Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 37 - Amarah Debora


__ADS_3

Setelah Callista mengobrol dengan Grace, dia memutuskan untuk pulang ke mansion mewah milik keluarganya. Sudah dua hari Callista kembali dari Paris, dia masih belum mengatakan jika dia berada di Los Angeles. Tujuan dia tidak memberitahu kepada keluarganya adalah dia ingin orang tuanya focus untuk menyelesaikan permasalahan keluarganya.


Callista berjalan keluar dari Queen Hospital, dia menuju mobil Ferrari merah kesayangannya.


Ddrtttt


Drttttt


Suara handphone Callista


“Hallo” Ucap Callista.


“Callista, kakak ingin memberitahukan mu sesuatu”


“Iya ka, ada apa?”


“Kakak mendengar papa sudah bertemu dengan ayah Daniel. Kakak yakin mereka telah menyelesaikan masalah mereka, sama seperti mama menyelesaikan masalahnya dengan ibu dari kekasih mu”


Mendengar ucapan kakaknya, Callista pun tersenyum.


“Syukurlah kalau seperti itu. Aku jauh lebih Bahagia sekarang”


“Iya, kakak pun demikian. Tapi cal kapan kamu akan memberitahu papa dan mama kalau kamu sudah di Los Angeles? Kakak takut papa akan marah jika kamu tidak memberitahunya”


“Iya ka, aku ini sedang dijalan menuju mansion. Kakak sekarang dimana?”


“Yasudah kalau begitu, kakak hari ini pergi ke mansion keluarga Adam. kamu hati-hati ya. Kakak tutup dulu teleponnya”


“Iya ka, kakak juga hati-hati ya”


Callista langsung memutuskan panggilan teleponnya.


Kini mobil Callista sudah sampai di mansion mewah milik keluarganya, Callista memarkirkan mobilnya dengan cantik. Dan ia mulai berjalan memasuki mansion keluarganya.


Para pelayan yang melihat Callista, mereka sempat kaget karena yang mereka tahu Callista pindah ke Paris.


“Selamat Siang nona” Sapa salah satu pelayan sambal membungkukan setengah badannya.


“Siang, mama dan papa ada?”


“Tuan dan Nyonya ada di ruang keluarga”


“Baik, Terimakasih”


Callista berjalan ke arah ruang keluarganya, sesuai apa yang di katakan pelayan, ayah dan ibunya sedang berada di Ruang Keluarga.


“Paa, maa” Sapa Callista sambal berjalan mendekat ke arah orang tuanya.

__ADS_1


“Callista?” Michael yang kaget melihat putrinya datang.


“Pa, ma maaf aku tidak memberitahu kalian aku sudah pulang ke Los Angeles”


“Kenapa kamu tidak bilang pada papa dan mama kalua kamu sudah pulang?” Tanya Michael ke arah putrinya.


“Callista ingin papa focus menyelesaikan masalah papa dengan keluarga Daniel pa, maaf Callista tidak bilang ke papa dan mama.”


Michael mengehela nafas dalam.


“Yasudah, papa yakin kemu kembali ke Los Angeles juga karena ingin Bersama dengan Daniel kan” goda Michael


“Papa kenapa bicara seperti itu” Gerutu Callista


“Sayang, papa yang salah. Papa sudah memberi izin untuk mu dan Daniel. Papa ingin kamu Bahagia dan juga papa ingin kamu mendapatkan pria hebat yang dapat bersanding dengan mu” Tutur Michael


“Terimakasih pa” Callista langsung memeluk ayahnya.


Melihat Callista memeluk Michael, membuat Alice tersenyum.


“Akhirnya hal baik terjadi antara aku dengan mu Gio” Gumam Alice dalam hati


**********


Renaldy Company


Saat Daniel sedang memeriksa dan menandatangani setiap laporan, Dia mendengar ada suara berisik di depan ruang kerjanya.


“Saya ingin bertemu tunangan saya” Teriak perempuan tepat saat membuka ruang kerja Daniel.


“Maaf Tuan Daniel, Nona Debora memaksa ingin masuk” Ucap Angel secretary Daniel.


Debora berjalan mendekat ke arah Daniel.


“Daniel,Maksud mu apa dengan membatalkan pertunangan kita hah?” Teriak Debora


“Debora, kau tahu kalau aku tidak pernah mencintai mu. Kita hanya di jodohkan saja dan aku sudah mengatakan pada mu kalau aku sudah memiliki kekasih” Seru Daniel ke arah Debora.


