Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 101 - Kepanikan Edward


__ADS_3

Edward perlahan mulai membuka matanya, saat ia membuka matanya ia sudah berada di dalam ruangan.


"Tuan, anda sudah sadar?" Tanya seorang perawat.


"Saya dimana?" Tanya Edward sambil memijit pelipisnya.


"Tuan saat ini berada di rumah sakit." Jawab seorang perawat.


"Tuan, apa Tuan mengingat nama dan umur Tuan?" Tanya perawat itu kembali.


"Edward, usia ku 30 tahun" Jawab Edward sambil menyentuh kepalanya. Ia merasakan benar-benar pusing.


"Dimana Grace?" Edward mulai mengingat jika ia memapah tubuh Grace.


"Grace? maaf siapa Grace Tuan?" Tanya perawat.


"Seorang gadis yang bersama ku, kulitnya putih dan rambut coklat panjang. Dimana Grace?"


"Tuan, seorang karyawan di mall mengantarkan Tuan ke rumah sakit tanpa dengan seorang gadis." Jawab Perawat yang sontak membuat Edward terkejut.


"Maksud mu aku sendiri?"


Perawat itu mengangguk dan berkata " Benar Tuan, dari luka yang Tuan terima, seperti luka akibat pukulan di tengkuk leher Tuan hingga leher Tuan mengalami memar." Tutur perawat.


"Shit! ya aku yakin ada yang memukul ku" Edward bangkit dari tempat tidurnya, perawat sudah menahannnya karena kondisinya belum sepenuhnya pulih. Tapi Edward tidak memperdulikan ucapan sang perawat. Ia berlari menyelesaikan administrasi dan langsung menuju mall tempat dimana ia di pukul.


Setibanya Edward di mall, ia langsung kebagian management mall, ia meminta untuk dibukakan CCTV di area parkiran mobilnya. Awalnya management dari pihak mall tidak mengijinkannya, tapi Edward memaksa, ia merasa ada hal aneh jika ada orang yang memukulnya dan Grace langsung menghilang.


Saat Edward melihat CCTV, rahangnya mengeras dan ia benar-benar emosi, Pelaku sudah menghapus bagian CCTV. Ia hanya meninggalkan ada dua pria berpakaian hitam yang berjalan menuju Edward dan Grace, namun ssetelah itu CCTV sudah tidak lagi terbaca.


Edward langsung mengambil handphonenya, jika seperti ini ia yakin Grace telah di culik. Ia langsung mengubungi Daniel. Karena Edward yakin Daniel akan dengan cepat menemukan Grace.


"Hallo" Sapa Edward saat panggilan sudah terhubung.


"Edward?" Daniel sedikit terkejut saat Edward menghubunginya.

__ADS_1


"Tuan Daniel, saya akan mengirimkan pesan alamat saya berada. Mohon Tuan segera datang, karena ini tentang Grace adik Tuan." Ujar Edward yang membuat Daniel terkejut.


"Adik ku kenapa?"


"Saya tidak bisa memberitahu lewan telepon Tuan, saya akan memberitahu saat Tuan sudah tiba" Ucap Edward yang langsung memutuskan panggilan teleponnya.


Setelah Edward menghubungi Daniel, ia langsung menghubungi assistantnya. Ia meminta assistannta memulihkan CCTV. Tidak tahu harus bagaimana caranya, tapi setidaknya ada sedikit cela, dimana Grace dibawa.


Tidak menunggu lama, Daniel pun kini sudah tiba dan langsung menemui Edward. Daniel melihat raut kepanikan di wajah Edward.


"Edward, ada apa dengan adik ku?" Tanya Daniel pada Edward.


Edward menghela nafas dalam. Ia pun langsung menceritakan semuanya. Dimana ia tidak sengaja bertemu dengan Grace, lalu akhirnya makan siang bersama. Lalu Grace yang merasa pusing dan Edward pun langsung mengantarkannya. Saat di parkiran mobil, ada yang memukul tengkuk leher Edward hingga membuat Edward pingsan. Dan saat ia sudah sadar ia sudah berada di rumah sakit dan tidak menemukan Grace. Saat Edward kembali ke mall, ia membuka CCTV tapi kejadian Edward dipukul sudah tidak ada. Yang terlihat di CCTV adalah ada dua pria berbaju hitam yang berada di belakang Edward dan juga Grace.


