Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 128 - Rapat Pemegang Saham II


__ADS_3

Olivia yang melihat Callista yang tersenyum ke arah Daniel, ia pun langsung berdehem dan menyenggol sikut sahabtanya.


"Kau seperti orang kasmaran saja, kau ini sudah menikah dengan pria tampan yang berdiri di stage" bisik Olivia di telinga Callista dengan nada menggoda.


"Shut up" balas Callista yang kesal karena Olivia menggodanya.


Olivia pun terkekeh kecil.


"Lihatlah para dokter wanita tidak henti menatap suami mu, seperti kucing yang kelaparan" bisik Olivia kembali di telinga Callista.


"Apa harus aku mencongkel mata mereka yang tengah menatap suami ku" bisik Callista di telinga Olvia.


Olivia pun berusaha untuk menahan tawanya.


"Nyonya Renaldy, kau memang sungguh menyeramkan. Aku yakin tidak akan ada berani wanita yang menggoda suami mu, jika istrinya sudah seperti harimau" balas Olivia yang menahan tawanya.


Callista hanya memutar bola matanya malas.


"Selamat pagi, terimakasih untuk kehadiran kalian. Di sini saya hanya ingin membahas jika Queen Hospital, akan membuka cabangnya di Paris dan juga Italia. Terimakasih untuk seluruh para karyawan, dan para dokter yang telah menjaga kualitas dari Queen Hospital." ujar Daniel.


"Queen Hospital, tidak akan sebesar sekarang. Jika tidak ada peran kalian semua."


"Seperti yang kalian tahu, saya memiliki istri cantik yang menjadi dokter di sini" ujar Daniel yang membuat seluruh orang kini menatap Callista.


Callista yang di tatap oleh seluruh orang di meeeting, sungguh ia sangat malu. Berkali-kali Callista memalingkan wajahnya, karena ia sangat malu di tatap seperti itu.


"Daniel sangat romantis, aku iri pada mu" bisik Olivia di telinga Callista.


"Kau diamlah, jangan membuat ku kesal" ucap Callista dengan pelan namun ia menatap tajam Olivia.


"Dan tujuan saya datang mengadakan rapat dan mengundang seluruh dokter disini, karena saya ingin menginformasikan. Mulai hari ini saya bukan lagi pemegang saham terbesar di Queen Hospital" ujar Daniel yang sontak membuat seluruh orang terkejut.


Callista pun terkejut, kini ia sangat khawatir. Ia takut terjadi sesuatu dengan perusahaan suaminya.


"Ada apa ini" gumam Callista dalam hati.


"Mulai hari ini pemegang saham terbesar di Queen Hospital adalah Callista Renaldy. Salah satu dokter bedah yang hebat dan ia adalah istri saya" ujar Daniel yang membuat seluruh orang benar-benar terkejut.


"Astaga apa yang dia lakukan" gumam Callista dalam hati.


"Daniel sangat hebat cal, kau akan sungguh kaya. Jangan lupa kau harus menaikan gaji ku cal" bisik Olivia kembali di telinga Callista.


"Shut up!" ucap Callista yang mulai kesal.


"Pasti seluruh orang disini terkejut karena saya memberikan saham saya pada istri saya. Karena saya ingin memberikan hadiah ini untuk anak kami. Saat ini istri saya tengah mengandung.  Dan saya sangat tahu, jika menjadi dokter adalah impiannya" ujar Daniel.


"Oleh karena itu, kedepannya. Jika saya datang di rapat pemegang saham Queen Hospital. Saya hanya wakil dari istri saya" ujar Daniel.


"Rapat selesai, terimakasih" Daniel menutup rapat dan seluruh orang di ruangan bertepuk tangan.


Callista langsung bangkit dari tempat duduknya, para dokter terus menatap Callista. Meskipun seluruh orang belum keluar dari meeting. Ia tidak perduli, lagi pula ia menghampiri suaminya sendiri.

__ADS_1


"Tuan Daniel Renaldy" panggil Callista yang sudah dekat dengan Daniel.


"Ya, Nyonya Callista Renaldy" jawab Daniel santai.


"Ikut aku" ucap Callista yang langsung menarik tangan Daniel.


Daniel langsung menarik pinggang istrinya.


"Kenapa sayang? apa sudah tidak sabar merindukan suami mu hem?" bisik Daniel di telinga Callista.


Padahal masih ada orang di ruang meeting. Tapi Daniel benar-benar tidak memperdulikannya. Sedangkan Callista benar-benar malu karena Daniel memeluknya dan di tatap banyak orang,


"Lepaskan, malu di lihat banyak orang" seru Callista.


"Aku memeluk istri ku, jadi tidak masalah" jawab Daniel.


"KIta ke ruangan mu" ucap Callista.


"Baiklah" Callista langsung menarik tangan Daniel menuju ruangan Daniel di Queen Hospital. Tidak mungkin Callista membawa Daniel ke ruang kerjanya, karena di ruang kerjanya ada Maria.


"Kenapa kau berbicara seperti tadi?" seru Callista yang sudah tiba di ruangan Daniel.


