Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 79 - Amsterdam I


__ADS_3

Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam.


Daniel dan istrinya sudah tiba di Bandara Internasional Schiphol Amsterdam. Perjalanan dari Bandara Internasional Charles De Gaulle menuju Bandara Internasional Schiphol sekitar 1 jam 25 menit. Daniel memang lebih memilih menggunakan privat jet miliknya dari pada ia harus menggunakan kereta. Tujuan Daniel memilih jet pribadinya adalah supaya istrinya bisa meletakan barang-barang yang di beli istrinya di dalam jet pribadinya. Sebenarnya dari Paris menuju Amsterdam jika menggunakan kereta hanya membutuhkan waktu sekiktar 3 jam 30 menit. Tapi Karena Daniel melihat belanjaan istrinya yang sangat banyak, akhirnya ia memilih menggunakan privat jet.


Daniel dan istrinya sudah di jemput oleh supir dari Renaldy Company yang memliki cabang di Amsterdam. Mereka pun akan menginap di hotel milik keluarga Renaldy. Daniel sudah meminta staffnya menyiapkan presidential suite untuk dirinya dan juga istrinya.


Di dalam mobil Callista yang masih mengantuk, ia menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.


“Sayang, apa kamu lelah?” Tanya Daniel samnil mengelus rambut isrinya.


“Tidak terlalu, tapi aku butuh istirahat sebentar. Nanti sore baru kita keluar” Jawab Callista dengan lembut.


“Baiklah”


“Sayang, apa kamu mempunyai cabang restaurant di Amsterdam?” Tanya Daniel kembali.


“Tidak, aku tidak memilikinya. Terakhir aku membuka di Asia, tapi sebelumnya Paris dan Mexico”


“Bagaimana jika kamu membuka cabang restaurant mu di Amsterdam? Aku akan mengaturnya” Ujar Daniel.


“Apa itu tidak merepotkan mu?”


“Tentu tidak, aku akan mengaturnya. Kau sekarang memilki assistant yang bisa kamu percaya. Tenang lah aku akan mengatur beberapa pembukaan cabang restaurant mu di Eropa” Ujar Daniel.


“Baiklah, terimakasih sayang. Kamu memang selalu aku andalkan. Ternyata benar apa yang di katakan papa” Ucap Callista yang langsung mengecup pipi suaminya.


“Papa mengatakan apa?” Tanya Daniel yang penasaran.


“Papa mengatakan, aku harus mencari suami yang hebat.”Ucap Callista yang sengaja mengajak suaminya bercanda.


“Baru sadar kamu hem? Memiliki suami yang hebat?” Goda Daniel.


Callista langsung mencubit lengan suaminya.


“Kau ini terlalu percaya diri” Seru Callista.


Daniel pun tersenyum.


“Sayang aku ingin bertanya sesuatu” Ucap Daniel.


“Ada apa?” Callista menoleh melihat suaminya.


“Kenapa kamu tidak pernah memiliki kekasih? Di usia mu yang sudah 26 tahun, harusnya kamu sudah memiliki banyak mantan kekasih” Ujar Daniel.

__ADS_1


“Kau pikir aku sama seperti mu” Gerutu Callista.


“Ini semua karena papa ku yang selalu melarang ku. Saat aku menyukai pria, dia pun turun tangan mengancam pria itu. Jadi aku tidak berani menjalin hubungan dengan siapa pun” Ujar Callista yang kesal mengingat ayahnya yang selalu melarangnya.


“Aku sangat menyukai papa mu” Daniel menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.


“Kenapa?” Callista mengernyitkan dahinya.


“Karena cara papa mu mendidik mu, meskipun kamu suka membrontak tapi kamu masih tidak berani melawan papa mu”


“CK! Bagaimana melawan. Kamu tidak tahu saja bagaimana jika papa ku sudah marah” Callista bedecak kesal.


“Nanti saat kita menjadi orang tua, kita akan merasakannya. Dan aku harus sabar jika memiliki putri yang memiliki sifat seperti ibunya” Seru Daniel sambil tersenyum.


“Aku pun harus sabar jika memiliki putra yang angkuh seperti ayahnya” Balas Callista.


Mobil Daniel sudah tiba di hotel milki keluarga Renaldy. Staff hotel mulai membawa barang-barang Daniel dan istrinya.


Saat Callista mulai memasuki lobby hotel, ia terus menatap hotel yang sangat megah. Ia tidak menyangka jika suaminya memiliki hotel semegah ini. Keluarganya pun memiliki banyak hotel megah yang berada di berbagai negara. Hanya saja hotel milik suaminya memilki design yang sangat mewah dan elegant.


