
"Sayang bangun, ini udah jam 12 siang loh" ucap Arta yang baru selesai mandi membersihkan tubuhnya setelah bertempur hingga menjelang siang.
"Bentar lagi ya, please" ucap Arkan menutup tubuhnya dengan selimut tebal milik mereka.
Arta hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah manja suaminya. Seharusnya yang merasa paling lelah itu Arta karena digempur hingga beberapa ronde padahal baru pertama kali melakukan itu.
Sekarang saja tubuhnya masih terasa sakit beruntung ia berendam agak lama hingga rasa sakitnya berkurang.
Arta meraih ponselnya yang dibiarkan mati semalaman. Saat ia menyalakan ponselnya, ada sekitar 200 panggilan tak terjawab dari Celo, Kart/Roki, dan anak buahnya.
" Kenapa menelpon sebanyak ini?" ucap Arta bingung lalu mencoba memanggil salah satu penelpon itu.
"Halo Cel, kenapa nelpon?" tanya Arta bingung.
"Astaga kak!! kemana aja sih, gue telponin dari tadi malam tau nggak! Karina diculik!!" kesal Celo di seberang telepon.
"Apa !!" teriak Arta khawatir.
"Darimana kamu tahu hah!! " tanya Arta.
"Kak Roki, semalam kita udah berusaha buat menghubungi kakak dan kakak ipar tapi gak bisa. Kalian kemana sih !!" kesal Celo yang tengah panik saat ini.
"Aishhh sial!! Kak Roki dimana sekarang?" tanya Arta serius.
"Di Markas kak" jawab Celo.
"Oke aku langsung kesana, dan kamu atur perusahaan. Sepertinya mereka akan mulai menyerang lagi" ucap Arta.
"Baik kak" balas Celo mengakhiri panggilannya.
Arkan yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidur mendengar semua percakapan mereka tadi.
"Arta, ada masalah apa?" tanya Arkan.
__ADS_1
"Karina diculik kak" balas Arta.
"Lalu apa rencana kalian?" tanya Arkan menatap Arta dengan serius.
"Aku akan ke markas kak" ucap Arta dengan tatapan datar dan dinginnya, ia kini sudah dipuncak amarah karena ada yang berani bermain-main dengan anggotanya.
"Apa boleh?" tanya Arta meminta ijin yang walaupun tanpa seijin Arkan dia akan tetap pergi karena hal ini menyangkut asisten sekaligus orang terdekatnya.
"Pergilah, perusahaan kita juga punya masalah aku akan langsung ke kantor setelah ini" balas Arkan sambil menarik tangan Arta dengan lembut.
Greepp
Arkan menarik tubuh Arta lalu membawanya ke dalam pelukannya.
"Jangan terlalu lelah, maaf aku tak bisa menemanimu ada yang terjadi di kantor Mars seseorang mencoba membobol data -data perusahaan" ucap Arkan sambil memeluk Arta dengan erat yang disambut juga oleh Arta.
"Baik kak,sebaiknya kita bersiap-siap, sepertinya ada yang bermain-main dengan kita" ucap Arta dalam pelukan Arkan.
"Hmmm, aku mencintaimu" ucap Arkan tiba-tiba sambil mengecup kening Arta dengan lembut lalu memandang kedua manik mata biru gadis itu dengan penuh kasih. Arkan sudah tahu jika mata hitam Arta selama ini hanyalah kontak lensa untuk menutupi identitasnya.
Arta tersenyum, tangannya membelai wajah sang suami dengan lembut. Wajah tampan dan berkarisma yang sudah sah menjadi miliknya untuk selamanya.
"Aku juga mencintaimu Arkan Lukas Whitegar" balas Arta sambil tersenyum memandang wajah suaminya.
"Ya sudah cepat bersiaplah, akan ku siapkan makanan di bawah" ucap Arta bangkit berdiri lalu beranjak keluar kamar.
Arkan berdiri lalu beranjak menuju kamar mandi, matanya tak sengaja melihat bercak merah di atas kasur mereka dan ia tersenyum bahagia melihat itu.
Arta dan Arkan melaju menuju ke perusahaan masing-masing. Sebelumnya Arta pergi menuju mansion pribadinya yang pernah dikunjungi Arkan dan si kembar sebelumnya.
Arta menukar penampilannya menjadi penampilan khas ketua Blood Tears yang dikenal dengan panggilan Lady devil. Jika mengunjungi markas, Arta akan memakai topeng putih menutupi wajahnya, dengan wig berwarna merah dan juga pakaian kasual biasa yang tidak menunjukkan bahwa dia seorang ketua mafia.
