
Hari ini adalah hari libur Callista. Ia langsung memutuskan pergi ke salon. Ia ingin merilekskan tubuhnya. Callista sudah meminta izin pada Daniel untuk pergi ke salon. Seperti biasa suaminya akan mengizinkan jika Callista membawa Nick. Awalnya Callista menolak, karena ia hanya ingin pergi ke salon saja. Tapi karena tatapan tajam dari suaminya, akhirnya dia pun menurut.
Daniel khawatir karena memang Mike dan Alvonso masih belum di temukan. Itulah kemanapun Callista pergi harus di temani oleh Nick. Padahal Callista sudah mengatakan jika ia bisa melindungi dirinya sendiri tapi tetap saja suaminya akan selalu khawatir padanya.
Di salon Callista memilih creambath aroma sakura dan juga ia ingin memotong sedikit rambutnya. Sedangkan Nick menunggu di area lobby. Nick sudah di beritahu oleh tuannya jika Nick tidak boleh lengah sedikit pun, jadi mata Nick terus mengawasi istri tuanya yang kini sedang perawatan.
"Callista" panggil seorang gadis yang membuat Callista menoleh.
"Esme?" Callista terkejut saat melihat Esme.
"Kamu sedang di Los Angeles?" tanya Callista.
"Ya, aku membuka klinik kecantikan cabang baru di Los Angeles. Kemungkinan aku akan lama disini" jawab Esme.
"Oh begitu"
"Kamu dengan siapa Cal?" tanya Esme.
"Aku di temani supir ku" jawab Callista sambil melirik Nick.
"Sejak kapa kamu suka di temani supir? setahu ku sejak dulu kau paling tidak suka adanya pengawal dan supir" ucap Esme.
"Suami ku terlalu berlebihan, aku tidak diizinkan keluar jika tidak bersama supir ku" balas Callista.
"Beruntungnya kamu Cal" sahut Esme yang membuat Callista tersenyum.
"Aku memang sangat beruntung memiliki suami seperti Daniel" balas Callista.
"Cal, bolehkah aku bertanya sedikit?"
"Ada apa?"
"Apa kamu tahu keberadaan Tomas saat ini?" tanya Esme yang membuat Callista sedikit terkejut.
"Tomas?" Callista mengernyitkan dahinya saat mendengar nama Tomas.
"Iya, apa kamu tahu dimana keberadaan Tomas saat ini?" tanya Esme kembali.
"Esme, aku sudah tidak tahu tentang Tomas. aku bahkan sudah tidak pernah bertemu sejak papah ku melarang ku bertemu dengan Tomas. Aku rasa kau sudah pasti tahu itu" jawab Callista.
Esme pun menghela nafas dalam.
"Aku sudah mencari keberadaanya sejak dulu. Tapi karena dulu, ayah mu mengancam Tomas sejak saat itu aku sudah tidak pernah melihat keberadaan Tomas lagi. Aku pikir kamu masih menjalin komunikasi dengannya" ujar Esme.
"Tidak Esme, aku sudah tidaak pernah tahu tentang Tomas." jawab Callista.
__ADS_1
"Untuk apa kamu mencari Tomas?" tanya Callista.
"Tidak apa Cal, aku hanya ingin tahu kabarnya saja" balas Esme.
Tomas adalah pria yang di sukai oleh Esme dan Callista saat mereka masa SMA dulu. Tomas menyukai Calliista, hanya saja karena keluarga Tomas bukan berasal dari keluarga terpandang. Ayah Callista mengancam akan menghancurkan keluarga Tomas, jika Tomas berani mendekati Callista.
Callista pun marah pada ayahnya yang melarang Callista memiliki hubungan dengan Tomas. Padahal Callista sangat menyukai Tomas sejak dulu. Tomas adalah kakak senior Callista yang banyak di idolakan pada masa Callista SMA dulu.
Sejak saat ayah Callista mengancam Tomas, tiba-tiba Tomas pun langsung berpindah sekolah dan tidak lagi menghubungi Callista. Dulu Callista sempat merasakan kecewa karena Tomas tidak mencoba meluluhkan hati ayahnya, tapi Callista tidak ingin memaksa Tomas. Terlebih pada saat itu usia Callista pun masih sangat muda. Baginya cukup menyukai Tomas sudah lebih dari cukup tanpa harus menjadi sepasang kekasih.
