Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 97 - Rencana Daniel


__ADS_3

Pagi hari Daniel sudah bersiap menuju Hutomo Company. Daniel memang ingin bertemu dengan mertuanya karena ada hal yang harus ia bicarakan. Itulah kenapa Ia lebih dulu berangkat, sedangkan Callista akan di atar oleh Nick ke rumah sakit. Callista memang sudah tidak datang lagi ke perusahaan cabang miliknya. Biasanya Callista akan selalu mendapat laporan dari Leora atau Taylor.


Mobil Daniel kini sudah tiba di Hutomo Company pusat yang di pegang oleh mertuanya. Supir Daniel langsung menurunkan Daniel ke lobby perusahaan. Daniel pun segera masuk ke dalam perusahaan, para karyawan yang melihat Daniel langsung menyapa Daniel dengan hormat. Karena pernikahan Daniel dan Callista di siarkan oleh media. Tidak mungkin tidak ada yang tahu jika Daniel adalah menantu dari Keluarga Hutomo.


Daniel memiliki akses yang tadi malam di berikan oleh istrinya. Kartu askes seluruh gedung milik Hutomo Company yang bisa menggunakan lift pribadi. Daniel langsung berjalan masuk ke dalam lift pribadi.


Ting


Pintu lift terbuka


David pengawal Keluarga Hutomo yang melihat Daniel keluar dari lift dan menuju ruang kerja tuannya, ia langsung berjalan menghampiri Daniel.


"Selamat Pagi Tuan Daniel" Sapa David dengan hormat.


"Pagi, apa Papa Michael ada?"


"Ada Tuan" Jawab David dengan sopan.


Daniel melanjutkan jalannnya menuju ruang kerja mertuanya.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu


"Masuk"


"Papa?" Panggil Daniel yang kini sudah berjalan masuk ke dalam ruang kerja Michael.


"Kamu datang nak?" Sapa Michael yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Iya, pa"


"Ayo duduk" Ajak Michael yang berjalan menuju sofa di ruang kerjanya dan Daniel pun langsung duduk di sofa.


"Apa kamu datang ingin membahas perusahaan?" Tanya Michael langsung, ia tahu maksud tujuan Daniel. karena sebenarnya ia pun ingin bertemu dengan menantunya membahas perusahaan.


"Pa, papa sudah mengetahui sebagian dari Callista bukan?" Tanya Daniel.


"Iya, papa sudah tahu. Callista bercerita jika yang menyerang perusahaan cabang milik mu dan milik Jessica adalah Linfard Company" Ujar Michael.


"Ya, itu benar Linfard Company"


"Apa papa mengetahui siapa pemilik Linfard Company?"


"Itu yang sejak kemarin papa pikirkan nak, karena papa tidak pernah bekerja sama dengan Linfard Company. Bagaimana mungkin mereka berniat menghancurkan Hutomo Company"


Daniel menghela nafas dalam, lalu ia berucap " Pa, ini ulah dari Mike.Dia adalah mantan dokter specialist jantung di Queen Hospital. Dia mencintai Callista pa, dia ingin berusaha merebut Callista dari ku. Itu kenapa dia mencoba menghancurkan perusahaan ku dan juga perusahaan milik papa"


Michael yang mendengar ucapan Daniel, ia mengeram dengan emosinya.


"BaJ*ngan ! berani dia bermimpi memiliki putri ku! langkahi aku dulu jika dia berani menghancurkan keluarga ku" Seru Michael yang kini sudah emosi.


"Tenang pa, aku sudah memiliki solusinya" Jawab Daniel yang menenagkan mertuanya yang sudah tersulut emosi


"Apa rencana yang kau punya Daniel?"

__ADS_1


"Begini pa, aku ingin Renaldy Company bekerja sama dengan Hutomo Company. Aku berencana kita bekerja sama di bidang property dan pembangunan hotel baru. Lalu aku akan melakukan promosi ddi perusahan advertising milik ku. Selain itu, Renaldy Company akan berinvestasi di perusahan cabang milik Callista, tujuannya adalah untuk menarik perusahaan milik Jessica supaya bisa stabil karena aku akan membuat perusahaan cabang Callista dan Jessica saling berkaitan" Tutur Daniel


"Papa setuju dengan kerja sama kita, tapi untuk kamu berinvestasi di perusahana cabang Callista, kamu akan mengeluarkan banyak uang Daniel. Pasti papa yakin Callista akan menolaknya" Ujar Michael.


"Tidak ada cara lain pa, uang bukanlah masalah. Kondisi perusahaan ku masih sangat baik. Tidak masalah jika aku harus berinvestasi"


"Baiklah nak, jika itu mau mu. Tapi bagaimana dengan Linfard Company, rencana apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan menyerang Linfard Company. Aku akan menyelidiki perusahaan itu. Aku akan menjatuhkan saham mereka" Ujar Daniel yang langsung membuat Michael mengangguk setuju.


