
Setelah Callista memeriksa ibunya Edward dan pasien VVIP lainnya, ia langsung berjalan menuju ruang kerja Olivia.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
"Masuk"
"Liv" Sapa Callista yang langsung berjalan masuk ke ruang kerja Olivia.
"Cal?"
Callista berjalan mendekat ke arah Olivia dan ia langsung duduk di depan Olvia.
"Ada apa Cal?"
"Aku tadi baru saja selesai memeriksa pasien VVIP, dan ternyata kamu tahu enggak siapa pasien itu?" Tanya Callista dan Olivia langsung menggelengkan kepalanya.
"Nyonya Sandra pasien VVIP kita ternyata ibunya Edward" Ucap Callista yeng membuat Olivia sedikit terkejut.
"Jadi Nyonya Sandra ibu dari Tuan Edward? pengusaha yang baru saja grand opening hotelnya itu kan?" Tanya Olivia memastikan dan Callista langsung mengangguk.
"Ya, kamu benar"
"Liv, aku ada rencana"
"Rencana apa?" Olivia mengernyitkan dahinya.
"Aku ingin mendekatkan Edward dengan adik ipar ku Grace. Aku sudah menyelidiki tentang Edward, dia itu pengusaha yang memulai semuanya dengan usahanya sendiri. Aku rasa dia pria yang tepat untuk adik ipar ku" Ujar Callista.
"Kau ini kerjanya menjodohkan orang saja! dulu aku dan Taylor. Sekarang Edward dan adik ipar mu" Seru Olivia.
"Tapi lihatlah kau sekarang menjalin hubungan dengan Taylor bukan? aku memilih pria yang baik untuk mu!" Balas Callista.
"ya yaa, tapi bagaimana jika Grace menolak?" Tanya Olivia kembali.
"Tenang saja, aku akan mengaturnya. Aku pastikan Grace tidak akan menolak. Aku yakin dia akan menerimanya" Ucap Callista sambil tersenyum.
"Yasudah terserah kamu saja, kalau begitu kita makan siang bersama yuk" Ajak Olivia.
"Baiklah, sekalian kita makan bersama adik ipar ku juga" Balas Callista dan Olivia pun mengangguk setuju.
Kini Callista dan Olivia berjalan meninggalkan ruang kerja Olivia, Callista sudah mengirim pesan pada Grace jika ia erada di restaurant terdekat dengan Queen Hospital. Callista pun sudah meminta Grace untuk ikut makan siang bersama dengannya.
***
Daniel sudah tiba di perusahaan entertainment miliknya, ia pun langsung berjalan meenuju ruang kerja Andre. Ada beberapa hal yang ingin dibicarakan oleh Andre.
Brakkkk
__ADS_1
Langkah Daniel terhenti ketika seorang gadis menabraknya.
"Maaf Tu...aann"
"Tidak apa, lain kali mohon berhati-hati" Ucap Daniel yang langsung membantu gadis itu.
"Tuan Daniel?"
"Amel?" Daniel terkejut saat melihat gadis yang ia tabrak adalah Amel.
"Maaf Tuan Daniel, saya terburu-buru"
"Tidak apa, lain kali tolong berhati-hati"
"Baik Tuan"
"Amel, kamu dari ruang kerja Andre?"
"Iya Tuan, apa Tuan Daniel ingin bertemu dengan Tuan Andre?"
"Ya, ada hal penting yang ingin saya bicarakan. Kalau begitu saya duluan" Ucap Daniel yang langsung pergi meninggalkan Amel dan ia langsung masuk ke ruang kerja Andre.
"Lupakan dia Amel" Gumam Amel dalam hati yang masih menatap punggung Daniel pergi meninggalkannya.
Ceklek
Suara pintu terbuka
"Daniel, kau sudah kembali dari bulan madu?" Tanya Andre yang terkejut saat melihat Daniel kini di dalam ruang kerjanya.
"Ya, aku sudah pulang" Daniel berjalan ke arah sofa dan ia langsung duduk di sofa. Andre yang melihat Daniel duduk di sofa ia pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung menuju sofa duduk di samping Daniel.
"Kenapa kau sudah kembali? cepat sekali" Ucap Andre.
"Ya, ada masalah dengan perusahan ku dan perushaan istri ku"
"Masalah? masalah apa?" Andre mnegernyitkan dahinya.
