Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Ibu Hamil Tiada Tanding


__ADS_3

Arkan dan yang lain masuk ke dalam perusahaan, semua mata tertuju pada Arta yang berjalan mengikuti Arkan dari belakang, semua memperhatikan penampilan Ibu hamil itu, pasalnya Arta mengenakan Hoodie berwarna abu-abu dengan celana legging hitam berbahan lembut agar tidak menekan perutnya dengan rambut ekor kuda dan tas yang bertengger di lengannya, ia berjalan seperti anak kecil sambil terus mengunyah siomay miliknya hingga tak sadar kalau Arkan dan yang lain sudah jauh di depannya.


Brukk


"Awhhh...maaf ya," ucap Arta tak sengaja menabrak tubuh seorang wanita dengan penampilan seksi dan pakaian terbuka mengekspos lekuk tubuhnya yang indah.


"Astaga, kau merusak gaun mahalku dasar gadis ceroboh !!" pekik wanita itu.


Beberapa karyawan menatap ke arah mereka dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Manager Pemasaran mereka sedang berdebat dengan seorang wanita polos.


"Waduh habis wanita itu di tangan Bu Lea!" bisik salah satu karyawan.


"ihkk Mak lampir mau ngamuk, kabur aja yuk daripada kena!"seru karyawan lain yang bergegas pergi daripada harus kena amukan Manager Lea yang terkenal cerewet itu.


"Emang ada yang rusak ya kak?" tanya Arta dengan mata berkedip kedip seperti anak kecil sambil memandang tubuh gadis itu, tiba tiba Arta berteriak.


"Arhkkkk....kakak kok bajunya kurang bahan?" teriak Arta membuat wanita itu benar-benar geram karena diejek oleh seorang wanita yang di kiranya gadi kecil yang nyasar.


"Diam! kenapa anak kecil sepertimu masuk ke perusahaan besar seperti ini? bagaimana sih sekuriti kok lengah begini?" gerutu wanita itu.


"Maaf nona saya bukan anak kecil, lagipula apa perusahaan tidak menggaji Anda dengan upah yang cukup sehingga pakaian Anda harus pakaian yang sama sekali tidak nyaman seperti itu?" ucap Arta dengan tatapan datar, dia sunguh benci melihat karyawannya dengan pakaian terbuka, Arta berbicara dengan nada tegas dan mengintimidasi yang membuat wanita itu sedikit kikuk.


"Apa maksudmu dasar perempuan aneh, kenapa kau malah mengkritik pakaianku, bukan kau yang menggajiku dasar wanita aneh!" kesal Lea yang mulai habis kesabaran.


"Ck....saat kuingatkan kau harus dengar baik-baik, ini peringatan pertama bagimu! jika besok pakaianmu masih seperti ini maka lihat apa yang akan terjadi!" ancam Arta.


"Siapa kau berani-beraninya mengancam ku dasar jalang!!' pekik wanita itu marah. Perdebatan mereka menjadi pusat perhatian karyawan, bahkan mereka berdiri menonton mereka disana, pasalnya belum pernah ada yang berani menyenggak wanita seksi itu.


Arta menggaruk telinganya,"Suaramu terlalu keras nona, hati hati radang tenggorokan," ledek Arta dengan santai.


"Pffthh..." terdengar suara tawa beberapa karyawan yang langsung dihadiahi tatapan maut oleh Lea.


"Dasar kau ini!" ucap Lea mengangkat tangannya untuk menampar Arta.


"Eits jangan coba-coba menggunakan kekerasan nona, Tito siapa nama nona ini dan apa posisinya?" tanya Arta saat melihat Tito dan Arkan yang turun mencarinya.


Flashback


"Astaga dimana Arta?" panik Arkan saat melihat Arta tidak ikut ke ruangannya.


"Ya Tuhan, kak Arta ketinggalan, ayo kita cari!" ucap Celo juga ikut panik, pasalnya Ibu hamil itu moodnya tak bisa dikendalikan.


"Astaga, Moodnya selalu berubah-ubah, karyawan disini belum mengenalinya aku takut terjadi apa-apa," ucap Arkan frustasi.


