
Siang hari, setelah pertemuan dengan Leonard Company. Daniel mengantarkan Callista ke perusahaan milik kekasihnya itu. Sebenarnya Daniel sudah meminta Callista langsung pulang saja. Tapi karena Callista mengatakan masih banyak yang harus ia kerjakan, akhirnya Daniel mengantarkan ke perusahaan milik kekasihnya itu.
Callista masih terus memeriksa laporan keuangan perusahaan yang dia pimpin. Dalam beberapa bulan terakhir, setelah perusahaan cabang milik keluarganya ini terus mengalami peningkatan profit. Hal ini sudah di dengar oleh ayahnya, dan sangat membuat ayahnya bangga atas putri bungsunya.
Callista pun sudah mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan ayahnya. Kini dia sudah menginvestasikan uang yang dia dapat dari keuntungan perusahaan ayahnya untuk membangun restaurant baru. Target Callista kali ini adalah masuk ke Asia yaitu Hong kong, Korea Selatan, Jepang dan Singapore. Callista menyerahkan seluruhnya pada Assistantnya Lucy untuk mengatur pembukaan restaurant di Asia. Lucy merupakan Asisstant Callista yang sangat Callista andalkan untuk mengurus bisnis restaurant dan jadwalnya di Perusahaan.
Sebelumnya Callisya berencana untuk membeli mobil Bugatti seperti Daniel, tapi dia lebih memikirkan untuk menambah restaurant lagi dari pada harus membeli mobil seperti kekasihnya.
“Nanti sajalah beli mobilnya, yang lama juga masih bagus” Gumam Callista pelan sambil melihat gambar mobil Bugatti keluaran terbaru di layar laptopnya.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
“Masuk”
“Permisi Nona Callista, anda kedatangan tamu.” Ucap Lucy Assistantnya.
“Siapa? Bukankah kamu bilang aku tidak memiliki jadwal bertemu dengan siapapun?” Callista sambil mengernyitkan dahinya bingung siapa yang datang menemuinya.
“Tuan Edward yang datang untuk menemui nona, apa nona ingin bertemu dengannya?” Tanya Lucy.
“Kalau Daniel tahu, pasti dia akan marah” Gumam Callista dalam hati.
“Yasudah, persilahkan Edward masuk” Perintah Callista.
“Baik Nona”
Tidak lama setelah Callista memerintahkan untuk Edward masuk ke ruangannya, Lucy sudah membawa Edward ke ruangan Callista.
“Callista apa kamu sibuk? Maaf aku mengganggu mu” Ucap Edward yang kini berdiri di hadapan Callista.
“Tidak Edward, ayo silahkan duduk” Callista dan Edward duduk di sofa ruangan kerja Callista.
“Apa kabar Edward?”
“Baik Callista, maaf aku kesini ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan”
“Ada apa Edward?”
__ADS_1
“Maaf jika pertanyaan ku seperti mulai ikut campur, aku hanya benar-benar penasaran”
“Tidak apa, katakanlah Edward” Callista jd penasaran apa yang Edward tanyakan padanya.
“Begini Callista. Aku sedikit bingung, karena Daniel sudah mengumkan pertunangannya dengan Debora Alister. Tapi hari ini aku baru saja melihat berita dia mengumumkan pembatalan pertuangannya. Dia pun mengatakan pada media jika kamu adalah kekasihnya, sebelum dia mengumumkan pertuangan dengan Debora, Daniel mengatakan kamu sudah menjadi kekasihnya terlebih dahulu.”
Mendengar ucapan Edward, sontak membuat Callista terkejut.
“Daniel mengumumkan pada media hubungan kami?” Tanya Callista yang masih terkejut.
“Benar, apa kamu tidak mengetahuinya?”
“Sebenarnya Daniel pernah mengatakan hal ini. Tapi aku tidak menyangka dia akan mengumumkan secepat ini” Ucap Callista sambil menghela nafas dalam.
“Kamu bisa lihat di TV, beritanya sepertinya masih ada. Karena beberapa siaran Televisi menyiarkannya” Jawab Edward
Callista langsung mengambil remote televisi yang ada di atas nakas, dan mulai menyetel salah satu chanel televisi. Dan benar apa yang di katakan Edward, Callista melihat siaran berita secara langsung jika Daniel mengumumkan dirinya adalah kekasihnya. Jujur melihat Daniel mengakuinya di seluruh media, membuat Callista sangat bahagia. Karena itu artinya seluruh dunia mengetahui jika dirinya adalah kekasih Daniel Renaldy.
“Edward, kekasih ku memang seperti itu. Tapi sebenarnya aku sangat tersanjung dengan apa yang dia lakukan ini” Ujar Callista.
“Callista, bolehkah aku sedikit jujur pada mu?” Edwars kini menatap Callista.
