
Setelah menidurkan si kembar, Arta dan Arkan kembali ke kamar mereka. Arta membuka pintu kamar dan masuk diikuti Arkan di belakangnya.
Setelah memastikan pintu terkunci, Arkan menarik Arta ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan hangat sambil sesekali mencium pucuk kepala wanita itu.
"Ada apa kak?" tanya Arta mendongakkan kepalanya.
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin memeluk istriku beberapa saat," ucap Arkan.
"Kau pasti kelelahan, ayo istirahat aku tak mau kau sakit," ucap Arta mulai sedikit khawatir.
Bukannya menurut, Arkan malah menggendong Arta menuju tempat tidurnya.
"Arhkk...apa yang kau lakukan kak?" gerutu Arta dengan wajah kesal karena tiba-tiba digendong oleh Arkan.
cup
Satu kecupan mesra mendarat di bibir Arta, sontak membuat gadis itu terdiam. Arkan meletakkan Arta di atas tempat tidur, ia membelai lembut wajah gadis itu dengan tatapan penuh arti.
"Aku menginginkanmu," bisik Arkan dengan suara sensual membuat Arta berdesir aneh saat mendengarnya.
"Bolehkah?" tanya Arkan sopan, tak ingin memaksa walaupun memang haknya. Arta tersenyum, ia mengelus wajah tampan itu.
"Itu hakmu, kapanpun kau bisa menikmatinya," ucap Arta seraya mengecup lembut bibir pria itu.
Tanpa basa-basi, Arkan mengunci ruangan kamar mereka dengan remote control seperti biasa agar tidak ada yang mengganggu aktivitas panas mereka.
Arkan meluncurkan serangannya, ia mengecup kening istrinya, turun ke mata, pipi,hidung dan berakhir di bibir ranum milik istrinya.
Tak hanya disana, tangannya sudah bergerilya menyusuri bagian-bagian terlemah milik Arta, benda kesukaannya.
Dan terjadilah aktivitas panas di tengah dinginnya suasana malam bertemakan sang rembulan yang tersenyum melihat pergulatan dengan desahan nikmat dua manusia yang terikat dalam takdir cinta.
...****************...
Sang matahari telah bertahta di kerajaannya, cahaya terang bukan lagi menyambut pagi bagi kedua insan baru terlelap setelah melakukan pergulatan panas selama beberapa ronde yang dilanjutkan hingga pagi.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, tapi tampaknya kedua insan itu masih asik dengan aktivitas panasnya. Arkan tak mengenal lelah ia masih menggempur tubuh istrinya yang telah menjadi candu baginya.
Setelah sampai pada puncaknya, mereka melepas diri dan mengakhiri aktivitas walau hati Arkan sebenarnya masih ingin lanjut, tapi ia sadar istrinya begitu lelah karena dirinya.
"Terimakasih sayang," ucap Arkan memeluk tubuh polos istrinya. Arkan terlelap, tubuhnya masih butuh istirahat.
"Sayang, sudah jam 11 loh," ucap Arkan tanpa merasa bersalah.
"Apa!!" teriak Arta langsung membuka matanya terkejut.
"Jangan teriak teriak,cukup mendesah aja aku ladeni kok heheh," goda Arkan sambil menatap istrinya .
__ADS_1
"Ishhh kamu ini ya, jam 11 loh kak, kita masih ada pertemuan dengan yang lain, kamu serang aku terus sakit ni badan huh," kesal Arta sambil mencebikkan bibirnya.
"Astaga,maaf sayang suamimu ini terlalu bersemangat," ucap Arkan yang memang lupa dengan pertemuan mereka.
"Ck....tapi kalau yang itu gak lupa," ledek Arta.
"Heheheh beda sayang, kalau urusan yang enak-enak gak bakal aku lewatkan," goda Arkan membuat Arta menatap kesal ke arah suaminya.
"Sudah jangan marah, makin cantik nanti aku gak tahan," goda Arkan.
"Ishhh apaan sih kak!" gerutu Arta sambil menutup wajahnya yang memerah dengan selimut.
"Hahahah, ya udah mandi yok, mandi sama-sama ya biar cepat," usul Arkan.
Arta menatap curiga ke arah suaminya, entah apa lagi yang dipikirkan pria tampan itu.
"Janji cuma mandi kok, gak lebih karena kita harus ke perusahaan," ucap Arkan sambil mengangkat tangannya.
