Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
38


__ADS_3

"Sayang Papa Mama pulang!" ucap Arta memanggil kedua buah hatinya.


Arta, Arkan, Vika dan Tito melangkah masuk ke dalam mansion utama Whitegar. Vika dan Tito menenteng banyak paper bag berisi hadiah untuk si kembar.


"Papa, Mama sudah pulang kak!" seru Jeni yang tengah bermain bersama seorang pelayan bersama kakaknya Josua.


Josua bangkit berdiri lalu menggandeng tangan Jeni kemudian mengajaknya berlari menuju orangtuanya.


"Ayo kita samperin dek!" seru Josua semangat sambil menarik tangan adiknya dengan lembut.


"halo kembar!" sapa Arkan sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk si kembar.


"Mama!" ucap si kembar langsung memeluk Arta tanpa menghiraukan Arkan.


"Pfftt. ada yang dicuekin nih hahaah" ledek Vika pada Arkan yang tengah cemberut.


"Nak, Papa juga di peluk dong" ucap Arkan menatap kedua anaknya.


"Gak mau! Papa bikin Mama nangis sampai 3 hari, Papa nakal banget" ucap Jeni menatap Arkan kesal.


"Papa kemana sih? kasian Mama, tiap malam khawatir nunggu Papa pulang, ditelepon juga gak bisa huh" celoteh Jeni lagi.


Arkan hanya menunduk lesu,ia menyesal karena telah melakukan kesalahan yang fatal bagi rumah tangganya.


"Adik, jangan begitu tunggu Papa jelasin dong" ucap Josua yang kini tengah menghampiri Arkan lalu memeluk sang Papa.


"Papa jangan sedih ya, Ada abang disini" ucap Josua menenangkan Arkan layaknya orang dewasa.


Vika dan Tito terkejut dengan sikap dewasa Josua.


"Wow, he is awesome!" bisik Vika pada Tito.


"Iya, dewasa banget gak kayak yang disebelah gue" balas Tito yabg disambut pukulan di bahunya.


"Papa kenapa gak pulang? Mama sampai nangis diam-diam di kamar" tanya Josua.


"Astaga maafkan aku Sayang" ucap Arkan menatap Arta yang tengah menggendong Jeni.


"Iya gak apa-apa kok, kakak jelasin dulu sama anak-anak tapi jelasinnya di ruang tamu ya" ucap Arta.


Mereka duduk di ruang tamu.


"Oh iya, Jo dan Jen ini Paman Tito dan Tante Vika temennya Papa, mereka bantu Papa selama beberapa hari ini makanya Papa nggak pulang" jelas Arta pada kedua nya.


"Halo tante, om saya Josua" ucap Josua menghampiri mereka berdua sambil menyalam tangan mereka dengan sopan.


"Halo tante, Om saya Jeni heheh" ucap Jeni meniru tindakan kakaknya sambil tersenyum manis.


"Halo sayang, aduh ganteng dan cantik banget ponakan tante" ucap Vika mencubit gemas pipi keduanya.


"Kembar jangan mau dipegang Tante jelek, sini sama paman tampan aja" ucap Tito menggoda Vika.


"Ishh sirik banget sih si kunyuk ini, gue cantik tau!!" kesal Vika sambil memelototi Tito.


"Hihihihi paman sam Tante kayak Tom and Jerry ya " tawa Jeni kecil menatap kedua orang dewasa itu.


"Udah sini sayang jangan dekat-dekat sama Tante jelek nanti ketularan jeleknya" balas Tito sambil menarik lembut tangan si kembar.


"Ck dasar tua bangka! pantes jones nengok yang mana yang cantik aja gak bisa matanya udah sableng apalagi otaknya " oceh Vika sambil memonyongkan bibirnya kesana kemari.


"Apa tuh bibir monyong monyong, gue cium diem Lo! dasar perawan tua" balas Tito tak mau kalah.

__ADS_1


"pfftt hahahhaha" tawa si kembar dan kedua orangtuanya melihat perdebatan kedua sejoli itu.


"Bisakah kalian tidak berdebat disini? awas entar jodoh Lo" ledek Arkan.


"Nggak !!" ucap keduanya serempak.


"Hahahaha,tuh kan kompak lagi berarti entar lagu ada kabar bahagia nih!" timpal Arta membuat kedua sejoli itu bersemu menahan malu.


"Paman kalau suka Tante bilang aja, kenapa harus dikerjain dulu. Tante juga kalau suka saman paman bilang aja jangan di pendam" ucap Josua tiba-tiba.


"Eh..eh si..siapa yang suka sama dia" ucap Tito menunjuk Vika .


"ck siapa juga yang mau sama Lo" ucap Vika.


"Tapi tadi Josua de..." ucapnya terputus dipotong omongan Arkan.


"Udah-udah biar itu urusan mereka, sekarang Papa mau jelasin yang kemarin" potong Arkan tak ingin orang lain tahu kalau si kembar bisa dengar isi pikiran orang lain.


"iya, Papa jelasin dulu biar Mama buat minum ya" ucap Arta beranjak dari tempat duduknya.


