Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 55 - Rencana Pernikahan Jessica


__ADS_3

Keesokan harinya setelah Callista menyelesaikan masalahnya dengan Grace tadi malam. Hari ini Callista memulai aktivitasnya di perusahaan miliknya. Keseharian Callista memang di sibukan dengan rumah sakit dan perusahaannya. Untuk restaurant ia percayakan pada manager restaurant dan Lucy yang mengawasi perkembangan restaurant.


Callista mengendarai mobil buggati pembelian kekasihnya dengan kecepatan sedang. Sejak Daniel membelikan mobil buggati untuknya, Callista lebih sering mengendarai mobil pembelian Daniel. Karena memang mobil pembelian Daniel adalah mobil yang selama ini Callista ingin beli.


Setibanya Callista di perusahaan miliknya, ia memarkirkan mobilnya dengan cantik. Dan ia mulai berjalan memasuki lobby perusahaan. Callista melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki lift pribadi miliknya.


Ting.


Pintu lift terbuka dan Lucy Assistantnya sudah menyambut dan menyapa Callista dengan hormat.


“Selamat pagi Nona Callista” Sapa Lucy.


“Pagi, apa saja jadwal ku hari ini?” Tanya Callista tanpa menghentikan langkahnya dan Lucy pun berjalan mengikuti Callista.


“Nona ada meeting dengan client dari Australia dan juga jepang. Lalu ada beberapa document yang harus nona tanda tangani” Jawab Lucy.


“Baiklah, apa kamu sudah memeriksa documentnya?” Tanya Callista kembali. Dan kini ia sudah duduk di kursi miliknya lalu melihat document yang sudah berada di atas meja kerjanya.


“Sudah nona, saya sudah memeriksa dokumentnya”


Callista mulai membaca documentnya, dia tidak langsung menanda tangani document. Biasanya dia akan melihat document apa yang dia tanda tangani. Callista memang selalu berhati-hati dalam memimpin perusahaan. Ia sadar sebagai seorang Direktur Utama, setiap apa tindakan yang ia ambil akan berpengaruh pada perusahaan yang ia pimpin.


“Lucy, document apa ini?”Tanya Callista saat melihat sebuah laporan.


“Ini laporan persetujuan untuk membeli furniture baru di restaurant nona” Jawab Lucy.


“Oh begitu, aku baru melihatnya.” Ucap Callista yang sambil menandatangani document tersebut dan memberikannya pada Lucy.


Setelah megambil document yang sudah di tanda tangani oleh Callista, Lucy langsung berjalan meninggalkan ruang kerja Callista.


Drtt


Drtt


Suara handphone Callista.


“Hallo” Sapa Callista.


“Sayang, besok malam orang tua ku akan bertemu dengan orang tua mu” Ucap Daniel.


“Kenapa cepat sekali?” Tanya Callista yang sedikit terkejut.

__ADS_1


“Ini sudah terlalu lama, sudah ku katakan. Aku tidak ingin menunda pernikahan kita” Seru Daniel.


Callista menghela nafas saat mendengar ucapan Daniel.


“Baiklah, setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku. Aku akan segera pulang ke mansion keluarga ku” Tutur Callista.


“Yasudah, bagus kalau begitu” Ucap Daniel.


“Iya, sayang kamu dimana?” Tanya Callista.


“Hari ini aku mengunjungi perusahaan entertainment ku, Aku hanya melihat saja bagaimana Andre memimpin perusahaan ku” Jawab Daniel.


“Yasudah kalau begitu, kamu hati-hati ya” Ucap Callista.


“Iya, kamu juga. Aku matikan dulu ya” Balas Daniel


Callista pu memutuskan panggilan handphonenya. Ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya supaya ia bisa segera pulang ke mansion. Ia ingin bertanya pada kakaknya bagaimana persiapan pernikahan kakaknya.


Sore hari, setelah Callista menyelesaikan pekerjaanya. Ia segera mengambil kunci mobil yang di atas meja kerjanya. Ia berjalan melangkah keluar dari ruang kerjanya menuju lift pribadinya.


