
Daniel mengajak seluruh orang yang berada di ruang meeting untuk makan siang Bersama. Daniel memutuskan untuk membawa mereka kesalah satu restaurant terdekat dari perusahaan entertainment yang ia beli. Sedangkan Andre dia tidak bisa ikut untuk makan siang Bersama.
Daniel pun sudah melunasi pembayaran perusahaan yang ia beli dari Rey. Daniel mmeutuskan untuk Andre lah yang menjadi Direktur disana. Daniel memilih untuk mengontrolnya dari belakang.
Setibanya di restaurant, Harry telah memesan makanan sebelum Daniel datang. Sehingga saat tiba di restaurant makanan sudah tersedia di atas meja.
“Mari kita makan dulu” Ucap Daniel.
“Terimakasih Tuan Daniel telah menyiapkan makan siang untuk kami” Jawab Rey.
“Nona Callista, anda adalah seorang dokter?” Tanya Alessa, artis yang berasal dari Mexico.
“Benar, saya dokter specialist bedah di Queen Hospital” Jawab Calista dengan senyum ramah.
“Anda sangat hebat nona, untuk menjadi seorang dokter specialist bukan lah hal yang mudah” Puji Alessa
“Terimakasih Alessa.”
“Sayang, sebelumnya aku sudah mengenal Amel terlebih dahulu” Ucap Daniel yang memberitahu pada kekasihnya. Ia sudah berjanji hal sekecil apapun ia akan bercerita pada kekasihnya.
Mendengar ucapan Daniel, membuat Callista sedikit bingung.
“Kamu sudah mengenal Amel?” Tanya Callista sedikit terkejut.
Daniel menganggukan kepalanya.
“Benar, jadi setelah aku mengantarkan mu pulang. Aku tidak sengaja menabrak Amel” Jawab Daniel sambil melihat ke arah Amel.
“Dia benar-benar pria idaman. Hal sekecil apapun dia ceritakan pada kekasihnya” Gumam Amel dalam hati.
“Kamu ini bagaimana, apa kamu tidak hati-hati.Pasti kamu mengendarai mobil seperti pembalap kan?” Callista yang mendengar ucapan Daniel kesal karena Daniel tidak berhati-hati dalam mengendarai mobil.
“Tidak seperti itu sayang” Balas Daniel.
Callista langsung melihat kearah Amel.
“Amel, kamu baik-baik saja? Maafkan kekasih ku” Ucap Callista sambil menyentuh tangan Amel. Ia kawatir dengan keadaan Amel.
“Nona Callista, saya baik-baik saja nona. Itu hanya luka kecil. Lagi pula ini salah saya karena menyebrang tidak hati-hati” Jawab Amel yang merasa tidak enak kepada Daniel.
“Jika kamu masih merasakan sakit, biar aku memeriksa mu”
“Terimakasih Nona Callista, saya baik-baik saja”
“Syukurlah jika seperti itu.”
“Amel, apa kamu akan menetap di Los Angeles?” Tanya Callisa kembali.
“Saya masih belum tahu nona, sekarang saya akan focus menyelesaikan film terbaru saya.” Jawab Amel.
“Lalu bagaimana dengan mu Alessa?” Tanya Callista kearah Alessa.
“Sepertinya saya akan menetap disini nona. Maaf Nona Callista, apa benar nona benar-benar tidak tertarik di dunia entertainment? Nona sangatlah cantik dan memiliki bentuk tubuh yang seperti seorang model. Apa nona tidak ingin mencoba masuk ke dunia entertainment?” Tanya Alessa.
__ADS_1
“Aku-“ Belum selesai Callista berbicara, Daniel sudah memotong ucapanya.
“Aku tidak akan memberi izin kekasih ku untuk menjadi seorang artis atau model. Aku tidak rela jika ia memiliki banyak fans yang menyukainya. Aku tidak mau banyak pria yang berusaha mendekati kekasihku” Ujar Daniel membuat Callista tersenyum hangat.
“Tuan Daniel benar-benar mencintai Nona Callista. Anda benar-benar beruntung nona” Balas Alessa.
“Ternya dia sangat mencintai kekasihnya” Gumam Amel dalam hati.
“Aku harus berusaha melupakan rasa suka ku padanya. Tidak mungkin Daniel akan memilih ku” Gumam Amel kembali dalam hatinya.
***
Queen Hospital
Siang Hari Grace telah menyelesaikan tugasnya.Ia berencana untuk menemui Mike. Meskipun Mike sudah berkali-kali menolak ajakannya. Kali ini dia yakin pasti Mike akan menerimanya. Grace tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan pria yang sangat dia sukai. Dia yakin suatu saat Mike akan membalas perasaannya.
