
Taylor yang mendengar ucapan Jessica, ia langsung menghela nafas dalam.
“Jessica, aku yakin ini ada yang sengaja ingin menghancurkan perusahaan mu. Tapi menurut ku, kita harus menunggu Daniel. Aku yakin Daniel bisa menemukan dengan mudah siapa dalang di balik semua ini” Ujar Taylor.
Jessica mengangguk setuju dengan ucapan Taylor.
“Jessica, jika kau tidak keberatan aku akan membantu mu dalam perushaan mu. Bagaimana pun kamu adalah kakak dari Callista. Jika terjadi sesuatu dengan perusahaan mu maka akan berdampak pada perusahaan Callista yang aku pimpin” Ujar Taylor kembali.
“Taylor, aku sangat senang jika kamu mau membantu ku. Aku pasti dengan senang hati jika kamu mau membantu ku” Ucap Jessica.
“Yasudah, sekarang aku harus kembali ke perushaan. Aku akan segera menyelidiki ini semua. Aku pastikan aku akan segera menemukan kejanggalan ini” Ucap Taylor yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar.
“Ya, aku percaya dengan mu Taylor”
Saat Jessica melihat Taylor sudah pergi ia langsung berjalan ke meja kerjanya lalu duduk di kursi kerjanya. Ia pun segera mengambil handphone di atas meja, ia ingin menghubungi Adam suaminya.
“Hallo” Sapa Jessica.
“Ya sayang, bagaimana keadaan perusahaan mu?” Tanya Adam.
“Masih di selidiki. Mungkin aku akan pulang sedikit terlambat, aku masih belum tenang jika belum menemukan dalang di balik ini semua” Ucap Jessica.
“Sayang, aku yakin ini akan kita akan segera menemukan dalang di balik ini semua. Tapi aku minta, kamu jangan terlalu pulang larut. Aku tidak ingin kamu sakit” Balas Adam.
“Iya aku akan usahakan pulang tidak terlalu larut malam. Yasudah aku matikan dulu ya” Ucap Jessica yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
Jessica kembali melihat laporan yang terletak di atas meja dan membaca secara teliti setiap dokumen kerjasama dengan perusahaan lain.
***
Bandara Internasional Los Angeles – California.
Privat jet milik Daniel sudah tiba di Bandara Internasional Los Angeles. Para pengawal Daniel sudah menyambut tuannya yang datang di bandara. Para pengawal pun langsung membawa barang-barang Daniel dan Callista.
Callista yang benar-benar sangat lelah perjalanannya dari Amsterdam ke Los Angeles. Ia pun segera berjalan meninggalkan bandara, ia langsung berjalan menuju mobilnya yang kini sudah menjemputnya.
Di dalam mobil, Daniel masih sibuk dengan laptopnya. Sedangkan Callista yang melihat suaminya sangat sibuk, ia mengerti suaminya sangat pekerja keras. Ia pun tidak ingin mengganggunya.
Callista mengambil handphonenya dan ia ingin menghubungi Olivia sahabatnya.
“Hallo” Sapa Callista.
“Iya Cal?”
“Kamu dimana Liv?”
“Aku di rumah sakit, bagaimana Amsterdam?”
“Baik, aku mau bilang ke kamu kalau Aku sudah di Los Angeles” Ucap Callista yang membuat Olivia terkejut.
“Apa? Kamu sudah di Los Angeles? Bukannya kamu bilang kalau kamu akan pulang dua atau tiga hari lagi?”
“Ya, terjadi masalah”
__ADS_1
“Perusahaan mu bukan?”
“Bagaimana kau tahu?” Callista terkejut saat Olivia tahu masalahnya.
“Taylor menghubungi ku kemarin, dia mengatakan jika perusahaan cabang kakak mu dalam masalah”
“Iya kamu benar. Berarti Taylor sudah mengetahuinya”
“Ya dia sudah mengetahuinya”
“Yasudah kalau begitu aku matikan dulu ya, besok aku akan ke rumah sakit. Tenang saja masa tugas mu menggantikan ku sudah berakhir” Ucap Callista yang membuat Olivia tersenyum.
“Iya, aku juga merindukan mu Cal”
Callista tersenyum dan ia langsung mematikan sambungan teleponnya.
“Kamu menghubungi Olivia?” Tanya Daniel sambil menoleh melihat istrinya.
“Iya, aku bilang padanya besok aku akan ke rumah sakit”
“Baiklah”
“Sayang” Panggil Callista.