"Gue bantuin ya Ar" ucap Vika yang dibalas anggukan oleh Arta


Arkan menjelaskan penyebab ia tak pulang hingga si kembar mengerti.


..............................


"Ar, Lo kok bisa nikah sama Arkan?" tanya Vika.


"Arta gantiin Tania kak" balas Arta sambil menyeduh beberapa minuman.


"Kalian sebelumnya udah saling kenal?" tanya Vika lagi.


"Hmm, terus Lo udah tahu siapa Arkan itu?" tanya Vika lagi.


"udah" jawab Arta singkat.


"Berarti Lo tau dong kalau Ar..." ucapnya terputus.


"Vika, bantuin gue dong!" potong Arkan yang tiba-tiba datang ke dapur dan menghentikan ucapan Vika.


"Eh, oke oke" balas Vika lalu mengikuti Arkan.


"Gue bantu Arkan dulu ya Ta, entar kita lanjut" ucap Vika yang dibalas anggukan oleh Arta.


Arta menyelesaikan pekerjaannya lalu membawa beberapa makanan ringan dan minuman untuk dinikmati.


......................................


"Vik Lo tadi ngomongin apa sama Arta?" ucap Arkan membawa Vika ke dalam ruang kerjanya.


"Nanya nanya doang kok" balas Vika.


"Lo gak cerita tentang gue kan?" tanya Arkan.


"Gue cuma nanya apa dia udah tau tentang Lo dan dia jawab udah. Berarti dia udah tau dong kalau Lo bos Mafia?" ucap Vika santai.


"Vika!!" bentak Arkan kesal.


"Ap..apa ? kok Lo marah sih?" ucap Vika gugup.


"Beruntung gue tadi datang, hampir aja Lo bongkar jati diri gue!" kesal Arkan.

__ADS_1


"Ya mana gue tahu" balas Vika kesal.


"Dari dulu gue udah bilang jangan sembarang bicarain tentang 'itu' ke sembarang orang Vika!!" ucap Arkan lagi.


"Iya maaf" ucap Vika menyesal.


"Lain kali Lo tanya dulu ke gue" ucap Arkan.


"Iya, tapi kenapa Lo gak jujur sama Arta?" tanya Vika penasaran.


"Belum waktunya Vik, gue gak mau bahayain keluarga gue. Lo tahu kan gimana musuh gue? gue takut mereka ngincar istri dan anak-anak gue" balas Arkan.


"Tapi apa Arta bakal terima kalau Lo seorang Mafia?" tanya Vika.


"Entahlah, gue takut mikirin itu. Biar waktu yang jawab" balas Arkan lesu.


"Hmm, Lo harus ekstra hati-hati Ar, sekarang memang masih tenang tapi gue takut mereka udah tahu tentang keluarga baru Lo " ucap Vika.


"Makanya kalian kerja yang becus, jangan sampai ada penghianat dalam kelompok. Penyamaran kita juga gak boleh terbongkar" ucap Arkan tegas dan penuh penekanan.


"Baik bos, tapi beberapa hari terakhir ada yang mencari tahu tentang identitas Lo sama identitas pemilik Star Company" ucap Vika.


"Lalu?"


"Mereka dapat identitas palsu itu Ar, tapi Pemilik Star Company sepertinya tidak tahu, katanya nama pemiliknya Valeri Chan Kart, sepertinya perusahaan Mars dan Star menjadi target selanjutnya." jelas Vika.


"Tetap pantau dan awasi, jangan sampai sistem keamanan kita bobol. Gue belum tahu siapa dalang dari semua ini. Tampaknya dia orang yang kuat" ucap Arkan serius.


"Dan lagi suruh semua anak buah kita menyamar, buat seolah-olah Dark Rose sudah bubar. Sebarkan issue dan kirim mata-mata pada setiap geng Mafia yang ada kecuali Geng Blood Tears, mereka bukan musuh" jelas Arkan lagi.


"Baik Bos!" ucap Vika.


Vika adalah sepupu sekaligus salah satu tangan kanan Arkan dalam Dark Rose. Kemampuan analisis, daya ingat serta kelihaian dalam bertarung membuatnya dipercaya dalam kelompok itu.


Tito dan Samuel juga Katherine juga bagian dari Kelompok Dark Rose hanya saja mereka lebih banyak mengurus perusahaan.


Dark Rose sendiri salah satu Kelompok Mafia terbesar dan terhebat bersanding dengan Blood Tears, mereka memang kelompok mafia tapi mereka tidak melakukan pekerjaan kotor seperti mafia lainnya.


Dark Rose terkenal karena kekejaman pemimpinnya Mr. Xiang yang dikenal sebagai mafia gondrong.


Blood Tears sendiri tidak diketahui siapa pemimpinnya, mereka sangat lihai dalam menyembunyikan identitasnya.


Hanya sekali saja ketua kelompok itu memunculkan dirinya itu pun karena kematian keluarganya. setelahnya ketuanya tak bisa dilacak.


.


.


.


.


.


Annyeong yeorobun !!!👋👋👋


Beri Like dan komen suka-suka ya,


suka ceritanya? lanjut baca vote juga kalau mau ya.


nggak suka? tinggalin aja platformnya tapi kasih like dulu ya hehehehe🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2