
Satu minggu kemudian.
Hari ini adalah hari pernikahan Jessica dan Adam. Pernikahan Jessica di adakan di salah satu hotel milik keluarganya. Jessica sudah berdandan dengan sangat cantik dengan gaun putih yang membuatnya sangat anggun dan menawan.
Callista sebagai pendamping kakaknya, hari ini mengenakan long dress bermotif brookat yang sangat cantik. Membuat Callista sangat cantik dan menawan. Rambutnya yang biasanya tergerai, hari ini rambut Callista di gulung ke atas dengan dengan memperlihatkan leher putih Callista yang mulus dan putih.
Jessica berjalan ke memasuki hotel dengan menggenggam erat tangan ayahnya. Callista dan Ibunya berjalan tepat di belakang Jessica. Benar kebanyakan orang mengatakan jika Jessica sangat mirip dengan Alice. Meskipun Alice sudah lanjut usia tapi dia tetap sangat cantik. Sedangkan Callista memiliki wajah perpaduan antara Alice dan Michael. Mata Callista sangat mirip dengan ayahnya. Callista memiliki kulit yang jauh lebih putih dari Jessica.
Saat Jessica mulai memasuki ballroom hotel, seluruh tamu memandang keluarga Hutomo yang berjalan masuk.
Daniel yang menatap Callista dengan lembut. Dia pun sudah tidak sabar untuk pernikahan mereka.
Kini tibanya waktunya upacara pernikahan.
“Tuan Adam Dadario, apakah kamu bersedia menerima Nona Jessica Hutomo sebagai istri anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian”
“Ya, saya bersedia” Jawab Adam tersenyum sambil menatap wajah Jessica dan mengatakannya dengan lantang dan penuh keyakinan.
“Nona Jessica Hutomo, apakah kamu bersedia menerima Tuan Adam Dadario sebagai suami anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian”
“Ya, saya bersedia" Jawab Jessica sambil menatap Adam dengan tatapan lembut.
“Sekarang silahkan pengantin pria dan pengantin wanita bertukar cincin”
Kemudian Adam memakaikan cincin pernikahannya pada jari manis Jessica dan begitu pun Jessica, ia mekaikan cincin pada jari manis Adam.
Bertukar cincin selesai.
“Sekarang pengantin pria dan wanita boleh berciuman”
Adam dan Jessica pun berciuman. Para wartawan yang hadir pun terus memotret pernikahan dari putri sulung keluarga Hutomo. Keluarga Adam pun keluarga yang cukup terkenal dan kaya. Meskipun jika di bandingkan Keluarga Hutomo masih berada di atas keluarga Adam.
Callista yang menatap kakaknya menikah. Ia pun merasa sangat Bahagia, bisa menemani kakaknya di hari pernikahannya. Kini mata Callsta menoleh melihat Daniel yang terus menatapnya. Callista pun membalas tatapan lembut Daniel dengan senyuman. Callista tahu jika seminggu lagi dia akan menikah dengan Daniel. Dan dia pun akan menyandang statusnya sebagai Nyonya Renaldy. Dia pun sudah tidak sabar menunggu hari pernikahannya.
Para tamu pun datang menghampiri Jessica dan Adam, mereka memberikan selamat untuk mereka berdua. Sedangkan Callista ia berjalan menghampiri Daniel.
Daniel langsung menggandeng tangan Callista dengan erat.
__ADS_1
“Minggu depan kita sudah akan menikah, kamu ingin bulan madu kemana?” Tanya Daniel ke arah Callista.
“Mungkin Paris, aku ingin kita berfoto bersama di Menara Eiffel” Jawab Callista dengan lembut.
“Baiklah, aku akan menyiapkan bulan madu yang sangat indah untuk kita” Balas Daniel.
“Sayang aku ingin meminta sesuatu dari mu” Ucap Callista.
“Katakan sweetheart”
“Aku ingin setelah kita menikah, aku hanya ingin pekerjaan ku sebagai seorang dokter. Leonard Company sudah kamu kuasai di tangan mu. Kakak ku pun sudah memiliki suami yang melindunginya. Aku ingin kamu memberikan satu orang yang kamu percayai mengurus perusahaan ku. Dan kamu yang mengawasinya. Aku hanya ingin menjadi dokter sepenuhnya. Dokter adalah pekerjaan impian ku” Tutur Callista.
