Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 56 - Gangguan


__ADS_3

Hari ini sesuai janji Callista. Ia tidak pergi bekerja. Ia akan menemani kakaknya berbelanja di butik. Sebenarnya ada pekerjaan yang harus Callista selesaikan. Tapi karena kakaknya memaksanya, terpaksa ia harus menemani kakaknya.


Callista berjalan menuju ruang makan. Tadi malam Callista memang memilih untuk tidak pulang ke apartementnya. Callista pun merindukan kamarnya. Kamar dimana tempat Callista mengahabiskan masa kecilnya.


“Ma, papa dimana?” Tanya Callista saat tiba di ruang makan, tidak menemukan ayahnya.


“Papa mu sudah berangkat tadi pagi, dia ada meeting dengan client” Jawab Alice.


“Sayang, kamu hari ini jadi ke butik dengan kakak mu?” Tanya Alice ke arah Callista.


“Jadi ma, jika aku batalkan. Kakak akan membakar perusahaan ku” Gerutu Callista.


“CK! Kau pintar. Jika kau berani membatalkannya. Aku akan membakar perusahaan mu” Ancam Jessica.


“Kalian ini sudah dewasa masih saja seperti anak kecil” Alice menggeleng-geleng kepalanya saat melihat kedua putrinya.


“Yasudah mah, kita pergi dulu ya” Ucap Callista dan Jessica yang langsung mencium ibunya.


“Iya sayang, kalian hati-hati ya”


Callista dan Jessica berjalan meninggalkan mansion keluarganya. Callista membawa mobil buggati yang di belikan oleh Daniel. Hari ini Callista memang sengaja tidak membawa David assistant pribadi kakaknya. Karena menurutnya Callista bisa menjaga kakaknya dengan baik.


Callista mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju salah satu butik langganan Callista dan Jessica. Di dalam mobil Jessica memulai percakapannya.


“Callista, kakak ingin bertanya. Bagaimana kamu mengatur waktu mu dengan suami mu jika kamu saja sudah harus memikirkan rumah sakit dan juga perusahaan di tambah restaurant mu yang kini kakak dengar sudah berada di Asia?” Tanya Jessica.


“Mungkin perusahaan milik ku, aku akan meminta Daniel memberikan orangnya memimpin perusahaan ku. Aku hanya akan bekerja di rumah sakit, karena kakak tahu. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku sebagai Dokter. Dan masalah restaurant, aku meminta Lucy yang mengaturnya. Sejauh ini aku mempercayainya ka. Dia bisa aku andalkan” Jawab Callista sambil menyetir.


“Yasudah kalau begitu, kakak percaya kamu bisa mengaturnya.” Balas Jessica.


Setibanya mereka di butik, Callista dan Jessica berbelanja banyak dress untuk mereka. Saat Jessica ingin membayar seluruh barang belanjaan miliknya dan juga milik Callista. Callista menolak kakaknya yang membayarnya.


“Tolong bayar dengan ini” Ujar Jessica yang menyerahkan kartunya.


“Jangan, pakai ini saja” Tolak Callista yang langsung mengganti kartu kakaknya dengan kartu milik Daniel.


“Callista, aku adalah kakak mu. Sudah seharusnya kakak yang membayar seluruh tagihan” Jawab Jessica.


“Kakak, ini bukan aku yang membayarnya. Tapi calon suami ku Daniel. Sudah lah ka, jangan di tolak” Callista tetap megganti kartu Jessica dengan kartu Daniel. Setelah Callista membayar, Callista dan Jessica berjalan meninggalkan butik.


“Daniel memang luar biasa, kartu kreditnya sudah berada di tangan mu” Ucap Jessica yang kagum.


“Dia yang memaksa ku. Dia meminta ku, untuk tidak pernah lagi menggunakan kartu ku.” Jawab Callista.


“Callista, kakak bahagia kamu mendapatkan pria yang baik dan bertanggung jawab atas hidup mu.” Balas Jessica.

__ADS_1


Callista pun tersenyum mendengar ucapan kakaknya.


Callista dan Jessica berjalan menuju mobil Callista di parkiran. Langkah Callista terhenti saat ia merasa ada yang mengikutinya.


“Nona Callista Hutomo” Panggil seorang pria asing.


Callista dan Jessica menengok saat mendengar nama Callista di panggil.


“Maaf, anda siapa?” Tanya Callista yang bingung ada 3 orang pria yang berdiri di hadapannya.


