
Flashback on#
"Mike, apa rencana mu untuk Keluarga Hutomo?" tanya Alvonso.
"Aku yakin penjagaan mereka sangat ketat, jadi aku ingin kamu menyiapkan pengawal terbaik mu. Serang keamanan mereka. Berikan racun di minuman mereka, dan jangan lupa gunakan pistol peredam suara. jadi tidak ada yang dengar jika anak buah mu menembak mengawal mereka" seru Mike.
"Baiklah, tenang saja aku akan mengaturnya"
"Alvonso, ku peringatkan. Kau hanya bisa melukai Keluarga Hutomo selain Callista. Jika kau sampai melukai Callista, aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri" ancam Mike yang menatap tanjam Alvonso.
"Haha, tenang saja. Kau rupanya sangat mencintai putri bungsu keluarga Hutomo" ujar Alvonso.
"Hari ini dari aku mendengar dari anak buah ku yang mengikuti putri sulung keluarga Hutomo, besok mereka akan merayakan ulang tahun Michael. Itu adalah waktu yang tepat. Aku akan menyiapkan seluruh anak buah ku" seru Alvonso dan Mike langsung mengangguk setuju.
"Baiklah, besok aku akan membawa Callista. Setelah itu terserah pada mu ingin kau apakan keluarga Hutomo aku tidak perduli" ujar Mike dengan senyum liciknya.
Flashback Off#
***
Renaldy Company.
"Maaf Nona Esme, aku harus duluan karena mertua ku hari ini berulang tahun. Selanjutnya Direktur pemaasaran ku akan melanjutkan meeting ini" ujar Daniel.
"Tuan Daniel tunggu sebentar" Esme mencoba menahan Daniel.
"Ya, ada apa?"
"Maaf Tuan, kalau boleh saya tahu apa alasan Tuan Daniel memilih Callista?" tanya Esme yang membuat Daniel terkejut mendengar pertanyaan itu.
"Callista adalah gadis yang sangat cantik, baik, dan memiliki karakter kuat. Dia bukan gadis yang lemah, aku kagum dengannya karena tidak pernah bergantung dengan orang tuanya. Meskipun dia adalah anak dari Michael Hutomo" ujar Daniel.
"Aku sudah mencintainya sejak awal kami bertemu" lanjut Daniel.
"Ada apa Nona Esme bertanya tentang istri ku?"
"Ah tidak, aku hanya ingin melihat sudut pandang seorang pria saat ia memilih seorang istri" jawab Esme.
"Kalau begitu saya permisi" pamit Daniel yang langsung meninggalkan Esme.
Hari ini Esme sangat berpenampilan seksi, ia mengenakan rok mini dengan atasan yang sangat seksi. Namun ternyata Daniel sama sekali tidak tergoda sediikit pun. Berkali-kali Esme mencoba mendekat, Daniel memilih untuk pindah tempat duduk.
***
"Pa, tenanglah, tikus ini pasti aku bisa menghadapinya" Callista menatap ayahnya.
"Mike Linfard, lebih baik aku mati dari pada harus ikut dengan mu" seru Callista.
"Baiklah, bagaimana kita bertarung? jika kau kalah dari ku, kau harus ikut dengan ku dan hari ini penampilan mu sangat sempurna" seru Mike yang ingin menyentuh wajah Callista tapi dengan cepat Callista langsung menepis tangan Mike.
"Kau pikir aku takut melawan mu? mari kita buktikan" ejek Callista sambil tersenyum.
"Callista" Alice hendak berjalan menuju Callista namun Jessica sudah lebih dulu menahannya.
__ADS_1
"Jangan ma, percayalah Callista tidak akan terluka" ucap Jessica.
"Michael, anak buah mu yang berada di depan sudah banyak yang mati. Percayalah, aku sudah merencanakan ini dengan sangat baik. Sudah lama aku menantikan ini" seru Alvonso.
"Baiklah, sudah lama aku tidak berkelahi" seru Michael.
Alice yang menatap suaminya, ia sangat khawatir.
Kini Callista melihat dengan jelas, David kini sudah bertarung dengan anak buah Alvonso. Sedangkan ibu mertuanya bersembunyi di belakang. Tidak hanya David, ternyata ayah mertuanya pun ikut melawan.
Pertama kali dalam hidup Callista melihat ayahnya berkelahi, Callista melihat ayahnya sangat hebat dalam menepis setiap pukulan.