Kini Daniel dan istrinya sudah berada di dalam kamar. Callista merasakan tubuhnya yang lengket, ia ingin sekali langsung berendam.


“Sayang, aku ingin berendam” Ucap Callista.


“Tidak” Tolak Callista namun Daniel sudah menariknya masuk ke dalam kamar mandi.


“Percuma saja aku menolak, jika dia sudah meminta ucapan ku tidak akan di dengar” Gerutu Callista dalam hati.


Saat Callista ingin melepaskan dressnya, Daniel langsung mendekat ke arah istrinya.


“Biar aku saja”Bisik Daniel di telinga Callista dan tangannya langsung membuka retsleting baju istrinya.


“Kamu tahu sayang, tubuh mu sangat indah” Bisik Daniel kembali yang membuat Callista merona saat mendengar ucapan suaminya.


Daniel pun kini melepas pakaiannya, Mereka langsung masuk ke dalam bathtub. Daniel menggosokan punggung mulus istrinya. Tidak hanya itu, tangan Daniel mulai nakal meremas benda kenyal di dada istrinya hingga membuat istrinya mengeluakan lenguhan dan desahan.


“Kau ini mencari kesempatan” Ucap Callista dengan lembut.


“Aku tidak mencari kesempatan sayang, diri mu adalah milik ku. Aku hanya menyentuh milik ku” Bisik Daniel kembali.


Daniel menarik istrinya ke atas pangkuannya, lalu Daniel langsung menarik tengkuk leher istrinya, dan mencium istrinya dengan lembut. Callista pun mengalungkan tangannya di leher suaminya. Mereka memperdalam ciumanya dan menghisap bibir atas dan bawah mereka secara bergantian.


Daniel yang sudah tidak tahan, ia langsung menyatukan miliknya dengan milik istrinya. Suara desahan dan erangan terdengar sangat merdu di telinga keduanya.

__ADS_1


***


Pukul 16.00


Daniel sudah lebih dulu terbangun, ia melihat tubuh polos istrinya yang hanya di memakai selimut. Melihat istrinya tertidur pulas, ia kembali memeluk istrinya dan mengecup pucuk kepala istrinya.


Callista yang merasakan ciuman di pucuk kepalanya, ia mulai membuka kedua matanya.


“Sudah bangun hem?” Ucap Daniel ke arah istrinya.


Callista pun mengangguk.


“Aku sangat menyukai bangun dengan keadaan kamu memeluk ku” Ucap Callista dengan lembut yang masih memeluk suaminya.


“Setiap hari, kita akan terbangun di pagi hari dengan aku yang akan memeluk mu seperti ini” Jawab Daniel yang kembali memeluk istrinya masuk kedalam pelukannya.


“Sayang, jika dulu Rossalinda tidak berselingkuh apa kamu akan menikahinya?” Tanya Callista ke arah suaminya.


Daniel yang mendengar pertanyaan istrinya ia langsung mengernyitkan dahinya.


“Entahlah, tapi dulu aku tidak memiliki perasaan cinta yang terlalu dalam seperti aku mencintai mu” Jawab Daniel yang membuat Callista tersenyum.


“Benarkah ?”


Daniel pun mengangguk.


“Dulu, aku tidak pernah berfikir menikah di usia ku yang sudah 31 tahun ini. Meskipun orang tua ku sudah meminta, tapi aku sulit untuk membuka hati ku untuk seorang gadis. Entah saat aku mengenal mu, aku merasakan suatu hal yang berbeda. Rasa cinta ku dengan mu jauh lebih besar daripada rasaa cinta ku pada mantan kekasih ku. Itulah yang membuat ku memilih mu menjadi istri ku” Tutur Daniel sambil mengelus rambut panjang istrinya.


“Aku pun tidak pernah mencintai seorang pria, seperti aku mencintai mu. Kamu benar-benar pria yang selama ini aku cari” Balas Callista.


Daniel pun kembali menarik dagu istrinya, lalu mencium dengan lembut bibir istrinya. Callista yang mendapatkan ciuman dari suaminya, ia langsung membalas ciuman suaminya.


***


Yang belim baca karya author yang lain baca yaa


judulnya "Love In Milan"


Maaf yang judul Love In Milan belom bisa up banyak. Besok weekend author bakal crazy up.


Minta votenya yaa biar author semangat.


Like dan Coment juga setiap karta author.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian😘


__ADS_2