“Nona, mari ikut kami” Ujar pria itu.


“Siapa kalian” Teriak Jessica.


Calista langsung menahan tangan Jessica.


“Sudah lah ka, tenang saja” Ucap Callista yang berusaha menenangkan kakaknya.


“Ka, lebih baik kakak pergi. Ini kunci mobil ku” Ucap Callista sambil memberikan kunci mobilnya.


“Tidak! Kakak tidak akan membiarkan mu sendiri. Jangan pernah kamu berfikir kakak akan meninggalkan mu” Seru Jessica.


Callista menghela nafasnya. Meskipun ia memaksa kakaknya, kakaknya tetap tidak akan pergi.


“Kalian lebih baik jangan menganggu ku” Seru Callista yang kini menatap tajam ketiga pria di hadapannya.


“Tapi aku tidak akan ikut kalian, jadi kalian ingin apa hem?” Tanya Callista yang masih terus menatap tajam ketiga pria itu.


“Jika nona tidak ikut kami, maka kami akan menarik paksa nona” Ujar pria itu yang kini sudah menarik tangan Callista. Saat tangan pria itu menarik tangan Callista, Callista langsung menangkap tangan pria itu dengan tangan kanannya dan mulai menghajar pria yang berani menyentuh tangannya.


Pria lainnya yang melihat temannya sudah jatuh tersungkur di tanah, mereka melawan Callista bersamaan. Kini Callista menghajar hidung mereka bersamaan dan juga memukul bibir mereka hingga mereka tersungkur di tanah.


Callista berjalan mendekat ke arah ketiga pria yang tersungkur di tanah.


“Siapa yang menyuruh kalian?” Teriak Callista kepada ketiga pria dihadapannya.


Mereka tidak ada yang menjawab dan kini mereka hanya berlari meninggalkan Callista. Callista yang ingin mengejarnya tapi tangannya sudah di tahan oleh kakaknya.


“Callista jangan, kakak tidak ingin kamu terluka” Ucap Jessica yang mulai khawatir.


“Tenang ka, aku ini sudah berlatih sejak kecil. Tapi aku beberapa bulan ini sudah lama tidak berlatih. Memukul sedikit saja sudah sedikit sakit” Gerutu Callista yang melihat tangannya sedikit terluka karena memukul pria itu.


“Callista, lebih baik hal ini kita harus ceritakan pada papa dan juga Daniel” Ucap Jessica.


“Tidak ka, aku mohon. Jangan bicara hal ini pada papa dan Daniel. Aku yakin mereka akan kawatir” Jawab Callista yang tidak igin membuat Daniel dan Ayahnya khawtir.

__ADS_1


“Baiklah, lebih baik kita pulang sekarang” Ajak Jessica.


Callista dan Jessica berjalan kearah mobilnya. Karena tangan Callista terluka, Jessica mengambil alih mobil Callista. Jessica mengendarai mobilnya menuju mansion keluarganya.


***


.


.


.


Debora yang berada di ruang kerjanya, ia mulai merasa tidak tenang menunggu anak buahnya datang memberi kabar padanya.


“Nona Debora maafkan kami” Ujar seorang pria yang berjalan masuk ke ruang kerja Debora.


“Kalian kenapa?” Tanya debora yang terkejut melihat anak buahnya penuh luka di wajahnya.


“Nona, Sepertinya putri dari keluarga Hutomo bukan lah lawan kami” Jawab seorang pengawal yang wajahnya penuh dengan luka akibat pukulan dari Callista.


“Jadi kalian kalah hanya dengan seorang gadis hah?” Teriak Debora.


“Nona Debora, maafkan kami.”


“Pergi” Teriak Debora pada anak buahnya, yang kini mereka sudah pergi meniggalkan Debora.


“Membawa pergi seorang gadis saja mereka tidak bisa! Mereka benar-benar bodoh” Seru Debora yang kesal.


Debora memamg berencana untuk menghabisi Callista, tapi kini ia tahu jika Callista bisa membela dirinya. Pantas saja selama ini Debora melihat Callista pergi tanpa pengawal.


Setelah tahu Callista bisa membela dirinya, Debora akan jauh lebih berhati-hati.


***


Baca juga karya author yang lain yaa


"Love In Milan"


Like,coment dan vote terus yaa.


Kalau kalian vote dikit, author engga semangat nih


Yang mauuu lihat Daniel Dan Callista menikah siapaaaa hayooo.


Hehe

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2