
Daniel sudah berjalan meninggalkan Queen Hospital. Ia ingin segera menemui kekasihnya. Meskipun ia masih sangat marah, tapi ia ingin bertanya langsung pada kekasihnya.
Daniel mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju perusahan milik kekasihnya.Kali ini ia akan meminta memaksa Callista untuk menceritakan semuanya. Meskipun kekasihnya memiliki pekerjaan dan sedang bertemu dengan Client. Ia tetap tidak akan perduli.
Daniel telah tiba di perusahaan milik kekasihnya, ia segera memarkirkan mobilnya dengan cantik dilobby perusahaan. Ia berjalan memasuki lobby perusahaan. Semua karyawan mengetahui jika Daniel adalah kekasih dari pemilik perusahaan dimana mereka bekerja.
Daniel melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kerja Callista,setibanya Daniel di depan ruang kerja Callista. Lucy Asisstant Callista sudah menyambut Daniel yang datang.
“Selamat Pagi Tuan Daniel” Sapa Lucy dengan hormat.
“Pagi, dimana Callista?” Tanya Daniel kearah Lucy.
“Nona Callista ada didalam Tuan, tapi Nona Callista sedang ada tamu” Jawab Lucy.
“Yasudah saya langsung masuk saja” Daniel langsung meninggalkan Lucy.
“Tapi-“ Belum selesai Lucy berbicara, Daniel sudah membuka pintu ruang kerja Callista.
Ceklek
Suara pintu terbuka.
Callista terdiam saat melihat Daniel datang ke perusahaannya.
“Tuan Daniel?” Sapa seorang pria.
“Tuan Ryan? Maaf menganggu anda. Tapi saya ingin bertemu dengan calon istri saya” Ucap Daniel yang berjalan mendekat ke arah Callista.
“Kenapa dia ini tidak mau menunggu” Gerutu Callista dalam hati.
“Nona Callista adalah calon istri anda Tuan?” Tanyan kepada Daniel.
“Benar” Jawab Daniel.
“Maaf, kalau begitu saya permisi. Nona Callista saya akan datang kembali membahas kerja sama perusahaan kita” Ucap Ryan yang mulai meninggalkan ruang kerja Calista.
“Kamu-“ Belum selesai Callista berbicara, Daniel sudah mencium paksa bibir Calista. Menggigit bibir Callista hingga membuat Callista kesakitan. Callista berusaha untuk mendorong Daniel, tapi tubuh Callista sudah dipeluk erat oleh Daniel. Hingga membuat Callista tidak bisa bergerak seikit pun.
“Kau berhutang penjelasan pada ku” Seru Daniel yang sudah melepaskan pagutannya.
“Kau ini” Gerutu Callista sambil memegang bibirnya yang telah digigit oleh Daniel.
“Sekarang jelaskan atau aku akan melakukan lebih dari mencium mu” Ancam Daniel.
“Kamu ingin aku menjelaskan apa?” Tanya Callista
.
“Semua tentang Mike”
Calista berjalan mendekat ke arah sofa dan ia mulai duduk di sofa bersama dengan Daniel yang mengikutinya.
“Maaf, aku tidak bercerita pada mu” Ucap Callista pelan.
“Sekarang katakan semuanya” Perintah Daniel.
__ADS_1
“Grace menyukai Mike, dia selalu bercerita pada ku tentang Mike. Aku mendukungnya karena aku tidak tega padanya. Mike sering mengajak ku berkencan tapi aku selalu menolaknya. Terakhir memang aku meminta Mike untuk membuka hatinya untuk Grace tapi dia malah menyatakan perasaannya pada ku” Ucap Callista yang tida berani menatap wajah Daniel yang sudah dari tadi menatap tajam dirinya.
“Kenapa kau tidak menceritakan pada ku” Seru Daniel.
“Aku ingin bercerita saat kita pulang dari makan malam bersama keluarga mu, tapi malah terjadi masalah dengan Grace. Maafkan aku” Ucap Callista pelan.
“Katakan pada ku siapa lagi yang sudah menyatakan perasaanya pada mu?” Tanya Daniel yang masih menatap tajam Callista.
“Ti…dak ada” Callista masih tidak berani menatap Daniel.
“Jangan berkata bohong pada ku atau kau akan tahu akibatnya” Ancam Daniel.
Callista menghela nafas dalam mendengar ancaman Daniel.
“Sayang, sudah lah jangan marah. Aku tidak pernah menerima ajakan siapapun pria yang mengajak ku keluar bersama selain diri mu” Bujuk Callista sambil mengelus lengan Daniel.
