Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 76 - Bulan Madu III


__ADS_3

Callista masih menatap Esme yang duduk di hadapannya. Sedangkan ia duduk tepat di samping suaminya.


“Jadi kamu masih tinggal di Los Angeles?” Tanya Callista kembali.


“Iya benar, tapi beberapa bulan terakhir ini aku tinggal di New York” Jawab Esme.


“Apa sekarang kamu sudah memimpin perusahaan keluarga mu?” Tanya Esme pada Callista.


“Iya aku sudah memimpinnya. Tapi setelah aku menikah, aku meminta suami ku yang mengawasinya. Aku lebih memilih profesi ku sebagai dokter” Tutur Callista.


“Kau menjadi dokter?” Tanya Esme yang masih terkejut.


Callista pun mengangguk.


“Iya, aku dokter bedah di Queen Hospital”


“Profesi yang sangat menganggumkan” Puji Esme.


“Lalu bagaimana dengan mu?” Tanya Callista kembali.


“Saat ini aku pemilik dari Leora Beauty Centre. Klinik kecantikan yang saat ini aku kembangkan di Amerika dan Eropa”Jawab Esme.


“Oh kamu pemilik Leora Beauty Centre? Itu klinik kecantikan yang besar” Puji Callista.


“Benar, aku bekerja sama dengan berbagai dokter spesialis kulit” Jawab Esme.


“Bagaimana dengan perusahaan keluarga mu Esme?”


“Aku memimpinnya saat ini. Tidak ada lagi yang memimpinnnya. Aku anak tunggal” Tutur Esme.


“Callista, sepertinya aku pernah melihat wajah suami mu. Tapi aku sedikit lupa. Mungkin apa suami mu juga seorang pembisnis seperti ayah mu?” Tanya Esme.


“Kamu benar. Suami ku adalah pembisnis. Suami ku memimpin perusahaan Renaldy” Jawab Callista sambil melihat suaminya yang tengah menikmati minumannya.


Ucapan Callista benar-benar membuat Esme terkejut.


“Tuan Daniel adalah Tuan Daniel Renaldy?” Tanya Esme memastikan sambil melihat ke arah Daniel.


Daniel hanya membalas dengan mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


“Kamu mengenal suami ku?” Tanya Callista ke arah Esme.


“Tentu aku mengenal Renaldy Company.Pantas saja aku seperti pernah melihat wajah suami mu. “ Jawab Esme.


“Benar apa yang aku fikir. Dia bukan orang sembarangan. Callista benar-benar beruntung. Kenapa dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan” Gumam Esme dalam hati.


“Esme sepertinya aku harus pergi. Aku ingin berbelanja dengan suami ku” Ucap Callista.


“Baik, selamat berbulan madu” Balas Esme.


Mendengar istrinya sudah berpamitan dengan temanya. Daniel pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan menggandeng tangan istrinya.


Esme yang melihat Callista sudah pergi dengan suaminya. Ia hanya terdiam.


“Bahkan saat ini kau benar-benar sangat cantik Callista” Gumam Esme pelan saat melihat Callista sudah pergi.


Daniel dan istrinya menuju mobil yang sudah menjemputnya. Di dalam mobil, Daniel memulai percakapannya.


“Sayang, kenapa saat kita menikah kamu tidak mengundang Esme?” Tanya Daniel ke arah istrinya.


“Aku sudah lama lost contact dengannya. Bahkan aku tidak tahu dia tinggal dimana. Sebenarnya dulu kami pernah bermusuhan” Tutur Callista.


“Iya, aku pernah bermusuhan dengannya. Kami pernah menyukai pria yang sama. Dulu aku pernah mengatakan pada mu jika aku pernah menyukai seorang pria. Pria itu adalah senior ku saat aku SMA dulu. Pria itu menyukai ku dan aku pun menyukainya. Tapi Esme ternyata menyukai pria itu. Lalu saat itu dia sangat membenci ku” Tutur Callista.


“Tapi pria itu bukan dari keluarga terpandang yang di ingin kan oleh ayah ku. Dia sangat pintar hingga mendapatkan beasiswa di sekolah ku. Tentu kamu tahu papa ku akan marah jika aku menjalin hubungan dengan pria biasa. Saat papa ku mengetahui aku menyukai pria itu, papa ku mengancamnya. Hingga akhirnya dia pun tidak berani menyatakan perasaannya” Tutur Callista kembali.


