Si Cupu Dan Si Cacat

Si Cupu Dan Si Cacat
Koma


__ADS_3

Sudah sebulan sejak Arkan dirawat di rumah sakit dan tidak sadarkan diri. Satu bulan yang lau Arkan dinyatakan koma oleh pihak dokter akibat tembakan yang dilakukan oleh Baron mengenai organ vitalnya, selain itu Arkan kehilangan banyak darah dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Arta semakin hari semakin lemah, hampir setiap hari ia menangis, tubuhnya tidak terurus. Jika di depan yang lain Arta hanya akan menjadi seperti mayat hidup, diam tanpa bicara, ia makan hanya sekedar untuk mengisi perutnya yang lapar, bahkan beberapa kali ia harus di infus akibat kekurangan nutrisi apalagi kondisi Arta sekarang sedang hamil, dokter menjelaskan kondisi Arta sangat rentan, oleh karena itu ia harus banyak makan vitamin dan makanan-makanan sehat.


Arta hanya makan agar janinnya tetap bertahan, ia mungkin makan tetapi ia sama sekai tidak menikmati makanan itu. Selama sebulan pula ia terus menemani suaminya di rumah sakit tanpa mau pulang ke rumah. Kedua mertuanya sudah memaksanya bahkan Kart dan Karina sampai datang dari luar negeri untuk melihat keadaan adik mereka itu.


Mark, Ziko, Josua dan Jeni juga turut sedih melihat kondisi Mami mereka, bahkan Arta tidak mau berbicara pada keempat anaknya. Ia kembali menjadi Arta yang dulu, Arta yang menutup diri dan hanya diam dan terus diam tanpa merespon orang-orang di sekitarnya. Trauma ditinggalkan orang terkasih menghantui pikiran dan mempengaruhi mental wanita itu.


"Arta, makan dulu sayang, kasihan anak kamu nanti kelaparan nak," ucap Mama Lily berusaha membujuk Arta agar mau makan. Arta hanya menatap kosong pada ibu mertuanya, Papa George dan Mama Lily sungguh tidak tega melihat kondisi menantu mereka yang lemah dan tak berdaya seperti ini. Mama Lily menangis melihat menantunya yang semain hari semakin irit berbicara, matanya sembab dan kesulitan untuk tidur.


Mendengar tentang kandungannya, Arta meraih makanan yang di pegang mertuanya dan memaksa dirinya untuk makan. Usia kandungan Arta menjalani tiga bulan dan perutnya mulai sedikit membuncit karena hamil anak kembar.


"Hiks...hiks...hiks...bagaimana aku bisa makan sedangkan dia terbaring lemah disana Ma, Pa, huhuhu apa yang harus kulakukan," akhirnya Arta berbicara mengeluarkan segala rasa sesak di dalam hatinya, ia menangis tersedu-sedu di depan tubuh suaminya yang dipasang alat bantu pernapasan.


Mama Lily memeluk Arta dengan erat, ia juga menangis, Mama Lily juga tidak kuasa melihat bagaimana anaknya begitu nyeyak terlelap di atas brankar rumah sakit itu selama sebulan penuh tanpa sadar bahwa istrinya begitu terpuruk disini.


"Arta, kamu harus kuat nak, demi anak-anakmu, kamu harus kuat," ucap Mama Lily.


"Arta gak bisa Ma, kasihan kak Arkan, dia sakit, dia gak bisa makan, kak Arkan jahat dia bilang dia akan menemani Arta sampai kami tua, tapi apa ? sekarang ia malah diantara hidup dan mati, hiks hiks hiks," ucap Arta membalas pelukan mertuanya, hatinya begitu sakit dengan kenyataan yang harus dihadapinya.

__ADS_1


"Tenang nak, Arkan pasti akan sembuh, kamu harus kuat sayang, anak-anakmu juga membutuhkanmu, Mark, Ziko, Josua dan Jeni serta si kembar, mereka membutuhkan Mami mereka nak," ucap Papa George seraya memegang pundak menantunya untuk menguatkan wanita itu.