"Papa punya cara untuk menyelidiki data perusahaan. Tenanglah papa akan meminta David untuk menyelidiki data Linfard Company. Lalu kita bisa dengan mudah menjatuhkan saham mereka"


"Terimakasih pa" Ucap Daniel smabilĀ  tersenyum.Daniel sudah sangat yakin pasti mertuanya pun memiliki cara untuk melawan Linfard Company.


"Yasudah pa, aku harus kembali ke kantor. Aku ingin melihat perusahaan entertainment yang waktu itu aku beli. Aku mau mengecek keadaan di sana" Pamit Daniel yang bangkit dari tempat duduknya.


"Baiklah, kamu hati-hati" Ucap Michael.


Daniel pun mengangguk dan langsung berjalan keluar meninggalkan ruang kerja Michael. Ia ingin mengunjungi perusahaan entertainment miliknya.


***


Queen Hospital


Callista kini sudah berada di ruang kerjanya.Ia masih disibukan dengan membuat laporan. Semenjak di tinggal bulan madu, banyak laporan yang tertunda.


Tok


Tok


"Masuk" Ucap Callista yang kini menatap pintu.


"Selamat pagi Dokter Callista, ada pasien VVIP yang harus di periksa" Ucap perawat.


"Ya, saya periksa sekarang" Callista langsung bangkit dari tempat duduknya dan ia langsung menerima dokumen pasien dari tangan perawat.


Callista berjalan menuju ruang pemeriksaan pasien VVIP dan sebelumnya ia membuka dokumen pasien untuk mengetahui nama pasien.


"Selamat pagi Nyonya Sandra" Sapa Callista dengan senyum ramahnya.


"Selamay pagi Dokter Callista"


"Mari saya perika dulu" Kini Callista mulai memeriksa dengan stetoskopnya


"Ada keluhan apa Nyonya?" Tanya Callista.


"Tidak dokter, sejak terakhir saya operasi semuanya baik saja. Saya hanya ingin dokter memberikan saya vitamin dan terkadang darah saya rendah"


"Baik, saya akan tuliskan semuanya di resep"


"Hemm, Dokter bolehkah saya bertanya sesuatu?"


"Silahkan Nyonya"


"Apa Dokter memiliki kekasih?"Tanya Sandra yang membuat Callista tersenyum,


"Saya tidak punya kekasih, tapi saya memiiki seorang suami" Jawab Callista yang masih tetap tersenyum.

__ADS_1


"Oh begitu, anda sangat cantik dokter. Saya meminta putra saya untuk menjemput saya, Jika dokter masih single tadinya saya ingin memperkenalkan putra saya dengan dokter"


"Putra Nyonya, akan mendapatkan gadis yang jauh lebih baik"


"Terimakasih dokter"


"Nyonya, resepnya sudah saya tuliskan. Nyonya bisa langsung menebusnya"


"Baik kalau begitu saya permisi"


"Mari Nyonya, saya pun harus memeriksa pasien yang lain" Callista ikut berjalan keluar, ketika Callista berjalan keluar ada seseorang yang memanggilnya.


"Callista?" Panggil seorang pria yang membuat Callista menoleh.


"Sayang kamu mengenal Dokter Callita?" Tanya Sandra pada putranya yang sudah datang menjemputnya.


"Dia teman ku ma"


"Edward?" Callista terkejut saat melihat Edward di hadapannya.


"Nyonya Sandara adalah ibu mu?" Tanya Callista dan Edward pun langsung mengangguk.


"Jadi Dokter Callista sudah mengenal putra ku?"


"Ma, kenalkan dia Callista. Dia teman ku sekaligus istri dari Daniel Renaldy" Sambung Edward yang membuat ibunya terkejut.


"Ah, jadi Dokter Callista adalah istri Tuan Daniel?" Tanya Sandra memastikan dan Callista pun langsung mengangguk.


"Benar Nyonya"


"Kalian pasangan yang sangat coocok" Puji Sandra.


"Terimakasih Nyonya"


"Callista, jadi kamu yang memeriksa mama ku?" Tanya Edward yang kini melihat Callista.


"Iya, aku yang memeriksanya"


"Baiklah Nyonya Sandra dan Edward aku harus permisi dulu. Ada pasien yang harus aku periksa kembali" Pamit Callista.


"Baik Dokter, terimakasih"


"Terimakasih Cal"


Callista pun mengangguk dan ia langsung meninggalkan Edward dan ibunya. Sedangkan Edward masih terus menatap Callista.


"Dia sangat cantik Edward, sayang sekali dia sudah bersuami" Gumam Sandra.


"Iya ma, sudah ayo kita pulang" Ajak Edward.


***


Author minta votenya yaa.


Like, coment dan vote terus setiap karya Author yaa.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2