
Keesokan harinya Callista sudah siap berangkat menuju perusahaan miliknya. Satu minggu ini ia masih harus megurus perusahaannya. Dan juga ia membantu mengawasi perusahaan yang di pimpin oleh kakaknya karena kakaknya sedang berbulan madu.
Callista memesan sebuah paket bulan madu privat untuk hadiah pernikahan kakaknya. Kakaknya dan suaminya akan keliling eropa dalam waktu dua minggu. Selama Callista belum menikah, Callista akan membantu kakaknya untuk mengawasi perusahaanya. Tapi saat Callista menikah nanti, Daniel akan mengirimkan orang untuk memimpin perusahaan milik Callista.
Sesuai permintaan orang tuanya, satu minggu ini Callista akan tinggal di mansion keluarganya. Ibunya pun merasa kesepian karena ibunya sudah biasa selalu di temani oleh Jessica. Callista pun menuruti keinginan orang tuanya untuk tinggal di mansion sampai hari pernikahannya.
Callista pun menikmati sarapan paginya bersama dengan kedua orang tuanya. Setelah ia selesai sarapan, Calista dengan segera berpamitan pada kedua orang tuanya untuk pergi ke perusahaan miliknya.
Callista mengambil kunci mobilnya di atas meja, lalu ia berjalan menuju mobil buggati yang di belikan oleh kekasihnya Daniel.
Callista mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan mulai meninggalkan mansion mewah milik keluarganya.
Drtt
Drtt
Suara handphone Callista.
“Hallo” Sapa Callista.
“Cal, kamu mau menikah tapi lupa punya sahabat?” Gerutu Olivia.
“Sorry liv, aku sibuk banget. Minggu depan pernikahan ku dengan Daniel” Balas Callista.
“Apa?minggu depan? Kamu hamil ya?” Olivia yang mulai mercecar banyak pertanyaan.
“Sembarangan kamu bicara. Aku tidak mungkin melakukannya sebelum menikah” Gerutu Callista.
“Lalu kenapa kamu ingin cepat menikah?” Tanya Olivia yang masih terkejut minggu depan Callista akan menikah.
“Itu keinginan Daniel, jadi aku menyetujuinya” Jawab Callista.
“Kamu pasti akan sibuk memikirkan perusahaan, lalu pekerjaan mu menjadi dokter dan juga suami mu. Pasti kamu sudah tidak memiliki waktu bersama dengan ku lagi” Ujar Olivia dengan nada yang sedih karena merasa akan kehilangan sahabatnya.
“Liv, perusahaan ku nantinya akan di awasi oleh Daniel. Dia akan mengambil alih perusahaan ku karena keinginann ku hanya ingin bekerja sebagai dokter. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Kita akan menghabiskan waktu bersama seperti dulu di rumah sakit” Tutur Callista.
“Benarkah?” Tanya Olivia yang masih tidak percaya.
“Iya benar, mana mungkin aku berbohong” Seru Callista.
“Akhirnya kita bisa sarapan bersama dan makan siang bersama seperti dulu” Ujar Olivia yang Bahagia.
“Iya, yasudah aku tutup dulu ya. Aku masih menyetir” Balas Callista.
“OKe, hati-hati”
Callista memutuskan sambungan handphonenya.
Mobil Callista sudah tiba di perusahananya, ia memarkirkan mobilnya dengan cantik. Dan ia mulai berjalan melangkahkan kakinya menuju lobby perusahaan dan mulai memasuki lift pribadi miliknya.
Ting
Suara lift terbuka
Lucy assistant Callista sudah berdiri di depan ruang kerja Callista.
“Selamat pagi Nona Callista” Ucap Lucy dengan wajah yang sedikit cemas.
“Pagi, ada apa Lucy?” Tanya Callista yang heran dengan wajah Lucy yang semas.
“Begini Nona, pihak polisi mecari anda” Ucap Lucy yang tidak berani menatap Callista.
__ADS_1
“Ada apa mereka mencari ku?”
“Saya tidak tahu Nona, tapi mereka membawa laporan pajak kita” Ucap Lucy.
“Pajak?” Callista merngerutkan dahinya.
“Iya nona”
“Sekarang kepolisiannya dimana? Persilahkan mereka masuk ke ruangan ku” Jawab Callista.
“Ada apa ini” Gumam Callista dengan pelan.
Callisa berjalan masuk keruang kerjanya dan ia pun duduk disofa ruang kerjanya.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu.
“Masuk” Ucap Callista.
“Nona Callsta, ini pihak kepolisian yang mencari anda”
Callista pun mengangguk dan Callsista meminta kepolisian untuk duduk di sofa ruang kerjanya.