Anggotanya akan langsung mengenalinya bukan dari penampilannya melainkan melalui kode berupa tato di punggung tangannya yang terlihat seperti gambar matahari, kalung biru yang hanya dimiliki oleh anggota tertinggi di kelompok, serta bola mata biru khas milik Arta yang disembunyikan di balik kontak lensa, juga banyak ciri khas yang hanya dimiliki oleh Arta.
__ADS_1
Kenapa bukan hanya satu ciri khas? tentu jawabannya karena semua itu bisa di duplikasi oleh musuh maupun penghianat. Anggotanya tentu sudah tahu,apalagi musuhnya. Tak ada satu pun yang pernah melihat wajah wanita itu secara langsung karena selama ini yang memimpin kelompok adalah anggota lama yang sudah melihat dan mengenal wajah Arta.
Arta sampai di perusahaan dan langsung disambut oleh barisan pengawal. Dengan gaya pakaiannya yang santai namun misterius ia melenggang masuk menuju ruangannya diikuti oleh Celo sang asisten tampan.
"Selamat datang nyonya!" sambut pengawal menunduk hormat pada bos mereka.
Sontak penampilan perdana seorang pemilik Star Company yang dikenal sebagai Ms. Chan di perusahaan menjadi perhatian di kalangan karyawan namun tak ada yang berani mengeluarkan suara karena tidak hanya akan membahayakan karirnya tapi juga masa depan keluarga dan semua orang yang disayangi.
Blood Tears tidak akan bermain-main dengan nyawa karena menurut mereka hanya Tuhan yang berhak mencabut nyawa manusia.
Namun, jika memang pantas untuk dimusnahkan mereka akan gunakan cara paling keji katakanlah dengan membuat lawannya bunuh diri karena tak sanggup manahan siksaan mental, atau membuat mereka mati kelaparan dan mungkin juga mengadu domba lawan sehingga mereka saling membunuh.
Apa pun caranya yang pasti tangan mereka tidak akan dikotori dengan darah karena mencabut nyawa manusia. Mereka masih takut dengan yang namanya hukum tabur tuai. Setidaknya dengan cara memakai otak mereka akan menghancurkan musuhnya perlahan lahan. Otak yang paling mendominasi dalam kelompok ini bukan otot.
Ketika ada anggotanya yang kedapatan mengambil nyawa seseorang, mereka akan diinterogasi dan dicari sumber masalahnya.
Bila memang korbannya layak dibunuh mereka akan membantu mencari bukti lalu bermain bersih dengan menggunakan pihak pengadilan untuk menentukan hukuman yang tepat sesuai undang-undang yang berlaku di masyarakat.
Mereka mafia yang aneh dan unik, biasanya mafia akan berhubungan dengan darah tapi mereka bersih walaupun banyak anggotanya yang memiliki catatan kriminal, setelah masuk anggota kelompok mafia Blood Tears mereka dilatih menjadi mafioso yang jauh dari tindak kekerasan seperti pelecehan seksual, pembunuhan, pencurian, penjualan barang illegal dan sebagainya.
Dan seluruh anggota mafianya merangkap menjadi karyawan di berbagai bidang dalam Star company, ada yang merangkap menjadi OB/OG, menjadi security, juru masak perusahaan, pegawai kantin, pelayan cafe, bahkan yang bertugas di Star cafe adalah beberapa anggotanya.
Meskipun masih ada karyawan yang di luar anggota mafia, dan mereka mengenal Arta yang sering memakai masker ini sebagai Ms. Chan Presdir Star Company, namun bagi anggota mafianya mereka tahu jika dia adalah si Lady Devil dari mata birunya itu,sebab sering Karina menggantikannya untuk berpura-pura menjadi dirinya selama di kantor dengan alasan tertentu entah itu untuk melatih insting anggotanya atau menguji kinerja karyawannya yang non mafia.
Arta berjalan menuju ruangannya untuk mengambil beberapa berkas yang diminta penculik itu, sementara Kart/Roki menunggu di markas mereka yang terletak di ruang bawah tanah perusahaan itu.
Perusahaan Star Company memiliki lahan yang luas dan juga karyawan yang banyak sehingga akan memudahkan mereka jika ada situasi darurat menyerang perusahaan maupun kelompok mafianya.
Karyawan non-mafia tidak memiliki akses menuju ruangan itu, jika ada yang berani mendekat mereka akan diselidiki. Untuk masuk ke dalam ruangan ini sendiri harus diakses dengan scan retina mata sehingga tidak ada yang bisa menyusup sekalipun kembar identik.
"Bagaimana Karina bisa kecolongan seperti ini haiss sial !!" kesal Arta sambil mengambil beberapa dokumen dari lacinya.
Give me like please 🙏
__ADS_1