
Daniel masih terus menatap wajah Callista
Meskipun Callista tidak menatapnya, tapi akhirnya Daniel menarik wajah Callista untuk menatap matanya.
"Katakan Sekarang" Perintah Daniel.
"Daniel, hubungan ini terlalu rumit untuk ku." Ucap Callista lirih.
"Jika rumit,maka berjuang lah bersama ku" Seru Daniel.
"Ayah ku menyakiti ayah mu Daniel. Dan ibu ku juga menyakiti ibu mu" Ujar Callista dengan wajah muram.
"Mereka akan menyelesaikan masalah mereka, jika kamu masih terus berada disamping ku. Maka apapun halangannya akan aku lewati." Ucap Daniel.
Daniel menarik Callista masuk dalam pelukannya.
"Callista, kita harus kembali ke Los Angeles. Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti mu. Masalah Debora, besok akan aku selesaikan di Media."
Callista pun mengangguk dalam pelukan Daniel.
"Daniel, jika suatu saat kamu menyembunyikan sesuatu lagi pada ku. Percaya lah aku akan benar-benar meninggalkan mu" Seru Callista.
Mendengar ucapan Callista, Daniel pun tersenyum.
"Callista, setelah ini kita akan selalu bersama" Ucap Daniel pelan sambil memeluk Callista.
"Daniel, Setelah ini aku ingin bertemu dengan ayah mu"
"Baiklah, aku akan mempertemukan mu dengan ayah ku" Daniel sambil mengelus wajah Callista.
__ADS_1
"Tapi ada sesuatu yang ingin aku minta" ucap Daniel
"Apa?"
"Jangan terlalu dekat dengan Edward, aku bisa melihat dari matanya, dia menyukai mu."
Callista menghela nafasnya.
"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Edward" Gerutu Callista.
"Aku tahu, tapi jangan terlalu dekat." Perintah Daniel.
Callista pun mengangguk. Ia tidak bisa berkata apapun jika Daniel sudah cemburu. Meskipun ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Edward.
**********
Setibanya di Lauren Caffe, Alice sudah melihat Alin duduk di salah satu kursi di dalam caffe. Alice berjalan mendekat ke Alin.
"Alin" Sapa Alice.
"Alice?" Aline tersenyum saat melihat Alice datang.
"Kau masih saja sangat cantik Alice, di usia mu yang sudah tidak muda lagi. Kau sangat Cantik" Puji Alin
"Kau pun sangat cantik Alin. pantas saja Daniel putra mu sangat tampan" Balas Alice.
"Bagaimana kabar Callista?"
"Putri ku baik, aku dengar Daniel menyusulnya"
__ADS_1
"Ya, putra ku mengatakan pada ku jika dia mencintai putri mu.Putri mu sangat luar biasa Alice. Dia gadis yang sangat cantik. Setelah aku perhatikan dia memiliki perpaduan wajah mu dengan Michael" Ujar Alin.
Alice pun tersenyum.
"Alin, entah apa yang aku lakukan dulu. Tapi maafkan aku Alin. Kini aku bahagia telah menikah dengan Michael. Aku bahagia sebagai nyonya hutomo. Aku berharap kita bisa melupakan masa lalu kita"
"Alice, dulu aku sangat iri dengan mu. Gio mencintai mu, dia bekerja keras menjadi hebat sampai saat ini, itu karena mu Alice. Dulu perusahaan renaldy tidak sebanding dengan perusahaan hutomo. Gio benar-benar bekerja keras di posisi sekarang karena mu Alice"
"Alice, aku juga sangat iri pada mu. Kamu mendapatkan seorang Michael Hutomo. Seluruh gadis dulu mengejarnya. Dia sosok pria yang tampan dan berkharisma, serta memiliki kekayaan berlimpah." Tutur Alin.
"Alin, aku tidak sebanding hebat dengan mu. Kau mendapatkan Gio. kau menemaninya hingga berada di puncak kesuksesan sekarang. Bahkan kini Renaldy Company jauh berada di atas Hutomo Company. Kau juga mendapatkan Gio yang sangat tampan dan idola kaum gadis."
"Alin, seorang pria akan melihat seorang pendamping yang menemani disaat pria itu memulai semuanya dari bawah. Aku hanya beruntung pada saat itu karena mendapatkan Michael. Tapi Alin, percayalah aku sudah sangat mencintai Michael suami ku" Tutur Alice.
Alin tersenyum mendengar ucapan Alice, lalu Alin menyentuh tangan Alice.
"Alice, aku tahu itu. Aku harap kita bisa memulai dari awal. Tidak ada lagi dendam di antara kita. Aku harap kamu memberikan ijin pada putra ku untuk bisa mendampingi putri mu" Tutur Alin
"Alin, aku tidak pernah melihat putri ku Callista memiliki kekasih. Tapi percayalah, jika Daniel adalah kebahagian untuk putri ku. Maka aku akan mengijinkannya. Terlebih putra mu sangat lah hebat. Putri ku sangat beruntung mendapatkannya" Balas Alice.
Dahulu Alin sangat membenci Alice. Alin merasa Alice memiliki segalanya. Tapi sekarang dia sadar bahwa Tuhan tetap adil padanya. Alin menpatkan Gio dia sangat cintai dan Alice mendapatkan Michael yang sekarang Alice cintai. Mereka memilih untuk membuang ego mereka masing-masing. Bagaimana pun masa lalu adalah masa lalu. Sekarang untuk mereka adalah kebahagian putra putri mereka.
**********
Yang belum vote, Author minta vote yang banyak yaa
jangan lupa like dan coment.
Terimakasih atas dukungan kalian.
__ADS_1