Callista menghela nafas dalam, kali ini lawannya adalah Mike. Ia merenggangkan lehernya, Mau tidak mau Callista harus berkelahi dengan masih memakai sepatu heels yang ia pakai hari ini.
Saat Callista hendak menyerang dan memukul pelipis Mike, Mike lebih dulu menangkis setiap pukulan Callista. Callista tidak pantang menyerah, ia kembali mencoba menendang Mike namun kakinya ditahan oleh tangan Mike.
Bugh
Mike menendang perut bagian bawah Callista hingga membuat Callista tersungkur.
"Callista" jerit Jessica dan Alice.
Alin terus meneteskan air matanya saat melihat seisi ruangan berkelahi, tubuhnya benar-benar bergetar menyaksikan orang-orang yang di kasihinya berkelahi.
Alin langsung segea menghubungi Daniel
"Daniel cepat datang" teriak Alin dengan kencang saat panggilan terhubung.
Brukkk
Michael dan Gio pun tersungkur di lantai. Meskipun beberapa anak buah yang di bawa oleh Alvonso telah di habisi oleh Michael dan Gio. Tapi karena jumlah anak buah yang di bawa oleh Alvonso sangat banyak, tidak mudah untuk mereka menang.
Callista terus memegang perutnya, ia merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya akibat terndangan dari Mike.
"Ah, kenapa ini sakit sekali" gerutu Callista dalam hati.
"Bagaimana Callista, apa kau menyerah?" ejek Mike.
Michael emosi saat melihat putrinya di pukul. Ia segera bangkit dan kembali menyerang. Tidak hanya Michael tapi Gio pun ikut membantu.
Callista berusaha untuk bangkit. Dia merutuki kelemahannya, biasanya ia tidak akan mudah merasakan sakit saat kena pukulan.
"Kau bilang apa kalah? hanya segitu kemampuan mu Mike?" ejek Callista yang kini berusaha untuk bangkit.
"Tunjukan kemampuan mu jika memang kau hebat" sindir Callista.
"Baik jika itu mau mu" Mike menarik sudut bibirnya membentuk senyuman licik.
Bugh
Bugh
Bugh
__ADS_1
Saat Mike hendak menyerang, Callista memperhatikan titik kelemahan MIke. Dengan cepat Callista memukul pelipis dan juga menendang Mike hingga membuat Mike tersungkur.
"Shittt" umpat Mike.
"Ah, hanya segitu kemampuan mu?" ejek Callista.
Michael melihat putrinya berhasil melawan ia tersenyum bangga. Kali ini harus dia akui dia bersyukur memiliki putri seperti Callista yang tangguh dan kuat seperti Callista.
Tidak hanya Callista, Michael dan Gio pun berhasil melawan beberapa anak buah Alvonso.
"Kau ingin melawan ku Alvonso?" seru Michael.
Alvonso mulai panik karena anak buahnya hampir di habisi oleh Michael, Gio dan anak buah Michael. Alvonso tidak menyangka jika Michael bisa berkelahi.
Dorrrr
Alvonso menembak atap langit.
"Kau terlalu banyak bicara Mchael, sekarang aku memberikan pilihan untuk mu. Kau ingin menyelamatkan istri mu yang cantik atau putri sulung mu yang cantik?" seru Alvonso.
Callista tertegun saat melihat Alvoso menembak atap langit rumahnya.
Callista pun melihat bukan hanya anak buah Alvonso yang tersungkur di lantai tapi beberapa anak buah ayahnya juga ikut tersungkur di lantai. Hanya ayahnya dan ayah mertuanya yang masih mampu melawan. David pun terus melindungi Alin sesuai permintaan Callista.
"Jangan coba kau sentuh keluarga ku! atau aku akan membunuh mu!!!" seru Michael.
"Mari kita lihat, aku yang membunuh mu atau kau yang membunuh ku" ejek Alvonso.
"Sepertinya menurut ku aku harus menghabisi istri mu yang cantik itu" Alvonso mengarahkan pistolnya ke Alice.
Jessica yang melihat, ia langsung memeluk dan mengunci tubuh ibunya.
"Jessica pergi" teriak Alice.
"Tidak ma" bisik Jessica.
Alin tertegun saat melihat pistol yang di arahkan ke Alice.
Callista dan Michael saling pandang mereka langsung berlari ke arah Alice dan Jessica.
Dorrrr
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
R:thor nanggung
A: sabar atuh
R: thor siapa yang ketembak
A: nanti juga tahu kejutan
__ADS_1
Like, coment dan vote terus.
Author nulis ampe netesin air mata loh wkwk