
Setelah kejadian Callista di butik, Callista dan Jessica kini sudah tiba di mansion keluarganya. Sesuai permintaan Callista, Jessica pun tidak berbicara apapun.
Waku begitu cepat, Callista kini menyiapkan gaun yang ia sengaja beli di butik tadi pagi. Gaun yang akan ia pakai saat keluarga Daniel datang nanti.
Callista mulai mengganti pakaiannya, malam ini Callista mengenakan long dress berwarna maroon bermotif dengan bagian Pundak mulus Callista terlihat.
Callista berjalan keluar dari kamarnya dan ia mulai menuruni tangga.
“Anak mama sayang kamu cantik sekali” Ujar Alice saat melihat Callista turun dari Tangga.
“Kamu memang cantik adik ku” Ucap Jessica saat melihat Callista.
Michael berjalan menghampiri Callista.
“Anak papa akan menikah, papa tidak pernah menyangka waktu akan secepat ini. Gadis kecil papa yang suka tidak menurut pada papa, kini akan menyandang status Nyonya Renaldy. Papa sangat bangga pada mu nak” Ujar Michael sambil mengelus rambut Panjang Callista.
“Papa, maafkan aku yang suka kabur dan tidak menurut. Maaf aku tidak sesuai dengan yang papa inginkan” Ucap Callista dengan lembut.
“Sayang, kamu mirip sekali dengan papa nak. Papa sama seperti kamu, papa yang terlalu keras kamu menjadi yang papa inginkan. Tapi lihatlah, kamu bisa berdiri sendiri. Kamu memang hebat” Ujar Michael.
“Sayang, mama pun tidak menyangka gadis kecil mama akan di lamar oleh pria yang berkuasa di negara ini. Saat teman mama tahu kamu akan menikah dengan Daniel Renaldy. Dia pria yang sangat hebat nak. Dia mampu mengembangkan bisnis keluarganya hingga sebesar ini. Tugas mama telah selesai sebagai seorang ibu. Kamu mendapatkan pria terbaik yang menjaga mu” Tutur Alice yang air matanya mulai menetes.
“Mama, Aku akan selalu membutuhkan mama dan papa. Meskipun aku sudah menikah nanti, kalian tetap akan menjadi bagian terpenting dalam hidup ku”Ucap Callista dengan lembut.
“Callista, kakak Bahagia kamu mendapatkan Daniel. Kakak sangat bangga dengan mu sayang” Ucap Jessica sambil menatap lembut adiknya.
Callista langsung memeluk erat kakaknya. Sejak kecil Callista memang sangat dekat dengan Jessica. Kakaknya memiliki sifat yang sangat lembut dan baik. Itulah kenapa Callista sangat ingin melindungi kakaknya. Ia tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti kakaknya.
“Sayang lihatlah sepertinya itu suara mobil, mugkin keluarga Daniel sudah datang” Ujar Alice.
Callista dan keluarganya pun berjalan menuju pintu. Benar apa yang di katakan oleh ibunya, keluarga Daniel kini sudah sampai di mansion keluarga Callista.
Daniel dan keluarganya turun dari mobil, dan kini Daniel melihat sosok gadis yang sangat cantik yang menyambutnya di depan pintu rumahnya.
Daniel dan keluarganya pun mendekat ke arah Callista.
Grace yang melihat Callista, ia langsung memeluk erat kakak iparnya. Setelah itu Daniel pun kini memeluk erat tubuh kekasihnya. Ingin sekali Daniel mecium bibir kekasihnya, tapi dia harus menahannya karena tidak enak banyak keluarga yang berkumpul.
Alice dan Alin pun berpelukan saat mereka bertemu begitu pun dengan Gio dan Michael. Saat Gio bersalaman dengan Alice, Alice pun menyambut uluran tangan Gio dan tersenyum pada Gio.
__ADS_1
“Gio, aku Bahagia kita telah memiliki kehidupan yang sangat indah dengan keluarga kita masing-masing. Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa menyambut uluran tangan mu dengan senyum hangat kembali Gio” Gumam Alice dalam hati.
“Alice, aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi. Tapi kini aku sangat berbahagia melihat takdir yang sudah di gariskan untuk kita berdua. Kamu memiliki kehidupan yang indah dan aku pun juga memiliki kehidupan yang indah” Gumam Gio dalam hati.
