Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 186 - Tunggu Semuanya Selesai


__ADS_3

Grace duduk di kursi kerjanya, ia baru saja selesai pemeriksaan pada salah satu pasien VVIP. Ia melirik ke arlojinya kini sudah pukul tiga sore. Belakangan ini Grace dan Edward masing-masing sangat sibuk. Grace sering datang kerumah kakaknya untuk melihat keadaan Callista. Sedangkan Edward, sering berada melakukan perjalanan bisnis.


Hubungan Grace dan Edward sudah dibilang cukup serius. Keluarga mereka sudah mengertahui semuanya. Hanya saja, mereka memang belum memutuskan menikah. Edward yang masih fokus dalam bisnis dan Grace yang sedang sibuk dengan pasiennya.


Terlebih fokus utama Grace adalah Callista kakak iparnya. Grace juga ikut mengontrol Olvia yang sedang program memiliki anak. Olivia ingin mencoba secara alami. Tapi jika gagal, Olivia baru akan menjalani program bayi tabung.


Saat Grace tengah bersantai di ruang kerjanya, terdengar suara ketukan pintu. Ia langsung memintanya untuk masuk.


Ceklek


Grace menoleh ke arah pintu, ia menatap pria yang sudah lama ia rindukan. Tanpa menunggu Grace bangkit dari tempat duduknya dan berlari ke arah pria itu.


"Edward!" pekik Grace langsung memeluk erat saat Edward masuk ke dalam ruang kerja Grace.


Edward tersenyum dan langsung memeluk kekasihnya, menggendong Grace dan memutar tubuhnya. "Aku sangat merindukan mu." ucap Edward.


Grace tersenyum. "Aku juga merindukan mu, aku pikir kau lupa memiliki kekasih."

__ADS_1


Edward menggeleng pelan dan mengulum senyumannya. "Aku tidak mungkin lupa memiliki kekasih seroang dokter yang sangat cantik seperti mu."


Grace mengerutkan bibirnya. "Benarkah? pandai sekali kau merayu. Nyatanya kau selalu sibuk dengan pekerjaan mu. Mengabaikan ku." ketus Grace.


Edward memeluk pinggang Grace. "Aku bekerja demi diri mu dan masa depan kita. Aku bekerja keras untuk membahagiakan mu. Maafkan aku terlalu sibuk belakangan ini. Tapi aku berjanji, akan lebih sering meluangkan waktu untuk mu."


Grace mendesah pelan. "Kau selalu berasalan seperti itu. Aku tidak bisa mengatakan apapun jika kau sudah berkata seperti itu."


Edward mendekatkan bibirnya pda bibir Grace dan mencium lembut bibir Grace. "Setelah ini kita akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Percayalah sayang."


"Maaf, belakangan ini memang aku memiliki banyak kerja sama dengan perusahaan luar." balas Edward.


"Bagaimana kabar kakak ipar mu? apa Callista sudah melahirkan?" tanya Eward.


"Belum, harusnya beberapa hari lagi dia melahirkan." jawab Grace.


"Aku sudah tidak sabar kau yang hamil. Perut mu membucit pasti sangat seksi." kata Edward.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar lagi, setelah semuanya selesai dan beberapa pekerjaan ku selesai aku akan segera melamar mu." ucap Edward sambil mengelus pipi Grace.


Grace mengangguk. "Ya, lebih baik kau fokus pada pekerjaan mu dulu. Aku juga harus menyelesaikan beberapa hal. Setelah itu kita baru memikirkan tentang pernikahan."


Edward menempelkan keningnya pada kening Grace. "Kau memang sangat mengerti ku. Aku sangat mencintai mu." bisik Edward.


"Aku juga mencintai mu." balas Grace.


Edward tersenyum, ia langsung mencium dengan lembut bibi Grace. Grace mengalungkan tanganya di leher Edward dan membalas ciuman Edward. Bibir mereka saling mencecapi satu sama lainnya. Lidah mereka saling berpagutan. Melepas rasa rindu mereka.


***


Like, coment dan vote


Terima kasih atas dukungannya.


IG author : abigailranadewi

__ADS_1


__ADS_2