Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 44 - Makan Siang Bersama Daniel


__ADS_3

Setelah obrolan dengan Grace dan Olivia. Callista duluan untuk kembali ke Queen Hospital, ia mencari alasan jika ada hal yang ia ingin kerjakan. Kini Callista mengetahui jika Grace menyukai Mike, Callista akan mulai menjaga jarak dengan Mike. Bagaimana pun Calliista tidak ingin menyakiti adik iparnya.


Callista juga tidak ingin grace membencinya.Memiliki seorang adik adalah impian Callista selama ini. Terlebih Grace sangat baik, sebisa mungkin Callista akan menjaga perasaan Grace.


Callista berharap Mike bisa menyukai Grace. Mungkin Callista akan berbicara dengan Mike dan berusaha mendekatkan Mike dengan Grace. Setidaknya ia sudah mencoba untuk membantu adik iparnya. Tapi permasalahannya adalah apakah kekasihnya Daniel menyetujuinya. Daniel sangat tahu jika Mike berusaha mendekati Callista.


Callista berjalan memasuki ruang kerjanya, dan mengambil kotak hadiah yang kemarin Mike berikan padanya. Sebenarnya Callista ingin sekali membuang hadiah dari Mike semenjak Callista tahu Grace menyukai Mike. Tapi Callista pun tidak tega membuangnya. Bagaimana pun Mike sudah membelikan sebuah hadiah gelang tangan yang sangat cantik. Callista mengambil gelang itu yang dia letakan di atas meja kerjanya. Dia akan menyimpannya di safety box di apartementnya.


Siang hari Callista memutuskan untuk datang ke perusahaan kekasihnya. Ia mengambil tas dan kunci mobilnya, lalu mengendari mobilnya menuju perusahan kekasihnya.


Setibanya di lobby Renaldy Company, seluruh staff menyapa Callista dengan penuh hormat. Mereka sudah mengetahu jika Callista adalah kekasih dari pemilik Renaldy Company. Itu semua karena Daniel memberitahukan pada media jika ia adalah kekasih dari Daniel Renaldy. Sebenarnya saat Daniel memberitahukan pada media jika ia adalah kekasihnya. Callista banyak memenangkan tender perusaahaan. Bahkan restaurantnya pun kini makin ramai pengunjung.


Callista berjalan memasuki lift dan memencet tombol 58. Kini Daniel telah pindah ruang kerja. Sebelumnya ruang kerjanya berada di lantai 45. Tapi Daniel ingin ruang kerja yang lebih besar dan juga ada kamar pribadi untuknya.


Callista berjalan menuju ruang kerja Daniel.


“Selamat siang Nona Callista” Sapa Harry dengan hormat kepada Callista.


“Siang Harry, apa Daniel sedang ada tamu?” Tanya Callista kepada Harry.


“Tuan sedang tidak ada tamu nona, anda bisa langsung masuk” Ucap Harry dengan sopan.


“Baik, terimakasih”


Ceklek


Suara Callista membuka pintu.


“Sweetheart” Daniel yang kaget melihat kekasihnya datang.


“Kamu sibuk?” Tanya Callista karena melihat Daniel terus membaca laporan yang di atas meja kerjanya.


“Seperti biasa sayang, kemarilah”


Callista berjalan mendekat ke arah Daniel lalu mereka duduk di sofa ruang kerja Daniel.


“Ruang kerja mu besar sekali”


“Iya, karena aku butuh istirahat. Terkadang aku meeting dengan client sampai larut malam. Jadi aku menyiapkan kamar pribadi ku juga” Ujar Daniel sambil mengelus wajah Callista.


“Kamu dari perusahaan atau dari rumah sakit?” Tanya Daniel.


“Aku dari rumah sakit.”Callista menyenderkan kepalanya di bahu Daniel.


“Apa kamu lelah?”

__ADS_1


“Tidak”


“Lalu kenapa wajah mu seperti tidak bersemangat?” Daniel menatap wajah kekasihnya yang terlihat tidak seperti biasanya.


“Bagaimana aku bercerita. Aku tidak enak dengan Grace yang menyukai Mike. Sedangkan Mike selalu berusaha mengajak ku berkencan” Gumam Callista dalam hati.


“Daniel, aku ingin bertanya”


“Katakan sweetheart”


“Jika kamu menyukai seorang gadis yang telah memiliki kekasih. Tapi di sisi lain ada gadis lain yang telah menyukai mu. Apa yang akan kamu lakukan?”


