Stolen Heart

Stolen Heart
BA 91 - Hutomo Mansion


__ADS_3

Mike yang mendengar ucapan Daniel, ia menarik sudut bibirnya dan membentuk sebuah senyuman.


“Daniel Renaldy, bukan hanya diri mu saja yang menggunakan kuasa mu. Aku pun punya kuasa sama seperti mu. Jadi jangan terlalu bangga dengan apa yang kau miliki sekarang” Seru Mike.


“Benar yang kau katakan. Kau pemilik dari Linfard Company. Sudah pasti kau memiliki kuasa yang besar. Haruskah aku berbangga hati? Presdir dari Linfard Company pernah menjadi dokter di rumah sakit ku?” Seru Daniel.


“Mike, perusahaan ku dan perusahaan mu memang hanya berbeda sedikit saja. Tapi apa kau lupa siapa istri ku? Kau lupa siapa ayah mertua ku? Michael Hutomo adalah pembisnis yang tidak segan-segan menghabisi musuhnya jika berani mengganggu keluarganya.”


“Dan harus kau ketahui, perusahaann istri ku berada dalam pengawasan ku. Kami adalah suami istri, jika di gabungkan perusahaan ku dengan perusahaan istri ku. Aku jauh berada di atas mu Mike Linfard” Ujar Daniel sambil tersenyum licik.


Mike terdiam mendengar ucapan Daniel. Karena memang benar, meskipun perusahaan Mike tidak terlalu berbeda jauh dengan Daniel. Tapi jika Daniel menggabungkan perusahaan Callista dengan perusahaan miliknya maka Apa yang di miliki Mike saat ini tidaklah seberapa.


“Mike Linfard, kau menyerang perusahaan cabang ku di australia? Bukan kah itu memalukan. Kau hanya bisa menyentuh bagian kecil dari perusahaan ku. Dan kau juga membuat perusahaan kakak ipar ku mengalami penurunan saham? Cara mu benar benar seperti orang bodoh” Seru Daniel.


“Teruskanlah rencana mu Mike, dan satu hal. Callista adalah istri ku, dan tidak akan ada yang bisa mengambil Callista dari ku. Dan kau teruslah berjuang jika kau ingin melihat kehancuran mu” Ujar Daniel yang langsung berjalan meninggalkan ruang kerja Mike.


Mike masih terdiam dengan ucapan Daniel, kini Daniel sudah pergi dari ruang kerjanya. Mike tidak bisa lagi menyembunyikan amarahnya. Ia membanting pajangan yang ada di atas meja kerjanya.


“Lihatlah Daniel, kau atau aku yang paling hebat! Aku pasti bisa mengalahkan mu” Gumam Mike.


Mike langsung menghubungi Denis assistantnya untuk masuk ke ruang kerjanya.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu


“Masuk” Ucap Mike


“Tuan, ada yang bisa saya lakukan?” Tanya Denis dengan sopan.


“Bagaimana keadaan Renaldy Company di Australia?”


“Begini Tuan, sistem keamanan mereka sangatlah ketat. Tidak mudah menembus perushaan mereka. Sejak anjloknya saham mereka 5%, kini mereka sangat memperketat keamanan. Bahkan transaksi sekecil apapun tidak bisa keluar tanpa pengetahuan dari direktur yang sudah di percayakan oleh Tuan Daniel Renaldy” Ujar Denis yang membuat Mike emosi.


“Pria itu ternyata selangkah lebih baju!” Gumam Mike.


“Lalu bagaimana dengan perusahaan cabang Keluarga Hutomo?” Tanya Mike kembali.

__ADS_1


“Saya sudah memeriksa, ternyata direktur perusahaan milik Nona Callista Hutomo kini membantu perusahaan cabang yang kini sahamnya anjlok. Dari informasi yang saya dapat direktur itu bernama Taylor, dia adalah seorang yang terkenal sangat cerdas dalam mengelola perushaan. Dia pun sahabat dari Tuan Daniel Renaldy” Tutur Denis.


“Tuan, menurut saya kita harus buat seluruh investor menarik uangnya dari Renaldy Company. Memang tidak mudah, tapi kita bisa menggunakan cara licik” Ujar Daniel yang membuat Mike tersenyum.


“Baiklah, lakukan dan aku ingin mendengarberita kehancuran Renaldy Company. Aku ingin melihat apa yang bisa di lakukan oleh pria sombong itu” Seru Mike.


