
Setelah mendengar acara pertunangan Daniel. Callista mencoba menguatkan dirinya. Dia berjalan keluar kamarnya dan mengambil kunci mobilnya.
Callista mengemudikan mobilnya menuju apartement Daniel. Setibanya Callista didepan apartement Daniel, Callista langsung mengetuk pintu apartement.
ceklek
Pintu terbuka
"Maaf anda siapa?"ucap Gadis asing
Callista terdiam melihat seorang gadis membuka pintu apartement kekasihnya.
"Ternya ini Debora Alister. Sangat cantik"batin Callista
"Debora, siapa yang datang"tanya Daniel menghampiri pintu apartement
Callista masih terdiam mentap gadis dihadapannya.
"Callista?"ujar Daniel kaget melihat Callista datang.
"Sayang, apa kamu mengenalnya?"tanya Debora kearah Daniel
Daniel terdiam mendengar pertanyaa Debora. Dia ingin sekali memperkenalkan Callista sebagai kekasihnya, tapi dia yakin jika dia memperkenalkan Callista, Debora akan mengadu pada ibunya.
Daniel yang masih terdiam dan Callista menunggu Daniel memperkenalkan dirinya.
Callista yang mendengar panggilan sayang dari Debora untuk Daniel membuatnya sangat sakit. Callista berusaha untuk mengendalikan perasaannya.
"Nona, Saya hanya rekan kerja Tuan Daniel. saya kesini untuk membicarakan masalah pekerjaan"ucap Callista sambil menatap Daniel
Daniel yang mendengar ucapan Callista. Hatinya merasa perih.
"Oh anda rekan kerja tunangan ku?"ucap Debora
Callista mengaguk dan tersenyum
"Baiklah, perkenalkan aku Debora Alister. Calon Tunangan Daniel"Debora mengulurkan tangannya dan Callista menyambut uluran tangan Debora.
"Hai Nona Debora, perkenalkan saya Callista Hutomo"ucap Callista yang ingin membanggakan jika ia adalah putri keluarga Hutomo.
"Ah, anda putri dari Keluarga Hutomo?"tanya Debora mulai tersenyum
"Kau sangat cantik nona callista"puji Debora
"Terimakasih nona, anda pun sangat cantik"
Debora tersenyum kearah Callista
"Oh ya Nona Callista, perusahan Alister akan bekerja sama dengan perusahaan hutomo. Dan kebetulan aku penanggung jawabnya."ucap Debora
"Senang rasanya bisa bertemu langsung dengan putri keluarga hutomo"
"kalau begitu anda akan bertemu dengan saya. karena saya memimpin beberapa cabang perusahan milik ayah saya"
Daniel yang mendengar ucapan Callista hanya terdiam.
__ADS_1
"Tuan Daniel, maaf mengganggu waktu anda dengan tunangan anda. Saya permisi"ucap Callista
"Nona Debora, maaf menggangu waktu anda, saya harus pamit dulu. "ucap Callista sambil berjalan meninggalkan Daniel dan Debora.
"Callista Tunggu"ucap Daniel
Daniel ingin mengejar Callista namun saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya.
Callista yang tetap berjalan melangkah keluar. Dia mencoba menguatkan hatinya.
"Callista, sejak kapan kamu menjadi gadis lemah"batin Callista
Callista Mengemudikan mobilnya menuju apartementnya. setibanya diapartement Callista memutuskan untuk memgganti pasword apartement miliknya.
ddrttt
ddrrrtt
suara handphone Callista
"Hallo"ucap Callista
"Cal, Daniel kenapa bertunangan dengan Debora Alister?"tanya olivia
"Seperti yang kamu lihat. Hubungan ku dengannya sudah berakhir. Liv aku sedang tidak ingin diganggu."
Olivia pun mengerti saat ini sahabtnya sedang bersedih.
"Cal, masalah datang menghampiri mu. Tapi ingat cal kamu juga memiliki sahabat yang akan setia mendengar keluh kesah mu"
Callista mematikan handphonenya. Dia tidak ingin diganggu dengan siapapun. Saat ini Callista berusaha untuk menahan air matanya. Dari kecil Callista berusaha kuat untuk menjadi gadis yang tidak lemah.