“Daniel permainan macam apa yang kau mainkan hah? Aku Debora Alister selalu mendapatkan apa yang aku mau. Kekasih mu itu tidak sebanding dengan ku” Ujar Debora yang mulai emosi.


“Kau bilang apa? Kekasih ku tidak sebanding dengan mu? Kau lupa siapa kekasih ku?” Daniel menatap tajam Debora.


“Dengarkan aku Daniel, aku sudah memimpin perusahaan keluarga ku.Ku pastikan perusahaan keluarga ku melebihi perusahaan kekasih mu. Akan ku buat kekasih mu tidak memiliki apapun” Seru Debora.


“Debora, jika kau berfikir aku menjalin hubungan dengan Callista karena dia anak dari Michael Hutomo. Kau salah besar! Aku memilihnya karena aku mencintainya. Aku tidak perduli dia miskin atau kaya. Dan satu lagi jangan pernah kau bandingkan diri mu dengan Callista.” Ujar Daniel yang terpancing emosi.


“Daniel jika aku membenci Callista kekasih mu yang bodoh itu, jangan salahkan aku. Kau sendiri yang membuat ku membencinya” Seru Debora.

__ADS_1


“Debora, kau ini sudah gila? Bukankah sudah ku katakan aku tidak pernah mencintai mu. Apa kau tidak mengerti apa yang aku katakan? dan jangan pernah kau berani mrngatakan kekasih ku bodoh" Daniel semakin emosi dengan Debora.


“Sekarang kau pergi dari hadapan ku. Atau aku akan meminta security mengusir paksa diri mu” Perintah Daniel yang menatap tajam kea rah Debora.


“Daniel percayalah kau akan menyesal” Teriak Debora, lalu dia meninggalkan ruang kerja Daniel.


“Bagaimana keluarga Alister memiliki seorang putri yang tidak memiliki etika seperti itu” Ucap Daniel pelan saat melihat Debora berteriak.


Melihat tingkah Debora, akhirnya Daniel memutuskan untuk memanggil Assistant nya untuk dating keruang kerjanya.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu.


“Masuk” Ucap Daniel.


“Selamat Siang Tuan”


“Harry, umumkan dengan media. Pertungan ku batal dengan Debora Allister. Katakan pada media aku tidak pernah mencintai Debora Alister. Dan juga katakan alasan aku sempat menerima pertunangan karena paksaan dari orang tua ku. Tapi sekarang katakan pada media, aku memilih kekasih ku. Callista Hutomo, putri bungsu keluarga Hutomo. Sebelum aku mengenal Debora, aku sudah menjalin hubungan dengan putri keluarga Hutomo.” Perintah Daniel.


“Maaf Tuan, apa tidak masalah membongkar identitas Nona Callista di hadapan media?”


“Tidak, sudah ku putuskan tidak masalah. Keluarga kami telah melupakan masa lalu mereka. Aku ingin seluruh orang mengetahui, aku sudah memiliki kekasih.”


“Baik Tuan” ketika Harry ingin berjalan meninggalkan ruang kerja Daniel, tapi tiba-tiba Daniel menghentikannya.


“Harry tunggu” Ucap Daniel yang membuat Harry tidak jadi meninggalkan ruang kerja Daniel.


“Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu kembali Tuan?”


“Apa kau tahu kapan ulang tahun Callista? AKu benar-benar tidak enak untuk menanyakannya.” Ucap Daniel dengan wajah sedikit malu karena tidak mengetahui ulang tahun kekasihnya itu.


“Bagaimana Tuan Daniel tidak mengetahui ulang tahun kekasihnya, untung saja aku sudah mencari data lengkap tentang Nona Callista” Gumam Harry dalam hati.


“Saya mengetahuinya tuan, ketika tuan meminta saya untuk mencari tahu tentang Nona Callista, saya mencari tahunya dengan sangat lengkap. Nona Callista berulang tahun Tanggal 15 Maret tuan” Jawab Harry sontak membuat Daniel kaget.


“2 hari lagi? Kenapa aku bisa tidak mengetahuinya. Untung aku bertanya pada mu sekarang. Baiklah terimakasih aku akan ke toko perhiasan untuk membeli kado Callista” Ucap Daniel


Daniel merasa bersalah, karena dia tidak mengetahui tanggal ulang tahun kekasihnya. Daniel langsung mengambil kunci mobilnya di atas meja. Dia sudah memikirkan untuk membeli kado untuk Callista.


**********


Jangan lupa like,coment dan vote yang banyak ya


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2