
"Kath apa jadwalku sudah selesai?" tanya Samuel pada Katherine yang duduk di sampingnya sambil berkutat dengan laptopnya. Mereka tengah berada di dalam ruangan Samuel membahas mengenai pelaksanaan program baru perusahaan Whitegar yang telah diumumkan pada konferensi beberapa hari yang lalu.
"Setelah ini jadwal tuan sudah kosong," jawab Kath masih fokus dengan laptopnya. Samuel tersenyum melihat cara kerja profesional kekasihnya itu, biasanya perempuan akan selalu menggodanya, hal ini justru tidak di dapatinya dari Kath, Kath mampu membedakan jam kerja dengan jam pribadi.
Drrt....drrrtt.....drrt
"Halo," jawab Samuel mengangkat panggilan telepon.
"Kakak ipar ini Arta pakai ponselnya kak Arkan, kakak sedang sibuk tidak?" tanya Arta dari balik telepon.
"Sebentar lagi pekerjaanku selesai, ada apa?" tanya Samuel.
"Datang ke Star Cafe kak, yang lain juga sedang menuju kesini ada yang mau didiskusikan," ucap Arta.
"Ah baiklah setelah ini aku akan langsung kesana," ucap Samuel.
"Jangan lupa kakak ipar juga di bawa ya kak hehehe," ucap Arta langsung mengakhiri penggilannya membuat Samuel tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menatap ponselnya.
"Dasar gadis ini heh," gumam Samuel sambil tersenyum kecil. Kath menatap Samuel penasaran mengapa pria itu tersenyum bahagia seperti itu, tapi Kath tetaplah Kath yang gengsinya tinggi, ia enggan untuk bertanya walaupun sebenarnya ia penasaran.
"Mengapa dia sebahagia itu?" gumam Kath berbicara dalam hati.
"Hey kita selelsaikan besok ya, temani aku ke suatu tempat," ucap Samuel sambil menutup laptop di hadapan Kath agar gadis itu mendengarkannya.
"Ta...tapi tuan itu belum selesai," ucap Kath berusaha merebut laptopnya kembali.
"Tuan tuan siapa tuanmu ck, sudah kubilang jangan panggil tuan kalau sedang berdua denganku," gerutu Samuel sambil mencebikkan bibirnya kesal dengan panggilan Kath padanya.
"Ihkk ngambek, iya iya maaf el," ucap Kath seraya memegang lengan pria itu sambil tersnyum menatap kekasih hatinya itu sambil memanggil dengan panggilan kesayangannya.
Samuel tersenyum mendengar panggilan Kath padanya, "nah gitu kan enak sayang," ucap Samuel sambil memeluk Kath dengan lembut.
"Kita mau pergi kemana?" tanya Katherine dalam dekapan Samuel.
__ADS_1
"Ke Star cafe, tadi adik iparku menelepon," jawab Samuel.
"Oh jadi kau tersenyum karena adik iparmu tadi ...eh upss hehe," seru Kath keceplosan sambil menutup mulutnya secara spontan.
"Cemburu ya hahaha, hayo tadi mikir aku senyum karna apa ayo," goda Samuel menatap Kath dan mencolek hidung mancung gadis itu yang membuat gadis itu merona malu.
"Ck.....bukan cemburu loh, cuma penasaran aja emang ada yang bisa buat pacarku ini senyum semanis itu," ucap Kath.
"Hahaha, adik ipar yang menelepon tadi, Arta istrinya Arkan, sudah kuanggap seperti adik kandung sendiri aku menyayanginya sama seperti rasa sayangku pada Arkan," jelas Samuel.
"Sudah jangan berpikir yang nggak nggak, percaya saja pada pria tampan ini hehehe," kekeh Samuel sambil menghujani gadis itu dengan kecupan di kepalanya.
"Iya iya maaf ya, hehehe," ucap Kath malu-malu.
"Ya sudah ayo berangkat mereka sudah menunggu kita," ucap Samuel sambil menggandeng tangan gadis itu keluar dan mengakhiri pekerjaan mereka hari itu. Samuel dan Kath berangkat dengan mengendarai mobil pribadi Samuel menuju Star Cafe sesuai ucapan Arta tadi.