"Callista kau bukan gadis lemah"gumam Callista
**********
Setelah melihat Callista pergi dari Apartement milik Daniel. Daniel terus merasa bersalah karena tidak menceritakan apapun pada Callista.
Debora datang ke apartement Daniel atas permintaan Alin.Awalnya Daniel ingin mengusir tapi Daniel tidak tega mengusir Debora. Namun kenyataannya saat Debora datang ke apartement Daniel, Callista pun datang ke apartementnya. Ini membuat Daniel benar benar merasa bersalah. Bagaimana pun Callista akan salah paham
Setelah Callista pergi, Daniel meminta Debora pergi meninggalkan apartementnya. Dia mengatakan jika dia akan ada meeting dengan client. Debor pun mengerti lalu meninggalkan apartement Daniel.
dddrttt
ddrttttt
Suara Handphone Daniel
""Hallo"ucap Daniel
"Tuan Daniel, saya sudah mencari tahu informasi yang anda minta"
Ucapan Harry sontak membuat Daniel penasaran
"Katakan"perintah Daniel
__ADS_1
"Tapi mohon maaf Tuan, saya belum dapat mengumpulkan semua informasi secara lengkap. Tapi informasi yang saya sampaikan juga penting"
"Nyonya Alice Hutomo adalah teman kuliah ayah anda di Harvard University. Tapi yang saya tahu, mereka telah menjalin hubungan selama hampir 7 tahun. Lalu setelah itu mereka berpisah dan Nyonya Alice akhirnya menikah dengan Michael Hutomo"
Mendengar ucapan Harry, sontak membuat Daniel terkejut.
"Kau tahu alasan mereka berpisah?"
"Belum Tuan, informasi tentang Nyonya Alice dan Ayah anda sangat sulit didapatkan. Mohon maaf tuan"
"Baiklah, tidak apa. Aku akan mencari tahu sendiri alasannya. yang terpenting sekarang aku sudah tahu. terimakasih"
"Baik Tuan"
Daniel memutuskan panggilannya.
Daniel berencana untuk menemui ayahnya. Dia akan bertanya secara langsung. yang terpenting untuknya sekarang adalah dia sudah mengetahui jika ayahnya adalah mantan kekasih ibu dari Callista, gadis yang dia cintai.
"Jika memang mantan kekasih, kenapa mama ku begitu membencinya? bukankah hanya masa lalu? ini pasti ada yang terjadi"gumam Daniel pelan.
**********
Callista mencoba untuk menahan air matanya tapi tetap saja tidak bisa. Dia menangis histeris dikamarnya. Lalu dia mengambil handphone miliknya dan mulai menghubungi kakaknya.
"Hallo"ucap Callista
"Iya Cal, kamu mau cerita sesuatu pada kakak?"
"Tidak kak, aku hanya mau minta tolong"
"Ada apa Cal?"
"Ka, tolong kakak meeting dengan Leonard Company. Aku sudah tidak mau lagi bertemu dengan Daniel. dan aku akan berencana pimpin perusahaan cabang papa di Paris Aku mohon kakak mengerti"
Jessica menghela nafas. Dia memahami jika adiknya sangat terluka.
"Cal, lakukan yang membuat mu bahagia. Kakak akan mengurus perpindahan mu ke Paris"
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu sebagai Dokter?"
"Aku akan mengundurkan diri dari Queen Hospital dan aku akan mencari pekerjaan di rumah sakit di Paris"
"Jika kamu masih mau menjadi dokter, lebih baik kamu bekerja di rumah sakit milik Adam. Memang tidak sebesar Queen Hospital tapi setidaknya kamu bekerja di rumah sakit yang kakak kenal siapa pemiliknya"
"Baiklah ka, terimakasih ka"
"Cal, kamu memiliki kakak. Ketika kamu jatuh kamu harus tetap berdiri. Kakak tahu kamu adalag gadis tangguh"
Callista memutuskan panggilan teleponnya, tanpa sadar air matanya terus mengalir. Callista tidak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun. Ini merupakan hal pertama bagi Callista merasakan sakit hati di bohongi oleh kekasihnya.
**********
Terimakasih atas dukungannya
Author minta vote yang banyak ya biar author semangat nulisnya❤
__ADS_1