Callista sudah lama melupakan Tomas, tapi tidak bagi Esme. Esme selalu merasa iri karena Callista selalu mendapatkan pria yang Callista inginkan. Dulu Tomas, sekarang Daniel.
Esme menyukai Daniel saat pertemuan mereka di Paris. Namun saat ia tahu, Daniel adalah suami dari Callista ia pun tidak bisa berbuat apapun. Terlebih ia melihat Daniel sangat perhatian dan mencintai istrinya.
Tujuam Esme bertanya tentang Tomas, dia hanya ingin tahu bagaimana keadaan Tomas. Esme sudah mencari di seluruh kota di Amerika, tapi ia tetap tidak menemukan Tomas.
Callista pun kini sudah selesai perawatan, dan ia ingin langsung pulang karena pesan Daniel dia tidak boleh pergi kemana mana setelah dari slaon.
"Esme, maaf aku harus duluan ya" pamit Callista.
Esmpe pun langsung mengangguk.
"Iya Cal, hati-hati" balas Esme dan Callista langsung berjalan ke kasir untuk membayar tagihannya. Setelah itu ia langsung menuju mobilnya.
***
Tidak lama Edward menunggu, gadis cantik yang ia tunggu pun kini muncul di hadapanya.
Malam ini Grace terlihat sangat cantik dan menawan. Dengan long dress berwarna navy tanpa lengan membuat Grace sangat anggun.
"Maaf aku terlambat" ucap Grace yang langsung duduk di hadapan Edward.
"Iya tidak apa, aku sudah memesankan makanan untuk mu" jawab Edward.
"Terimakasih"
"Malam ini kamu sangat cantik" puji Edward yang sejak tadi terus menatap Grace.
"Terimakasih, kamu pun sangat tampan" balas Grace dan Edward pun membalas dengan senyuman.
"Grace, aku ingin mengenal mu lebih dalam. Bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu?" tanya Edward.
"Silahkan Edward, ada apa?"
"Apa alasan Mike menjadikan mu sasaran? maaf aku hanya penasaran saja"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Edward, Grace langsung menghela nafas dalam.
"Aku rasa kamu tahu jika Mike menyukai Callista bukan?" tanya Grace dan Edward pun langsung mengangguk.
"Iya, aku mengetahuinya dari Daniel yang bercerita pada ku" jawab Edward.
"Sebenarnya, aku dulu pernah menyukai Mike" balas Grace yang membuat Edward terkejut.
"Kau pernah menyukainya?"
Grace pun mengangguk.
"Iya, aku pernah menyukainya, tapi dia menyukai Callista. Aku pernah marah dengan Callista tapi aku sadar kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang untuk menyukai kita" tutur Grace.
"Lalu Mike sengaja untuk meminta kakak ku memilih antara menyelamatkan ku atau memberikan istrinya" lanjut Garce.
"Apa kau masih menyukai Mike?" tanya Edward kembali.
"Sejak saat Mike mengatakan jika dia tidak menyukai ku tapi dia menyukai kakak ipar ku. Aku sudah tidak menyukai Mike, dan sekarang yang ada di hati dan pikiran ku dia adalah pria yang sangat menjijikan" ujar Grace.
Edward langsung menyentuh tangan Grace.
"Grace, aku pernah menyukai seorang gadis. Dan aku pun tidak bisa memilikinya, aku sudah melupakanya dan saat aku sadar kini kamu benar-benar menggantikan gadis itu" ujar Edward yang menatap Grace.
"Edward, aku tersentuh dengan kebaikan dan ketulusan mu. Aku pun ingin memulai dan membuka hati ku untuk mu" balas Grace sambil tersenyum.
"Terimakasih Grace, telah membukakan hati mu. Jujur yang ada di pikiran ku saat ini aku ingin selalu melindungi mu" tutur Edward.
Mendengar penuturan Edward, Grace pun benar-benar tersentuh. Benar apa yang di katakan oleh kakak iparnya, Edward adalah pria yang tepat untuknya. Grace sudah memutuskan untuk membuka hatinya untuk Edward. Dia yakin Edward tidak akan melukai hatinya.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Siapa yang mau Callista cepat hamil?
Author juga mau Callista bisa cepet hamil hehe.
Sabar yaa udah ada alurnya nikmatin dulu.
Mungkin Daniel masih mau ena ena dulu hehe
Like, coment dan vote terus setiap karya author
Terimakasih atas dukungan kalian.
__ADS_1