“Sebenarnya saat Daniel mengumumkan pertunangannya dengan Debora Alister, aku sangat senang. Aku bisa memiliki kesempatan untuk mendekati mu. Kalau boleh jujur, pertemuan pertama kita di jepang sangatlah membuat ku bahagia. Kamu adalah gadis yang berhasil membuat ku menyukai mu. Tapi saat aku tahu kekasih mu adalah Daniel Renaldy, aku harus mundur karena aku sadar, diri ku tidak sebanding dengan Daniel Renaldy. Kekuasaan yang kekasih mu miliki bisa membuat ku kehilangan perusahaan ku. Aku pun akhirnya tidak berani mendekati mu. Maaf jika aku berani mengungkapkan isi hati ku” Edward yang masih menatap Callista.
Sedangkan Callista mendengar pengakuan cinta dari Edward, dia menghela nafas dalam.
“Edward, aku sangat menghargai keberanian mu mengatakan hal ini. Memang sebelumnya aku dan Daniel ada sedikit kesalahpahaman. Tapi perlu kamu tahu, aku mencintai Daniel bukan karena kekuasaan yang dia miliki. Aku mencintai dia memang karena dengan bersamanya membuat diri ku nyaman. Aku berharap kamu bisa mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dari pada ku” Ujar Callista yang menatap Edward sambil tersenyum. Dia tidak ingin melukai perasaan seseorang, terlebih yang Callista tahu Edward sangatlah baik.
“Callista, aku sangat bahagia pernah mengenal gadis seperti mu. Jika boleh jujur aku selalu menganggumi mu. Kamu bukan hanya sangat cantik tapi sifat mu yang baik dan rendah hati, membuat ku semakin kagum pada mu. Bisakah aku masih terus menganggumi mu seperti ini?”
“Edward, aku tidak punya hak untuk melarang sesorang menyukai ku. Tapi aku tidak ingin membuat mu semakin terluka. Aku hanya minta, kamu harus mencoba membuka hati mu untuk gadis di luar sana. Aku yakin banyak gadis yang jauh lebih baik dari pada ku” Tutue Callista.
“Ya, aku mengerti Callista. Aku pun tidak akan mengharapkan mu untuk menjadi kekasih ku. Aku sadar aku tidak ingin menjadi musuh seorang Daniel Renaldy. Tapi Callista, bisakah kita masih tetap berteman? Meskipun sekarang kamu tahu jika aku menyukai mu, tapi maukah kamu masih menjadi teman ku?”
“Edward, dengan senang hati aku mau menjadi teman mu.” Jawab Callista dengan senyum ramah.
“Terimakasih Callista, maaf aku harus pergi dulu.” Ucap Edwar sambil bangkit dari sofa dan Callista pun mengangguk serta mengantarkan Edward sampai kedepan pintu ruang kerja miliknya.
Setelah Callista melihat Edward pergi, Callista berjalan ke meja kerjanya. Ia mengambil handphonenya di atas meja. Ia ingin sekali menghubungi kekasihnya yang mengumumkan hubungannya di depan media. Meskipun Callista sangat bahagia, tapi dia yakin pasti ada sesuatu. Callista memncet nomor handphone Daniel.
“Hallo” Ucap Callista
__ADS_1
“Ya sweetheart, apa kamu sudah merindukan ku?” goda Daniel.
“Apa-apaan kamu ini. Aku mau bertanya kenapa kamu mengumumkan hubungan kita di hadapan media secepat ini?”
“Kamu memang tidak bahagia?” Tanya Daniel heran mendengar pertanyaan kekasihnya.
“Bukan itu, aku yakin pasti ada sesuatu”
“Aku hanya ingin semua orang tahu tentang hubungan kita ini. Jika aku tidak mengumumkannya dengan segera, orang masih berfikir jika aku adalah calon tunangan Debora Alister” Ujar Daniel.
“Bukankah kau menyukainya? Kau bisa menjadi calon tunangan dari seorang designer terkenal dari Paris” Callista meledek kekasihnya.
“Kau ini bicara apa” Geram Daniel.
Callista terkekeh mendengar ucapan kekasihnya itu.
“Aku lebih suka menjadi calon tunangan seorang dokter specialist bedah dari pada menjadi calon tunangan seorang designer terkenal. Dan satu lagi yang paling penting adalah gadisnya itu diri mu. Aku tidak perduli apapun pekerjaan mu”
“Kau ini sejak kapan sangat romatis dengan kata-kata manis mu”
“Sejak aku menjadi kekasih mu!” Seru Daniel
“Baiklah Tuan Daniel, aku harus lanjut bekerja. Jangan lupa sore nanti kamu harus menjemputku, karena mu aku tidak membawa mobil ke perusahaan” Gerutu Callista kesal karena Daniel meminta supirnya membawa mobilnya ke apartementnya.
“Memang itu tujuan ku, supaya aku bisa menjemput mu” Jawab Danniel santai.
Kini Daniel sudah memutuskan panggilan telepon dengan kekasihnya. Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya dan sorenya menjemput kekasih cantiknya itu.
“Besok ulang tahunnya, aku harus membuat kejutan indah” Gumam Daniel pelan.
**********
Maaf author telat up,
author usahain up banyak.
Minta vote yang banyak yaaa.
Like dan coment juga.
Terimakasih atas dukungan kalian😚🥰
__ADS_1