“Apa kamu sampai sekarang masih menyukainya?” Tanya Daniel yang mulai kesal mendengar cerita istrinya.


“Kisah ku dengannya itu saat aku masih SMA. Kamu tahu anak SMA hanya sekedar menyukai saja. Tidak lebih, Tentu sekarang aku sudah melupakannya karena aku sudah memiliki sosok pria yang sempurna yang mendampingi hidup ku” Ucap Callista ke arah suaminya sambil teresenyum.


Daniel yang mendengar ucapan istrinya ia langsung menarik istrinya masuk ke dalam pelukannya.


Mobil Daniel sudah tiba di Avenue Montaige salah satu pusat perbelanjaan para wanita yang sangat mencintai fashion. Brand ternama dunia sudah pasti ada di mall ini.


Daniel memang sangat ingin membahagiakan istri cantiknya. Ia sangat tahu istrinya sangat mencintai fashion. Istrinya bekerja keras untuk dapat membeli apapun yang di inginkan tanpa harus meminta uang dari ke dua orang tuanya. Daniel sangat tahu, istrinya sudah tidak pernah meminta uang kepada oranng tuanya.


“Sayang, kenapa kamu membawa ku kesini? Aku bisa berbelanja sangat banyak” Gumam Callista yang sudah turun dari mobil.


Daniel menggandeng tangan Callista untuk masuk ke beberapa butik ternama dunia.

__ADS_1


“Aku memang ingin kita kesini. Aku ingin membahagiakan istri ku” Ujar Daniel.


“Tapi kamu tidak tahu. Jika aku sudah berbelanja aku pasti lupa diri” Gerutu Callista.


“Tidak masalah, uang ku tidak akan habis.” Jawab Daniel santai.


“Kau dari dulu selalu saja sombong. Memangkanya kau yang punya Bank Of America?” Gerutu Callista yang mulai kesal.


“Meskipun aku bukan pemilik Bank Of America, tapi aku akan selalu mampu membahagiakan keinginan istri ku” Ujar Daniel sambil mengelus rambut panjang istrinya.


Dan benar, Callista masuk ke beberapa butik. Ia pun membeli dress, gaun, tas hingga sepatu. Meskipun ia memiliki koleksi yang banyak di rumahnya dan di tambah di apartement suaminya yang sudah suaminya siapkan. Tapi memang Callista sangat mencintai fashion. Dia selalu menjaga setiap penampilannya.


Setelah puas berbelanja, Callista dan Daniel memutuskan untuk pergi ke Museum Orsay. Callista meletakan barang belanjaannya di dalam mobil. Ia pun meminta pada supirnya untuk meminta pada staff hotel milik suaminya meletakan barang belanjannnya di dalam kamarnya.


Setibanya Daniel dan Callista di Museum Orsay, Daniel menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam museum. Sebuah museum dengan bangunan artisyik yang di dirikan tahun 1900 ini di kenal secara internasional karena koleksi seni impresionisnya yang sangat indah.


Di museum ini, orang yang datang dapat menemukan koleksi karya mulai dari tahun 1848 hingga 1914. Karya-karya yang di pajang juga beragam. Ada yang berupa foto, patung, gambar arsitektur dan dekoratif, lukisan karya gauguin, renoir, dan seniman lainnya.


“Sayang kenapa kamu meminta kita ke sini?” Tanya Daniel ke arah istrinya.


“Aku hanya ingin saja. Aku terakhir kesini dengan keluarga ku saat ku kecil. Kamu tahu terakhir aku ingin pindah ke paris saja, kamu sudah menarik ku kembali pulang ke Los Angeles. Padahal aku sudah lama tidak mengunjungi Paris” Tutur Callista.


“Itu sudah pasti aku akan menarik mu pulang ke Los Angeles. Karena kamu meninggalkan ku” Ucap Daniel.


“Kau jangan mengingat masa lalu. Itu juga karena ulah mu yang tidak bercerita pada ku” Geutu Callista yang mengingat kejadian dulu.


***


Hayooooo pada kesel sama Esme? Sabarr yaa. nanti juga tau. Jadi jangan langsung pasa kesel duluan. udah ada alurnyaa.


Maaf author telat up hari ini karena banyak pekerjaan kantor yang harus di selesain.


Yang belom baca karya author yang lain baca yaa


"Love In Milan"


Like, coment dan vote terus setiap karya author.


Terimakasih atas dukungannya😘

__ADS_1


__ADS_2