"Bener ya," ucap Arta.
"Iya sayangku," balas Arkan yang membuat wajah Arta bersemu merah.
"Hehehe, ya udah ayok tapi gendong," ucap Arta manja.
"Uluh...manjanya sayangku ini hahahh," ucap Arkan seraya menggendong Arkan seperti anak bayi lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi mereka langsung berpakaian rapi menuju perusahaan. Arkan dan Arta turun ke bawah, mereka mencari anak kembar mereka.
"Pak Kus, mana si kembar?" tanya Arkan.
"Sedang bermain di taman belakang tuan ditemani beberapa pelayan," jelas Pak Kus.
"Baiklah, kapan anak-anak mu akan datang Pak Kus?" tanya Arkan seraya mengambil roti lapis yang sudah dibuatkan Arta untuknya.
"Nanti sore mereka akan tiba tuan," ucap Pak Kus hormat.
"Baiklah," ucap Arkan.
"Pak Kus pastikan semua tetap aman, kami mungkin akan kembali malam hari, saya serahkan urusan rumah pada Pak Kus," tambah Arkan.
"Baik tuan akan saya laksanakan," ucap Pak Kus.
Arkan dan Arta menyelesaikan makanan mereka. Lalu pergi ke taman belakang menghampiri kedua anaknya yang ditemani beberapa pelayan. Mereka tengah bermain bersama Domi si anjing kecil dan 2 anjing lain.
"Sayang," panggil Arta, si kembar berbalik dan melihat Papa dan Mamanya.
"Wah cantik, tampan sekali!!" celetuk Jeni lagi dengan tatapan berbinar-binar. Memang dasar anak-anak akan selalu senang bila melihat pemandangan indah seperti orangtuanya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, lagi ngapain nih?" ucap Arta menghampiri mereka dan berjongkok di samping keduanya diikuti Arkan.
"Lagi main sama mereka Pa,Ma" ucap Josua sambil mengelus elus seekor anjing bulldog yang biasanya orang takuti, tapi ternyata sangat disukai oleh si kembar.
"Wah si black nurut ya sama kalian," ucap Arkan melihat anjing peliharaannya yang terlihat nyaman bersama Josua.
"Kalian mainnya harus dekat kakak-kakak itu ya, kalau ada apa-apa langsung lapor sama Pak Kus," ucap Arta seraya mengelus kepala kedua anaknya.
"Iya, Mama sama Papa mau pergi?" tanya Jeni penasaran.
"Iya sayang, ada beberapa hal yang harus Papa, Mama urus, kalian di rumah ya," ucap Arkan sambil tersenyum.
"Iya Pa, Ma," ucap si kembar bersama Sam.
"Abang jagain Jeni ya, Papa Mama keluar dulu," ucap Arta pada putra sulungnya.
"Siap Ma!" ucap Josua sambil menghormat ala pak polisi.
"Pinter anak Mama," ucap Arta sambil mengelus kepala Josua dan Jeni bergantian.
"Eits...anak Papa juga, cup...cup" seru Arkan sambil mengecup pipi si kembar bergantian.
"Hehehehe,Jeni peluk boleh?" tanya Jeni malu-malu.
"Hmmm... sini sayang sini, Papa peluk," ucap Arkan merentangkan tangannya dan memeluk Jeni dengan erat.
"Abang sini Mama mau peluk," ucap Arta, Josua bangkit berdiri dan memeluk Arta dengan erat.
"Abang sayang Papa sama Mama," ucap Josua spontan membuat Arta dan Arkan tersenyum bahagia mendengar hal itu.
"Kami juga sayang kalian nak," balas Arkan dan Arta bersamaan.
"Jeni juga sayangggg banget sama Papa dan Mama..Cup...cup," seru Jeni sambil mengecup merek bergantian.
"Hahahahhah terimakasih sayang," ucap Arta sambil tertawa.
Arta dan Arkan meninggalkan si kembar setelah menitip mereka bersama kedua dua pelayan wanita dan dua pengawal pria yang menjaga mereka.
Mereka berdua melaju menuju Mars Company, anak buah mereka sudah berkumpul di kantor pusat Mars Company. Mereka tidak berkumpul di Star Company untuk mengelabui musuh.
.
.
.
like, vote, komen kuy!!!!!🤪🤪🤪
__ADS_1