresmian Argaka Company yang ternyata adalah gabungan dua perusahaan raksasa yang menguasai segala bidang perekonomian.


Seluruh awak media menyorot wajah tampan dan berkarisma pimpinan Argaka Company itu, kini terjawab sudah rasa penasaran semua orang tentang identitas sebenarnya pria bertopeng yang selalu keluar masuk perusahaan itu.


Bahkan mereka tak kalah terkejut dengan kehadiran dua puluh perusahaan yang mereka ketahui berada dibawah naungan Mahendra grup.


Kehadiran Sanjaya dan Robin juga menjadi sorotan media, perusahaan itu dengan lantang menyatakan menjalin kerja sama dengan Argaka Company.


"Terimakasih atas kehadiran seluruh teman-teman awak media, dengan ini saya menyatakan Argaka Company resmi didirikan!" ucap Arkan mengakhiri pidatonya, namun sebuah pertanyaan yang terlontar dari mulut salah satu wartawan menghentikan langkahnya.


.


.


.


.


Like, vote dan komen guys 😊😊

__ADS_1


jangan lupa berkunjung ke "Calon CEO" ya, author menunggu jejakmu disana 😉😉😉


__ADS_2