Daniel yang mendengar penuturan Edward, rahangnya mengeras. Rasa emosi dan marah yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Beraninya ada orang yang menculik adik perempuannya. Meskipun Daniel sangat keras dan dingin pada Grace, Tapi Daniel tetap lah sangat menyayangi Grace. Daniel tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti adik perempuannya itu.


"Beraninya ada orang yang berniat melukai adik ku." Seru Daniel yang menahan emosinya.


"Tuan Daniel, aku sudah meminta assistant ku datang dan mencoba mengecek CCTV yang tidak terlihat itu" Balas Edward yang berusaha menenangkan Daniel. Ia sangat tahu kini Daniel sangatlah marah. Ada rasa bersalah didiri Edward karena tidak bisa melindungi Grace. Bagaimana pun Grace adalah putri dari Keluarga Renaldy. Ia akan merasa sangat bersalah jika terjadi sesuatu dengan Grace.


***


Flashback on#


"Itu dia putri dari Keluarga Renaldy" Ujar seorang pria saat melihat Grace.


"Tapi dia bersama dengan seorang pria, apa rencana mu?"


"Aku yakin dia akan makan direstaurant itu, lebih baik kita mencampurkan obat tidur diminumannya" Balas seorang pria kepada temannya.


"Aku akan berjaga didepan, kau masuk dan jangan sampai ketahuan Jangan lupa matikan CCTV di restaurant"


"Tenanglah, aku akan melakukannya dengan baik"


Saat pria itu melihat juice tengah di siapkan untuk Grace dengan Edward. Ia langsung memasukan obat tidur didalah satu minumannya. Ia sudah memastikan jika minuman itu akan diminum oleh Grace.

__ADS_1


Dan benar, saat seoang pelayan mengantarkan minumannya pada Grace dan Edward. Pria itu melihat Grace mulai merasakan pusing. Pria itu dan temannya pun berjalan keluar restaurant. Ia menunggu di depan. Tidak mungkin menangkap Grace di dalam restaurant yang banyak pengunjungnya ini.


Pria itu melihat setelah Edward membayar tagihan, Edward langsung berjalan menuju parkiran mobil. Pria itu langsung memutuskan sambungan CCTV yang dekat dengan mobil Edward.


Setelah pria itu memastikan semuanya aman, pria itu langsung memukul tengkuk leher Edward hingga membuat Edward tersungkur dan pingsan. Tidak alam setelah Edward pingsan, Grace pun pingsan namun sudah ditangkap oleh pria itu.


"Tuan putri Keluarga Renaldy sangat cantik" Ucap salah satu pria yang menangkap tubuh Grace.


"Kau benar, tapi jangan macam-macam. Tuan akan marah" Balas pria itu.


"Baiklah, kita bawa sekarang saja"


"Ya, kita bawa ke tempat yang sudah disiapkan Tuan"


Kedua pria itu pun langsung membawa Grace masuk kedalam mobilnya. Dan mereka langsung meninggalkan parkiran. Sedangkan Edward masih tersungkur tidak sadarkan diri tepat di hadapan mobil miliknya.


Flashback end#


***


Saat Grace mulai membuka matanya, ia merasakan sangat pusing. Saat ia mulai sadar betapa terkejut ia kini sudah berada di dalam sebuah ruangan yang seperti gudang. Ruangan yangs berantakan.


Seorang pria berjalan mendekat ke arah Grace saat melihat Grace sudah sadar. Grace yang melihat ada seorang pria asing yang mendekat kearahnya. Ia benar-benar sangat takut, ia mulai mengatur nafasnya dan mencoba untuk tidak takut.


Grace berusaha menggerakan tangannya, namun sia-sia karena tangannya sudah terikat. Grace kambali memikirkan bagaimana ia bisa berada di ruangan ini.


***


Follow ig author yaa : abigailranadewi


author akan kasih info apa apa aja karta author di mangatoon. Ada beberapa novel yang mau authir garap baru. nanti akan update di Instagram yaa.


Like,coment dan vote terus setiap karya author.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2