
Melihat Callista menikah kemarin, benar-benar membuat Olivia sangat bahagia. Akhirnya sahabatnya bisa menikah. Meskipun sekarang ia merasa waktunya dengan Callista tidak sebanyak dulu. Tapi tidak masalah, setelah Callista berbulan madu. Callista kembali menjadi dokter dan bisa bertemu dengannya setiap hari.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu.
“Masuk” Ucap Olivia
“Permisi Dokter Olivia, ada pasien VVIP yang minta di periksa oleh dokter” Ucap salah satu perawat.
“Hem, baiklah” Jawab Olivia yang langsung berjalan menuju ruang pemeriksaaan.
Perawat menyerahkan dokumen pasien pada Olivia. Laluu Olivia berjalan meninggalkan ruang kerjanya sambil menggenggam dokumen pasien VVIP.
Saat Olivia sudah mendekati ruang pemeriksaan khusus pasien VVIP, Olivia membuka dokument pasien. Matanya membulat sempurna terkejut saat membaca dokumen di hadapannya.
“Taylor?” Gumam Olivia pelan.
Olivia menghela nafas dalam dan mulai memasuki ruang pemeriksaan.
“Selamat pagi Tuan Taylor” Sapa Olivia.
“Selamat pagi Dokter cantik” Balas Taylor sambil tersenyum.
Olivia berjalan mendekat ke arah Taylor.
“Apa yang anda keluhkan Tuan?” Tanya Olivia ke arah Taylor.
“Saya merasa sakit dan nyeri di sini dok” Ucap Taylor sambil menunjuk dadanya.
Olivia mulai memeriksa dengan stetoskop.
“Detak jantung anda bagus, bagaimana awalnya anda bisa merasakan sakit?” Tanya Olivia ke arah Taylor.
“Aku sakit karena saat pernikahan Callista dan Daniel kamu tidak menatap ku. Aku sudah duduk di samping mu saja tetap kau tidak melihat ku” Ujar Taylor.
“Kau-“ Geram Olivia yang kesal dengan ucapan Taylor.
“Taylor, bersikaplah profesional. Aku ini adalah dokter. Dan kau adalah pasien ku” Seru Olivia.
“Aku tahu, aku khusus datang ke sini memang karena hanya ingin di periksa oleh dokter cantik seperti mu” Jawab Taylor santai.
“Kau gila Taylor. Apa yang kau ingin kan?” Tanya Olivia.
“Temani aku makan siang” Jawab Taylor.
“Aku sibuk! Banyak pasien yang harus aku periksa hari ini” Balas Olivia.
“Jika kamu menolak ku, maka aku akan tetap menunggu mu” Seru Taylor.
__ADS_1
“Astaga, kau menyebalkan sekali” Gerutu Olivia.
“Aku tidak bisa siang ini Taylor. Aku harus menggantikan Callista operasi. Jika aku ada jadwal operasi biasanya aku akan pulang terlambat. Besok siang kita bisa makan siang bersama” Tutur Olivia.
“Benarkah?” Taylor memastikan.
“Benar! Sudah ku katakan kita besok kita akan makan siang bersama” Jawab Olivia.
“Baik kalau begitu, sampai ketemu besok” Ucap Taylor yang berjalan meninggalkan Olivia.
“Jadi dia itu tidak sakit! Dia hanya datang untuk mengajak ku makan siang. Dia sungguh gila” Gerutu Olivia.
Olivia berjalan meninggalkan ruang pemeriksaan. Dia bersiap menuju ruang operasi. Karena Callista mengambil cuti untuk berbulan madu. Olivia lah yang menggantikan jadwal Callista. Mau berapa lama pun Callista cuti tentunya rumah sakit akan mengijinkannya. Tentu karena pemilik rumah sakitnya adalah suaminya sendiri.
***
Callista dan Daniel kini sudah meninggalkan hotel. Mobil Daniel berjalan menuju apartement milik Daniel. Sebenarnya Daniel ingin tinggal di mansion yang baru saja dia beli. Tapi karena istrinya meminta untuk tinggal saja di apartement kali ini Daniel pun menurut. Terlebih mereka hanya berdua saja, tinggal di apartement adalah pilihan yang tepat. Jika nanti mereka sudah memiliki anak, mereka akan tinggal di mansion yang telah Daniel beli.
Mobil Daniel sudah tiba di apartement miliknya. Daniel memarkirkan mobilnya dengan cantik dan mereka berjalan masuk ke dalam apartement.
“Sayang, aku harus ke apartement ku. Masih banyak baju dan barang-barang ku yang belum aku bawa” Tutur Callista saat mulai memasuki apartement milik suaminya.