Alin dan Michael sadar ini memang hal yang sedikit aneh untuk mereka. Tapi memang mereka telah membuka lembaran baru di hidup mereka. Dan mereka ingin kebahagiaan putra putri mereka adalah yang utama.
Alice mempersilahkan keluarga Daniel untuk masuk ke dalam mansion. Alice telah menyiapkan jamuan makan untuk keluarganya dan keluarga calon suami putrinya.
Keluarga Daniel telah duduk dan mulai menikmati jamuan makan malam dari keluarga kekasihnya.
“Michael, aku rasa tujuan kami datang kesini. Kamu tahu untuk apa. Kami ingin membahas pernikahan putri cantik mu dengan putra kami” Ujar Gio yang duluan membuka percakapan.
“Gio, aku menyetujui putri ku menikah dengan putra mu. Untuk waktunya kalian tentukan saja. Jessica putri sulung ku akan menikah minggu depan. Jadi kalian bisa tentukan waktunya” Tutur Michael.
“Bagaimana jika dua minggu lagi?” Tanya Gio kepada Daniel.
“Aku setuju pa” Seru Daniel.
“Dua minggu lagi? Apa tidak terlalu cepat?” Callista terkejut saat mendengar ucapan ayah Daniel.
Mendengar ucapan Callista, Daniel langsung menatap tajam kekasihnya. Hingga membuat Callista tidak berani melihat ke arah Daniel.
“Bagaimana sayang,apa kamu setuju?” Tanya Michael pada putrinya.
“Dia ini seperti menatap musuh saja, mengerikan sekali menatap ku seperti itu” Gerutu Callista dalam hati.
Mendengar Callista setuju, Daniel langsung tersenyum puas.
“Sayang, Mama Alin sudah menyiapkan designer terkenal yang akan mendesign baju mu” Ujar Alin.
“Iya ma, aku percayakan gaun ku dengan pilihan Mama Alin. Aku percaya Mama Alin akan memberikan ku yang terbaik” Tutur Callista.
“Daniel,untuk acara resepsi pernikahannya kamu ingin dimana?” Tanya Michael ke arah Daniel.
“Pa, lebih baik di hotel milik ku saja. Aku sudah menyiapkan semuanya” Jawab Daniel.
“Callista, apa kamu ada meminta sesuatu dari kami?” Tanya Gio ke arah Callista.
“Tidak ada Papa Gio, mendapatkan Daniel adalah hal yang terbaik dalam hidup ku” Jawab Callista yang membuat Daniel tersenyum.
__ADS_1
“Semuanya, sepertinya aku ingin membawa Callista ke taman belakang sebentar. Ada hal yang ingin aku katakan pada Callista” Ucap Daniel yang berpamitan pada semua orang.
“Baiklah sayang” Ucap Alin dan juga Alice.
Daniel menggandeng tangan Callista berjalan meninggalkan ruang makan.
Kini mereka bedua berada di taman belakang mansion keluarga Hutomo. Tangan Callista sudah langsung di Tarik oleh Daniel. Dan Daniel menarik tengkuk Callista lalu mencium bibir Callista dengan lembut. Dan Callista pun mengalungkan tangannya di leher Daniel dan membalas ciuman Daniel dengan lembut.
5 menit kemudian Daniel melepaskan pagutannya.
“Kau ini membawa ku ke taman hanya untuk mencium ku?” Seru Callista.
“Iya” Jawab Daniel santai.
“Bagaimana kalau ada yang melihat” Seru Callista.
“Tidak apa, mereka pun mengerti. Lagi pula tadi kamu menikmatinya” Goda Daniel membuat pipi Callista bersemu merah karena malu.
“Sayang, aku pun menikmatinya” Bisik Daniel di telinga Callista.
“Sudah, jangan menggoda ku” Gerutu Callista.
Daniel pun tertawa melihat Callista yang malu. Dia langsung memeluk Callista dengan erat.
“Sayang, aku sudah tidak sabar di hari pernikahan kita” Ucap Daniel dengan lembut.
***
Baca juga novel author yang lain yaa
"Love In Milan"
Baca yaa.
Like,coment dan vote terus setiap novel author yaa.
Author sebenernya sedikit sakit kalau ada koment negative tapi author mikir itu buat ngebangun engga apa apa lagi pula banyak readers yang coment positive.
Author sadar, author engga bisa buat semua para readers senang. Tapi author hanya bisa berusaha buat readers suka sama karya author.
__ADS_1
Terimakasih banyak kalian selalu dukung author.
Love from Author.😘