Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 188 - Kenneth Rennaldy


__ADS_3

Kini Callista sudah berada di pindahkan di ruang rawat. Sebelumnya Marissa sudah di minta untuk memberi kabar kalau Callista sudah melahirkan. Alice dan MIchael sudah menunggu di depan ruangan, saat Daniel mengatakan mereka boleh masuk. Tanpa menunggu Alice dan Michael langsung masuk ke dalam ruang rawat Callista.


Alice langsung memeluk putrinya. "Selamat sayang, putri kecil mamah sekarang sudah menjadi seorang ibu."


Callista tersenyum, air matanya berlinang. "Terima kasih mah, maaf kalau aku sering melawan mamah. Ternyata menjadi seorang ibu perjuangannya sangat berat."


Alice mengelus rambut putrinya. "Iya sayang, kamu dan Jessica tetap menjadi anak kembanggan mamah sayang."


Ceklek


Suara pintu terbuka.


Alin dan Gio datang bersamaan dengan Jessica. Mereka masuk ke dalam ruang inap Callista.


Alin berjalan menghampiri Callista dan memeluknya. "Selamat sayang."


"Terima kasih ma" ucap Callista.


“Callista sayang, selamat sayang.” kata Jessisa.


“Terima kasih ka.” balas Callista.


“Daniel, siapa nama anak mu?” tanya Gio yang sudah tidak sabar.

__ADS_1


“Kenneth Renaldy.” Jawab Daniel dengan senyuman di wajahnya.


“Kenneth? Namanya yang indah.” Sambung Alin.


“Benar, itu nama yang sangat indah.” ucap Alice dan Michael mengangguk setuju.


“Cucu ku akan tumbuh menjadi pria yang sangat hebat.” ujar Gio,


“Ya, aku akan pastikan Kenneth memiliki kehidupan sangat hebat. Dia akan tumbuh menjadi pria yang hebat.” balas Daniel.


“Yasudah, mama dan papa ingin melihat Kenneth, mama sudah tidak bisa menunggu lagi.” ucap Alin, ia langsung menarik Gio menuju ruangan Kenneth.


“Callista, mama dan papa juga ingin melihat Kenneth. Kami juga tidak sabar untuk melihatnya.” ucap Alice dan Callista mengangguk. Kemudian Alice menarik Michael meninggalkan ruang rawat Callista.


Callista menggeleng. “Tidak sayang, aku tidak lapar.” jawab Callista.


“Callista, kakak harus pergi dulu. Anna menunggu kakak di rumah.” ujar Jessica.


Callista tersenyum. “Ya, ka. Salamkan untuk Ka Adam.”


Jessica mengangguk. “Daniel, aku pergi dulu. Jaga adik ku baik-baik.”


“Aku akan menjaganya seumur hidup ku.” balas Daniel.

__ADS_1


Jesica tersenyum, lalu berjalan meninggalkan ruang rawat Callista.


Daniel terus mengelus rambus istrinya. “Aku sudah tidak sabar membawa Kenneth kita pulang ke rumah. Aku ingin kita menghabisi waktu bersama dengannya.”


“Aku juga sayang, aku ingin menghabisi waktu ku bersama dengan mu dan Kenneth. Dia pasti tumbuh menjadi pria yang sangat tampan. Para gadis akan mengejar putra ku.” ujar Callista.


“Itu sudah pasti sayang, karena dia memiliki daddy seperti ku.” balas Daniel.


Callista mendengus. “Percayaa diri sekali.”


Daniel mengulum senyumannya, lalu ia mengecup kening istrinya. “Terima kasih sudah memberikan Kennerth di hidup ku. Aku akan menjaga mu dan anak-anak kita seumur hidup ku. Aku akan selalu membahagiakan kalian.”


Callista mengelus rahang Daniel. “Aku juga berterima kasih telah memberikan cinta yang besar untuk ku. Aku akan menemani mu di sepanjang hidup ku. Kita akan merawat anak-anak kita nanti bersama.”


“Ya, aku pastikan anak-anak kita nanti tidak akan pernah kekurangan kasih sayang. Mereka akan tumbuh dengan cinta kasih kedua orang tuanya. Aku akan meluangkan banyak waktu untuk mu dan anak-anak kita nanti.” ujar Daniel.


Callista tersenyum. “Aku tahu, kau memang suami terhebat. Aku mencintai mu.”


“Dan aku tahu, kau adalah istri yang terhebat. Aku lebih mencintai mu.” Balas Daniel, kemudian ia mencium dengan lembut bibir Callista.


***


Terima kasih atas dukungannya😊

__ADS_1


__ADS_2