Sementara itu, di Star Cafe tampak Arkan, Arta, Kart dan Karina beserta Celo sudah duduk di dalam cafe itu. Mereka sontak menjadi perhatian orang -orang mengingat visual kelimanya sangat luar biasa. Arkan, Kart dan Celo berpenampilan super tampan dengan setelan jas formal yang masih melekat di tubuhnya sehingga menarik perhatian wanita manapun yang melihat mereka.
"Silahkan di pilih menunya, tuan tuan dan nona-nona," ucap salah seorang pelayan yang melayani mereka.
"Bagaimana keadaan cafe selama aku tidak ada Tia?" tanya Celo berbasa-basi sementara yang lain asik memilih menu mereka.
"Semua berjalan lancar tuan, hanya saja saya sudah lama tidak melihat salah satu pelanggan tetap kita yang biasa duduk di sudut ruangan itu, dulu dia sering datang bersama teman-temannya tapi sepertinya terjadi sesuatu saya sering melihatnya bersedih" jelas pelayan tersebut dengan suara dipelankan namun masih bisa di dengar oleh Arta dan yang lainnya.
"Ahhh dia? dia sudah baik-baik saja," ucap Celo santai sementara Arta dan yang lain masih belum merespon.
"Syukurlah, tapi maaf saya lancang tuan," ucap pelayan itu menyadari kesalahannya.
"Santai saja toh orangnya tidak marah kok," ucap Celo.
"Ma...maksudnya tuan?" tanya gadis pelayan itu.
"Ini pesanannya mbak," ucap Arta menyerahkan kertas pesanan mereka. Pelayan itu menerima sambil tersnyum dan tiba-tiba senyumnya hilang ketika ia menyadari siapa yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Loh nona, nona kan? waduh ma..maafkan saya tadi sudah lancang nona maaf maaf," ucap pelayan itu menunduk ketakutan karena yang dibicarakannya ada di hadapannya.
"Halo mbak Tia, sudah nggak apa-apa kok saya senang ada juga orang yang cariin saya ternyata," ucap Arta lembut menenangkan gadis pelayan itu.
"Maaf non, sa..saya tidak bermaksud apa-apa," ucap Tia gugup sekaligus takut.
"Iya nggak apa-apa, saya tidak datang karena sibuk dengan pernikahan saya mbak, ini suami saya dan mereka teman-teman saya," ucap Arta memperkenalkan yang lainnya yang disambut dengan senyuman oleh mereka semua.
"Ahh selamat non, akhirnya nona bahagia saya turut senang syukurlah," ucap gadis pelayan itu hormat.
"Terimakasih," balas Arta lembut. Tia tidak berani menyinggung soal wajah, baginya itu sama saja mengulangi kebodohan yang sama.
"Tia tolong panggilkan Cindy dan bawakan pesanan sesuai dengan tulisan itu," ucap Celo.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi tuan-tuan dan nona-nona," ucap gadis itu undur diri yang dijawab dengan anggukan oleh mereka semua.
"Cel, Tia kerjanya bagus ya," ucap Karina begitu Tia pergi.
"Iya Kar, dia salah satu pelayan non anggota yang kerjanya cukup memuaskan, selama gue gak disini dia yang bantu Cindy mengelola semua pekerjaan di cafe pusat dan cabang lainnya, kerjanya oke walau cuma tamatan SMA," jelas Celo.
"Cel, angkat jabatan mereka berdua, biar Cindy yang gantiin posisi kamu dan Tia jadi asistennya, kamu diperlukan di kantor pusat soalnya," usul Arta yang dianggukkan oleh Karina sementara Arkan dan Kart hanya diam menyimak pembicaraaan mereka.
"Kakak benar, entar deh gue bilang ke Cindy," ucap Celo yang dianggukkan oleh mereka semua.
"Hai semua ," sapa seorang gadis cantik pada mereka berlima.
.
.
.
Kasih likenya atuh readers sekalian kalau berkenan ya , thankyou all ^_^
__ADS_1