Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 54 - Berdamai


__ADS_3

Setelah Daniel menyelesaikan pekerjaanya, Ia langsung mengambil kunci mobilnya di atas meja. Dan berjalan meninggalkan ruang kerjanya. Malam ini Daniel akan membawa Callista bertemu dengan Grace adiknya. Ia ingin mereka segera menyelesaikan permasalan di antara calon istrinya dan adiknya.


Daniel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Queen Hospital.


Setibanya Daniel di Lobby Queen Hospital, Daniel sudah mengirim pesan kepada Callista jika Daniel sudah berada d lobby rumah sakit. Sekitar 10 menit Daniel menunggu, ia melihat Callista dengan mengenakan mini dress berwarna kuning cerah yang sangat cantik di kulit milik Callista.


“Sayang, maaf menunggu” Ucap Callista yang tidak enak membuat Daniel menunggu.


“Tidak apa sweetheart, ayo kita jalan sekarang” Ucap Daniel.


Callista memasuki mobil Daniel dan kini mereka berjalan meninggalkan Queen Hospital.


“Bagaimana tadi operasinya berjalan lancar?” Tanya Daniel sambil menyetir mobilnya.


“Iya sayang berjalan lancar, tadi memang sempat aku hampir gagal menyelamatkan pasien ku. Tapi syukurlah Tuhan masih membiarkan pasien ku untuk hidup. Aku pasti sangat hancur jika sampai aku gagal dalam menyelamatkan pasien ku” Tutur Callista.


“Jangan seperti itu, aku yakin kamu adalah dokter yang hebat. Jika tidak bagaimana rumah sakit ku bisa memilih mu. Queen Hospital sangat memilih dengan baik dokter yang bekerja di sana” Ujar Daniel.


“Iya sayang, sebenarnya aku pun kaget saat diri ku diterima menjadi dokter specialist bedah disana. Terlebih usia ku masih sangat muda untuk menjadi dokter specialist bedah”


“Itu artinya kamu memang cerdas” Puji Daniel.


Callista pun tersenyum mendengar Daniel memujinya.


“Kamu pun cerdas dan hebat, dulu ketika kamu datang ke Queen Hospital. Dan memberikan beberapa masukan untuk Queen Hospital supaya tetap menjadi rumah sakit nomor 1. Aku benar-benar kagum melihat mu berbicara” Ujar Callista mengingat saat ia masih belum memliki hubungan dengan Daniel.


“Jadi sejak dulu kamu sudah memperhatikan ku hem?” Ucap Daniel dengan nada yang meledek kekasihnya.


“Sia…paa yang memperhatikan mu? Kamu terlalu percaya diri” Gerutu Callista.


“Jika memang kamu memperhatikan ku, aku senang. Karena sejak dulu pun aku memperhatikan mu” Ucap Daniel yang membuat Callista tersenyum malu.


“Aku memang menyukai mu sejak dulu sweetheart, hanya saja dulu itu kau sering membuat ku kesal” Seru Daniel yang mengingat tentang Callista dulu.


“Kau pun suka membuat ku kesal! Kau selalu memaksa ku,tapi hingga sekarang pun kau tetap sama. Suka memaksa” Gerutu Callista.


“Jika kamu sulit mendengarkan kata calon suami mu ini, maka dengan terpaksa aku harus memaksa mu” Jawab Daniel santai.


“Kau ini-“ Gerutu Callista.

__ADS_1


Mobil Daniel sudah tiba di mansion mewah milik keluarga Daniel. Saat Daniel ingin keluar dari mobil, tangannya sudah di tahan oleh Callista.


“Sayang aku tidak enak dengan ayah dan ibu mu, waktu itu aku tidak sopan di depan mereka” Ucap Callista mengingat kejadian dia hampir tidak bisa mengendalikan amarahnya.


“Sweetheart, orang tua ku mengerti kenapa kamu marah kemarin. Percayalah tidak apa” Jawab Daniel sambil mengelus wajah kekasihnya.


Daniel meggenggam tangan Callista memasuki mansionnya, para pelayan yang melihat Daniel dan Callista. Mereka sudah menyapa Daniel dan Callista dengan penuh hormat. Daniel dan Callista pun membalas para pelayan dengan senyuman. Daniel yang sudah tahu jika orang tuanya berada di ruang keluarganya.


Daniel melangkahkan kakinya menuju ruang keluarganya dan masih tetap menggenggam tangan Callista.