"Cel kau disini saja, biar aku dan Tito yang cari, temani anak-anak!" titah Arkan, ia langsung keluar ruangan itu dan menghubungi Tito untuk mencari keberadaan Ibu hamil yang selalu membuat was was itu.


Flashback end

__ADS_1


"Ah disini Anda ternyata nyonya," ucap Tito sopan, semua karyawan sontak terkejut melihat Presdir dan asistennya tiba disana.


Lea menarik tangannya dengan kasar hingga hampir membuat Arta terjatuh namun beruntung keseimbangan gadis itu baik sehingga tidak terjadi apa-apa.


"Pak Tito, Mr.Lu lihatlah wanita ini, ia mengkritik penampilan Saya, bahkan ia menghina perusahaan tidak becus menggaji karyawannya," rengek Lea berusaha mencari perhatian di depan Arkan dan Tito.


"Benarkah itu?" tanya Arkan dengan suara dingin dan datar miliknya, matanya terus tertuju pada Arta yang mencebikkan bibirnya kesal dengan wanita itu.


"Benar Mr. Lu," jawab Lea dengan lantang, ia sengaja berdiri di dekat Arkan untuk mencari perhatian pria tampan itu.


"Rasakan kau, Presdir dan asistennya pasti berpihak pada diriku yabg cantik ini, bahkan istri Presdir mungkin kalah cantik denganku," gumam Tania penuh kemenangan.


"Sayang kau tidak apa-apa kan?" tanya Arkan dengan suara lembut saat melihat mood istrinya mulai berubah lagi, Arta menunduk dan ada kristal bening jatuh dari kedua matanya.


"Ah...sa...saya tidak apa-apa tuan!" ucap Lea girang saat mendengar kata sayang dari Arkan yang dipikirnya untuk dirinya.


"Aku tidak berbicara denganmu bodoh!!" bentak Arkan membuat Lea terkesiap, ia begitu ketakutan saat mendengar bentakan Arkan, bahkan karyawan lain juga ikut merinding saat mendengar suara penuh amarah dan penekana yang dikeluarkan oleh Arkan.


Arkan menarik Arta ke dalam pelukannya, dielusnya kepala wanita kesayangannya itu, dihapusnya air mata Arta lalu mencium keningnya dengan lembut di hadapan seluruh karyawan.


Lea dan karyawan yang menonton itu terbelalak, mereka tak percaya melihat apa yang dilakukan oleh Arkan pada wanita bertubuh kecil itu.


"Astaga, siapa dia? jangan-jangan wanita itu Ibu Presdir!" bisik yang lain membuat karyawan gusar, apalagi Lea yang sudah jantungan saat mendengar bentakan Arkan ditambah aksi Arkan yang menunjukkan posisi wanita itu.


"Sudah jangan menangis lagi," ucap Arkan menghapus air mata istrinya. Namun, bukannya berhenti, Arta malah semakin menangis.


"Loh kok malah nangis lagi?" tanya Arkan panik, bahkan Tito, Lea dan karyawan lain juga malah ikut panik saat mendengar tangisan Arta semakin kencang.


"Mampus aku, dia pasti istrinya pak Presdir yang berarti dia adalah wakil Presdir yang sama jabatannya dengan Mr. Lu!" batin Lea mulai panik.


"Kak....itu siomayku jatuh lagiii huaaaaaa......huhuhuh," tangis Arta menunjuk Siomaynya yang jatuh berserakan di lantai karena menabrak gadis tadi.


"Astaga sayang, kupikir kau menangis karna apa, cuma gara-gara siomay kamu menangis? hushh sudah sudah nanti kita beli lagi, lagian kan itu masih ada dua bungkus lagi sayang," bujuk Arkan.


"Hisshhh...tapi tadi nanggung makannya," rengek Arta manja, sungguh semuanya geleng-geleng kepala dengan perilaku wanita itu.


"Iya,iya nanti kita beli lagi," ucap Arkan.


"Ekhmm....perhatian semuanya!" ucap Arkan dengan suara tegasnya.


"Wanita ini adalah istri saya, dan kalian tentu tahu posisinya sama persis dengan pentingnya posisi saya disini, jadi mohon menjaga rasa hormat Anda semua terhadap atasan kalian dan ingat kenali wajahnya kalau-kalau kalian di jalan bertemu agar kalian tidak berpikir dia ini anak kecil!" ujar Arkan.


