
Daniel mengambil kunci mobil si atas meja. Ia baru saja mendapatkan pesan dari Harry assitantnya jika Rossa sudah di tangkap. Daniel memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri.
"Daniel." panggil Callista, saat melihat Daniel berjalan keluar.
"Kau mau ke kantor?" tanya Callista yang kini sudah berdiri di hadapan Daniel.
"Tidak sayang, aku ada urusan." jawab Daniel.
Callista mengerutkan dahinya, "Urusan apa? kenapa kau tidak bersama dengan supir?" tanya Callista.
"Ya, aku ingin menyetir sendiri. Sudah lama aku tidak membawa mobil." jawab Daniel.
"Kau ini kemana? bertemu dengan client?" tanya Callista yang masih penasaran.
Daniel menarik dagu Callista mencium dan menghisap bibir istrinya, "Aku harus bertemu dengan seseorang. Aku akan menceritakannya nanti saat pulang ke rumah. Besok kita akan ke dokter untuk memeriksa kandungan mu."
Callista menghela napas dalam, "Baiklah, tapi aku tidak mau kau pulang terlambat. Aku ini makan puding sambil menonton film bersama mu." ucap Callisda dengan suara manja.
Daniel mengulum senyumannya, memeluk pinggang istrinya dam mencium kembali bibir istrinya. "Aku akan pulang tepat waktu." bisik Daniel tepat didepan bibir Callista.
Callsta mengelus rahang suaminya, "Ya, kau hati-hati. Aku dan baby menunggu mu."
Daniel mengangguk, lalu berjalan menuju mobil sport miliknya. Saat mobil Daniel sudah berjalan meninggalkan mansion, Callista masuk ke dalam rumah. Callista memutuskan untuk menikmati waktu bersantainya dengan makan ice cream.
***
Daniel turun dari mobil. Harry sudah menudukan kepalanya saat melihat tuannya datang. Harry menyembunyikan Rossa di salah satu gudang yang jauh dari penduduk.
"Tuan." sapa Harry.
__ADS_1
"Dimana wanita itu?" tukas Daniel, dingin.
"Mari tuan, saya antar. Rossa berada di dalam." jawab Harry.
Daniel mengangguk, lalu berjalan mengikuti Harry. Harry membuka pintu gudang, Daniel masuk ke gudang itu.Daniel menatap Rossa yang tangannya sudah terikat.
"D-Daniel?" Rossa menelan salivanya saat melihat Daniel melangkah mendekat ke arahnya.
Daniel memberikan kode pada Harry untuk meninggalkannya berdua dengan Rossa. Kemudian Harry menunduk dan undur diri. Daniel semakin mendekat ke arah Rossa.
"Lama tidak bertemu, bagaimana bisa aku tidak tahu kau sudah bebas dari penjara?" tukas Daniel, dingin dengan sorot mata tajam menatap Rossa.
"A-Apa yang kau lakuakan Daniel. lepaskan aku." Rossa berusaha melepaskan ikatan tangannya. Namun percuma, ikatan tanganya terlalu kuat.
Daniel menyeringai sinis, "Lepaskan? kau meminta ku melepaskan mu? kenapa kau mencari masalah pada ku Rossa! beraninya kau melukai istri ku! apa kau bosan hidup!" geram Daniel.
Plakk
Suara tamparan begitu keras. Pertama kali Daniel menampar seorang perempuan.
"K-Kau memukul ku?" ringis Rossa menahan sakit karena tamparan Daniel. Sudut bibir Rossa sudah mengeluarkan darah.
"Aku hanya memukul mu. Itu masih sangat lebih baik dari pada perbuatan mu. Karena mu, aku hampir kehilangan anak dan istri ku! Apa menurut mu aku akan diam saja melihat seorang berniat membunuh anak dan istri ku?" desis Daniel menatap tajam Rossa.
"Istri mu memang pantas mati Daniel" seru Rossa.
Daniel menarik rambut Rossa, "Bagaimana jika kau merasakan di sentuh oleh seluruh anak buah ku secara bergilir? menurut ku hukuman itu sangat pantas bukan?"
"Sialann kau Daniel. Awas kau berani melakukan itu. Aku akan membalaskan dendam ku!" sentak Rossa dengan nada tinggi.
__ADS_1
Daniel semaki mencengkram rambut panjang milk Rossa, "Aku memiliki kesabaran yang tidak banyak Rossa. Jika penjara tidak bisa menyadarkan mu. Maka aku akan membuat mu merasakan tidak berani melawan ku lagi."
"Awwww, Daniel lepaskan aku!" ringis Rossa kesakitan.
"Sakit huh? ini tidak seberapa untuk wanita murahan seperti mu. Kau selalu mengandalkan tubuh mu untuk mendapatkan apapun yang kau mau bukan?" tukas Daniel dengan seringai di wajahnya,
"Lepas Daniel!" sentak Rossa.
"Sabarlah, kau akan aku lepas. Sebelumnya biarkan anak buah ku menikmati tubuh mu yang sudah di sentuh oleh banyak pria. Aku tidak akan membunuh mu. Aku berubah pikiran. Sepertinya, membiarkan anak buah ku menyentuh mu lebih memuaskan dari pada harus membunuh mu." desis Daniel.
"Sialann Daniel, jangan berani kau melakukan itu. Atau aku akan memberikan pelajaran pada mu!" geram Rossa.
"Kau tidak akan mempu melawan ku. Nikmati segala perbuatan yang telah kau lakukan." tukas Daniel, lalu Daniel berjalan meninggalkan Rossa.
"Kalian semua boleh menyentuh dan menikmati tubuh wanita rendahan itu." ucap Daniel pada seluruh anak buahnya.
Harry terkejut mendengar ucapan dari tuannya.
"Kau mau Harry? jika kau menginginkannya aku akan memberikannya." tukas Daniel.
Harry menggeleng pelan, "Tidak tuan, saya lebih mencari wanita baik-baik."
Daniel tersenyum, "Good, kalau begitu antar aku pulang sekarang." Daniel melemparkan kunci mobilnya pada Harry. Dengan sigap, Harry menangkap kunci mobil.
***
Like, coment dan vote
Terima kasih atas dukungan kalian.
__ADS_1