“Hemm?”
“Apa kamu habis ini akan ke perusahaan?” Tanya Callista ke araah suaminya.
“Baiklah, tapi aku minta kamu harus memberitahukan semuanya kepada ku” Pinta Callista.
Daniel pun langsung mengangguk.
“Tenanglah, aku sudah berjanji pada mu. Aku akan selalu memberitahu mu apapun yang terjadi” Ucap Daniel sambil mengelus rambut panjang istrinya.
Callista menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.
“Aku harap, kita segera menemukan siapa orang di balik ini semua” Ucap Callista dengan lembut.
Mobil Daniel sudah tiba di apartementnya, Daniel mengecup bibir istrinya dengan lembut. Dan ia langsung meminta istrinya masuk ke dalam apartement bersama dengan pengawal mereka yang tengah membawa barang-barangnya. Sedangkan Daniel langsung pergi ke perushaaan.
Setelah melihat Callista sudah berjalan masuk ke dalam apartement, Mobil Daniel langsung berjalan meninggalkan apartement dan menuju perusahaannya.
Drtt
Drtt
Suara handphone Daniel.
“Hallo” Sapa Daniel.
“Daniel, apa kau sibuk?” Tanya Taylor.
“Aku tahu kau menghubungi ku karena ingin membahas perusahaan Jessica. Datanglah segera ke perusahaan ku. Sekarang aku sedang di jalan menuju perusahaan ku” Ujar Daniel.
__ADS_1
“Perusahaan mu? Bukankah kau di Amsterdam?” Tanya Taylor yang terkejut.
“Aku baru saja tiba di Los Angeles, dan langsung ke perusahaan. Sudah jangan banyak tanya. Cepat datang ke perusahaan ku” Perintah Daniel.
“Ya baiklah”
Daniel memutuskan panggilan teleponnya.
Mobil Daniel sudah tiba di perusahaan miliknya, supirnya langsung menurunkan Daniel di lobby perusahan.
Daniel melangkahkan kakinya dengan cepat masuk ke dalam perusahaan dan ia langsung menuju lift pribadi yang selalu ia gunakan.
Ting
Pintu lift terbuka.
Harry yang sudah melihat Daniel, ia langsung berjalan mendekat ke arah Daniel.
“Selamat siang Tuan Daniel” Sapa Harry.
“Siang, Harry apa kamu sudah mendapatkan informasi?” Tanya Daniel sambil berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya dan Harry pun megikutinya dari belakang
“Saya sudah mendapatkan informasi tuan”
Mendengar Harry sudah mendapatkan informasi, Daniel langsung duduk di kursi kerjanya dan mulai mengambil laporan yang tergeletak di atas mejanya.
“Katakan” Perintah Daniel.
“Salah satu perusahaan besar di Melbourne Australia, mencoba menghasut para investor kita. Mereka mengatakan jika perusahan kita bukanlah perusahan yang tepat untuk mereka berinvestasi. Hingga saham perushaaan cabang kita di Australia mengalami penurunan 5%” Tutur Harry.
“Katakan apa nama perusahaan yang berani menjatuhkan perusahaan ku” Seru Daniel yang kini tersulut emosi.
“Linfard Company, mereka adalah salah satu perusahaan terbesar di Australia” Ucap Harry.
“Linfard Company?” Daniel mengernyitkan dahinya saat mendengar nama perusahan itu.
“Aku tidak pernah berurusan dengan pemilik Linfard Company. Bagaimana bisa mereka mengenal ku?”
“Tuan, pemilik dari Linfard Company ada di Los Angeles. Jika Tuan tidak keberatan, besok Tuan bisa datang langsung ke perusahaan cabang mereka di Los Angels" Tutur Harry.
“Mereka memiliki cabang di Los Angeles?” Tanya Daniel ke arah Harry.
“Benar Tuan”
“Aku pernah mendengar tentang Linfard Company. mereka memang perusahaan besar. Bahkan perusahaan itu jauh lebih besar dari perusahaan istri ku. Tapi memang aku belum pernah bekerjasama dengan perushaan mereka. Bagaimana bisa mereka mencoba menjatuhkan perusahan ku dan perushaan istri ku?” Ujar Daniel.
***
Yang belum baca karya author yang lain, baca yaa judulnya "Love In Milan"
Like,coment dan vote terus setiap karya author ya.
Terimakasih atas dukungan kalian😘
__ADS_1