Setibanya Callista di lobby perusahaan, ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju parkiran mobilnya. Callista yang sudah berada di dalam mobil, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mansion mewah keluarganya. Semenjak Callista sudah di lamar oleh Daniel, ayahnya tidak telalu mengkhawatirkan dirinya seperti dulu. Ayahnya percaya jika Daniel bisa menjaga Callista dengan sangat baik.


Kini mobil Callista sudah tiba di mansion keluarganya. Mobil Callista mulai memasuki parkiran mansion keluarganya itu. Callista pun berjalan keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion.


“Ma, paa” Ucap Callista yang sudah tiba di depan ruang keluarga.


“Callista?” Jessica sedikit terkejut karena adiknya pulang.


“Kamu pulang nak?” Tanya Alice saat melihat Callista berjalan mendekat ke arahnya.


“Iya ma, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mama dan papa” Jawab Callista sambil melihat kepada kedua orang tuanya.


“Ada apa sayang?” Tanya Michael sambil melihat putrinya.


“Besok orang tua Daniel akan membahas masalah pernikahan ku dengan Daniel pa” Ucap Callista.


“Ternyata calon suami mu sudah tidak sabar ya” Ucap Jessica dengan nada meledek.


“Kak, kapan kakak menikah dengan Ka Adam? Daniel sudah bertanya terus” Gerutu Callista.


“Sayang, persiapan sudah hampir selesai. Minggu depan kakak sudah menikah dengan Adam” Tutur Jessica.

__ADS_1


“Apa? Kenapa aku tidak mengetahuinya?” Callista yang terkejut saat kakaknya mengatakan jika persiapan pernikahan kakaknya sudah hampir selesai.


“Bagaimana kamu mengatahuinya, kamu jarang pulang ke rumah. Kam lebih banyak menghabiskan waktu mu di perusahaan dan di rumah sakit” Ujar Alice yang mulai kesal karena putri bungsunya jarang pulang kerumah.


“Maaf ma, belakangan ini aku sangat sibuk. Di rumah sakit aku banyak mendapat jadwal operasi.” Tutur Callista yang tidak enak pada orang tuanya karena ia memang jarang pulang ke rumah.


“Yasudah, karena minggu depan adalah pernikahan kakak mu. Itu artinya besok tidak masalah jika keluarga Daniel datang kesini. Memang lebih cepat lebih bagus kalian cepat menikah” Ujar Michael.


“Tapi Callista, besok kakak minta kamu tidak bekerja ya. Temani kakak berbelanja di butik” Ucap Jessica.


“Ka, besok aku harus ada pertemuan dengan client ku” Jawab Callista.


“Callista, kamu ini selalu sibuk dengan pekerjaan mu. Kakak tidak mau tahu kau besok harus temani kakak berbelanja di butik” Seru Jessica.


Mendengar ucapan kakaknya, Callista menghela nafas dalam.


“Baiklah ka, besok aku akan menemani kakak” Tutur Callista.


“Callista, kamu pun harus membagi waktu mu pada keluarga mu. Jangan hanya bekerja saja” Ujar Michael.


“Benar, apa yang di katakan papa nak. Nanti jika kamu sudah memiliki suami dan anak bagaimana? Saat kamu sudah menikah, kamu harus lebih pintar mengatur waktumu” Ucap Alice dengan lembut yang berusaha menasihati putrinya.


“Iya ma, maafkan aku”


“Ma, pa pasti Callista selalu memberi waktu untuk Daniel. Tidak mungkin Daniel membiarkan kekasihnya sibuk pada pekerjaan dan melupakan dirinya” Sambung Jessica dengan nada meledek.


“Sudah lah ka, jangan meledek ku” Gerutu Callista.


“Callista, lebih baik kamu beristirahat di kamar. Kamu pasti lelah di kantor tadi” Ucap Alice.


Callista pun mengangguk dan berpamitan berjalan menuju kamarnya.


Callista memang jarang pulang kerumah, biasanya ayahnya yang akan meyeretnya pulang kerumah. Tapi semenjak Callista di lamar, ayahnya memang tidak pernah memaksa Callista. Meskipun Callista jarang pulang ke rumah orang tuanya, Callista selalu menghubungi ayah dan ibunya dengan menelpon mereka.


***


Baca juga ya karya author yang lain ya


"Love In Milan"


Like,coment dan vote yang banyak yaa.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya.


__ADS_2