“Bukalah walk in closet mu. Aku sudah menyiapkannya” Balas Daniel sambil mengelus pipi istrinya dengan lembut.
Callista berjalan melihat ke walk in closet miliknya yang telah di siapkan suaminya. Kini Callista membulatkan matanya terkejut dengan apa yang di lihatnya.
“Sayang, kamu menyiapkan ini semua?” Tanya Callista yang masih terkejut.
“Aku suka rambut mu. Sangat halus dan wangi” Bisik Daniel di telinga istrinya.
“Sayang, kenapa kamu membelikan ku dress, tas dan sepatu sebanyak ini?” Tanya Callista kembali.
“Aku harus memiliki istri yang berpenampilan cantik dan menawan. Dan aku tidak ingin kamu harus membawa baju mu yang ada di apartement mu. Biarkan saja barang-barang mu yang ada di apartement mu simpan saja di apartement mu” Ujar Daniel.
“Tapi ini terlalu berlebihan sayang” Callista yang tidak enak karena suaminya membelikan begitu banyak barang-barang untuknya.
“Tidak apa. Sekarang uang ku adalah milik mu juga. Jadi sama saja kamu menggunakan uang mu” Balas Daniel.
Callista pun tersenyum dan langsung memeluk erat suaminya.
“Terimakasih telah menjadi suami yang sangat baik untuk ku” Ucap Callista dengan lembut.
Daniel membalas pelukan istrinya dan mengelus rambut panjang istrinya.
“Mulai detik ini, aku akan berusaha membahagiakan mu” Balas Daniel.
“Sayang sepertinya aku harus menghubungi Grace” Ucap Daniel yang lansung berjalan mengambil handphonenya di atas meja.
“Kamu membutuhkan bantuan Grace?” Tanya Callista pada suaminya.
“Iya besok dia harus mewakili ku meeting. Besok kita sudah berangkat ke Paris jadi aku harus meminta Grace untuk mewakili ku. Tapi dia akan tetap di temani oleh Harry” Tutur Daniel.
__ADS_1
“Baiklah”
Kini Daniel mulai meghubungi adiknya.
“Hallo” Sapa Daniel.
“Ya ka, bagaimana malam pertamanya?” Goda Grace pada kakaknya.
“Kau anak kecil! Jangan bicara sembarangan” Seru Daniel.
“Iyaa. Iyaa”
“Grace, kakak minta besok kamu ke kantor kakak ya. Kakak sepertinya ada jadwal meeting penting. Jadi kamu menggantikan kakak besok” Ucap Daniel.
“Ka, aku tidak mengerti masalah perusahaan” Gerutu Grace.
“Kau harus belajar mulai detik ini”
“Ka, aku tidak ingin belajar tentang perusahaan. Sejak dulu kakak sudah memimpin perusahaan hingga sebesar ini. Jadi kakak tidak membutuhkan bantuan ku. Aku tidak mau belajar tentang perusahaan” Tolak Grace dengan tegas.
“Sejak kapan kamu berani membantah kakak?” Seru Daniel yang mulai kesal.
“Tapi ka, aku tidak mengerti. Aku takut aku hanya membuat kekacauan di perusahaan kakak saja. Aku tidak ingin nama besar perusahaan yang telah kakak bangun lalu aku hancurkan” Ucap Grace.
“Kamu tidak akan menghancurkannya. Percayalah kamu itu adik ku. Kakak pastikan kamu mampu mengelola perusahaan dengan baik. Kamu memiliki butik di Paris itu artinya kamu mampu berbisnis.”Balas Daniel.
“Ka bisnis membuka butik dengan perusahaan itu berbeda” Gerutu Grace.
“Sudah jangan banyak melawan. Kakak putuskan kamu besok harus menggantikan kakak untuk menghandiri meeting dengan client” Ujar Daniel.
Mendengar ucapan kakaknya, Grace menghela nafas dalam. Percuma saja berdebat dengan kakaknya. Ia tetap tidak akan menang. Apa yang sudah di katakan oleh kakaknya harus ia turuti.
“Baiklah ka”
“Good. Besok kamu akan di temani oleh Harry. Kalau begitu kakak tutup dulu ya.”
“Iya ka, selamat berbulan madu”
Daniel memutuskan sambungan teleponnya. Dan ia menghampiri istrinya dan membantu istrinya untuk berkemas.
***
Author minta vote nya ya.
Oiya, yang engga bisa ke buka aplikasinya. Author kurang tau. soalnya hp author android aman aman aja.
Coba kalian coa secara berkala
unistall dulu aplikasinya setelah itu install ulang.
Like dan coment juga yaa setiap karya author.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian😘