***


Siang hari Callista sudah menyelesaikan tugasnya. Ia sudah memeriksa pasien VVIP. Ia pun sudah menyusun lapporan kerjanya. Karena hari ini ia tidak memiliki jadwal operasi, Callista memutuskan untuk segera kembali ke mansion keluarganya. Ia yakin orang tuanya sudah pasti berada di rumah. Karena Callista tahu, ayahnya biasanya melihat pekerjaannya dari rumah saja. Dia biasanya meminta assistantnya untuk yang melihat langsung ke perushaan. Ayahnya akan pergi jika memang ada meeting penting dengan Client.


Callista berjalan meninggalkan ruang kerjanya. Ia berjalan menuju lobby rumah sakit. Callista sudah mengirim pesan pada Nick jika ia sudah selesai.


Setibanya di lobby rumah sakit, Nick langsung membukakan pintu mobil untuk Callista.


“Nick, hari ini ke mansion keluarga ku” Perintah Callista.


“Baik Nyonya”


Kini Mobil Callista sudah berjalan meninggalkan lobby rumah sakit. Callista memeriksa handphonenya, terakhir ia mengirim pesan pada Daniel namun masih belum di baca oleh Daniel.


Callista pun memutuskan untuk menghubungi Daniel, tapi sudah tiga kali ia menghubungi suaminya, tetap tidak ada jawaban.


Mobil Callista sudah tiba di mansion keluarganya, ia segera turun dari mobil dan masuk ke dalam mansion keluarganya. Para pelayan yang melihat Callista, ia pun menyapa dengan hormat.


Callista membalas senyuman ramah dengan para pelayan itu.


Ia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.


“Ma, paa” Panggil Callista.


“Callista?” Alice dan Michael terkejut saat melihat putrinya datang.


“Sayang, kamu sudah pulang?” Tanya Alice yang kini menatap putrinya.


“Iya ma, maaf aku tidak mengabari mama dan papa. Aku pulang dari kemarin” Jawab Callista.


“Kenapa kamu pulang cepat?” Tanya Michael yang kini melihat ke arah putrinya.


“Aku pulang karena masalah perusahaan ka Jessica dan juga perusahaan Daniel” Jawab Callista yang membuat Alice dan Michael terkejut.

__ADS_1


“Perusahaan Daniel dalam masalah?” Tanya Michael yang masih tidak percaya.


Callista pun mengangguk.


“Perusahaan cabangnya di Australia mengalami penurunan saham 5%.” Jawab Callista.


“Papa sudah tahu perushaan Ka Jessica ada masalah bukan? Kenapa papa tidak memberitahu ku?”


Michael menghela nafas dalam mendengar ucapan putrinya.


“Sayang, kamu ini sedang berbulan madu. Bagaimana bisa papa mengganggu bulan madu kalian. Papa memang sengaja menunggu kalian pulang, baru papa menceritakannya” Tutur Michael.


“Sebenarnya apa yang terjadi pa?” Tanya Callista yang penasaran.


“Papa masih belum menemukan dalang di balik semua ini nak, sepertinya ada orang yang sengaja bermain dengan perusahaan kita. Tapi sekarang sepertinya papa tahu, orang di balik semua ini adalah orang yang membenci Daniel” Jawab Michael.


“Kenapa papa bisa berpikir begitu?” Tanya Callista kembali.


“Perushaan Daniel mengalami penurunan saham bersamaan dengan perusahaan milik kakak mu. Sangat aneh jika ini bersamaan. Karena jika perushaan kakak mu anjlok, tidak lama kemudian akan berdampak di perushaan mu” Jawab Michael.


“Sekarang Daniel dimana?” Tanya Michael ke arah putrinya.


“Daniel sekaarang mengunjungi Linfard Company. Tadi malam Daniel mengatakan pada ku jika Linfard Company lah yang berusaha menjatuhkan perushaaanya” Jawab Callista yang membuat Michael sedikit terkejut.


“Linfard Company? itu adalah salah satu perusahaan besar di Australia, Apa dia musuh Daniel?’ Tanya Michael kembali.


“Tidak pa, bahkan Daniel mengatakan pada ku jika ia tidak mengenal pemilik dari Linfard Company” Tutur Callista.


“Yasudah sayang, lebih baik kamu makan dulu. Mama sudah masak” Sambung Alice.


“Pa, ayo kita lebih baik makan bersama” Ajak Alice.


“Baiklah ma” Jawab Callista.


Kini mereka berjalan menuju ruang makan dan menikmati makan siang bersama. Sedangkan Michael masih terus memikirkan siapa pemilik Linfard Company. Apa alasannya hingga mengganggu keluarganya.


***


Like,coment dan vote terus setiap karya author ya.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian😘


__ADS_2