Grace berjalan menuju ruang kerja Mike.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu.
“Masuk” Ucap Mike
“Permisi Dr.Mike”
Grace berjalan mendekat kearah Mike.
“Begini dok, apa malam ini dokter memiliki waktu?” Tanya Grace sedikit gugup di hadapan Mike.
“Ada apa Dokter Grace?” Tanya Mike yang heran.
“Jika Dokter Mike bersedia, bisakah kita makan malam Bersama?”
Mike masih terdiam mendengar pertanyaan Grace.
“Saya tahu, Dokter Mike selalu menolak ajakan saya. Tapi bolehkah kali ini Dokter menerimanya?”
Mike menghela nafas dalam, ia tidak tega menolak ajakan Grace untuk kesekian kalinya.
“Baiklah, malam ini kita makan malam Bersama” Jawab Mike sontak membuat Grace sangat Bahagia.
“Terimakasih dokter, sampai bertemu nanti malam.”
Mike mengangguk dan membalas senyuman Grace.
“Andai aku bisa makan malam Bersama mu Callista. Hanya kamu gadis yang aku inginkan selama ini” Gumam Mike dalam hati.
Grace berjalan ke ruang kerjanya, ia benar-benar sangat Bahagia karena Mike akhirnya menerima ajakan makan malamya. Sekarang Grace semakin yakin jika suatu saat Mike akan menyukainya. Tidak masalah untuknya jika ia harus menyatakan perasaan terlebih dahulu. Baginya menyatakan perasaan terlebih dahulu bukanlah hal memalukan. Ia hanya berjuang mendapatkan pria yang dia sukai. Bukankah setiap orang berhak berjuang mendapatkan apa yang dia inginkan.
Grace yang merasa benar-benar Bahagia, dia ingin sekali berecerita dengan Callista. Mempunya kakak perempuan adalah hal yang Grace inginkan sejak dulu. Kakak perempuan bisa menjadi tempat berbagi kesedihan. Meskipun kakak laki-lakinya selalu melindunginya, tapi menurutnya sifat kakaknya sangat dingin. Grace mengambil handphonenya di atas meja kerjanya. Ia ingin segera menghubungi kakak iparnya.
__ADS_1
Drtttt
Drtttt
Suara Handphone Callista.
“Hallo” Sapa Callista.
“Kakakkk Iparr” Grace setengah berteriak membuat Callista menjauhkan handphonenya dari telinganya.
“Ada apa Grace?” Tanya Callista heran mendengar teriakan Grace.
“Aku benar-benar Bahagia. Aku mengajak Dokter Mike untuk keluar dan Dokter Mike tidak menolaknya” Ujar Grace dengan suara yang Bahagia.
“Itu bagus sekali grace, aku Bahagia mendengarnya” Jawab Callista.
“Iya, malam ini aku akan tampil sangat cantik untuknya” Balas Grace.
“Aku yakin malam ini kamu akan sangat memukau. Penampilan mu selalu luar biasa” Jawab Callista.
“Benarkan itu?”
“Benar, kamu memang sangat cantik Grace. Kamu benar-benar mirip dengan Ibu mu” Puji Callista.
“Terimakasih kakak ipar, aku benar-benar Bahagia Sekarang memiki kakak perempuan”
“Aku pun sangat Bahagia memiliki adik perempuan yang sangat cantik seperti mu”
“Yasudah Grace, aku sedang Bersama dengan kakak mu Daniel. Aku tutup dulu ya”
“Baiklah, sampai jumpa”
Callista memutuskan panggilan di handphonenya.
“Semoga benar Mike membukakan hatinya untuk Grace. Aku tidak ingin melihat Grace terluka” Gumam Callista dalam hati.
Callista ingin sekali berbicara dengan Mike, meminta Mike untuk benar-benar membuka hatinya untuk adik iparnya. Karena kesibukan Callista hari ini di perusahaannya dan juga menemani Daniel seharian. Ia belum sempat berbicara dengan Mike. Callista akan berencana besok menemui Mike di Queen Hospital. Besok adalah jadwal Callista kembali ke Queen Hospital.
***
Visual ada di PROLOG ya para readers yang author cintai.
Menurut Author itu udh oke yang author pilih visualnya. Tapi kalau readers kurang suka, bisa dibayangkan dengan imajinasi masing masing ya.
Cantik itu soalnya relatif hehe
Vote yang banyak dong.
kalau dikit banget votenya author engga semangat buat up nya nih.
Like dan coment juga
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini ya.
__ADS_1