“Jadi kamu tidak ingin memimpin perusahaan mu lagi?”
Callista mengangguk.
“Aku percaya kamu bisa mengurus perusahaan ku dengan baik. Dan seperti perusahaan entertainment mu, kamu membiarkan Andre yang mengurusnya. Aku pun ingin kamu memberikan aku orang yang kamu percayai memimpin perusahaan ku. Karena jika aku mengurus perusahaan dan masih menjadi dokter. Di tambah restaurant ku, percayalah waktu ku untuk mu akan sangat sedikit” Tutur Callista kembali.
“Aku tidak akan membiarkan waktu mu sedikit untuk ku, Aku setuju dengan yang kamu inginkan. AKu akan mengaturnya dengan baik. Setelah kita menikah, kamu boleh hanya bekerja sebagai dokter. “Balas Daniel sambil mengelus wajah kekasihnya dengan lembut.
“Terimakasih sayang” Ucap Callista yang langsung memeluk erat lengan Daniel.
“Tuan Daniel” Sapa seorang pria.
“Nona Callista”
“Edward?” Callista sedikit terkejut karena ternayata Edward ada di pesta pernikahan kakaknya.
“Tuan Edward kamu disini?” Tanya Daniel ke arah Edward.
“Benar Tuan, saya datang karena Nona Jessica yang meminta” Jawab Edward.
“Edward, kamu mengenal kakak ku?” Tanya Callista.
“Tentu aku mengenalnya. Kami dulu satu kuliah di Harvard Univesity”Jawab Edward.
“Benarkah? Jadi sejak awal kau sudah tahu aku adik dari Ka Jessica?” Tanya Callista yang masih sedikit terkejut.
__ADS_1
“Awalnya aku tidak tahu, tapi setelah aku tahu kamu adalah putri bungsu keluarga Hutomo. Aku mengetahuinya” Tutur Edward.
“Kenapa kamu tidak mengatakan jika kamu adalah teman kakak ku?” Tanya Callista kembali.
“Aku hanya ingin membuat sedikit kejutan” Ucap Edward sambil tersenyum ke arah Callista.
Melihat senyum Edward kepada Callista, Daniel mengingat saat Callista mengatakan jika Edward pernah menyatakan perasaannya pada kekasihnya.
“Tuan Edward, minggu depan aku dengan kekasih ku akan menikah. Kami akan mengirim undangan ke perusahaan mu” Ujar Daniel yang kini tangannya sudah memeluk pinggang Callista.
“Benarkah kalian akan menikah?” Tanya Edward yang terkejut.
“Benar Edward, aku akan menikah dengan Daniel. Aku minta kamu harus datang ya” Ucap Callista sambil tersenyum.
“Bahkan hati ku masih perih Callista melihat mu bersama dengan Daniel. Sekarang aku harus menerima kenyataan kalian akan segera menikah. Aku harus benar-benar merelakan mu” Gumam Edward dalam hati.
“Selamat untuk kalian berdua, aku ikut Bahagia” Ucap Edward ke arah Daniel dan Callista.
“Terimakasih” Jawab Daniel dan Callista.
Edward pun berpamitan untuk pulang.
“Tuan Daniel, Nona Callista saya harus pulang. Kalau begitu saya permisi” Ujar Edward yang kini sudah berjalan meinggalkan Daniel dan Callista.
Callista tahu jika Edward pasti terluka saat mendengar dirinya akan menikah dalam waktu dekat. Sebenarnya Callista tidak ingin membuat Edward terluka. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun. Callista hanya bisa mendoakan Edward mendapatkan pasangan yang terbaik.
Edward sangat berbeda dengan Mike. Saat Edward menghadapi orang yang ia cintai sudah di miliki orang lain. Ia lebih memilih untuk tidak mengganggu hubungan orang yang ia sukai. Sedangkan Mike, dia menyukai Callista seperti obsesi memiliki sesuatu benda. Callista pun tidak ingin menyakiti Mike, tapi Callista pun tidak bisa berbuat apapun.
Kini Callista hanya berfokus pada persiapan pernikahannya dengan Daniel. Karena satu minggu lagi ia akan menyandang statusnya sebagai Nyonya Renaldy.
***
Baca karya author yang lain yaa
"Love In Milan"
Like,coment dan vote yaa
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.