“Aku belum pernah menyukai seorang gadis yang telah memiliki kekasih. Tapi jika itu terjadi, mungkin aku akan melupakan gadis itu. Atau mungkin mempertahankan jika memang aku mencintainya. Karena gadis itu belum menikah mungkin aku akan berusaha mengejarnya. Untuk gadis yang menyukai ku, Aku tidak bisa menjalin hubungan dengan gadis yang tidak aku sukai.” Ujar Daniel sambil menatap kekasihnya.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu hem?”


“Tidak, aku hanya bertanya saja.” Callista berusaha menutupinya dari Daniel.


“Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?” Daniel mengernyitkan dahinya saat melihat wajah kekasihnya seperti menutupi sesuatu darinya.


“Tidak sayang, ayo kita makan bersama. Aku sudah lapar” Ajak Callista yang berusaha menghentikan pertanyaan Daniel.


“Baiklah” Daniel mengambil kunci mobil di atas meja kantornya.


Daniel mengendarai mobilnya menuju salah satu restaurant terdekat dari perusahaannya. Kini mereka telah sampai di restaurant dan Daniel pun telah memesan Sirlion steak dan tenderloin steak untuknya


.


“Ini untuk mu sweetheart” Daniel sambil menyerahkan tenderloin steak dan mashed potato kesukaan kekasihnya.


“Terimakasih sayang”


“Sayang aku mau memberitahu mu sesuatu” Ucap Daniel sambil memotong steaknya.


“Ada apa?” Tanya Callista yang penasaran.


“Seminggu lalu, aku mendapatkan tawaran dari rekan kerja ku. Dia menjual perusahaan entertainmentnya. Aku berencana akan membeli sebuah perusahaan entertainment.”


“Untuk apa membelinya?”


“Aku lihat dari laporan perusahaan mereka. Perusahaan itu memiliki profit yang bagus. Sepertinya aku tertarik. Lagi pula ini akan bagus jika aku memiliki perusahaan entertainment itu”


“Kau tertarik karena bisa bertemu dengan artis cantik dan model cantik juga?”


Mendengar ucapan Callista, Daniel langsung menyentil dahi kekasihnya itu.

__ADS_1


“Bicara macam apa kau ini! Aku hanya membelinya untuk memperluas bisnis ku saja”


“Tapi kenapa harus perusahaan entertainment?”


“Tadi kan sudah ku katakan, aku membelinya karena melihat profit perusahaan itu bagus.”


“Hanya itu?”


Daniel Mengangguk dan mulai tersenyum.


“Tenang lah sweetheart, kamu tahu cincin ini sudah melingkar di jari manis mu. Itu artinya kamu adalah gadis satu-satunya yang aku inginkan” Ujar Daniel sambil menyentuh jari manis Callista.


“Kamu ini sejak kapan pandai mengukir kata-kata”


“Sejak aku memiliki mu” goda Daniel yang membuat Callista tersipu malu.


“Sayang, sepertinya keluarga kita harus bertemu untuk membicarakan pernikahan kita” Ucap Daniel.


“Tapi lebih baik tunggu sampai Ka Jessica dan Ka Adam menikah” Balas Callista.


“Memangnya kapan mereka akan menikah?” Tanya Daniel kembali.


“Sepertinya bulan depan mereka akan menikah. Aku belum tahu pasti, tapi pasti dalam waktu dekat.”


“Lama sekali bulan depan, kenapa mereka tidak menikah minggu depan saja?”


“Kamu ini bagaimana, menikah membutuhkan persiapan acara. Mana bisa minggu depan” Gerutu Callista.


“Aku hanya tidak sabar memiliki banyak anak dari mu sweetheart”


“Aku tidak mau banyak anak, cukup 2 saja. Kalau kamu mau banyak, kamu saja yang melahirkan” Ucap Callisa kesal.


“Kenapa kau ini pelit sekali. Aku sudah bekerja keras. Jadi aku ingin memiliki banyak anak. 2 anak sangat lah sedikit”


Callista malas berdebat dengan kekasihnya itu. Ia lebih baik diam dari pada melawannya. Karena ia tahu ia tidak akan menang melawan kekasihnya. Jika Daniel sudah meminta sesuatu, itu artinya sebuah keharusan yang tidak bisa di tawar.


**********


Like,Coment dan Vote yang banyak yaa.


Biar author semangat nulisnya.


Nanti dikit lagi author kasih tau siapa Amel.


Terimakasig atas dukungan kalian selama ini.

__ADS_1


__ADS_2