“Cepet katakan siapa pria yang sudah menyatakan perasaannya pada mu lagi!” Seru Daniel.
“Baiklah aku akan mengatakannya, tapi aku mohon jangan lakukan apapun pada pria itu. DIa hanya menyatakan perasaanya saja. Dan kami sekarang berteman”
“Aku tidak akan melakukan apapun asal dia tahu batasannya”
“Edward pernah menyatakan perasaanya, tapi ia tidak bermaksud mengambil ku dari mu. Ia sendiri mengatakan pada ku ia tidak berani melawan mu. Aku mohon jangan melakukan hal buruk pada Edward” Ucap Callista dengan memohon pada Daniel.
“Baiklah, aku tidak akan melakukan pada Edward hal buruk. Tapi mulai detik ini, kamu harus mengatakan hal sekecil apapun pada ku”
“Aku berjanji, apapun itu akan bercerita pada mu” Ucap Callista.
“Dan aku ingin kita segera membahas pernikahan kita” Ujar Daniel.
Daniel langsung mengelus wajah Callista dengen lembut lalu mengecup bibir Callista.
“Kamu memang benar-benar sangat baik sayang” Ucap Daniel lalu menarik Callista masuk kedalam pelukannya.
“Besok aku akan mengantar mu bertemu dengan Grace” Ucap Daniel kembali.
Callista pun mengangguk.
“Sayang, apa kau melakukan sesuatu pada Mike?” Tanya Callista.
“Aku sudah memecatnya dari rumah sakit ku” Jawab Daniel.
“Kau memecat Mike?” Tanya Callista yang terkejut.
“Iya”
“Kenapa kamu memecatnya?” Tanya Callista kembali.
“Karena aku sudah memperingatkannya untuk tidak mengharapkan calon istri ku, tapi dia tetap mengharapkan mu. Jadi sudah ku putuskan untuk membuatnya kehilangan pekerjaanya” Jelas Daniel.
“Sayang, kenapa kau selalu menggunakan kuasa mu?” Gerutu Callista.
“Aku harus menggunakannya jika ada pria yang berani mengambil kamu dari ku” Ujar Daniel.
“Kau ini terlalu berlebihan! Aku tidak akan pergi dari mu” Gerutu Callista.
__ADS_1
“Aku hanya waspada saja”
“Sayang apa kamu sudah tahu kapan pernikahan Jessica dan Adam?” Tanya Daniel kembali.
“Malam ini aku akan pulang ke mansion keluarga ku, aku akan bertanya langsung pada kakakku” Jawab Callista.
“Katakan pada Jessica dan Adam, jika mereka lama menikah. Aku akan mendahului mereka” Balas Daniel.
“Kau ini tidak mau sabar”
“Tidak, aku tidak bisa sabar. Aku ingin segera menikah dengan mu” Ucap Daniel kembali.
“Iya tapi kita harus menunggu sebentar”
“Aku akan menunggu tapi tidak lebih dari satu bulan”
“Kau ingin mengancam lagi?” Seru Callista.
“Iya” Jawab Daniel santai.
“Kau ini hanya bisa mengancam saja” Gerutu Callista.
Daniel tidak menjawab dia langsung mencium bibir Callista kembali.
“Sudah, kau hari ini banyak sekali mencium ku” Seru Callista.
“Aku menyukai bibir mu”
“Ah kau ini” Geram Callista.
“Sayang, siang ini kau sudah mengundang media datang ke perusahaan entertainment ku. Aku akan mengumumkan pada media kita akan segera menikah. Jadi bersiaplah, siang ini kita akan pergi ke perusahaan entertainment ku” Ujar Daniel.
“Kenapa harus mengumumkan pada media? Aku tidak mau” Seru Callista.
“Aku tidak bertanya pada mu. Kamu mau atau tidak. Aku hanya meminta mu untuk datang bersama ku ke perusahaan entertainment ku” Jawab Daniel.
“Aku tidak mau jika kamu mengumumkan pernikahan kita pada media”
“Aku tidak menerima penolakan” Jelas Daniel.
“Dia ini selalu saja memaksa” Gerutu Callista dalam hati.
Akhirnya setelah Daniel memaksa Callista untuk mau datang bersamanya ke perusahaan entertainment miliknya. Callista pun menyutujuinya. Meskipun awalnya Callista tidak ingin mengumumkan pada media.
***
Baca juga karya author yang baru yaaa
"Love In Milan"
Like,coment dan vote yang banyak yaa.
Terimakasih atas dukungan kalian.
Maaf ya author telat up.
__ADS_1