Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 99 - Penolakan Callista


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit, Grace mengajak Callista untuk mampir ke salon langganan Grace. Callista pun menerima ajakan Grace. Sedangkan Olivia tidak bisa ikut karena ia sudah di jemput oleh Taylor. Seperti biasa Callista sudah meminta izin pada Daniel ia ingin ke salon bersama Grace. Suaminya pun memberi izin dengan syarat harus bersama dengan Nick supirnya.


Kini Callista dan Grace sudah tiba di salon langganan Grace. Callista dan Grace memiliki treatment spa. Ini bisa merilekskan tubuh mereka dari aktivitas mereka.


Callista dan Grace kini sudah memasuki ruangan treatment mereka, dan mereka pun sudah mengganti baju mereka. Di dalam ruang treatment, Grace memulai percakapannya.


"Kakak ipar, aku ingin memberitahu mu sesuatu" Ucap Grace yang kini tengah menikmati pijitan dari terapis.


"Iya ada apa"


"Waktu kau dan kakak ku berbulan madu. Tuan Edward grand opening hotel miliknya. Dia berniat mengundang mu dan kakak mu. Tapi karena kalian berbulan madu jadi aku yang menggantikan kalian untuk datang. Nanti tolong sampaikan pada Ka Daniel ya. Aku benar-benar lupa memberitahunya" Ujar Grace.


"Tepat sekali, ini kesempatan yang bagus" Gumam Callista dalam hati.


"Tenanglah, aku akan menyampaikannya" Jawab Callista sambil tesenyum.


"Grace, aku ingin bertanya pada mu sesuatu"


"Ya, ada apa?" Grace menoleh melihat ke arah Callista.


"Menurut mu, Edward seperti apa?" Tanya Callista.


"Hem? Maksudnya?" Grace mengerutkan dahinya bingung dengan pertanyaan Callista.


"Ya, menurut mu Edward itu pria seperti apa?" Tanya Callista kembali.


"Dia pria yang hebat, aku dengar dia berusaha sukses dengan usahanya sendiri. Itu artinya dia hebat karena berhasil menjadi orang sukses dengan kedua tangannya sendiri. Dan terlebih dia pun tampan, aku yakin banyak gadis yang menyukainya" Tutur Grace yang membuat Callista tersenyum.


"Lalu apa menurut mu pria yang seperti itu cocok sebagai pendamping mu?" Tanya Callista yang masih tersenyum ke arah adik iparnya.


"Apa? yang benar saja kau ini" Seru Grace yang terkejut mendengar pertanyaan kakak iparnya.


"Grace, menurut ku Edward jauh lebih baik dari Mike. Sifat Edward sangatlah lembut. Dia pria yang sangat baik, dia cocok untuk mu" Tutur Callista.


"Entahlah, aku tidak berniat untuk membuka hati ku secepat itu. Aku memang sudah melupakan Mike. Hanya saja aku belum siap membuka hati ku lagi" Balas Grace.


"Grace, aku yakin kamu pasti bisa untuk menata hati mu. Kamu sangat pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik" Jelas Callista yang membuat Grace tersenyum.


"Aku harap seperti itu, oh iya kakak ipar waktu grand opening hotel Edward, aku tidak sengaja bertemu dengan Mike" Ujar Grace yang membuat Callista terkejut.

__ADS_1


"Kau bertemu dengan Mike?" Tanya Callista yang memastikan dan Grace pun langsung mengangguk.


"Ya, aku bertemu dengannya. Tapi aku aneh saja kenapa bisa seorang dokter datang ke grand opening itu, biasanya hanya akan di hadiri oleh para pengusaha" Ujar Grace.


"Apa Papa Gio belum menceritakannya pada mu?"


"Papa? dia tidak menceritaka apapun" Ucap Grace sambil menaikan kedua alisnya.


Callista menghela nafas dalam, lalu Ia pun menceritakan tindakan jahat Mike, termasuk Mike adalah pemilik Linfard Company yang berusaha menghancurkan keluarganya dan juga keluarga Renaldy. Tujuan Mike adalah untuk bisa merebut dirinya dari Daniel. Grace yang mendengar menuturan Callista, ia mengeram menahan emosinya. Ia tidak menyangka pria yang selama ini ia suka ternyata memilki sifat yang licik.