Daniel pun langsung bercerita tentang perusahaan cabang di Australianya mengalami penurunan saham 5%. Dan juga perusahaan cabang milik Jessica anjlok. Daniel juga memberitahu jika dalang di balik semua ini adalah Mike yang dulunya mantan dokter specialis jantung di rumah sakit miliknya., yang ternyata Mike adalah pemilik dari Linfard Company.
"Kenapa dia berani melawan perusahaan mu dan perusahaan istri mu?" Tanya Andre yang penasaran karena ada orang yang berani melawan Daniel.
"Ya itu karena dokter bodoh itu mencoba ingin merebut istri ku" Ujar Daniel dengan nada dingin.
Mendengar ucapan Daniel, Andre langsung menghela nafas dalam.
"Ternyata banyak yang mengharapkan Callista" Gumam Andre dalam hati.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan saat ini?" Tanya Andre kembali.
"Aku sudah memiliki rencana dan sekarng aku ingin memberitahu mu, aku akan mengalihkan 35% saham perusahaan entertainment ku atas nama istri ku. Jadi pembagian deviden nanti berikan langsung pada perusahaan istri ku." Tutur Daniel.
__ADS_1
"Baiklah, kau memang mencintai istri mu. Hingga kau memberikan saham 35% di perusahaan entertainment mu yang kini berkembang pesat untuk istri mu" Balas Andre.
"Ya, kau tahu Callista adalah hidup ku" Ucap Daniel kembali.
"Yasudah aku harus pergi dulu, aku harus menyelesaikan urusan ku sesegera mungkin" Pamit Daniel yang langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Ya, hati-hati"
Daniel langsung berjalan meninggalkan ruang kerja Andre, Daniel sudah memberi perintah pada Harry supaya Harry bekerja sama dengan David pengawal dari keluarga Hutomo. Daniel ingin sesegera mungkin menyerang sebelum Mike lebih jauh lagi dalam bertindak.
***
Linfard Company
Mike kembali memeriksa perusahaan Daniel yang berada di Asutralia, ia ingin menghancurkan perusahaan Daniel secepatnya.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
"Masuk"
"Tuan Mike, ini laporan dari Renaldy Compamy yang berada di Australia" Denis menyerahkan laporannya di atas meja kerja Mike. Dan ia pun langsung membuka hasil laporan itu.
"Kenapa kalian lambat sekali!" Bentak Mike yang langsung membuang laporan yang di berikan assistantnya.
"Tuan, tidak mudah menjatuhkan Renaldy Company. Karena ternyata Renaldy Company memiliki banyak perusahaan yang baru-baru ini dia beli. Sangat sulit untuk menjatuhkannya Tuan" Ujar Denis yang masih menunduk tidak berani melihat ke arah tuannya.
"Bodoh!" Bentak Mike.
"Kenapa kau tidak hancurkan saja perusahaan itu satu persatu, lihat lah baru saja aku mendapat laporan perusahaan dia mengalami penurunan sekarang kau memberikan perusahan dia sudah naik 2%. Kau ini bodoh atau apa hah? kenapa kerja begitu saja tidak bisa" Bentak Mike yang benar-benar marah.
"Tuan, ini sangat sulit. Saya sudah berusaha, tapi ternyata Renaldy Company memiliki banyak asset yang tidak di ekspos pada media. Jika seperti ini, para investor yang tadinya berniat mencabut pasti mereka akan mengurungkan niatnya Tuan"
"Aku tidak perduli! pergi kau dari hadapan ku! cari orang terbaik yang bisa meghancurkan Renaldy Company dan juga Hutomo Company. Aku tidak akan mendengar alasan apapun" Seru Mike.
"Baik Tu..ann" Denis langsung pergi dari hadapan Mike.
Mike masih menatap laporan Renaldy Company yang sudah ia banting. Rasa marah di dirinya tidak bisa di tutupi lagi. Baru saja ia bahagia karena perusahan Daniel mengalami penurunan 5%, tapi dengan cepat Daniel membuatnya pulih secara perlahan hingga sekarang sudah naik 2%. Itu artinya Mike harus lebih kerja keras untuk merusak perusahan Daniel.
"Jika cara ini sangat lama, aku memilki cara lain untuk memiliki mu Callista" Gumam Mike yang menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.
***
Jangan emosi yaa readers, abis ini bakal olahraga jantung sedikit hehe.
Like, coment dan vote terus setiap karya author yaa.
Terimakasih atas dukungan kalian
__ADS_1