Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 74 - Bulan Madu I


__ADS_3

Bandara Internasioal Charles de Gaulle, Paris.


Pesawat milik Daniel kini sudah mendarat di Paris. Daniel dan Callista pun berjalan keluar. Daniel sudah menyiapkan supir khusus perusahaan cabang miliknya di Paris untuk menjemputnya dan istrinya di bandara.


Supir Daniel mulai memasukan barang-barang milik Daniel ke dalam mobil. Daniel memilih untuk tinggal di Renaldy Hotel yang berada di Paris. Hotel keluarga Daniel pun merupakan hotel berbintang 5 dan hotel yang sangat terkenal di Paris.


Mobil Daniel sudah tiba di hotel miliknya. Daniel meminta staff hotel untuk membawakan barang-barang miliknya dan juga istrinya. Daniel melihat wajah lelah istrinya setelah perjalanan dari Los Angeles menuju Paris.


Setibanya di dalam kamar, staff hotel pun meletakan barang-barang Daniel di dalam. Sedangkan Callista langsung berjalan menju kamar mandi. Ia ingin langsung berendam. Badannnya sudah sangat terasa lelah. Jika ia berendam ia akan merilekskan tubuhnya.


30 menit kemudian.


Callista keluar dari kamar mandi masih dengan mengenakan handuk. Membuat mata Daniel membulat sempurna melihat tubuh istrinya hanya di balutkan handuk. Tubuh istrinya yang putih mulus sangat terlihat. Daniel langsung berjalan mendekat ke arah istrinya dan langsung memeluk istrinya dari belakang.


“Sayang, apa kamu menggoda ku hem” Bisik Daniel di telinga istrinya.


“Sayang, aku ini habis mandi. Bukan untuk menggoda mu” Gumam Callista.


“Tunggulah, aku harus mandi dulu” Bisik Daniel kembali dan ia langsung memasuki kamar mandi.


Melihat Daniel masuk ke dalam kamar mandi, Callista langsung memakai dress sederhana tanpa lengan. Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia benar-benar kelelahan.


15 menit kemudian


Daniel keluar dari kamar mandi, ia langsung mengganti baju dan melirik sang istri yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Setelah ia memakai baju, ia langsung berjalan ke ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya lalu memeluk istrinya.


“Aku suka wangi tubuh mu” Bisik Daniel di telinga Callista.


Daniel menatap wajah cantik istrinya, lalu merapikan rambut istrinya yang menutupi wajah istrinya itu.


Callista menangkup kedua pipi suaminya lalu mengecup dengan lembut bibir suaminya.


“Aku memiliki suami yang sangat tampan” Ucap Callista dengan lembut.


“Aku pun memiliki istri yang sangat cantik” Balas Daniel.


“Sayang apa aku boleh meminta sesuatu” Bisik Daniel kembali di telinga istrinya.


“Tentu kamu bisa meminta apapun”

__ADS_1


“Aku ingin memakan mu" Ucap Daniel. Callista yang belum sempat menjawab sudab mendapatkan serangan dari suaminya. Daniel langsung mencium lembut bibir istrinya. Callista pun langsung membalas ciuman suaminya. Ia mengerti akan maksud dari suaminya. Callista mengalungkan tangannya di leher suaminya. Daniel mulai memperdalam ciumannya menghisap bibir istrinya bergantian.


Daniel mulai turun mencium leher istrinya dan meninggalkan bekas kemerahan di leher putih istrinya.Daniel mulai menarik dress milik istrinya dan juga pakaian miliknya. Hinggga kini mereka tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka. Kemudian Daniel bermain dengan dua gundukan kembar milik istrinya, mulai dari meremas, menghisap kemudian menggit kecil yang membuat Callista mengeluarkan lenguhan dan desahan.Suara itu membuat gairah Daniel semakin memuncak.


Dan akhirnya dia menyatukan miliknya dengan milik istrinya. Suara desahan dan erangan terdengar sangat merdu di telinga keduanya.


Keduanya kini sama-sama terlelap setelah pergulatan yang sangat panjang dan melelahkan di atas tempat tidur.


***


Pukul 17.00


Daniel sudah terbangun lebih dahulu dan ia menatap tubuh polos istrinya yang hanya memakai selimut menutupi tubuh istrinya. Daniel mencium kening istrinya dan membelai rambut istrinya.