Arta terus menangis di pelukan Mama Lily hingga ia pingsan tak sadarkan diri membuat Papa George dan Mama Lily panik.


"Arta nak, bangun nak kamu kenapa, ya Tuhan tolonglah menantu kami ini hiks hiks hiks," tangis Mama Lily saat melihat Arta sudah tidak sadarkan diri. Papa Georga langsung berlari keluar dan kebetulan ia berpapasan dengan Kart dan Karina yang datang membawa pakaian dan makanan untuk Arta.


"Ada apa om?" tanya Karina saat melihat wajah Papa George yang panik.


"Arta pingsan," panik Papa George.


Kart langsung berlari masuk ke dalam kamar rawat Arkan," Kenapa dia pingsan tan?" tanya Kart pada Mama Lily yang memegangi tubuh Arta.


"Kenapa sampai begini sayang," lirih Kart menatap wajah pucat dan sembab adiknya, ia sungguh tidak tega melihat adiknya kembali lagi seperti dahulu menjadi pribadi yang rapuh.


Tak beberapa lama dokter datang utnuk memeriksa keadaan Arta, Wajah dokter itu tampak khawatir dengan kondisi Arta.


"Nyonya Arta saat ini dalam kondisi tidak stabil, saya harap orang-orang di sekitarnya terus mendukung dan menyemangatinya, jika tidak, mungkin mereka akan kehilangan calon bayi mereka," jelas dokter yang sontak membuat semua yang ada di ruangan itu syok dengan ucapan sang dokter.


Bahkan Samuel dan Katherine yang baru tiba disana ikut syok kala mendengar penjelasan dokter.

__ADS_1


"Bagaimana ini," lirih Karina sambil menggenggam tangan adik iparnya, Kart mengenggam erat bahu istrinya agar tidak terlalu terpuruk sebab Karina tengah mengandung anak pertama mereka dan usianya baru lima minggu.


Mereka semua sangat sedih melihat pasangan itu drop, Perusahaan di urus oleh Tito, Celo, Indah dan Vika semua di handle oleh mereka berempat. Anak-anak Arta dan Arkan sudah  mulai bersekolah, setiap pulang sekolah mereka akan langsung berkunjung ke rumah sakit dan menemani Mami mereka meski Arta tidak memperdulikan mereka, katakanlah Arta egois, tetapi siapa yang bisa tahan saat melihat orang tersayang mereka berjuang antara hidup dan mati.


Jika malam tiba, mereka akan diantar pulang ke mansion Whitegar, sudah sebulan lamanya mereka seperti itu.


Untuk Baron dan Mia? mereka sudah tinggal nama sekarang, dua minggu lalu, saat Kart dan Karina tiba di Indonesia, Kart langsung menghabisi dan menghukum kedua orang itu dengan hukuman paing keji. Kart yang tidak ingin mengambil nyawa orang lain lagi setelah kejadian di masa lalu akhirnya menghabisi kedua orang itu dengan kedua tangannya sendiri.


Setelah menusuk mereka berdua, Kart membakar mereka hidup-hidup di perapian yang sangat panas, kulit mereka meletup-letup, bola mata mereka melompat keluar, semuanya terbakar di dalam perapian itu. Kart memberikan balasan yang setimpal untuk semua yang dilakukan oleh Baron dan Mia.


Sepertinya alam juga menyetujui untuk menghukum Baron yang telah mengambil banyak nyawa anak-anak untuk bisnis penjualan organ tubuh manusia. Sebelum Baron meninggal, Baron disuguhkan video bagaimana anaknya meninggal begitu saja di dalam mansion mewah mereka karena terkena serangan jantung dan komplikasi hati dan ginjal. Sungguh pemandangan yang menyayat hati, namun apa boleh buat anak perempuannya memang tidak ada harapan untuk hidup.


Kini tugas Kart adalah memastikan adik dan adik iparnya kembali seperti semula.


.


.


. like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2