"Baj*ngan! harusnya kemarin aku hancurkan dia saat aku bertemu dengannya" Seru Grace yang emosi.


"Tenang lah Grace, aku yakin kakak mu pasti bisa menyelesaikan ini" Balas Callista dan Grace pun langsung mengangguk setuju. Grace sangat yakin kakaknya pasti bisa menyelesaikan ini.


Kini Callista dan Grace pun sudah selesai treatment, mereka langsung kembali pulang. Grace sudah di jemput oleh supirnya dan Callista pun sudah di jemput oleh Nick supirnya.


***


Callista yang sudah tiba di apartemen, ia langsung mengganti pakaiannya. Dengan mini dress khusus yang ia pakai saat di rumah. Ia tidak perlu lagi mandi karena ia baru saja selesai spa dan langsung mandi di tempat spa.


takk..takk..takk


Ceklek


Daniel membuka pintu kamar dan Callista pun sudah berjalan mengampiri suaminya.


"Sudah pulanng?" Ucap Callista sambil membantu Daniel melepaskan jas dan juga dasi suaminya.


"Iya" Daniel langsung mengecup dengan lembut bibir Callista.


"Aku mandi dulu ya" Ucap Daniel dan Callista pun langsung mengangguk.


Callista langsung memasukan pakaian kotor Daniel, lalu ia langsung naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya.


Callista masih mmikirkan bagaiman acara untuk mendekatkan Edward dengan adik iparnya.Callsta sangat yakin jika Edward adalah pria yang sangat tepat untuk adik iparnya itu.


Daniel kini sudah selesai membersihkan diri, ia pun sudah memakai piyama. Daniel yang melihat istrinya sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia langsung berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya lalu memeluk istrinya dengan erat.


"Sayang bagaimana pekerjaan mu?" Tanya Callista yang membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


"Aku sudah menemukan solusi semua masalah ku" Jawab Daniel sambil mengelus rambut panjang istrinya.


"Apa itu?" Tanya Callsita.


Daniel akhirnya menceritakan dia akan bekerja sama dengan mertuanya, juga ia menceritakan akan menginvestasikan dana yang besar untuk perusahan istrinya. Serta ia mengatakan akan mengalikan saham sebesar 35% di perusahaan entertainment miliknya menjadi atas nama istrinya.


"Aku tidak mau!" Tolak Callista dengan tegas.


Daniel menghela nafas dalam, ia yakin istrinya akan menolaknya.


"Sayang, kenapa kamu menolak hem?" Tanya Daniel dengan lembut.


"Aku sudah katakan tidak mau! kau jangan memaksa ku" Seru Callista.


"Sayang, cara inilah yang bisa menyelamatkan perusahaan kakak mu. Dan juga perusahaan ku. Aku tidak mungkin jatuh miskin hanya karena menyerahkan saham ku pada mu dan juga berinvestasi di perusahaan mu" Ujar Daniel.


"Tapi, kondisi perusahaan mu saja tidak baik. Aku tidak mau kamu membuang uang mu" Tutur Callista yang membuat Daniel tersenyum.


"Tenanglah, suami mu telah berhasil mengembalikan saham di perusahaan ku yang di Australia sudah meningkat 2%. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Tidak lama lagi perusahaan ku akan stabil." Tutur Daniel.


"Benarkah itu?" Tanya Callista kembali dan Daniel langsung mengangguk.


"Aku sudah mengatur semuanya, mulai dari pembukaan restaurant mu, lalu memindahkan saham atas nama mu serta berinvestasi di perusahaan mu. Jadi percuma saja kamu menolak karena aku sudah memproses semuanya" Ujar Daniel.


"Kamu ini selalu saja seperti itu" Gerutu Callista.


"Percayakan semuanya pada suami mu" Balas Daniel yang langsung mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Ayo kita tidur" Ucap Daniel dengan lembut sambil memeluk istrinya. Callista pun langsung mengangguk dan membalas pelukan suaminya dengan erat.


***


Yang tanya novel author judul "Love In Milan" malaman author up yaa.


Satu hari ini author full kerjaan jadi sabar yaa, author selalu usahahin semua novel author untuk up setiap hari.


Like,coment dan vote setiap karya author yaa.


Tinggalin jejak kalian setiap kalian membaca karya author yaa.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.


__ADS_2