Callista yang merasakan mendapatkan sentuhan, ia langsung terbangun dari tidurnya.


“Maaf jadi membangunkan mu” Ucap Daniel dengan lembut sambil mengelus pipi istrinya.


“Tidak apa sayang, kita harus keluar untuk menikmati kota paris” Jawab Callista.


“Baiklah, sekarang kita ganti baju dulu” Balas Daniel.


“Sudah siap?” Tanya Daniel pada istrinya.


Callista pun mengangguk.


Kini mereka meninggalkan kamar hotel. Daniel pun terus menggenggam erat tangan istrinya.


Daniel sudah meminta supirnya untuk menunggunya di lobby Hotel. Mobil Daniel mulai berjalan meninggalkan hotel dan mereka menuju salah satu restaurant terdekat dengan menara eiffel.


Mobil mereka kini telah sampai di Jules Veme, salah satu restaurant terkenal di Paris. Daniel menggandeng tangan istrinya saat mulai memasuki restaurant. Daniel pun memesan Tenderloin steak dengan mashed potato dan juga salmon steak dengan mashed potato.


“Sayang, besok aku ingin berbelanja” Ucap Callista.


“Iya sayang, aku tahu. Kamu itu sangat suka berbelanja. Aku melihat tagihan kartu kredit ku sangat banyak” Ledek Daniel.


“Benarkah sangat banyak?” Ucap Callista yang tidak enak.


“Aku hanya bercanda sayang. Itu bukanlah nominal yang besar. Meskipun kamu memakainya setiap hari pun aku tidak akan mempermasalahkannya. Aku akan mempermasalahkan jika kamu tidak memakainya” Tutur Daniel.

__ADS_1


“Tapi aku tidak enak dengan mu. Aku suka sekali berbelanja” Lirih Callista.


“Kenapa harus tidak enak? Aku memang bekerja untuk mu. Tugas ku memang mencukupi segala kebutuhan mu. Sejak kecil kamu selalu hidup dengan kemewahan keluarga mu. Jadi aku sudah pasti berjuang untuk selalu mencukupi istri ku” Tutur Daniel.


“Kau salah. Aku kuliah mendapatkan beasiswa. Aku tidak menggunakan uang papa ku sedikit pun. Karena papa ku meminta ku untuk sekolah bisnis. Tapi aku memilih untuk sekolah kedokteran” Jelas Callista.


“Kau mendapatkan beasiswa?” Tanya Daniel yang masih teerkejut.


Callista pun mengangguk.


“Benar. Aku mendapatkan beasiswa. Dulu saat aku masih kuliah, aku sering di tarik paksa oleh papa ku untuk pulang kerumah. Sejak kuliah aku lebih suka tinggal sendiri dari pada di mansion besar milik keluarga ku. Itu kenapa perusahaan ku selalu di pegang kakak ku. Karena aku memang tidak ingin memegang perusahaan keluarga ku” Tutur Callista.


“Kamu sangat mirip dengan adik ku Grace. Dia tidak pernah mau memimpin perusahaan. Ia lebih suka menjadi doker kandungan dan membuka butik di Paris” Ujar Daniel.


“Iya, Grace pernah menceritakannya pada ku. Tapi sayang, kemarin kamu meminta Grace untuk mewakili mu bukan? Apa semuanya lancar?”


“Semuanya baik. Harry selalu melaporkannya pada ku”


“Apa Harry sudah lama ikut dengan mu?”


“Harry ikut dengan ku sudah sejak usia ku 20 tahun. Sejak usia 20 tahun aku sudah memimpin perusahaan ku” Tutur Daniel.


“Sejak kamu usia 20 tahun? Itu artinya sudah 11 tahun dia ikut dengan mu” Balas Callista.


Daniel pun mengangguk.


“Aku sudah memilih assitant terbaik untuk mu. Saat ini assistant mu di awasi oleh Harry. Jadi kamu tidak perlu memikirkan restaurant mu” Tutur Daniel


***


Yang belom baca karya author yang lain. Baca yaa


"Love In Milan"


Author minta votenya yaa


Like dan Coment setiap karya author.


Terimakasih atas dukungan kalian 😘

__ADS_1


__ADS_2