"Halo semuanya, saya mengharapkan kerjasama yang baik dengan kalian semua, maaf atas keributan tadi, dan untuk nona Lea," ucap Arta sambil memandang Lea.


"Ah i..iya Nyonya," jawab Lea sopan sambil menunduk, kali ini ia tak bisa berkutik, orang yang dihadapinya bukan orang sembarang pantas saja setiap Arta berbicara rasanya wanita itu sangat ketakutan dan tak bisa berkutik.


"Saya harap Anda memperhatikan ucapan saya tadi, dan untuk karyawan lainnya," ucap Arta beralih pada semua karyawan disana,. kali ini nada bicara Arta sangat berwibawa sebagaimana seorang Presdir yang tengah mengarahkan karyawannya.

__ADS_1


"Untuk setiap wanita, saya mohon dengan sangat agar kalian memilih pakaian yang nyaman untuk bekerja, saya tidak melarang kalian memakai pakaian pesta, pakaian seksi, pakaian ketat itu semua hak kalian, tapi sekali lagi saya tidak ingin performa kerja kita berkurang hanya karena kalian terlalu fokus dengan pakaian kalian, selain itu banyak tindak kejahatan terjadi hanya karena pakaian terbuka, Saya tidak ingin mendengar berita ada karyawan yang diperkosa oleh orang jahat hanya karena kelakuannya sendiri!" tegas Arta blak blakan di hadapan seluruh karyawannya.


"Memang hak kita untuk memakai pakaian yang kita suka, tapi ini di kantor bukan ajang foto model! camkan itu!" tegas Arta dengan tatapan berkharisma yang membuat semuanya terdiam dengan teguran langsung dari Presdir mereka.


"Baik Nyonya," jawab mereka serentak.


"Hmm baguslah, saya harap kita bisa menjadi teman kerja yang baik ya, Semangat semuanya!" seru Arta kembali dengan suara imutnya membuat siapa saja gemas dengan wanita itu.


"Terimakasih nyonya!" ucap para karyawan.


"Baiklah semuanya bubar, dan kembali ke pekerjaan kalian!" titah Arkan yang merangkul istrinya dengan posesif.


"Nyo..nyonya ma..maafkan atas perilaku saya tadi," ucap Lea menunduk menyesal.


Arta tersenyum, ia meraih tangan manager itu.


"Tidak apa manager Lea, biar ini menjadi pelajaran yang berharga untuk kita, Saya juga mohon maaf atas kecerobohan saya sebelumnya, Saya menantikan kerja bagus dari anda nona cantik!" ucap Arta sambil tersenyum menatap Lea.


"Ah...anda sungguh baik nyonya, maafkan kebodohan saya, tidak akan saya ulangi, terimakasih, terimakasih banyak!" seru Lea sambil tersenyum.


"Nah gitu dong, kalau senyum kan cantik," ujar Arta sambil tersenyum memuji kecantikan wanita itu.


"Terimakasih nyonya, nyonya juga sangat cantik!" puji Lea yang baru menyadari wajah cantik dan indah wanita itu.


"Ehmmm...boleh aku minta nomormu?" tanya Arta ragu-ragu.


"Ah...ini nyonya kartu nama saya, disana tertera nomor saya," ucap Lea langsung menyerahkan kart namanya.


"Baiklah, terimakasih Lea cantik!" ucap Arta lalu berjalan menuju lift bersama Arkan yang hanya diam mendengarkan mereka.


"Tuan, kenapa nyonya bisa punya sifat seperti itu?" tanya Lea penasaran.


"Dia sedang mengandung, jika tidak mungkin kau akan habis dilumatnya dan karirmu akan hancur!" ujar Tito lalu pergi meninggalkan Lea yang merinding ketakutan dengan ucapan Tito.


"Ahrrr...aku salah memilih lawan, Ibu hamil memang tiada tandingannya, tapi nyonya Argaka baik sekali, cantik lagi," puji Lea sambil tersenyum mengingat wajah cantik dan manis Arta saat tersenyum tadi.


.


.


"Sayang!!!" teriak Arkan panik.


.


.


waduh Arta kenapa lagi ya???

__ADS_1


Like vote dan komen 😊😉


__ADS_2