Alin dan Gio yang melihat Daniel datang membawa Callista, mereka langsung menyambut Callista dengan hangat.


“Sayang, kamu kesini” Ucap Alin yang langsung memeluk Callista.


“Iya bibi eh mama maksud ku. Maaf kemarin aku sudah tidak sopan” Jawab Callista yang merasa tidak enak.


“Sayang, ini bukan salah mu” Ucap Alin sambil mengelus wajah Callista.


“Callista, ini bukan salah mu. Papa sudah menasihati grace” Sambung Gio.


“Papa Gio, maafkan aku” Lirih Callista dan Gio pun langsung memeluk Callista.


“Tidak apa, ini bukan salah mu nak” Jawab Gio.


“Grace ada di dalam kamarnya sayang, kamu bisa naik jika kamu ingin bertemu dengan Grace” Jawab Alin.


“Baiklah Mama Alin dan Papa Gio, aku harus menyelesaikan masalah ku dengan Grace. Aku ke kamar Grace dulu ya” Ucap Callista.


“Iya nak” Sambung Gio.


Callista berjalan meninggalkan ruang keluarga dan langkahnya terhenti ketika Daniel menahan tangannya.


“Sayang, aku temani untuk bertemu dengan adik ku ya?” Ucap Daniel sambil memegang tangan Callista.


“Tidak sayang, biar aku sendiri yang menyelesaikan permasalahan ku dengan Grace” Jawab Callista.


“Tapi-“ Belum selesai Daniel berbicara, Callista sudah menyentuh wajah Daniel dengan lembut.


“Sayang, percayalah. Aku dan Grace akan menyelesaikan masalah kami dengan baik. Grace adalah adik mu, itu artinya dia pun adik ku.” Tutur Callista.

__ADS_1


“Daniel, biarkan Callista menyelesaikan sendiri masalahnya dengan Grace” Sambung Alin.


Daniel pun mengangguk.


Callista melanjutkan langkahnya menuju kamar Grace. Setibanya dia di kamar Grace.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu.


“Masuk”


“Callisa?” Grace terkejut saat melihat Callista masuk ke kamarnya.


“Grace, aku ingin berbicara dengan mu” Ucap Callista yang sudah berjalan mendekat menuju tempat tidur Grace.


“Grace, aku tidak ingin kamu salah paham dengan ku. Aku menyayangi mu sama seperti aku menyayangi kakak ku Jessica. Tidak mungkin aku berniat jahat pada mu.” Ucap Callista dengan lembut dan ia pun sudah duduk di samping Grace.


“Grace, Aku mencintai kakak mu. Aku menerimanya untuk menjadi suami ku, di luar Daniel aku tidak menginginkan yang lain. Grace percaya lah aku tidak pernah bermaksud melukai hati mu. Hanya saja aku memang tidak tega memberitahukannya pada mu.” Ucap Callista kembali.


“Grace,aku pun sudah meminta Mike membukakan hatinya untuk mu. Tapi setelah aku lihat, Mike bukanlah pria yang tepat untuk mu. Kamu telalu sempurna untuknya Grace” Tutur Callista.


“Callista, aku memang salah karena sudah menuduh mu. Maafkan aku yang tidak sopan pada mu membahas masa lalu ibu mu. Aku memang sangat buruk. Bahkan setelah apa yang aku katakan pada mu, kamu tetap datang menghampiri ku. Aku benar-benar sangat malu” Balas Grace.


“Grace, aku sudah memaafkan mu sebelum kamu minta maaf. Bagaimana pun kamu adalah adik ku. Aku pastikan kamu akan mendapatkan pria hebat untuk mu.” Ujar Callista langsung membuat Grace memeluk Callista dengan erat.


“Kakak ku memang tidak salah untuk memilih pasangan hidup. Kamu memang sangat baik Callista. Sekarang aku mengerti, kenapa banyak orang yang menyukai mu” Ucap Grace.


“Grace, percayalah, Kamu akan di pertemukan dengan pria yang mencintai mu sama seperti kakak mu mencintai ku” Balas Callista.


Callista memang kecewa sebelumnya dengan Grace karena Grace membawa nama ibunya di permasalahan mereka. Tapi bagaimana pun Grace adalah adik dari kekasihnya. Callista tidak ingin mempunyai masalah dengan adik dari kekasih yang dia cintai.


***


Baca juga karya author yang lain yaa


"Love In Milan"

__ADS_1


Like,Coment dan vote terus yaaa


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2