Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 30 - Perjuangan Daniel II


__ADS_3

Setelah meninggalkan Daniel, Callista berencana untuk ke salah satu mall. Tapi karena Callista ingin mengontrol restauant cabang yang baru saja ia buka di Paris, akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi restaurantnya.


Royal Restaurant makanan khas thailand, yang Callista buka di Paris. Restaurant milik Callista selalu ramai pengunjung. Callista bersyukur bisa mengembangkan bisnisnya di berbagai negara dengan usahanya sendiri. Sebenarnya sebagai nona dari keluarga kaya, ia tidak perlu bersusah payah. Tapi sifat Callista yang ingin sukses dengan kemampuan yang ia miliki, membuatnya bisa seperti sekarang ini.


Callista berjalan memasuki restaurant miliknya. Restaurant dengan design yang cukup mewah. Mata Callista tertuju pada pria yang duduk sendiri sambil menikmati makanannya. Callista berjalan mendekat ke arah pria itu.


"Edward?" Panggil Callista.


"Callista? kamu disini?" Tanya Edward bingung saat melihat Callista.


"Iya Edward, ini restaurant ku" Ucap Callista


"Royal Restaurant adalah milik mu?" Tanya Edward kembali.


Callista mengangguk dan tersenyum ke arah Edward.


"Bagaimana makanan di sini? apa kamu menyukainya?" Tanya Callista dengan senyum ramah.


"Sangat, this is one of my favorite restaurant in here" Ujar Edward


"Benarkah?"


"Benar Callista, di sini makanannya enak sekali"


"Terimakasih, selamat menikmati makanan mu" Ucap Callista.


"Callista, bisakah kamu menemani ku makan?" Pinta Edward.


Callista pun mengangguk dan ia menemani Edward menghabiskan makanannya. Edward pria yang tampan dan berkharisma. Ia memiliki sifat yang lembut berbeda dengan Daniel. Tapi meskipun begitu Callista lebih menyukai Daniel.

__ADS_1


Setelah EdwarD menghabiskan makanannya, akhirnya Edward mengantarkan Callista kembali ke apartementnya.


"Cal, apa besok kamu ada di restaurant?" Tanya Edward.


"Aku belum tahu, aku rencana akan ke rumah sakit milik tunangan kakak ku. Aku ingin melamar mrnjadi dokter di sana" Tutur Callista.


"Kau dokter?" Tanya Edward dengan wajah kaget.


Callista pun mengangguk.


"Dia benar-benar gadis yang sempurna. Selain cantik dan lahir dari keluarga kaya tapi dia juga pintar" Gumam Edward dalam hati.


"Kau sangat hebat callista" Ucap Edward memuji Callista.


"Tidak, tidak seperti itu" Jawab Callista.


"Calissstaaaaaaa" Teriak seorang pria yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Kenapa dia tidak lelah untuk menemui ku" Gumam Callista dalam hati.


"Tuan Daniel?" Ucap Edward sambil melihat ke arah Daniel.


"Ya, Tuan Edward. kenapa kau bisa bersama dengan kekasih ku?" Tanya Daniel dengan tatapan tajam.


"Aku tidak sengaja bertemu dengan Callista di Royal Restaurant, setelah itu aku mengantarkannya pulang" Jawab Edward.


"Bukankah Tuan Daniel di berita akan bertunangan dengan Debora Alister? kenapa sekarang dia di sini?" Gumam Edward dalam hati.


"Baiklah, kau bisa pergi sekarang. Aku ingin berbicara dengan kekasih ku" Perintah Daniel.

__ADS_1


Edward pun mengangguk dan berpamitan. Ia berjalan meninggalkan Callista dan Daniel.


"Buka pintu apartement mu!" Perintah Daniel


"Pulang lah, aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu" Jawab Callista.


"Callista bisakah kau tidak keras kepala? atau mau aku dobrak pintu mu ini?" Ucap Daniel dengan emosi.


Callista hanya bisa menghela nafas dan mulai membuka pintu apartementnya. Daniel berjalan masuk ke apartement milik Callista, lalu ia duduk di sofa.


"Callista, berhentilah bersikap seperti ini. Kita harus pulang ke Los Angeles. Kita harus bicara dengan orang tua kita."


"Daniel, sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Aku sudah menyerah dengan hubungan rumit ini. Kamu bisa bertunangan dengan gadis pilihan orang tua mu. Dan biarkan aku memilih pria lain untuk hidup ku"


"Mudah sekali bagi mu berbicara seperti itu, Aku mencoba menahannya selama ini Callista. Berhentilah keras kepala atau aku akan menyeret mu kembali bersama ku" Ancam Daniel.


"Aku sudah lelah Daniel. Aku pun sudah mengundurkan diri dari Queen Hospital. Aku ingin memulai kehidupan ku disini" Tutur Callista


"Kehidupan mu hanya dengan ku. Tidak ada lagi. Jika aku tinggal di Los Angeles, maka kau juga harus tinggal di sana" Ucap Daniel sambil menarik tangan Callista.


Daniel menarik tangan Callista lalu tangannya menangkup ke dua pipi Callista.


"Katakan jika kau tidak membutuhkan ku lagi" Ucap Daniel sambil menatap wajah Callista.


Callista hanya diam dan tidak berani menatap mata Daniel. Bagaimana pun menurut Callista hubungan dengan Daniel sangat rumit. Ia takut banyak hati yang terluka. Terlebih keluarganya dan keluarga Daniel. Callista berusaha untuk pergi tapi Daniel selalu menarik tangannya.


**********


Author vote yang banyak yaaa

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment jugaa


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2