"Berbicara apa sayang" jawab Daniel sambil mengelus pipi Callista.


"Astaga, kau jangan membuat ku marah. Kenapa kau mengatakan aku adalah pemegang saham terbesar di rumah sakit ini" ujar Callista yang kesal


"Itu memang benar"


"Apa yang aku punya saat ini adalah milik mu Callista Renaldy" ucap Daniel yang terus mengelus pipi Callista.


"Aku tidak sedang bercanda Daniel, aku tidak mau." balas Callista


"Kau tidak bisa menolak, karena apa yang aku putuskan tidak bisa di ubah" seru Daniel.


"Kenapa kau tidak memberikannya pada Grace? dia adik mu"


"Saham yang aku miliki di rumah sakit ini adalah murni milik pribadi, bukan karena harta keluarga ku. Jadi sudah pasti aku akan memberikannya pada istri ku. Lagi pula Grace sudah ada bagiannya." ujar Daniel.


"Tetap saja aku tidak mau!" tolak Callista kembali.


Daniel menarik pinggang istrinya dan langsung mencium bibir istrinya.


"Bisakah bibir mu ini untuk tidak melawan suami mu hem?" ucap Daniel saat  pagutannya terlepas.


"Banyak orang yang menatap ku tadi, di tambah mereka tahu aku adalah pemegang saham yang baru. Aku sangat malu" ucap Callista.


"Tidak perlu malu sayang"


"Lalu kenapa kua tidak mengatakan pada ku jika kau akan ada rapat pemegang saham?" tanya Callista yang kesal.


"Aku ingin membuat kejutan untuk istri ku" bisik Daniel di telinga Callista.

__ADS_1


"Kau itu benar-benar menyebalkan" gerutu Callista.


"Sayang, sudah ku katakan bukan. Aku hanya ingin membahagiakan mu" balas Daniel.


"Tapi kau itu terlalu berlebihan, orang akan mengira aku menikah dengan mu karena harta mu saja" seru Callista.


"Aku rasa mereka tahu, kau ini putri dari seorang Michael Hutomo. Jadi tidak mungkin kamu menikah dengan ku hanya karena harta saja. Karena ayah mu bukan lah orang sembarangan." ujar Daniel.


"Tapi yang kaya itu ayah ku, bukan aku" seru Callista.


"Kau adalah dokter yang hebat dan memiliki bisnis restaurant yang terkenal. Jadi aku rasa kamu bukan seorang perempuan yang mengincar pria dari hartanya saja" jawab Daniel santai.


"Astaga, kenapa aku memiliki suami yang menyebalkan seperti mu" gerutu Callista yang membuat Daniel tersenyum.


"Lupakan soal itu, karena memang kau tidak bisa menolaknya" ucap Daniel.


Callista menghela napas kasar, percuma saja berdebat dengan suaminya.


"Tadi pagi aku sudah mengirim mobil untuk Papa Michael. Sebenarnya mobilnya sudah ada saat kau di rumah sakit. Namun aku tidak mungkin mengirimkan itu saat kamu masih belum sadarkan diri. Akhirnya aku menunda sampai kamu sehat. Dan tadi pagi aku sudah mengirimkan untuk Papa Michael" ujar Daniel.


"Terimakasih sayang, lalu bagaimana dengan Grace?" tanya Callista.


"Tadi pagi juag aku sudah mengirimkannya ke mansion, nanti Grace akan melihatnya saat ia sudah pulang. Lebih baik kau tidak perlu bercerita. Biarkan anak nakal itu yang terkejut"ujar Daniel dan Callista langsung mengangguk.


"Sayang kemarin kau berbelanja sepatu?" tanya Daniel.


"Ya, aku berbelanja sepatu habis dari butik saat bersama Olivia. Karena aku hamil jadi aku tidak lagi memakai heels" jawab Callista.


"Apa masih kurang? karena aku sudah meminta designer memberikan mu sepatu flat shoes" ucap Daniel.


"Astaga, sudah cukup. Walk in closet milik ku sudah penuh. Lagi pula saat bayi kita lahir, aku pasti akan sering memakai heels" jawab Callista.


"Tapi pasti tidak sesering dulu, karena kamu akan menggendongnya" balas Daniel.


"Sudah tenang saja suami ku, aku bisa mengaturnya. Tugas mu hanya bekerja keras untuk anak dan istri mu" bisik Callista di telinga Daniel.


"Istri cerdas, sejak kapan kau ini sangat cerdas?" tanya Daniel dengan nada menggoda.


"Sejak saat suami ku selalu memanjakan ku, jadi jangan salahkan aku jika kau selalu mendapatkan tagihhan kartu kredit sangat banyak akibat ulah istri mu" jawab Callista.


"Tenanglah, kebahagian mu adalah hidup ku" ucap Daniel yang langsung memeluk istrinya.


"Aku mencintai mu" ucap Callista tepat saat wajah mereka berhadapan.


"Aku jauh lebih mencintai mu" balas Daniel yang langsung mencium bibir Callista.


***


Follow Ig Author : abigailranadewi


Like,coment dan vote terus ya

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2