“Ada hal apa bapak mencari saya?” Tanya Callista sambil melihat ke arah polisi.
“Begini Nona Callista, kami mencari anda menyangkut perihal perusahaan anda yang menunggak membayar pajak.” Jawab polisi itu.
“Menunggak? Itu tidak mungkin” Seru Callista yang kesal.
“Ini laporan jika anda meminta pihak tax di perusahaan anda untuk menunda pembayaran pajak” Polisi menyerahkan document yang sudah di tanda tangani Callista mengenai penundaan pembayaran pajak.
“Nona Callista bisa menjelaskan di kepolisian, karena banyak bukti yang mengarahkan bahwa anda menggunakan dana untuk membayar pajak untuk membangun restaurant anda” Jawab kepolisian itu.
“Jaga bicara anda, keluarga ku sangat mampu untuk membangun restaurant banyak.” Seru Callista yang terpancing emosi.
“Kami mohon nona bisa bekerja sama dengan kami untuk ikut kami ke kantor polisi”
Callista menghela nafas dalam.
“Baiklah, aku akan ikut kalian”
Callista bersama dengan polisi meninggalkan ruang kerja Callista.
“Lucy, tangani berita ini.” Ucap Callista sambil melihat ke arah Lucy.
“Tapi nona, di media sudah ada berita mengenai nona” Jawab Lucy
“CK! Cepat sekali wartawan mendapatkan berita” Callista berdecak kesal.
Callista melanjutkan langkahnya bersama pihak kepolisian dan mulai meninggalkan lobby perusahaan. Seluruh karyawan yang melihat Callista di bawa oleh polisi mereka pun terkejut.
***
.
.
.
__ADS_1
Renaldy Company
Daniel yang masih sibuk dengan membaca semua laporan yang berada di atas mejanya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya karena minggu depan ia akan menikah dengan kekasihnya.
Daniel pun sudah memilih Taylor yang akan memimpin perusaaan Callista. Ia yakin dengan kemampun Taylor dalam mengelola bisnis, perusahaan milik Callista akan berjalan dengan sangat baik. Tapi Daniel akan tetap mengawasinya.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
“Masuk” Ucap Daniel tanpa mengalihkan pandangannya ke laporan yang ia sedang baca.
“Tuan Daniel maaf, ada berita penting” Jawab Harry. Membuat Daniel meletakan laporannya di atas meja.
“Ada apa?” Tanya Daniel yang kini menatap Harry.
“Pagi ini kepolisian membawa Nona Callista, di media memberitakan Nona Callista menunda pembayaran pajak untuk membangun cabang restaurant miliknya” Ujar Harry sontak membuat Daniel terkejut.
“Berita macam apa itu Harry” Bentak Daniel.
“Saya tidak tahu Tuan, kenapa ada berita seperti ini. Nona Callista pun sudah di bawa oleh pihak kepolisian.”
“Harry cari tahu apa yang terjadi dengan kekasih ku. Dan siapkan pengacara"
“Baik Tuan”
Dengan emosi yang meluap, Daniel mengambil kunci mobilnya di atas meja kerjanya. Ia sangat marah karena ada yang berani memberitakan hal buruk pada calon istrinya.
Dengan cepat Daniel melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya. Ia ingin segera menuju kantor polisi. Rasa marah yang benar-benar tidak bisa ia tahan.
Daniel mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Saat di lobby banyak karyawannya yang menyapanya.Biasanya Daniel selalu membalasnya dengan senyuman.Tapi kali ini Daniel tidak memperdulikan karyawannya yang menyapanya.
Drtt
Drtt
Suara Handphone Daniel.
“Hallo” Sapa Daniel.
“Daniel apa kamu tahu ada apa dengan putri ku?” Tanya Michael dengan nada khawatir.
“Pa, tenang lah. Aku akan membereskan masalah Callista” Jawab Daniel.
“Daniel, papa tidak akan bisa diam saja jika putri ku terluka meskipun hanya sedikit. Aku akan terlibat dalam ini karena ada yang berani merusak nama keluarga ku” Seru Michael yang mulai emosi.
“Iya pa, aku tahu. Kalau begitu kita ketemu di kantor polisi. Aku sekarang sedang menuju kesana”
“Iya, papa akan menyusul”
Michael yang emosi karena ada orang yang berani menyentuh putrinya. Terlebih nama keluarganya sekarang di beritakan media dengan buruk. Membuat Michael benar-benar marah.
***
Jangan lupa baca novel author yang lain yaa
"Love In Milan"
Like, coment dan vote terus yaa
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian